Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Penampilan Baru



Setelah pulang kuliah, Kenzie dan Marvin pergi ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Marvin sangat bersemangat mengajak kenzie untuk berbelanja berbagai pakaian, tas, sepatu dan lain sebagainya. hampir semua barang belanjaan Kenzie adalah pilihan Marvin. sedangkan Kenzie hanya menuruti semua perintah Marvin. ini adalah pertama kalinya mereka jalan berdua menghabiskan waktu bersama di dalam pusat perbelanjaan. Kenzie tiba tiba menghentikan langkahnya saat mereka melawati area permainan (game zone). ia jadi teringat dengan kedua sahabatnya Kenzo dan Kenzio. dulu mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama di area permainan, liburan bersama, jalan jalan bersama, nongkrong di cafe bersama. kemana mana selalu bersama.


"Mau bermain??".tanya Marvin yang melihat kenzie terdiam sambil memandangi area bermain. Marvin tau apa yang di fikirkan oleh Kenzie, karena selama ini kenzie selalu mnehabiskan waktu bersama dengan kedua sahabat baiknya. Kenzie tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"ayoooo...........". Marvin menarik tangan Zie untuk menitipkan barang belanjaannya terlebih dahulu sebelum mereka bermain disana.


keduanya asyik bermain berbagai macam permainan yang ada disana hingga lelah. terakhir, zie berdiri di depan kotak yang berisi banyak boneka. ia mencoba untuk mendapatkan boneka itu dengan cara menekan tombol untuk mengarahkan mesin penjepit. Marvin tertawa melihat zie yang berkali kali selalu gagal untuk mendapatkan boneka itu.


"Sini biar gue coba......." ucap Marvin menggeser tubuh Zie.


Marvin mercoba berkonsentrasi untuk mengarahkan penjepit boneka yang ada di dalam sana dan........... dapat. Zie tersenyum senang karena Marvin berhasil mendapatkan satu boneka untuknya. tapi senyum itu menghilang kala melihat boneka yang di dapat marvin adalah boneka doraemon berukuran kecil. hal itu mengingatkan Zie kepada Zio yang sangat menyukai doraemon.


"Kenapa...?? nggak suka sama bonekanya ya??". tanya Marvin heran melihat zie terdiam.


"gue jadi inget zio...., dulu dia yang suka sama doraemon." jawab Zie jujur.


"kalau begitu...., kita ambil boneka lagi, kau bisa memberikan boneka itu kepada orang lain jika tidak mau menyimpannya." ucap Marvin. kenzie mengangguk setuju.


"gue mau boneka sticth yang itu." tunjuk Zie dengan ceria.


"Baik lah....sesuai permintaan adikku tersayang." ucap Marvin mulai mengarahkan penjepit boneka lagi dan berhasil.


Marvin mendapat satu lagi boneka yang di mau zie yang mana membuat zie tersenyum senang. Marvin segera mengambilnya dan memberikannya untuk Zie.


" Makasih........" ucap kenzie dengan senang menerima boneka itu


"sama sama.......lo suka stitch ya?? tanya marvin. zie mengangguk.


"kenapa bisa semudah ini?? gue bahkan sudah mencoba berkali kali tapi gagal terus." ucap Zie heran karena Marvin bisa langsung mendapatkan boneka dengan hanya sekali main.


"lo harus menggunakan jurus khusus untuk mendapatkan boneka itu." jawab Marvin tersenyum.


" jurus apa itu......??" tanya zie penasaran.


"itu rahasia.... lo bisa mendapatkan jurus khusus itu kalau lo mau berguru secara privat sama gue." jawab Marvin ngasal.


" Ogah.....!!! Lo kan guru aliran sesat. " ucap Zie tertawa. ia tau bahwa Marvin mencoba untuk membodohinya.


"Kita makan dulu yuk....habis itu kita ke salon untuk melakukan perawatan." ajak Marvin.


keduanya lalu pergi berjalan mencari penjual makanan di area pusat perbelanjaan itu yang berlabel halal tentunya. setelah selesai makan, keduanya pergi ke salon terbaik yang di rekomendasikan oleh salah satu teman cewek Marvin. Zie melakukan perawatan yang terbaik secara menyeluruh dari ujung rambut sampai ujung kuku sesuai yang di katakan oleh Marvin kepada pemilik salon itu. sedangkan Marvin hanya mengubah gaya dan warna rambutnya saja sembari menunggu zie selesai perawatan karena di salon itu juga melayani pria dan wanita.


Marvin terlihat semakin tampan dan lebih segar dengan model rambutnya yang barunya yang berwarna blonde. ia semakin terlihat seperti bule karena memang wajah Marvin blasteran. entah seperti apa wajah orang tuanya karena Marvin sendiri juga tidak tau. setelah menunggu cukup lama, akhirnya zie pun selesai dengan perawatannya. Marvin sampai diam terpana tak berkedip tak melihat zie yang sangat cantik dengan penampilan barunya. Rambut hitam panjang zie yang di gerai indah dan berponi dengan make up tipis di wajahnya serta baju casual tanpa lengan membuat zie terlihat sangat berbeda dengan biasanya. hilang sudah Kenzie tomboy yang tadi datang bersama Marvin.


"lo beneran Kenzie......?" tanya Marvin sambil clengak clinguk takut salah orang. zie tertawa melihat tampang bodoh marvin.


"iya ini gue..., kenapa? gue kelihatan aneh ya??" tanya Zie tidak percaya diri karena ia terlihat seperti bukan dirinya.


"Gila....lo cantik banget sumpah. nggak nyangka gue kalau lo bisa secantik ini." ucap Marvin terpesona.


"jangan gitu dong Vin, gue kan jadi malu. nggak PD sumpah." jawab Zie menunduk.


"makasih....lo juga makin ganteng dengan gaya dan warna rambut kaya gini jadi kaya om om bule." ucap zie tersenyum manis.


marvin yang mendengar pujian zie bahwa ia terlihat makin ganteng langsung tersenyum senang tapi kemudian senyum itu hilang di kala zie mengatainya kaya om om bule.


"ish...masa udah ganteng gini malah di bilang om om sih. lo muji apa menghina gue hah?? ibarat kata lo udah bikin gue terbang keatas ni ya, terus bagitu udah tinggi lo jatohin gue ke jurang terdalam tau nggak.!! " cerocos Marvin dengan tingkat kebawelan tiga kali lipat. zie tertawa melihat martin kesal.


"heleeehh....lebay banget sih vin. gitu aja marah kaya anak perawan." goda kenzie terkekeh. "eh tapi ini beneran serius Vin, lo cocok dengan warna rambut kaya gini. ganteng." ucap zie lagi dengan wajah serius.


"heheee......seriusan zie...??". ucap Marvin sambil nyengir karena di puji zie. "ah....tapi gue kan emang gnteng dari dulu. mau model dan warna rambut apa aja gue mah pasti tetep ganteng." ucap Marvin lagi dengan gaya Narsisnya.


"Dih......nyesel gue muji lo.....". ucap Zie mendengus. "Pulang yuk ah....udah sore nih." ajak Kenzie lalu menggandeng lengan Marvin keluar dari salon. tapi sebelum pergi.., zie membayar semua biaya perawatannya dan Marvin sekalian di kasir.


Keduanya melangkahkan kakinya berjalan keluar dari salon dan masuk kedalam mobil sport mewah warna putih milik Marvin untuk segera pulang kerumah. Hari ini Marvin sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama Zie. selain shoping, mereka juga bisa bermain bersama dan tertawa lepas. sungguh Marvin merasa sangat gembira hari ini. semenjak kehadiran zie, hidupnya jadi lebih berwarna. setelah sampai di rumah, Marvin membantu Zie membawa barang belanjaannya masuk kedalam kamar zie.


setelah itu..., zie keluar rumah dan duduk santai di teras sambil menikmati secangkir teh hangat. tak lama..., Papi zie pulang kerja bersama asisten zaki.



"Loh....ada tamu....., kenapa nggak masuk kedalam saja??". ucap Pap zie begitu melihat seorang gadis duduk di depan rumah sambil sedikit menunduk memainkan Hp nya.


"Tamu siapa yang Papi maksud." jawab gadis itu mendongakkan kepalanya lalu berdiri dari duduknya, meraih tangan Tuan Prabu dan mencium punggung tangannya.


Papi Zie terdiam sambil mengamati secara intens siapa gerangan gadis yang ada di hadapannya ini.


"Kenzie.......??". ucap Papi membulatkan matanya setelah terdiam sesaat. "ya ampun sayang....ini beneran kamu? cantik banget, Papi sampai pangkling." ucap Papi tertawa lucu karena sempat tidak mengenali putrinya sendiri.


"ih...papi apa'an sih....., zie kan jadi malu." ucap zie yang memeluk papinya dan membenamkan wajahnya di pelukan sang papi. tuan prabu membelai rambut panjang zie lalu mencium puncak kepalanya denga sayang.


"Tapi bener ko sayang....., kamu itu cantik, papi tadi sempet tidak mengenali kamu. "ucap Papi zie.


"Tuh kan....., bener apa yang gue bilang tadi. Papi pasti nggak nggenalin lo." ucap Marvin yang baru keluar dari dalam rumah. " gimana pih..., suka nggak sama penampilan baru kenzie." tanya Marvin lalu mencium punggung tangan papinya setelah zie melepas pelukkannya pada tuan prabu.


"suka dong......., Zie kelihatan lebih cantik dati sebelumnya, kamu juga kelihatan lebih muda Vin dengan rambut baru kamu." jawab Tuan Prabu sambil tersenyum tipis.


"What......??? lebih muda??? jadi selama ini Marvin kelihatan sudah tua gitu maksud Papi??". tanya Marvin tak percaya. tadi zie yang bilang dia kaya om om. sekarang papinya yang bilang bahwa wajah tampan Marvin tua. sungguh terlalu pasangan Ayah dan anak ini.


Papi dan zie hanya tertawa melihat wajah syok Marvin karena mereka berhasil mematahkan tingkat percaya diri marvin yang cukup tinggi itu. padahal aslinya mah...marvin terlihat lebih tampan dan warna rambutnya itu sangat cocok dengan wajahnya.


.


.


.


.


.


.