
Zie merasa heran dengan keberadaan teman barunya itu di depan restoran miliknya ini. bukan maksud merendahkan tapi bagaimana mungkin seseorang yang hanya bekerja sebagai Cleaning Servis bisa makan di restoran mewah yang harganya bisa menggahabiskan satu kali gajinya selama sebulan. kecuali jika orang itu sebenarnya orang kaya atau datang bersama orang kaya. Zie memang merasa bahwa Arion bukan berasal dari kalangan menengah kebawah. bisa di lihat dari motor yang Arion naiki waktu itu yang modelnya hampir sama dengan motor koleksi Papinya yang harganya cukup fantastis di tambah lagi tempat tinggal Arion yang ternyata satu apartemen dengan Mif dan Andre. Apartemen yang mereka tempati itu tergolong Apartemen elit. dan sekarang lihatlah penambilan Arion saat ini, semua yang ia kenakan adalah barang barang brand ternama mulai dari baju, celana, jaket, dan juga sepatu.
"(Siapa sebenarnya Arion ??, dari penampilannya saja sudah bisa dilihat bahwa dia orang kaya, tapi kenapa dia bekerja di perusahaan sebagai cleaning servis?? apa tujuan sebenarnya?? apa jangan jangan dia ingin berbuat jahat dan menjatuhkan perusahaan gue??)" dalam hati Zie bertanya tanya. ia bahkan sampai berburuk sangka dengan Arion tapi hal itu segera iya tepis jauh jauh dari pikirannya karena Zie tau tidak baik berburuk sangka kepada orang lain seperti itu.
padahal apa yang di kenakan oleh Arion hampir sama dengan apa yang di kenakan oleh Zie, semua yang mereka kenakan sama sama barang barang brand ternama tapi Zie tidak menyadarinya.
"Lo ko disini Zie??" tanya Arion yang sudah berdiri di dekat Zie yang membuat Zie tersadar dari lamunannya.
"hah... Eh... iya...., lo juga kenapa bisa ada disini??". tanya Zie setengah kaget.
"Lo ini...bukannya jawab pertayaan gue tapi malah balik tanya....". ucap Arion tersenyum tampan.
"heheee......., gue ada urusan sebentar tadi." jawab Zie sambil nyengir.
"oh..., gue juga abis ketemuan sama temen gue tadi terus nggak sengaja liat lo. jadi gue sengaja nunggu lo disini." ucap Arion apa adanya.
"ah....Lo nungguin gue?? ada apa??". tanya Zie bingung.
"Nggak ada apa apa ko..., gue cuma mau mastiin kalau lo baik baik aja setelah kejadian di perusahaan tadi. dari awal gue emang nggak percaya kalau lo ngelakuin itu dan ternyata benar. terbukti bahwa Dona lah pelakunya." jawab Arion panjang lebar.
"iya...., pihak perusahaan berhasil mendapatkan rekaman CCTV perbuatan Dona makannya gue terbukti tidak bersalah. kalau saja tidak ada rekaman itu mungkin saat ini gue yang sekarang mendekam di penjara. makasih ya udah khawatirin gue" ucap Zie tersenyum manis dan Arion pun mengangguk.
untuk sesaat Arion terpanah dengan senyum manis Zie yang terlihat begitu tulus.
"Zie...gue bisa pinjem HP lo nggak...."tanya Arion.
"Boleh...., emang Hp lo kenapa??".tanya Zie sambil menyodorkan hp miliknya kearah Arion.
Tanpa menjawab, Arion langsung menerima Hp milik Zie dan mengetik sederet nomer lalu menelponnya.
tak lama terdengar suara deringan Hp milik Arion yang ada di saku celananya.
Arion langsung mematikan sambungan teleponnya dan mengembalikan Hpnya lagi kepada Zie.
"Makasih ya Zie...,maaf gue minta nomer hp lo tanpa ijin dulu." ucap Arion menunjukan cengirannya. ia lalu mengambil Hpnya sendiri dan menyimpan nomer Zie di kontak Hp.
"Dasar modus..." ucap Zie terkekeh. "balik yuk....." ajak Zie.
"Hah... lo ngajak gue balik kerumah lo??nggak salah??". tanya Arion dengan PDnya.
"Dih GR..... gua cuma ngajak balik. gue balik kerumah gue, ya lo balik ke apartemen lo sendiri lah."jawab Zie ketus.
"kirain......". ucap Arion cemberut.
percayalah wajah Arion saat cemberut seperti itu sungguh terlihat sangat imut dan Zie mengakui hal itu.
kemudian Zie dan Arion saling melempar senyum manis. keduanya lalu berjalan kearah parkiran khusus motor di area parkir restoran. baik Zie maupun Arion. mereka sama sama menggunakan motor sportnya saat tadi datang kemari.
sifat Arion yang dingin, cuek dan irit bicara hilang begitu saja ketika bersama Zie, bahkan sedari tadi Arion terus saja mengajak Zie berbicara.
Baru juga Zie naik ke atas motornya, sudah ada seseorang yang memanggil namanya kembali.
"Zie......., lo disini?? kirain di Cafe." ucap Ken yang melihat Zie di parkiran motor. Ken datang bersama sekretaris cantiknya yang tidak lain adalah Tanti.
"Loh.... Ken..., lo kesini juga?? gue ada urusan tadi sama Kak Levin. tumben lo pake motor?? ". tanya Zie kaget dengan kedatangan Ken. apalagi Ken berada di parkiran khusus Motor, sudah pasti Ken kesini menggunakan motor. "Hay Tanti......,". ucap Zie menyapa Tanti dengan ramah.
tentu saja Tanti kikuk mendapat sapaan dari Zie yang Tanti ketahui Zie adalah Nona Kei pemimpin utama Perusahaan besar MK group.
"hay......." jawab Tanti singkat dengan tersenyum canggung. ia bingung harus memanggil Zie dengan apa. memanggil namanya saja ia merasa segan, mau memanggil dengan embel embel Nona juga ia merasa tidak enak karena ini di luar kantor. jadi serba salah.
"sekali sekali gue pake motor nggak papa dong?? lo aja yang cewek kemana mana juga pake motor." jawab Ken ngeles. padahal Ken hanya ingin lebih dekat dengan Tanti. "Lo sendirian?? Marvin nggak ikut??" tanya Ken
Mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja Ken gelagapan untuk menjawabnya.
Ken memang sudah mulai menaruh hati pada sekertarisnya sendiri tapi ia belum bisa mengungkapkannya karena Ken sendiri belum yakin dengan perasaannya sendiri. ia masih berusaha memupuk rasa itu agar tumbuh semakin besar sehingga membuat Ken merasa yakin atas perasaannya kepada Tanti. lagi pula Ken juga belum tahu bagaimana perasaan Tanti yang sebenarnya kepada Ken.
"Bu.. Bukan gitu Zie.., Gue nggak ada hubungan apa apa sama Tanti." jawab Ken gugup.
"Yakin nggak ada hubungan apa apa??" tanya Zie memastikan lagi dan Ken mengangguk dengan cepat.
"Yakin...., jadi lo jangan berpikir yang macem macem tentang kita." jawab Ken tersenyum canggung, Ken takut Tanti tidak nyaman dengan pertanyaan Zie.
ternyata jawaban Ken di salah artikan oleh Tanti...., lagi lagi Tanti beranggapan bahwa Ken memang mempunyai hubungan khusus dengan Zie. buktinya Ken gelagapan menjawab pertanyaan dari Zie. seperti seorang kekasih yang sedang ketakutan karena ketahuan sedang berselingkuh.
sedangkan Zie, ia tersenyum dalam hati melihat raut wajah Tanti yang berubah masam. Zie yakin bahwa Tanti merasa kecewa dengan ucapan Ken.
"(sabar ya Tanti...., gue tau gimana perasaan lo ke Ken. gue cuma ingin memastikan perasaan Ken buat lo. kalau Ken sudah menyadari dan yakin dengan perasaannya, gue yakin kalian akan bisa bersatu dan hidup bahagia. jadi bersabarlah sedikit lagi)" ucap Zie dalam hati.
"Zie ayo pulang......" ajak Arion setelah membuka kaca helm full facenya. Zie menjawab ajakan Arion dengan menganggukan kepalanya.
Arion sudah menghentikan motornya di dekat Zie yang sedang berbicara dengan seorang laki laki yang Arion ketahui adalah C.E.O perusahaan Abraham Group.
Ada sedikit rasa tidak suka melihat kedekatan Zie dengan laki laki lain.
"(Kenapa Zie bisa kenal dengan C.E.O perusahaan Abraham Group?? gue semakin penasaran sebenernya siapa Zie.?? penampilannya terlihat sederhana tapi juga cukup misterius karena orang kepercayaan gue saja kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang dirinya )". gumam Arion dalam hati.
"Siapa dia Zie.....??". tanya Ken. kini giliran Ken yang menatap tajam kearah Zie. Zie hanya tersenyum manis lalu memakai helm full facenya.
"gue cabut dulu ya??." ucap Zie lalu memundurkan motornya mengeluarkannya dari deretan motor lain yang terparkir berjejeran.
"Eh...Zie...jawab dulu!! siapa??". tanya Ken masih ingin tau.
Zie menjawab pertanyaan Ken dengan lambaian tangan lalu menutup kaca helm nya dan bergegas pergi meninggalkan Ken bersama Tanti.
"(Siapa dia?? sejak kapan Zie punya teman yang nggak gue kenal.? gue harus cari tau, gue nggak akan ngebiarin Zie tersakiti lagi hatinya.)". ucap Ken dalam hati sambil memandang kepergian Zie. Ken benar benar di buat penasaran oleh Zie.
"ini nggak bisa di biarin...." ucap Ken lirih tapi masih bisa di dengar oleh Tanti.
"(Ternyata Ken sangat cemburu melihat Zie pergi dengan cowok lain. ya tuhan....kenapa hatiku sangat sakit melihatnya.? ini salahku sendiri karena mencintai seseorang yang jelas jelas mencintai orang lain.)" ucap Tanti dalam hati sedih.
meskipun begitu Tanti tetap menurut saja ketika Ken mengajaknya masuk kedalam restoran untuk makan malam. karena tujuan awal mereka kemari memang untuk makan malam bersama.
sedangkan Arion dan Zie pulang ke tempat masing masing, sebenarnya Arion ingin sekali mengantar Zie pulang hingga sampai kerumahnya tapi Zie bersikeras menolaknya dengan alasan tidak mau merepotkan dan akhirnya Arion mengalah, mungkin kapan kapan Zie akan mengijinkannya untuk berkunjung kerumahnya. lagi pula Arion sudah bertemu dengan Zie dan memastikan sendiri bahwa Zie baik baik saja atas kejadian di perusahaan tadi siang di tambah lagi Arion juga sudah mendapatkan nomer Hp Zie, hal ini sudah cukup mengobati kekhawatiran yang di rasakan oleh Arion seharian ini meskipun ia masih memiliki rasa penasaran yang sangat besar terhadap Zie. mungkin dengan berjalanan waktu, lambat laun Arion pasti akan mengetahui semua kebenaran tentang Zie.
.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.