Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Otw sama Papi



Tepat jam 8 pagi, saat AK cafe baru saja di buka tetapi Bang Jek, Bang Wawan, Bang Baim, Rafi dan Riki datang sesuai dengan perintah Kenzie. penampilan mereka berubah menjadi sangat berbeda jauh dari sebelumnya. bahkan tato yang ada di wajah Bang Jek dan Bang Baim pun sudah tidak ada lagi.


"Permisi...., Kami semua di suruh Nona Kenzie untuk datang kesini." ucap Bang Jek kepada salah satu pelayan disana.


"tunggu sebentar saya panggilkan pak managernya dulu. silahkan duduk. " ucap Pelayan itu tersenyum ramah. Jek pun mengangguk dan duduk di kursi bersama yang lainnya.


tidak lama kemudian, Dev datang menghampiri mereka semua. Zie memang sudah memberi tahu Dev akan ada lima orang laki laki yang akan datang dan bekerja di Cafenya. Zie juga sudah memberi tahu di mana posisi mereka bekerja. tiga di bagian keamanan dan dua yang masih muda di bagian waiters.


"Selamat pagi..., selamat datang di AK Cafe. perkenalkan saya Dev selaku manager di sini." Dev menyapa dan memperkenalkan dirinya dengan ekspresi datar.


"(wajahnya kaya nggak asing..., gue kaya pernah liat orang orang ini tapi siapa dan dimana ya?)" ucap Dev dalam hati sambil memperhatikan satu persatu orang yang di pilih Nona Bosnya untuk bekerja disana.


"iya pak...., perkenalkan saya Jek, ini Wawan, Baim, Rafi dan juga Riki. kami semua di minta Nona Kenzie kemari dan bekerja disini." jawab Jek mewakili semuanya.


"Hm....., apa kalian tau dimana Nona bos menempatkan kalian bekerja di bagian apa??". tanya Dev.


"Di rempatkan di bagian apa saja kami mau Pak manager." jawab Jek.


"Baik lah...., Nona Bos sudah memberi perintah untuk menempatkan Bang Jek, wawan dan juga Baim di bagian ke amanan. terutama bagian Parkir soalnya beberapa waktu lalu kami kecolongan ada sepeda motor yang hilang di parkiran. meskipun ada CCTV dan pencurinya tertangkap tetap saja kami mengutamakan keamanan dan kenyamanan pelanggan. kami tidak mau kejadian serupa terulang lagi. Untuk Rafi dan juga Riki, Nona Bos menempatkan kalian di bagian Waiters karena pengunjung disini bertambah banyak dan dalam beberapa hari ini kami kuwalahan sehingga kami menambah waiters untuk membantu melayani pengunjung. Bagaimana?? apa kalian keberatan dengan bagian itu?". tanya Dev setelah menjelaskan semuanya.


"Tidak Pak Manager, kami tidak keberatan sama sekali.kami malah senang bisa mendapat pekerjaan. kapan kami bisa mulai bekerja??". tanya Jek.


"mulai besok kalian sudah bisa mulai bekerja. cafe buka jam 8 pagi, kalian harus datang setengah jam lebih awal untuk membersihkan dan mempersiapkan semuanya sebelum buka cafe. Bisa??" tanya Dev lagi.


"Bisa Pak......." jawab semuanya hampir bersamaan.


"Baik.... apa ada yang kurang jelas?? jika ada yang perlu di tanyakan? silahkan bertanya?". tanya Dev.


"Tidak pak....., kami sudah mengerti. "jawab Jek.


"Baiklah..... mulai besok kalian bisa langsung bekerja." ucap Dev mengakhiri pertemuan itu.


" Terimakasih pak....kalau begitu kami permisi dulu." ucap Jek dengan sopan. Dev hanya mengangguk tetap dengan ekspresi datar nya.


Jek dan yang lainnya pun pergi keluar meninggalkan AK Cafe.


Dev masih duduk terdiam di tempat semula mengingat ingat siapa mereka, karena sepertinya Dev pernah melihat mereka sebelumnya.


...,_______,_______,_________,...


"Papi nggak ngantor......??". tanya Zie ketika menjumpai Papinya duduk di ruang keluarga sambil membaca koran dan menikmati secangkir kopi yang asanya masih terlihat mengepul atasnya.


"tidak...., hari ini papi tidak ada jadwal penting jadi kerjaan di kantor Zak yang handel. " jawab Papi Zie. " kamu sendiri kenapa memakai baju santai?? apa tidak ada kesibukan??". tanya tuan Prabu yang melihat penampilan Zie. Zie sudah duduk di sofa empuk di sebelah papinya.


" Tidak..., hari ini Zie mau temenin papi aja dirumah." jawab Zie tersenyum manis.


"ah...senangnya putri papi yang cantik ini mau menemani papi." ucap Papi Zie tersenyum sambil melipat koran yang sedang ia baca dan meletakkannya ketempat semula.


"Kita jalan jalan yuk pi......, pakai motor. " ajak Zie


"Boleh...., mau jalan kemana sayang?". taya Papi.


"emmm...... ke mall..., ah tapi kurang seru deh kayanya enaknya kemana ya pi??". tanya Zie balik.


"gimana kalau kepuncak aja.?? udara di sana bagus buat papi yang sudah tua ini." ucap Papi terkekeh.


"Ih....siapa bilang Papi udah tua. Masih muda gini ko, papi Zie itu masih terlihat keren dan juga tampan." jawab Zie tersenyum ceria.


"Bisa aja nih kamu.".ucap Papi tertawa.


"Ya udah..., kalau gitu Zie siap siap dulu ya pi.....??". ucap Zie lalu beranjak dari duduknya setelah sang Papi menganggukkan kepalanya.


Zie pun menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk berganti baju dengan wajah ceria. Tuan Prabu juga pergi ke kamarnya untuk bersiap.


setelah selesai bersiap, Zie dan Papinya pun pergi kegarasi untuk memilih motor mana yang akan mereka pakai untuk jalan jalan ke puncak.


penampilan Zie memang lain dari pada yang lain, Zie tampil cantik dan modis tapi tidak meninggalkan kesan tomboynya yang memang sudah menjadi ciri khas dari seorang Kenzie.



begitu juga Tuan Prabu, kali ini Papi Zie menggunakan celana Jeans berwarna dan kaos polos ketat yang mempertontonkan otot lengannya yang kokoh dan perut kotak kotak yang terletak jelas di blik kaos polos yang ia kenakan. tak lupa Tuan Prabu juga memakai jaket dan kaca mata hitam karena mereka akan bepergian cukup jauh hari ini. Tuan Prabu memang sangat menjaga kebugaran tubuhnya dengan berolah raga jadi tak heran jika Tuan Prabu memiliki tubuh dan otot yang bagus meski usianya sudah tidak muda lagi.



"Wuah....Papi keren banget..., nggak kalah sama anak anak muda jaman searang." puji Zie meihat penampilan sang Papi yang tidak seperti biasanya "bentar Pi...., kita selfi dulu....., buat manas manasin seseorang yang nggak bisa ikut bersama kita untuk bersenang senang hari ini." Ucap zie tersenyum jahil lalu mengeluarkan Hp nya dan mengambil beberapa foto bersama Papinya.


Siapa lagi orang yang akan Zie panas panasi selain Marvin, kakaknya sendiri.


Zie yakin Marvin pasti akan uring uringan karena tidak diajak jalan jalan bersama.


Dengan tertawa jahat Zie mengirim foto yang barusan ia ambil dan mengirimkannya kepada Marvin melalui pesan singkat dan di sertai kata kata "bye bye Kak Marvin .....gue otw Puncak dulu yee sama Papi......,"


"Anak nakal........." ucap Papi tersenyim tipis sambil mencubit gemas pipi putrinya.


"Biarin aja...., Marvin pasti iri karena nggak di ajak. pasti dia nanyi uring uringan sendiri. heheee........" ucap zie lalu menunjukkan cengirannya.


"Ya sudah yuk berangkat, Nanti keburu siang." ajak Papi. Zie mengangguk dan naik keatas motornya yang sudah di panasi sedari tadi. ia lalu memakai jaket dan helm fullface nya. begitu juga sang papi yang melakukan hal yang sama seperti Zie.


tiba tiba Hp Zie berdering, menandakan ada sebuah panggilan yang masuk. Zie tertawa melihat nama Marvin yang ada di layar Hpny. ia lalu melepas helmnya untuk menerima panggilan itu.


"Bentar pi....,"ucap Zie seraya mengangkat teleponnya. Tuan Prabu mematikan motor nya yang tadi sudah di nyalakan.


"KENZIIIIEEEEE........!!" teriak Marvin di sebrang sana begitu Zie menerima telponnya. "Berani ya lo jalan jalan sama Papi tanpa gue...!!! jahat banget sih.......!!!" semprot Marvin kesal.


"Heheheee.......bukannya lo itu lagi kencan ya Kak??" tanya Zie.


"Kencan??? sama siapa??". tanya Marvin bingung.


"Kencan sama kertas kertas yang ada di hadapan lo sekarang lah. ahahahaaaaa........" jawab Zie tertawa puas. Zie yakin Marvin pasti semakin dongkol.


"Wah....lo bener bener ya Zie.....!!! durhaka lo sama kakak sendiri." omel Marvin. "gue mau ikut...pokoknya gue ikuuuuttt......!!!" tegas Marvin.


"Maaf Tuan tapi sebentar lagi ada rapat." sahut Mif yang saat itu memang sedang berada di ruangan Marvin.


"di undur saja Rapatnya." jawab Marvin.


"tidak bisa Tuan, rapat ini sudah di undur sebanyak dua kali. kalau di batalkan lagi pasti semuanya akan kecewa. apalagi semua sudah siap di ruang rapat hanya tinggal menunggu kehadiran Tuan Ma untuk memimpin jalannya rapat.". jawab mif.


"kau saja yang menggantikan ku untuk memimpin rapat". Perintah Marvin.


sudah lama sekali Marvin, Zie dan Papinya tidak menghabiskan waktu bersama untuk sekedar refresing. jadi sebisa mungkin Marvin harus bisa ikut kali ini.


"Hey....., jangan sembarangan memerintah Asisteng gue!!!". seru Zie. "udah sana, urusin tuh rapat. gue mau bersenang senang dulu sama Papi. bye kakak........". udah Zie mengejek lalu memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.


Papi Zie hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum melihat Zie tertawa senang karena berhasil membuat Marvin kesal.


"Ayo pi....... kita berangkat." ajak Zie. yang sudah memakai helmnya kembali.


Zie melajukan motornya terlebih dahulu baru setelah itu di susul Tuan Prabu yang mngikuti Zie di belakangnya.


ini kedua kalinya mereka melakukan touring menggunakan motor. dulu saat di Amrik mereka pernah touring sesuai janji yang pernah Tuan Prabu ucapkan dulu kepada Zie. dulu ada Marvin, Asisten Zaki, Asisten Mif dan juga club moge milik Tuan Prabu yang ikut touring tapi kali ini Tuan Prabu hanya berdua saja dengan Putri kesayangannya.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.


.