
Drama kembali di mulai saat Zio datang menjemput Khansa (Sasa) adiknya, setelah sasa menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya kepada Zio kini pemuda itu bersikeras untuk mengantar Zie pulang kerumahnya dengan alasan khawatir takut terjadi sesuatu di jalan mengingat hari sudah malam. padahal dalam hati Zio tidak rela jika Zie pulang bersama Arion.
"Kenapa para pemuda tampan ini saling memperebutkan Zie sih....?? ". bisik Lexa kepada Axel.
sedari tadi Axel, Lexa dan Sasa hanya menyaksikan perdebatan antara Zio dan Arion.
" nggak usah kepo jadi orang..... ". jawab Axel sinis. saudara kembarnya ini sangat bawel dan memang suka sekali ingin tau masalah orang lain.
Lexa terdiam kembali begitupun dengan Axel saat mendengar Zie mengeluarkan suaranya untuk menengahi kedua pemuda tampan yang terus berdebat di hadapannya itu.
"Apa kalian tidak lelah berdebat nggak jelas seperti ini??. " tanya Zie yang sudah mulai kesal melihat tingkah keduanya.
"Tapi Zie...., dia duluan yang mulai. sudah jelas lo kesini sama gue jadi pulangnya juga harus sama gue dong. " jawab Arion.
"nggak bisa..., Zie harus pulang sama gue. ini sudah sangat malam, gue yang akan mengantar dia pulang." jawab Zio nggak mau kalah.
"Diam.....!!." seru Zie jengah.
seketika Arion dan Zio terdiam saat Zie memandang dengan garang kearah keduanya secara bergantian. Zie menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya secara berlahan lalu mulai berbicara lagi.
"Zio..., lo tau ini sudah malam. jadi bawalah adikmu pulang terlebih dahulu, kasihan dia baru saya kejambretan. maaf sebelumnya karena gue nggak bisa pulang bareng lo karena gue kesini menggunakan motor bersama dua sepupuku dan juga Arion jadi gue harus pulang bersama mereka. tapi terimakasih sebelumnya lo udah khawatirin gue. " ucap Zie sedikit memberi pengertian kepada Zio.
Zio akhirnya menuruti perkataan Zie..., iya juga tidak tega melihat Sasa yang tadi sempat ketakutan. dengan berat hati Zio pun meninggalkan Zie bersama Arion dan dua sepupunya. sedangkan Arion, ie tersenyum penuh kemenangan.
"Kak Zie...., sekali lagi makasih ya sudah menolongku. " ucap Sasa sebelum pergi bersama Zio.
Zie menjawab ucapan Sasa dengan senyuman dan anggukkan kepalanya.
"Ayo kita pulang....., " ajak Zie kepada semuanya.
"ayo..... " jawab Arion
" Zie... boleh kah kita tukeran. lo bonceng Axel biar gue yang bonceng Arion. " ucap Lexa penuh harap.
"Tidak.....!! " bukan Zie yang menjawab tapi Arion.
Arion langsung menarik tangan Zie untuk berjalan bersama nya menuju tepat parkir meninggalkan Axel dan Lexa.
"Berhenti bersikap bodoh...!!." sindir Axel kepada Lexa.
Lexa berjalan mendahului Axel dengan menghentak hentakkan kakinya kesal. ia berjalan menyusul Zie dan juga Arion.
sesampainya di parkiran, Arion menyuruh Zie untuk segera naik keatas motor. ia tidak mau sampai Lexa menerobos naik ke boncengan nya mendahului Zie.
"sampai segitunya lo takut sama Lexa. takut di gigit ya??" ucap Zie mencibir Arion sambil tertawa.
"gue bukannya takut, tapi gue males aja sama dia. bisa bisanya lo punya sepupu model kaya dia" sanggah Arion.
kalau bukan karena Zie, sudah dari tadi ia pergi menghilang menjauhi Lexa.
"Lah kenapa?? Lexa cantik ko.... " jawab Zie.
"itu menurut lo....," sahut Arion.
"Kalau menurut lo gimana?? ". tanya Zie ingin tau.
" Biasa aja...,!! lebih cantikan lo kemana mana. "jawab Arion jujur.
" Dih... kumat lagi gombalnya." ucap Zie terkekeh
Entah sejak kapan temannya yang satu ini banyak bicara dan lebih sering menggombal. padahal dulu tidak begitu. dulu Arion sangat jutek dan sangat datar. Zie jadi teringat saat dulu pertama kali bertemu dengan Arion yang tidak mau di bantu waktu jatuh dari motornya saat hampir menabrak Zie.
Arion melajukan motornya terlebih dahulu di ikuti motor Axel di belakangnya. mereka berjalan secara beriringan menuju rumah Zie. keadaan jalan raya sudah cukup sepi karena sudah larut malam, tak butuh waktu lama mereka sampai di kediaman Zie.
"eh....motornya bawa lo pulang dulu aja...... ". ucap Zie saat Arion menghentikan motornya di luar gerbang rumah Zie.
" nggak usah Zie..., gue di jemput sama supir gue ko.... "jawab Arion.
benar saja, tak lama datangnya mobil mewah berwarna hitam berhenti di dekat mereka sekarang. supir mobil itu keluar dan membungkuk kepada Arion memberi hormat.
"ya udah..., gue pulang dulu ya Zie. makasih udah ngasih tumpangan buat gue. " pamit Arion tersenyum tampan.
"nggak mampir dulu nih??" tanya Zie. "gue yang makasih udah di anterin sama lo sampai rumah. " jawab Zie yang juga tersenyum manis.
"lain kali aja, ini sudah malam. masuk gih...... " perintah Arion dan Zie mengangguk.
Arion baru masuk kedalam mobilnya setelah memastikan Zie sudah masuk kedalam rumahnya. walaupun cuma sebentar tapi ia cukup senang bisa menghabiskan waktu bersama Zie.
...,, _________ ,, __________ ,, ________ ,,...
Ke esokan Paginya Zie dan Marvin pergi ke bandara untuk mengantar Papinya, Tante Dewi, Lexa dan juga Axel setelah sarapan bersama. mereka akan kembali ke kota Y hari ini. Cerry tidak ikut mengantar, karena ia akan pergi ke butik miliknya yang sudah lama tidak ia datangi.
"Sayang.... Papi pergi dulu ya....?? jaga diri baik baik dirumah dan jangan bandel. " ucap Papi Zie sambil memeluk putri kesayangannya.
mereka semua sudah berada di bandara internasional yang ada di kota itu. mereka akan pergi dengan menggunakan pesawat Pribadi milik Papi Zie sehingga tidak melakukan pemeriksaan seperti penumpang pesawat lainnya.
"Papi...., Zie itu bukan anak kecil lagi jadi Zie tidak mungkin bandel seperti yang Papi katakan. " jawab Zie mengerucutkan bibirnya yang membuat Papinya terkekeh. " Papi hati hati di jalan ya...., jangan lama lama di sananya.".ucap Zie
"iya sayang....., " jawab Papi Zie tersenyum tipis. "Marvin...., jaga adik kamu dengan baik. " Perintah Papi Zie sambil memeluk putranya.
"Iya Pi..., Papi tenang aja, Marvin bakal jagain adik kesayangan Marvin ini. " jawab Marvin sambil membalas pelukan Papinya.
"Zie....,Tante pamit ya....., makasih kamu udah baik sama tante dan anak anak tante selama tante tinggal di rumah kamu. makasih juga berkat kamu tante dan Om Ibnu sudah saling memaafkan." ucap Tante Dewi seraya memeluk keponakannya.
kemarin setelah mendengar ucapan Zie, akhirnya Dewi pergi menemui suaminya di penjara. Ibnu menumpahkan segala rasa penyesalannya dan meminta maaf kepada Dewi atas semua kesalahan yang telah ia perbuat dan Dewi akhirnya memaafkan suaminya. Dewa memang marah dan kecewa pada Ibnu tapi melihat Ibnu yang bersungguh sungguh dengan permintaan maafnya serta rasa sayang dan cintanya Dewi kepada Ibnu mengalahkan segalanya sehingga Dewi mau memaafkannya asalkan Ibnu mau berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.
"Sama sama Tante, jadi tante sudah menemui om Ibnu?? " tanya Zie dan tante Dewi mengangguk. "Zie seneng kalau om sama tante sudah saling memaafkan." ucap Zie lagi.
setelah itu Tante Dewi pun berpamitan kepada Marvin juga, Tante Dewi meminta maaf kepada Marvin atas perlakuan buruknya selama ini dan Marvin pun memaafkan Tante Dewi meski ia sendiri bingung merasa ada sesuatu yang berubah dari tante Dewi yang ia kenal judes sejak dulu. apalagi Lexa dan Axel yang terlihat jelas perubahan sikapnya. Marvin sampai sekarang belum tau soal insiden penculikan yang menimpa Zie karena semuanya telah berlalu dan baik baik saja jadi tidak perlu di permasalahkan lagi.
"Zie.... gue pamit pulang dulu ya....., kapan kapan lo main ke sana biar gue ajak jalan jalan keliling kota Y. " ucap Lexa bercipika cipiki dengan Zie.
"gue juga pamit ya Zie, gue tunggu kedatangan lo di kota Y. " ucap Axel.
"iya Lexa, Axel..., kalian hati hati di jalan. kapan kapan gue basti main ke kota Y dan gue juga punya hadiah buat kalian berdua tapi, hadiah itu akan datang ke mansion kalian sendiri setalah kalian sampai disana." ucap Zie.
"beneran....?? wah... gue jadi nggak sabar. makasih Zie.... " ucap Lexa senang.
"makasih ya Zie..., tapi emang hadiahnya apa?? ". tanya Axel penasaran.
" Rahasia dong..., kalian akan tau nanti setelah sampai di mansion. "jawab Zie tersenyum manis.
Lexa dan Axel juga berpamitan kepada Marvin, mereka saling berjabat tangan meski terlihat sedikit canggung.
" salam buat Arion ya Zie....," bisik Lexa pada Zie. Zie hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Lexa.
Akhirnya Papi Zie, tante Dewi, Lexa dan Axel pun berjalan masuk menuju pesawat yang sudah siap di landasan menunggu mereka semua.
" Gue mau langsung ke restoran ya Kak...., gue udah lama nggak kesana. lagian di rumah pasti sepi banget setelah kepergian mereka." ucap Zie kepada Marvin.
Marvin dan Zie kini sudah berada di dalam satu mobil mewah meninggalkan area bandara.
"Ok... gue anter kesana, tapi setelah itu gue mau kebutiknya Cerry ya..., kalau lo mau pulang tinggal hubungi gue. nanti pasti gue jemput. " jawab Marvin dan Zie pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Marvin melajukan mobilnya menuju kenangan resto dengan kecepatan setandar. mereka terus berbicara dan bercanda sepanjang perjalanan.
.
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
.