
Pagi ini di kediaman Rizky sudah ramai dengan aktifitas semua orang yang di disana. kemarin seluruh Keluarga Zie memutuskan untuk menginap di rumah Rizky. tiga kamar tamu di rumah Rizky di isi oleh Papi Zie, Kenzie, dan Mbok Nah bersama Ara lalu sisanya Ken, Marvin, Asisten Zaki, Mang Diman dan juga Rizky tidur ramai ramai di atas karpet berbulu yang di gelar di ruang tamu. mereka sengaja begadang menemani dan menghibur Rizky hingga Rizky tertidur terlebih dahulu baru mereka semua ikut tidur.
Kenzie bersama Mbok Nah saat ini sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. sedangkan si kecil Ara sedang mengusili semua yang masih tertidur di ruang tamu makannya suasanya pagi ini sedikit lebih ramai dari biasanya karena keusilan Ara.
Melihat sang Ayah sedang tidur dengan posisi terlentng, Ara dengan cerianya mendekati Mang Diman dan mendudukan tubuh kecilnya tepat di wajah Mang Diman yang membuatang Diman kesulitan bernafas dan akhirnya terbangun dari tidurnya. Wajah kesal Mang Diman menghilang ketika Ara menyambutnya dengan senyum ceria dan menciumi pipi Mang Diman berkali kali.
Setelah Mang Diman bangun, Keara pindah pada Ken, Marvin dan juga Rizky. ketiga orang yang ia kenal itu pun ikut serta terkena keusilan nya Ara. kecuali Asisten Zaki karena Ara baru mengenalnya jadi ia masih malu malu di hadapan Asisten Zaki.
Ara kini duduk melangkah di atas perut Ken yang tidur dengan posisi terlentang. gadis kecil itu bergerak aktif seolah sedang bermain kuda kudaan sehingga membuat Ken terbangun karena merasa ada tekanan yang cukup kuat di perutnya.
"Astaga Ara....., " ucap Ken dengan suara khas bangun tidur setelah membuka matanya.
"Pagiii kakak......." sapa Ara tersenyum imut dengan wajah lucunya.
Ken terkekeh sambil mengangkat tubuh kecil ara dari atas Perutnya dan mendudukkannya di samping Ken.
"Pagi bocil......, Ara ko sudah bangun sih?? udah mandi juga?! emang nggak dingin??" Tanya Ken kepada Ara.
"Enggak.... kan mandinya pake air anget kak." jawab Ara sambil mengangkat sebuah bantal yang besarnya hampir sama dengan dirinya.
Ara tersandung karpet dan terjatuh bersama bantalnya tepat di wajah Marvin yang masih tertidur.
Berasa ada sesuatu yang menjatuhi wajahnya serta kesusahan bernafas Marvin pun terbangun dari tidurnya.
"kenapa gelap?? gue susah ngomong sama susah nafas juga. engap. apa gue di culik dan di sekap ya?)" Batin Marvin.
ia sudah berusaha membuka matanya lebar lebar tapi tetap saja gelap. kepalanya juga terasa berat.
"Tolong.....tolong.....!!! gue di culik.!!" ucap Marvin di bawahan bantal yang menutupi wajahnya dengan Ara yang masih setia tengkurep di atasnya.
ucapan marvin memang seperti sebuah gumaman tapi masih bisa di dengar bahwa ia berteriak meminta tolong.
Mang Diman dan Ken tertawa mendengar Marvin berkata bahwa ia sedang di culik.
Ara merangkak turun dari atas bantal yang masih menutupi wajah Marvin dan duduk menatap Marvin yang meraih bantal itu dan menyingkirkannya dari wajahnya.
"Horeee..... kak Marvin sudah bangun." ucap Ara senang.
"jadi ini kerjaan kamu hm....??". tanya Marvin yang sudah bangun dari tidurnya dan duduk di samping ara. tangannya terulur mengusap puncak kepala ata dengan sayang.
melihat Ara yang nyengir saja dengan wajah tanpa dosanya tentu Marvin tidak jadi kesal. Ara lalu berpindah naik kepunggung Rizky yang masih tertidur dengan posisi tengkurap. ia lalu merebahkan tubuh kecilnya di atas punggung Rizky dengan posisi tengkurap juga. tangan kecilnya ia gunakan untuk bermain main dengan hidung mancung Rizky yang membuat sang empunyapun terbangun juga dari tidurnya.
semua yang melihat tingkah lucu Ara ikut terkekeh di buatnya. gadis kecil itu mempunyai cara tersendiri untuk membangunkan orang yang sedang tidur.
sedangkan Asisten Zaki terbangun dari tidurnya dengan sendirinya karena mendengar suara tawa.
Setelah membersihkan diri, semuanya kumpul untuk sarapan bersama tetapi bukan di ruang makan melainkan diruang tamu. semua makan bersama secara lesehan di atas karpet.
"Ayah teh jatuh di kamar mandi, di tambah lagi ayah emang darah tinggi. udah beberapa hari Ayah teh kurang enak badan tapi kemarin udah mendingan sayangnya jatuh di kamar mandi dan Rizky telat bawa Ayah kerumah sakit. Maaf ya Mang Diman dan semuanya, Rizky memang kemarin sibuk ngurusin pemakaman Ayah jadi nggak sempet kasih kabar." jawab Rizky. "Tapi kenapa tiba tiba semuanya bisa ada disini ya??". tanya Rizky.
sudah sejak kedatangan Papi Zie di pemakaman Rizky sudah ingin menanyakan hal ini. dari mana mereka tau kalau Ayahnya meninggal hari itu.
"Sebenarnya, kita juga nggak sengaja tahu kabar duka ini. niat kita awalnya mau berkunjung ke makam istri saya tapi ternyata semuanya mau ikut jadilah kita kesini rame rame. kemarin Om dan Zie pergi ke TPU dan tidak sengaja Zie liat kamu disana juga. makanya om dan Zie nyamperin kamu." jawab Tuan Prabu dan Rizky menganggukkan kepalanya mengerti.
"Apa rencanamu setelah ini Ky??". tanya Mang Diman.
"Rizky teh belum ada rencana apa apa Mang...., dulu Rizky kuliah ambil jurusan pertanian karena Ayah mau Rizky teh ngembangin usaha perkebunan Ayah biar Rizky nggak pergi kemana mana dan bisa nemenin Ayah disini. tapi sekarang malah Ayah yang pergi ninggalin Rizky." jawab Rizky dengan wajah yang kembali sedih mengingat Alm Ayahnya.
"jangan sedih A'..., A' Rizky nggak sendirian ko. masih ada kami semua yang akan menemani A' Rizky." sahut Zie yang datang dari arah dapur bersama mbok Nah.
"Bener itu Mas Kasep...., kalau mas kasep mau, mas kasep boleh ko ikut dan tinggal di rumah kita ya kan Yah??". ucap Mbok Nah seraya meminta persetujuan dengan suaminya.
"Benar itu Ky.... jika kamu mau. kamu bisa ikut dan tinggal bersama kami anggap saja kami semua adalah saudara kamu. nanti kamu bisa mencari pekerjaan baru di kota J. soal perkebunan kamu jangan khawatir, biar mamang suruh orang buat mengurus semuanya dan kamu tinggal menerima hasilnya." ucap Mang Diman.
"Makasih sebelumnya Mang, nanti Rizky akan pikir kan lagi. untuk saat ini, Rizky teh masih fokus sama acara tahlil dan do'a bersama untuk Ayah selama tujuh hari. setelah itu baru Rizky pikirkan gimana untuk kedepannya. " jawab Rizky. Ken yang memang duduk di sebelah Rizky menepuk bahu Rizky pelan. berharap tepukan itu menyalurkan kekuatan di hati Rizky.
Melihat Rizky yang di tinggal oleh Ayahnya, Ken ikut merasakan apa yang di rasakan Rizky saat ini. ia juga sama seperti Rizky, hanya Papanya seorang yang Ken miliki saat ini. jika suatu saat tuhan memanggil ayahnya, Ken pasti akan bernasip sama seperti Rizky saat ini.
ah...... Ken jadi merindukan Papanya dan ingin memeluknya saat ini juga. semoga Tuhan memberi kesehatan dan umur panjang untuk Papanya.Do'a Ken dalam hati.
"Tuan Prabu, Zie, dan juga marvin... Maaf sebelumnya tapi Mamang dan Mbok Nah sepertinya tidak bisa menghadiri acara pembukaan perusahaan baru kalian karena Mamang dan Mbok Nah akan disini dulu menemani Rizky sampai acara tahlil dan do'a bersama selesai sampai tujuh hari. kasihan dia, tidak ada yang menemani dan membantunya." ucap mang Diman meminta ijin.
"Nggak Papa Mang...., Zie malah sangat setuju kalau Mamang dan Mbok Nah mau tinggal disini dulu buat bantuin a' Rizky." jawab Zie.
mereka terus berbicara membahas apa saja rencana yang akan di lakukan di masa yang akan datang.
Rizky sangat bersyukur dengan kehadiran orang orang baik seperti mereka. setidaknya dengan adanya mereka sedikit banyak membantu mengurangi kesedihan yang Rizky rasakan saat ini.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.