
Sepanjang perjalanan pulang Rizky tak henti hentinya terus berceloteh tentang kekagumannya kepada zie yang ternyata jago bela diri.ia tak menyangkah cewek cantik yang terlihat lemah lembut ternyata mampu mengalahkan beberapa orang yang badannya dua kali lipat lebih besar darinya.
sesampainya di rumah...,mereka langsung masuk kedalam kamar masing masing untuk segera beristirahat.tak lupa Ken menyuruh Rizky mengompres dan mengobati lukanya terlebih dahulu agar besok lebih baikan.
*Pagi Hari
Udara di kota bandung memang berbeda dengan di kota J.pagi ini udara di sana terasa begitu sangat dingin hingga menusuk tulang, baik ken dan Zio masih betah begulat dengan selimut tebalnya di kamar masing masing padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. berbeda dengan Zie yang sudah bangun dan joging keliling desa menikmati udara segar di pagi hari bersama Rizky yang menemaninya.
"A' Rizky udah mendingan itu muka??.tanya Zie.memang wajah Rizky masih ada bekas lebam berwarna hitam kebiruan yang menempel di sudut bibirnya.
"ah...ini udah nggak papa neng.luka kaya gini teh udah biasa buat lelaki."jawab Rizky tersenyum tapi sedikit meringis karena merasa perih di sudut bibirnya.
"kalau masih sakit jangan di paksain a'.nanti kamu istirahat aja di rumah biar kita pergi sendiri."ucap Zie.mereka berdua berbicara sambil berlari lari kecil memutar desa milik Rizky.
"eh...emang kalian tau Jalannya??kalau nyasar teh kumaha??"tanya rizky.
"kita kan bisa pake G-maps a'."jawab zie.
"tidak bisa atuh neng.biar saya saja yang antar. di sini G-maps tidak berfungsi.soalnya nggak ada sinyal apa lagi yang datarannya tinggi kaya di penggunungan."ucal rizky menjelaskan.
"hm...gitu ya??tapi bener nih, a' Rizky udah nggak papa??" tanya zie merasa yak enak hati.
"nggak papa Neng.pokoknya teh kemanapun kalian pergi, biar saya yang anter."jawab Rizky.
"(Haduh....neng zie baik pisan ey.perhatian lagi, bikin hati urang serasa ada banyak bunganya)"gumam Rizky dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Zie dan Rizky sudah berlari cukup jauh, beruntung jalan yang mereka lewati bisa langsung tembus kembali kerumah jadi mereka tak harus putar balik lagi.
setelah sampai di rumah keduanya keduanya masuk kedalam kamar masing masing untuk beristirahat sejenak kemudian membersihkan diri.
tepat jam 7 pagi...,zie keluar dari dalam kamarnya dengan wajah yang sudah lebih fresh dan baju yang sudah rapi karena habis mandi lalu bergabung bersama semua di meja makan untuk sarapan bersama.
"Kita mau jalan sekarang zie??.tanya Zio.setelah menyelesaikan sarapan nya.
"Gue mau ke pemakaman dulu yo,tapi ini masih terlalu pagi pasti pekerjaan pak Mudi belum selesai bahkan belum di mulai mungkin."jawab Zie yang juga sudah selesai dengan sarapannya.
"Neng pergi aja jalan jalan...,biar soal makam nanti mamang yang urus."ucap Mang Diman.
"seriusan mang???tanya zie memastikan.
"serius....lagian mamang hari ini nggak ada acara apapun.kalau kalian mau jalan jalan, pergi sekarang aja... mumpung masih pagi.biar kalian bisa puas menikmati keindahan di kota ini.besok pagi kita idah harus balik"saran Man diman.
"makasih ya mang......."ucap Zie tulus.
"tunggu apa lagi???yuk jalan.....".ajak ken.
ke empat anak muda itu pun pergi setelah berpamitan kepada mang diman dan juga Pak Hadi.seperti kemarin,mereka pergi menggunakan mobil milik zie.tak lupa kunci mobil zio ia titipkan kepada mang diman.siapa tau mang diman butuh kendaraan saat mau bepergian.
Mobil milik Zie melaju dengan kecepatan standar menembus jalanan yang sudah cukup ramai dengan kendaraan lain.
mereka menghentikan mobil di tepi jalan diman terdapat sebuah kedai yang menjual makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan yang berwarna hijau yang sangat menyegarkan mata.tak lupa mereka mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama.
setelah cukup lama disana, mereka melanjutkan perjalanan menuju kebun strowberi.
Zie tersenyum senang melihat hamparan pohon strowberi yang sangat luas.disana para pengunjung bisa memilih dan memetik secara langsung buah strowberi yang akan mereka beli.
dengan semangat 45 Zie langsung menyeret lengan Zio untuk segera berburu buah strowberi terbaik yang ada di kebun itu.di tangannya juga sudah ada keranjang yang berukuran besar untuk menampung hasil panen mereka nanti.
Puas rasanya bisa memilih dan memetik buah sttowberi secara langsung.
zie terus mencari dan memetik buah stowberi sebanyak banyaknya untuk di bawa pulang ke kota J sebagai oleh oleh.
Ken, Zie, zio dan Rizky berhasil memanen buah strowberi hingga belasan kotak buah yang berukuran cukup besar.
rencananya nanti buah itu akan di bagi kan kepada pak Hadi 1 kotak.Nenek bella 1 kotak. mbok nah dan mang diman 1 kotak. satpam dirumahnya 1 kotak. ken 1 kotak.,zio 1 kotak. kak Levin 1 kotak , kak dev 1 kotak. dan sisanya bisa di makan bersama sama nanti.
setelah membayar dan memindahkan semua kotak buah masuk kedalam bagasi mobil, mereka lalu pergi menuju tempat kunjungan terakhir wisata hari ini yaitu air terjun yang letaknya cukup jauh dari kebun strowbberi.
Dan disinilah mereka sekarang setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh menuju sebuah air terjun yang sangat menapjubkan.tak lupa mereka tadi menyepatkan waktu untuk beristirahat sejenak untuk makan siang terlebih dahulu di sebuah restoran sederhana yang ada di pinggir jalan yang mereka lalui sebelum akhirnya sampai di tempat wisata ini.
mata mereka langsung terpanah melihat pemandangan alam yang mereka datangi saat ini. sungguh sangat indah ciptaan sang maha kuasa.
tentu saja mereka tak akan memyia nyiakan kesemaotan untuk mengabadikan momen ini dengan berfoto bersama dengan background air terjun yang sangat indah.mereka semua lalu turun kebawah dimana ada aliran sungai kecil yang berasal dari air terjun itu.mereka bermain air disana,menikmati keindahan alam yang sangat mendamaikan hati dan fikiran.
rasa lelah karena perjalanan jauh tadi langsung terbayar sudah dengan pemandangan indah yang ada di depan mata.Hari ini mereka benar benar sangat menikmati momen kebersamaan mereka.
setelah puas bermain disana, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore. meskipun terasa lelah tapi mereka pulang dengan suasana hati yang riang gembira.mungkin lain waktu mereka akan mengunjungi kota ini lagi untuk menikmati keindahan alam yang lainnya.
.
.
.
.