Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Saranghaeyo



Setelah menempuh beberapa waktu akhirnya Arion sampai di perusahaan sang kakak. Dengan langkah lebar ia berjalan masuk kedalam gedung pencakar langit itu agar segera sampai di depan lift yang akan mengantarkannya naik ke lantai dimana ruang kakaknya berada.


meskipun terlihat datar, dingin dan angkuh tapi ketampanan Arion mampu menarik perhatian para karyawan dan karyawati yang di lewati nya saat itu. mereka semua sudah tahu benar siapa Arion beserta sifatnya. meskipun banyak karyawan dan karyawati yang menyapanya ketika berpapasan tapi Arion sama sekali tidak pernah menunjukkan keramahannya. jangankan membalas semua sapaan itu, hanya sekedar tersenyum atau menganggukkan kepalanya untuk membalas sapaan itu pun tidak pernah.


Begitu lift yang membawanya naik ke lantai atas berhenti dan pintunya terbuka, Arion segera pergi keruangan Kakaknya. ia langsung membuka pintu sedikit kasar tanpa mengetuk dulu pintu ruang C.E.O. terlihat beberapa orang yang ada dalam di ruangan itu menoleh ke arah pintu yang terbuka secara tiba tiba. sepertinya kakaknya itu sedang ada rapat, beruntung rapat itu sudah selesai dan Darren langsung membubarkan pertemuan itu.


Setelah semua orang pergi meninggalkan ruangan itu, Arion berjalan mendekat kearah kakaknya yang berdiri tak jauh darinya. kini kakak beradik itu berdiri saling berhadapan satu sama lain.


"Ada apa.....?? ". tanya Darren singkat padat dan jelas tanpa ada basa basi.


bukannya menjawab, Arion malah menarik kerah kemeja yang Darren pakai lalu menghadiahi Darren dengan sebuah bogeman mentah.


Buug.......


Wajah tampan Darren langsung menoleh kesamping saat menerima bogeman itu. ia bahkan sampai sedikit terhuyung karena kerasnya pukulan Arion.


"ada hubungan apa lo sama Zie....?? ". kalian jadian??. " tanya Arion dengan amarah yang menggebu.


"Lo udah tau??. "Darren balik bertanya kepada Arion sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan menggunakan punggung tangannya.


ia sedikit menyunggingkan senyum yang sangat tipis melihat sedikit darah yang menempel di punggung tangannya. luka kecil yang dihasilkan dari pukulan Arion tidak ada apa apanya bagi Darren.


"Jadi apa yang di katakan Zie benar?? ".tanya Arion lagi.


" Iya...., kami memang sudah jadian, gue bahkan sudah melamarnya dan akan menikahi nya dalam waktu dekat ini. " jawab Darren jujur.


"Brengs*k........ " maki Arion lalu kembali melayangkan pukulan kepada Darren.


beberapa kali Arion memukulinya hingga ia jatuh terjerembab ke lantai. Darren hanya diam menerima pukulan dari Arion tanpa ingin membalasnya. ia membiarkan Arion meluapkan kekesalannya.


"tega lo kak....., lo tau gue sayang sama Zie, gue suka, gue cinta sama dia tapi kenapa lo nikung gue!!". setelah menghentikan pukulannya Arion mengeluarkan kekesalannya melalui ucapan yang sedikit meninggi.


"dari sekian banyaknya wanita yang ada di muka bumi ini kenapa lo harus merebut cewek yang gue suka!! jahat lo kak......!! " bentak Arion lagi.


ia benar benar marah, benci sekaligus kecewa dengan kakaknya saat ini. setelah mengeluarkan segala emosi dan unek uneknya kini Arion sedikit lebih tenang. ia kembali mengatur nafasnya yang tadi sempat memburu. ada rasa kasihan melihat saudaranya yang sudah bonyok akibat perbuatannya sendiri. tapi rasa itu terkalahkan dengan amarah yang tengah Arion rasakan.


"Maafin kakak Rion..., kakak sudah mengenal Zie dan tertarik padanya sudah cukup lama. Kami saling mencintai, makannya kami memutuskan untuk menjalin hubungan kejenjang yang lebih serius lagi. kakak sama sekali tidak tau kalau kamu juga menyukai Zie. saat Kakak tau, kami sudah menjalin kasih terlebih dahulu. " Darren mencoba menjelaskan kepada Arion dan berharap adiknya ini bisa mengerti.


"Bohong.....!!!" sanggah Arion. "bukankah dari awal kakak sudah tau gue deket dengan seseorang?? gue juga pernah bilang kalau gue benar benar menyukai gadis itu??. " ucap Arion lagi.


"benar tapi Kakak sama sekali tidak tau bahwa gadis itu adalah Zie. kakak memang salah tidak mencari informasi lebih detail tentang siapa gadis yang kamu suka. Kakak minta maaf Rion, kakak tidak bermaksud menikungmu tapi kakak benar benar sangat menyayangi Zie begitu juga sebaliknya. " jawab Darren.


"Bulshit.......,!!! kakak itu nggak cinta sama Zie. cuma gue yang benar benar sayang dan cinta sama Dia. gue nggak akan ngebiarin kakak ngerebut Zie dari gue.!!!" Bentak Arion marah lalu ia pergi meninggalkan ruangan Darren.


Emosinya benar benar sedang memuncak, tidak mungkin ia melampiaskan kemarahannya kepada Darren yang sudah babak belur di buatnya. setelah Arion keluar dari ruangan Darren, Asisten pribadi Darren langsung masuk kedalam ruangan. ia tau kakak beradik itu tadi sedang bertengkar makannya Asisten itu memilih menunggu di luar ruangan.


"Tuan Muda...... " sang Asisten langsung bergegas mendekat dan membantu Tuannya yang masih terduduk di lantai agar segera berdiri dan memapahnya duduk di sofa yang ada di ruangan itu. "Tuan baik baik saja?? ". tanya Asisten Darren yang bernama Morgan. orang kepercayaan sekaligus kaki tangan Darren yang merangkap sebagai Asisten pribadinya juga.


" heem...... " gumam Darren sambil menganggukkan kepala.


tanpa di suruh, Morgan langsung mengambil kotak p3k dan mengobati luka yang ada di wajah Bosnya dengan telaten.


"Apa Tuan perlu ke rumah sakit??". tanya Morgan.


" Tidak perlu..., ini hanya luka kecil. " jawab Darren dengan tenang.


Setelah selesai di obati, Darren kembali bergelut dengan pekerjaannya. hari ini ia ingin menyelesaikan semuanya lebih cepat karena ia sudah ada janji bertemu dengan Zie.


...,, _____,, _____,, _____,,...


Zie menghabiskan waktu bersama Andre di pusat perbelanjaan ternama di kota itu. di tangan mereka sudah ada banyak barang belanjaan yang mereka bawa dari mulai tas, sepatu, baju dan barang barang branded lainnya yang tentunya memiliki kualitas terbaik. mereka memburu oleh oleh yang akan mereka bawa pulang besok pagi.


ya... hari ini adalah hari terakhir Zie berada di negara itu. besok pagi ia sudah harus kembali karena sudah banyak pekerjaan yang menanti. kerja sama perusahaan mereka dengan AW Company benar benar di batalkan tetapi mereka mendapat ganti yaitu kontrak kerja sama dengan perusahaan DW Company.


"apa masih ada yang ingin lo beli lagi An....??" tanya Zie kepada sekertaris nya.


"tidak Zie..., semuanya sudah kebeli. " jawab Andre sambil melihat satu persatu barang bawaannya.


"gue juga...., gimana kalau kita makan dulu. ini sudah hampir jam makan siang. " ajak Zie sambil melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan nya.


"Boleh... mau makan apa?? . tanya Andre lagi


" bagaimana kalau kita makan hot pot??". Zie memberi ide.


"boleh... sepertinya enak. " ucap Andre setuju.


Akhirnya mereka berkeliling mall mencari restoran yang menyediakan hot pot yang tentunya berbahan halal.


setelah mendapatkan restoran itu, mereka masuk dan memesan makanan itu dalam porsi besar.


"Lo yakin Zie bisa ngabisin itu semua?? ". tanya Andre tak yakin. Zie hanya mengangguk sambil menatap banyaknya hidangan yang sudah tertata rapi di hadapannya.


" Semuanya terlihat sangat enak. " ucap Zie lalu mengambil beberapa lembar daging dengan menggunakan sumpit lalu memasukkannya kedalam panci yang berisi air kaldu pedas yang sudah mendidih di tengah tengah meja yang mereka tempati.


Andre juga melakukan hal yang sama. ia mengambil jamur enoki dan beberapa sea food menggunakan sumpit lalu memasukkannya kedalam panci itu. keduanya menikmati makan siang dengan sesekali melontarkan candaan.


selesai makan siang kedua gadis cantik itu lalu berjalan keluar dari area mall tersebut. begitu sampai di luar terlihat mobil Darren uang baru saja masuk dan berhenti di hadapan mereka.


"Mmm Zie....., gue pulang ke hotel naik taksi aja deh. sini belanjaan lo biar gue yang bawa. " ucap Andre pengertian.


"Kenapa nggak bareng aja sih?? ". tanya Zie yang tidak mengerti.


"gue cuma nggak mau jadi obat nyamuk aja. " ucap Andre lalu berjalan kearah taksi yang baru saja menurunkan penumpang tak jauh dari mereka berdiri dan masuk kedalamnya. "bye..... " ucapnya lagi sambil melambaikan tangan begitu taksi itu jalan membawanya pergi.


Darren turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Zie yang berdiri sambil melambaikan tangan melihat kepergian Andre.


"Loh ko Andre malah pergi. " tanya Darren yang melihat Andre menaiki taksi.


tanpa sadar tangan Zie langsung terangkat dan mengelus luka dan lebam di wajah Darren dengan lembut.


Darren tersenyum sambil memejamkan matanya membiarkan tangan itu mengelus wajahnya, ia menikmati sentuhan tangan Zie yang terasa begitu lembut.


"Kakak habis berantem?. " tanya Zie lagi yang membuat Darren tersadar dan langsung membuka matanya.


"Ikut kakak...... " bukannya menjawab pertanyaan Zie, Darren malah langsung meraih tangan Zie dan menggandengnya menuju mobil. ia membukakan pintu dan mempersilahkan Zie masuk kedalamnya. setelah itu mengajaknya pergi.


"Kak....., kakak habis berantem sama siapa?? kita ke rumah sakit dulu yuk. kita obati luka kakak. " ajak Zie khawatir tapi Darren malah tersenyum tampan sambil menggelengkan kepalanya.


"Ini hanya luka kecil Zie dan pastinya akan cepet sembuh karena tadi sudah di sentuh sama kamu. " jawab Darren tapi pandangannya masih fokus menyetir mobil dengan sesekali menoleh kearah Zie.


"dih.....bisa bisanya malah ngegombal. " sahut Zie tersipu malu. Darren hanya semakin melebarkan senyumnya melihat Zie yang malu malu. tentu saja Darren merasa bahagia di perhatikan oleh pujaan hatinya.


Darren terlihat sangat tampan jika sedang tersenyum seperti itu. Zie bahkan tidak mampu menolak pesona dari seorang Darren Wang. sayangnya senyum Darren itu sangatlah jarang, hanya orang orang tertentu yang bisa melihatnya.


"Sudah makan siang?? ". tanya Darren kepada Zie.


" Sudah " jawab Zie.


"Kalau begitu, temani kakak makan dulu nggak papa kan?? ". tanya Darren lagi.


" nggak papa.... " jawab Zie tersenyum manis. mobil Darren lalu berbelok ke sebuah restoran yang cukup mewah.


setelah masuk dan memesan makanan, Darren makan siang dengan di temani Zie. memang benar Zie tidak memesan makanan dan hanya memesan minuman saja tapi Darren beberapa kali menyuapi Zie dengan makanan yang sedang ia nikmati.


setelah selesai, Darren kembali mengajak Zie pergi ke suatu tempat yang menjadi tujuannya sedari tadi.


"Kita mau kemana sih kak....?? " tanya Zie karena Darren tidak memberi tahu kemana tujuan mereka saat ini. keduanya tengah berada di dalam mobil yang melaju membelah jalanan yang cukup sepi.


"Nanti kamu juga pasti tau..... " jawab Darren lagi lagi dengan senyum tampannya.


cukup lama mereka menempuh perjalanan dan akhirnya mereka sampai si sebuah pantai dengan air laut yang terlihat berwarna biru bersih dengan hamparan pasir pantai berwarna putih. di sekeliling pantai juga terdapat banyak pohon kelapa dan juga pohon cemara. sangat indah, begitulah kata yang pertama kali keluar ketika melihat pemandangan alam di sana.


Darren menggenggam tangan Zie dan berjalan ke pinggir pantai menikmati sepoi angin yang menerpa wajah mereka. di sana juga ada pengunjung lain tapi tidak terlalu ramai. Darren mengajak Zie duduk di kursi kayu di bawah pohon cemara yang rindang sambil menikmati air kelapa muda.


"Suka.....?? ". tanya Darren yang sejak tadi tidak pernah mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Zie yang sedang tersenyum menikmati pemandangan pantai.


" suka banget.... " jawab Zie menoleh kearah Darren dengan senyum yang masih mengembang sempurna.


Darren ikut tersenyum lalu tangannya terangkat dan mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.


"Zie... menurut kamu, Arion itu gimana?? ". tanya Darren.


" Arion..?? gimana apanya kak....??? ". tanya Zie balik tidak mengerti.


" Ya menurut kamu Arion itu orangnya gimana?? ". jelas Darren.


" hmm..... biasa aja sih. dia teman yang baik sama seperti teman temanku yang lain. " jawab Zie apa adanya.


Arion memang teman yang baik menurut Zie, bahkan Zie sering menangkap gelagat Arion yang memberikan perhatian berlebihan kepadanya. Zie menyadari bahwa Arion tertarik padanya tapi Zie hanya menanggapinya biasa saja sama seperti teman teman yang lain karena Zie tidak memiliki perasaan yang lebih kepada Arion.


"gimana kalau Arion ternyata suka sama kamu?? ". tanya Darren pada akhirnya.


Sejak tadi Darren ingin sekali memastikan perasaan Zie yang sebenarnya kepada Arion. jika memang Zie juga menyukai Arion makan Darren akan mengalah dan merelakan Zie hidup bahagia dengan Arion.


Bagi Darren cinta tidak harus memiliki. ia akan ikut senang jika orang yang dia sayang hidup bahagia.


"kenapa Kakak tanya seperti itu?? ". bukannya menjawab, Zie malah bertanya balik.


" Kakak cuma ingin memastikan bagaimana perasaanmu kepada Arion." jawab Darren jujur.


jujur saja melihat Arion yang sangat frustasi seperti itu membuat Darren merasa bersalah.


Zie tersenyum mendengar pertanyaan Darren, sepertinya kakak Arion ini tau bahwa adiknya tertarik kepadanya.


"Aku menganggap Arion hanya sebatas teman dan aku tidak memiliki perasaan apa pun padanya karena hatiku sudah memilih kakak sebagai penghuninya. Saranghaeyo Kak.... " jawab Zie mengungkapkan isi hatinya.


Darren tersenyum bahagia mendengar ungkapan Zie barusan, meski hanya sebuah kata ungkapan biasa tapi hal itu mampu melelehkan hatinya.


"Nado saranghae sayang....... " balas Darren lalu mendekap Zie kedalam dadanya dan menghadiahi kecupan sayang di keningnya.


Zie tersenyum bahagia dan membalas pelukan Darren dengan melingkarkan tangannya di pinggang kokok Darren.


Keduanya lalu beranjak dari duduknya dan berjalan kebibir pantai untuk bermain ombak tanpa melepas genggaman tangan mereka.


.


.


.


.


Bersambung.....


.


.


.


.