
Begitu sampai direstoran Zie mengajak Daren untuk naik ke lantai paling atas dimana tidak semua orang di bolehkah naik ke lantai itu. Daren tanpa banyak bertanya hanya mengikuti kemanapun Zie pergi.
"Aku udah reservasi tempat di rooftop kenangan resto, kita makan malam disana nggak papa kan kak??" ucap Zie kepada Daren. keduanya tengah berada di dalam lift yang akan membawanya naik ke lantai paling atas.
"nggak papa...., yang penting makan malamnya sama kamul" jawab Daren sambil tersenyum.
Zie akui Daren saat ini lebih sering tersenyum di banding saat mereka pertama kali bertemu. tanpa Zie ketahui bahwa Daren murah senyum dan ramah hanya berlaku dengan Zie saja, tidak dengan yang lain.
setelah sampai di lantai paling atas Zie mengajak Daren berjalan kearah anak tangga yang menghubungkan lantai itu dengan Rooftop.
"Ah...ternyata ini lantai Khusus ruangan pemilik restoran dan managernya ya....??". tanya Daren yang melihat tulisan yang menempel di dua pintu yang mereka lewati. "bukannya tidak sembarang orang boleh masuk kesini??" tanya Daren lagi.
"iya Kak...., memang tidak semua orang bisa masuk kesini dan itu artinya kalau kakak salah satu orang spesial karena di perbolehkan masuk kesini." jawab Zie tersenyum ceria.
"Benarkah....?? kenapa bisa begitu....??". tanya Daren lagi.
"sudah...jangan banyak tanya. ayo naik.....," ajak Zie yang sudah mulai menaiki anak tangga.
begitu sampai di rooftop Zie di buat tercengang dengan pemandangan yang ada disana. sebuah meja dengan dua kursi yang di hiasi liling di sekelilingnya serta taburan kelopak bunga dimana mana. terkesan sangat indah dan juga romantis.
Daren juga tersenyum senang melihatnya, ternyata Zie sudah menyiapkan Dinner romantis untuk mereka berdua. begitu pikir Daren.
"(astaga apa ini....???? Candle light Dinner....??? gue kan cuma minta buat di siapin makan malam buat dua orang.....?? kenapa jadi gini...?? lalu apa itu....??? astaga kenapa juga ada tulisan love love segala??, apa mereka pikir ini buat makan malam romantis sepasang kekasih?? astaga malunya gue?? kak Daren pasti berfikir yang tidak tidak.)". gumam Zie dalam hati.
Zie sampai mengigit bibit bawahnya sendiri karena malu.
"Sangat indah......, apa kamu yang sudah menyiapan semua ini Zie.....??". tanya Daren tersenyum tampan. wajahnya bahkan berbinar senang melihat pemandangan indah di hadapan sekarang.
"i...iya Kak...., tapi tapi bukan gini juga konsepnya. aku cuma minta siapin makan malam untuk dua orang. tapi kayanya mereka salah server." jawab Zie merasa tidak enak hati.
Zie akui anak buahnya ini patut diacungi jempol karena dalam waktu yang singkat mereka bisa menyiapkan makan malam romantis seperti ini. tapi bukan seperti ini juga yang di harapkan Zie, sungguh di luar ekspektasinya.
"Ya sudah..., biarkan saja. ini sangat indah dan juga romantis. apa kau keberatan makan malam romantais denganku??."tanya Daren.
"Tidak kak....., " jawab Zie
"Ya sudah..., ayo kita nikmati makan malam ini." ajak Daren mengulurkan tangannya kepada Zie.
Meski ragu, Zie menyambut uluran tangan Daren. Daren menggenggam tangan Zie dan membawanya berjalan mendekat kerarah meja. Daren menarik satu kursi dan mempersilahkan Zie untuk duduk disana. setelah Daren juga duduk tidak lama pelayan datang membawakan menu special yang memang sudah Zie pesan sebelumnya. ini adalah makan malam romantis yang pertama kali Zie lakukan dengan lawan jenis. biasanya Zie juga makan malam dengan lawan jenis tapi dengan suasana yang berbeda, tidak seromantis ini. Hati Zie sampai deg degan saat Daren menatapnya dalam dengan senyum tampan yang terus terukir di wajahnya. ada perasaan aneh yang Zie rasakan saat ini.
mereka memulai makan malam dengan suasana yang romantis dan juga hening. keduanya hanya saling melempar pandangan dan sesekali tersenyum satu sama lain. Daren memotong steak di piringnya menjadi potongan kecil kecil agar lebih mudah memakannya.
"kamu makan yang ini aja Zie.....," ucap Daren lalu mengambil piring steak milik Zie dan menukarnya dengan miliknya sendiri.
"makasih kak......" ucap Zie tersenyum Manis.
walau hanya hal hal kecil yang di lakukan Daren untuk Zie tapi Zie merasa di perlakukan istimewa olehnya. keduanya lalu kembali diam dan melanjutkan makan malamnya.
"ada saosnya......" ucap Daren tersenyum lalu meraih tisu dan membersihkan sedikit saos yang menempel di ujung samping bibir Zie.
Kedua pasang bola mata milik Zie dan Daren saling memandang dan terkunci satu sama lain untuk beberapa saat.
"ma...makasih kak....." ucap Zie gugup.
Daren hanya membalas ucapan Zie dengan menganggukkan kepala dan tersenyum. Zie mengambil gelas dan meminum minumannya untuk menghilangkan rasa gugupnya. entah kenapa saat ini jantung Zie susah sekali di kondisikan.
"Kak.... aku ke toilet dulu ya......" pamit Zie.
mereka sudah menyelesaikan makan makam mereka.
"Biar aku antar Zie..., di sini tidak ada siapa siapa. Kakak takut nanti kamu kenapa kenapa." ucap Daren dengan santainya
"Kakak....., aku ini mau ke toilet.bukan ke medan perang jadi tidak usah di antar.". jawab Zie jengah, bagaimana bisa Daren mau mengantar Zie ke toilet?? yang benar saja.?
"Baik lah....., tapi kamu hati hati ya...." pesan Daren mengalah. Zie hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Daren.
di mana Zie menemukan toilet di lantai paling atas?? jawabannya adalah di ruangannya sendiri. ya Zie masuk kedalam ruangnnya sendiri karena terlalu jauh jika harus pergi ke lantai bawah. mungkin nanti Zie akan membuat toilet di rooftop juga agar ia tidak kejauhan menemukan toilet. 😅
"Waaaa........" teriak Zie kaget.
"Waaaa......" Daren juga tidak kalah terkejut.
setelah selesai dari toilet ia bergegas keluar dari ruangannya. tapi begitu ia membuka pintu, Zie langsung di kejutkan dengan keberadaan Daren tepat di depan pintu ruangannya. Daren pun sama terkejutnya dengan kemunculan Zie yang tiba tiba.
"Zie.... kenapa kau lama sekali?? kau dari dalam ruangan ini?? Bukannkah ini Ruangan pemilik restoran?? tanya Daren secara beruntun.
"iya kak...., ini ruangan pemilik restoran dan aku lah pemiliknya. ini adalah restoran warisan dari alm Nenek." jawab Zie yang akhirnya memberitahu Daren yang sebenarnya.
"Apa.....?? Jadi restoran mewah ini ternyata milikmu.??". kaget Daren, tapi setelah itu,,. " Permisi Zie..., kakak mau ke toilet dulu. nggak tahan." ucap Daren yang langsung nyelonong masuk kedalam ruangan Zie.
Zie sampai geleng geleng kepala melihat tingkah Daren yang memang sepertinya sudah tidak tahan seperti yang Daren bilang tadi. Zie lalu memilih pergi ke rooftop lebih dulu meninggalkan Daren di ruangannya.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.