
Setelah kedatangan Sigit di restauran, mereka semua menikmati makan siang bersama terlebih dahulu sebelum membahas mengenai rencana reuni yang akan mereka adakan. mereka memulai membicarakan permasalahan itu setelah menyelesaikan makan mereka.
"Jadi gimana Git, tadi Zio bilang kalau anak pemilik gedung yang akan di pakai untuk acara reuni membatalkan sewa gedungnya. benar begitu?? ". tanya Zie membuka pembicaraan itu.
" Iya Zie......, gue dan teman teman mengalami kesulitan karena gedung gedung yang lain sudah di sewa di waktu yang sama dengan acara kita nanti. apa kalian mempunyai tempat rekomendasi? " jawab Sigit.
"Gedung AA?? " jawab Zie.
"gedung Al Azhar??. " tanya Sigit memastikan.
"Ya.... apa lo sudah tanya apakah minggu depan gedung itu terisi atau tidak?? ". tanya Zie.
" gila...., gue nggak ada kepikiran mau sewa gedung itu jadi Gue belum tanya, gadung itu adalah gedung mewah nan besar di kota ini. tidak sembarang orang bisa menyewa gedung itu. apalagi harga sewanya yang sangat lah mahal, itu jauh di luar dana anggaran yang ada Zie. "jawab Sigit.
" Selain gedung...., apa lagi yang bisa kami bantu Git?? ".tanya Ken.
" nggak ada Ken..., semuanya sudah beres hanya saja tiba tiba gedung itu membatalkan dan mengembalikan uang sewa dari kita. untung acaranya masih seminggu lagi jadi masih ada waktu buat nyari gedung yang cocok. " jawab Sigit.
tanpa mereka ketahui, Zie diam diam mengirim pesan singkat kepada asisten Mif agar menanyakan perihal gedung AA untuk minggu depan dan ia menyuruh Asistennya segera menyewa gedung itu jika memang kosong di waktu yang di inginkan.
"Lo tenang aja...., ada kita kita yang bisa bantu jika seandainya dana anggarannya kurang. " ucap Zio yang di anggukki kepala oleh Ken dan Zie.
tak butuh waktu lama, Asisten Mif berhasil mendapat kan informasi yang Nona Bosnya mau dan langsung menghubungi Nona Bosnya.
Zie melirik HP nya yang berdering untuk melihat siapa yang tengah menghubunginya. begitu tau nama Asistennya yang tertera di layar HP, ia langsung pamit untuk mengangkat telepon terlebih dahulu tanpa berpindah tempat.
"Ya Bagaimana......?? ". tanya Zie langsung begitu mengangkat teleponnya.
" Begini Nona...., Untuk minggu dapan gedung itu sudah di sewa untuk acara pernikahan. jika Nona mau, kita masih bisa menyewa nya sebelum atau sesudah hari itu. tapi jika Nona masih tetap akan mengadakan acara minggu depan, Nona bisa memakai gedung itu di lantai atas. " jawab Mif.
"Hm....., nanti saya hubungi lagi. " jawab Zie lalu memutuskan panggilan teleponnya.
"Ada apa Zie.....?? " tanya Ken penasaran.
" kalau seandainya acara reuni kita ajukan bagaimana??. tanya Zie
"Di ajukan bagaimana?? tanya Zio.
" Minggu depan, Gedung AA sudah ada yang sewa. tapi kita bisa menyewanya sebelum minggu depan, ya mungkin bisa dua atau tiga hari lagi dari sekarang. gimana?? ". tanya Zie.
" kalau gue sih ok aja...... " jawab Ken.
"Tunggu....., ini seriusan mau sewa gedung itu?? itu mahal banget lo gaes? apa nggak sebaiknya cari gedung lain aja?? atau di sekolah aja, nanti gue akan datang kesekolah untuk meminta ijin". tanya Sigit.
Sigit sangat tahu betul betapa mewahnya gedung itu karena ia pernah datang ke sana memenuhi undangan rekan kerjanya yang mengadakan acara pernikahannya di sana. temannya itu seorang pengusaha sukses, memiliki perusahaan yang cukup besar begitu juga dengan orang tuanya dan juga orang tua dari mempelai putri. jadi wajar saja temannya mampu menyewa gedung itu. lagi pula, ini hanya acara reuni saja. akan sangat berlebihan jika harus menyewa gedung mewah seperti itu.
" Lo tenang aja Git..., urusan sewa gedung aman lah pokoknya. ada Ken dan Zio para C.E.O muda sebagai jaminannya. "jawab Zie tersenyum manis.
" Ya lo tenang aja, masalah gedung biar kita yang tanggung jawab. " sahut Ken.
"tapi apa kita bisa menyiapkan gedung itu dalam waktu dua atau tiga hari lagi.?? " tanya Zio.
"itu masalah gampang Yo...., ada Zie disini jadi tenang aja. " jawab Ken.
"tanpa konsep apapun gedung itu memang sudah mewah Zie, apa tidak memakan dana lebih besar lagi jika akan mendekor gedung itu? ". tanya Sigit merasa tidak enak.
" Lo tenang aja Git..., masalah gedung semuanya gue yang tanggung. eh maksud gue, kita yang tanggung. lo nggak perlu khawatir. tinggal kita pikirin bagaimana caranya ngasih tau teman teman yang lain kalau acara reuninya di ajuin dan berganti tempat" jawab Zie
"kalau soal itu, serahin sama gue Zie." jawab Sigit.
mereka asyik berdiskusi sambil di selingi canda dan tawa mengingat masa masa sekolah dulu. belum puas dengan pertemuan singkat itu tapi sayangnya waktu istirahat dan makan siang telah usai jadi mau tak mau mereka menyudahi pertemuan itu. nanti mereka akan meneruskan keseruan itu saat reuni nanti.
Zie kembali ke kantornya dengan di antar oleh Ken dan juga Zio. begitu sampai di kantor, ia langsung memerintahkan Asistennya untuk menyewa gedung itu sekaligus memesan EO untuk mendekorasi gedung.
...🌸, _________🌸, ________🌸, ________🌸,...
Di negara lain...., Darren yang tengah sibuk dengan pekerjaannya pun berusaha meluangkan waktu agar bisa bertemu dengan Arion. ia ingin segera menyelesaikan masalahnya dan bisa segera kembali ke negara N karena ia sudah sangat merindukan gadis kecilnya. siang itu Darren pergi ke perusahaan adiknya, dengan gagahnya ia berjalan memasuki perusahaan itu dan langsung menuju ruangan direktur utama. tanpa mengetuk pintu, Darren langsung masuk kedalam ruangan itu dan langsung bertemu dengan Arion.
"Rion..... " sapa Darren berjalan masuk dan duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerja Arion.
"Kakak......, kau kemari?? ". tanya Arion yang sedang merapikan berkas berkas yang ada di hadapannya. beberapa dokumen yang baru saja selesai ia pelajari dan tandatangani.
" Ya..... kau begitu sibuk sehingga terus mengabaikan kakakmu ini jadi terpaksa kakak menemuimu di sini. " jawab Darren.
"Ada apa kak.....?? apa ada sesuatu yang penting sehingga kakak memaksakan diri datang kemari hanya untuk menemuiku.??". Tanya Arion.
" Ya...., ada yang mau Kakak omongin sama kamu dan ini penting buat kakak. " jawab Darren
Tiba tiba terdengar suara pintu yang di ketuk dari luar, Arion langsung menyahut agar orang itu segera masuk.
" Permisi Tuan...., maaf Anda sudah di tunggu di ruang meeting saat ini juga." ucap sekertaris Arion memberitahu.
"Baik..., saya segera kesana. " jawab Arion. "maaf kak, Rion harus meeting sekarang. kita bicarakan hal itu nanti. " ucap Arion kepada Kakaknya dan langsung berjalan keluar dari ruangannya.
Darren hanya diam melihat sang adik keluar meninggalkan dirinya begitu saja. ia tidak bisa mencegahnya karena Arion harus segera meeting. mungkin memang belum saatnya Darren mengatakan semuanya kepada Arion.
"semoga kakak bisa segera mengatakan semuanya sama kamu Rion, kakak harap kamu bisa menerima kenyataannya bahwa Zie dan kakak saling mencintai dan semoga kamu nggak membenci kakak *nantinya. " batin Darren.
.
.
.
.
Bersambung*......
.
.
.
.