Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Menangkap satu kebenaran



Tepat jam setengah tujuh, Ken dan Zio datang ke AK cafe sesuai permintaan sahabat tersayang mereka Kenzie. tidak ketinggalan Nico yang selalu mengikuti kemanapun bosnya pergi. bagi Zie tidak masalah, toh Nico juga teman sekolahnya dulu. malah akan semakin seru jika lebih banyak orang.


"Hay Zie....., udah lama ya disini." sapa Ken langsung mengacak puncak kepala Zie. hal yang biasa terjadi diantara mereka.


Zie yang baru saja menuruni anak tangga sehabis membersihkan diri dan berganti baju pun langsung mengerucutkan bibirnya sebal sebab rambut yang sudah tertata rapi kini acak acakan kembali.


Zie terlihat kecil dan imut jika berada di tengah tengah mereka semua. ia terlihat sangat cantik dengan baju yang ia kenakan saat ini. terlihat santai, stylis, tidak terlalu feminim tapi tidak meninggalkan kesan tomboy nya. benar benar gaya ciri khas seorang Kenzie.



Zio sampai terpana melihat penampilan Zie yang semakin hari semakin cantik menurutnya. ada rasa rindu yang terpendam di hatinya karena akhir akhir ini Zio tidak bertemu dengan Zie karena kesibukan mereka masing masing dan tiba tiba Ken mengajaknya untuk makan malam bersama atas permintaan Zie. tentu saja Zio dengan senang hati akan datang memenuhi undangan makan malam itu apalagi Zie yang telah mengundangnya.


"ish.....,nakal banget deh. rambut gue jadi berantakan lagi.!!. protes Zie yang membuat Ken terkekeh. "gue udah dari sore disini untuk mempersiapkan semuanya." jawab Zie. "Hay Nic, Hay Zio......" sapa Zie tersenyum manis.


"Hay Zie...., gimana kabarnya??". tanya Zio ia sedikit canggung dengan Zie. tidak seperti Ken yang masih bisa akrab dengan Zie seperti dulu.


"Baik dong..., kabar lo juga baik kan??" tanya Zie dan Zio mengangguk.


"Hay Zie... lo makin cantik aja sih..., boleh dong gue jadi calon imamnya." celetuk Nico yang langsung mendapat tatapan tajam oleh Zio. Zio tida suka dengan ucapan Nico meski itu hanya candaan.


"boleh banget Nic..., tapi sayangnya gue udah sholat duluan jadi maaf gue nggak bisa jadi makmum lo." jawab Zie yang membuat mereka semua tertawa.


"Yakin lo yang nyiapin semuanya sendiri Zie??".tanya Ken memastikan.


"hehee...... enggak sih.., Kak Dev yang nyiapin semuanya. gue mah tinggal nyuruh doang." jawab zie nyengir.


"Bos mah bebas tinggal nyuruh nyuruh anak buahnya. padahal yang jadi anak buah sampe bengek di suruh suruh mulu." sahut Nico lagi.


"Wah yo....., Nico curcol nih. kayanya dia udah bosen jadi anak buah lo." sahur Ken yang langsung menjadi kompor untuk memanasi Zio.


"eh Ampun bos.... bukan gitu maksud gue. gue kan tadi ngomongin Zie." jawab Nico takut, nyari kerja itu susah apalagi posisinya saat ini sangat bagus. tentu saja nico takut di pecat.


"Anak buah gue nggak ada tuh yang sampe bengek kaya yang lo bilang." ucap Zie.


"Astaga...jahat banget sih kalian berdua. suka banget kalau gue tertindas." sahut Nico dengan wajah memelas.


"Wah Yo..... Nico sekarang malah ngatain lo tukang tindas tuh." tambah Zie.


"Sepertinya bonus bulan depan buat dia harus gue hilangin deh kayanya biar dia nggak ngatain gue lagi" ucap Zio


"Ya tuhann...... apa salah gue??? kanapa gue salah mulu di mata mereka." ucap Nico dengan wajah frustasi.


Ken, Zie dan Zio malah tertawa terbahak melihat Nico teraniaya. tentu saja mereka semua hanya bercanda terhadap Nico.


"Wah...wah... pantes rame banget. ternyata kalian sudah pada datang." sapa Dev yang sudah berdiri di dekat mereka. mereka semua bertos ria ala ala cowokdengan Dev satu persatu kecuali Zie.


"Ya gini kalau kita udah ngumpul Bareng Zie, selalu rame." jawab Ken.


" langsung ajak naik keatas aja Zie, meja yang lo pesen udah siap kok. nanti gie nyusul" ucap Dev.


" ok deh..., yuk Naik." ajak Zie kepada semuanya. "Kak...., nanti temen gue mau datang. namanya Arion, nanti suruh naik aja keatas." Pesan Zie kepada Dev.


"ok....." jawab Dev singkat.


Zie dan yang lainnya menaiki anak tangga menuju balkon lantai dua.


"Arion mau Kesini Zie??". tanya Ken yang diangguki oleh Zie.


"katanya lo pengen kenal, jadi ya sekalian aja gue ajak kesini biar ketemu kalian semua." jawab Zie


"Siapa Arion?." tanya Zio penasaran,.


"Nanti juga lo tau sendiri." jawab Ken.


Tak lama Dev datang dengan seorang pemuda tampan berpostur tubuh tinggi tegap, berkulit putih dan berhidung mancung. siapa lagi kalau bukan Arion.


Arion tau bahwa Dev adalah ketua geng motor tapi Dev tidak tau sama sekali siapa Arion.


"Hay Zie... sorry telat." sapa Arion tersenyum tipis ke arah Zie. Arion mengagumi kecantikkan Zie saat ini. ia bahkan terang terangan memandang kearah Zie tanpa memikirkan tatapan orang lain yang menyorotinya.


"nggak papa ko...., ayo duduk. kak Dev juga duduk" ajak Zie mempersilahkan Arion duduk di kursi kosong yang ada di sebelahnya. sedangkan Dev duduk di sebelah Arion.


Dev. Ken dan juga Nico bersikap biasa saja dengan kehadiran Arion. Berbeda dengan Zio yang memandang Arion tidak suka.


"(lah dia kan C.E.O perusahaan abraham dan Pahlevi, ternyata mereka temen temennya Zie)". batin Arion yang mengenali mereka semua.


"Semuanya kenalin...,dia Arion teman kerja gue di MK group. Rion mereka adalah teman teman gue Ini Kak dev, Kenzo, Kenzio dan yang itu Nico. mereka temen gue dari SMA kecuali kak Dev." ucap Zie memperkenalkan semuanya.


mereka berjabat tangan satu persatu dengan Arion sambil menyebutkan nama masing masing sedangkan Arion hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"jadi lo kerja di MK group Zie?? tanya Zio karena setahu Zio perusahaan itu adalah milik Marvin.


"iya...., Kenapa yo??". tanya Zie balik.


"itu kan perusahaannya Marvin?? kenapa lo nggak kerja di perusahaan Bokap lo sendiri aja.?". tanya Zio.


"pengen aja kerja disitu....., cari pengalaman dulu kerja di perusahaan orang lain sebelum menghandle perusahaan sendiri." jawab Zie.


"emang lo kerja di MK group di bagian apa?? tanya Zio.


jika memang Zie ingin bekerja di perusahaan lain kenapa tidak di perusahaan miliknya atau milik Ken?? kenapa harus milik Marvin?? begitu pikir Zio.


Sampai sekarang Zio belum tau bahwa Marvin dan Zie adalah kakak beradik. memang sejak Zio memutuskan hubungan dengan Zie, diantara mereka berdua seperti ada tembok pemisah sehingga mereka tidak bisa sedekat dulu. berbeda dengan Ken yg mengetahui segalanya tentang Zie sampai sekarang.


"Cleaning Servis ....... " jawab Zie santai.


"Pruuufff..........uhuk... uhuk....." Ken yang kebetulan sedang minum langsung menyemburkan air yang ada di mulutnya dan tersedak karena kaget mendengar jawaban Zie barusan.


"Lo bercanda ya??". tanya Ken tidak percaya. bagaimana bisa Zie bekerja di perusahaan sendiri sebagai Cleaning Service.


"Enggak.... gue nggak bercanda. gue serius. Arion juga kerja sebagai Cleaning service. dia partne kerja gue di sana. ya kan Rion??". ucap Zie.


"iya..." jawab Arion singkat.


sedari tadi Arion dalam mode diam, cuek, dingin dan irit bicara. sama seperti orang yang duduk di sebelahnya.Dev. mereka berdua sama sama berwajah datar saat ini.


"Bagaimana bisa Marvin menemoatkan lo di posisi itu sedangkan dia tau sendiri lo lulusan universitas luar negeri sama dengan dirinya?? Kalau begitu lebih baik lo kerja di perusahaan gue aja Zie." ucap Zio setengah kesal. tega teganya Marvin menempatkan Zie di posisi terendah diperusahannya dengan gelar yang dimiliki oleh Zie


"Gue yang mau Yo....., lagi kalau gue udah bosen dengan kerjaan itu juga gue bakal berhenti kok. jangan nyalahin Marvin dia nggak tau apa apa.!! jawab Zie


Mendengar jawaban Zie, Zio justru semakin kesal. Zie seolah membela Marvin dan tidak terima jika Marvin di salahkan.


"Pokoknya besok lo harus keluar dari Perusahaan Marvin dan pindah kerja sama gue." Perintah Zio tegas.


"jadi lo mau Zie gantiin posisi Nico saat ini Yo??." celetuk Ken yang membuat Nico menegang ketika.


"(apa iya gue mau di pecat dan di gantiin oleh Zie)" dalam hati nico.


"Bos.....pliss bos jangan pecat gue Bos..., kasihanilah gue yang belum punya anak istri. Jangankan anak istri, pacar aja gue nggak punya. pliss boss jangan pecat gue." ucap Nico yang langsung meraih tangan Zio dan mengganggamnya dengan kedua telapak tangannya erat. wajahnya terlihat sangat memelas dan ingin menangis.


tapi hal itu malah membuat Zie, Ken, Dev dan juga Arion tertawa terbahak bahak. bagaimana tidak tertawa kedua orang berjenis kelamin sama itu malah terlihat sangat romantis seperti seorang istri yang meyakinkan suaminya untuk tidak menceraikannya. benar benar sangat menggelikan. Zio yang sadar dengan apa yang terjadi langsung menarik tangannya sambil bergidik geli. sungguh memalukan.


*kurang lebih seperti ini yang terjadi antara Nico dan Zio



mendengar pembicaraan mereka Arion bisa menangkap satu kebenaran lagi dari Zie yaitu orang tua Zie memiliki sebuah perusahaan. memang benar tebakkannya selama ini bahwa Zie itu orang kaya. sama seperti dirinya. yang menjadi pertanyaannya adalah Marvin. bukakah pemimpin Perusahaan MK group itu adalah Tuan Ma?? apa Ma itu Marvin?? lalu apa hubungannya Marvin dengan Kenzie. ternyata masih banyak sesuatu yang di sembunyikan oleh Zie. mungkin benar kata anak buahnya kalau Zie bukan orang sembarangan. tapi bagi Arion semua itu tidak masalah toh ia merasa nyaman nyaman saja berada di sekat Zie.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.