
setelah makan siang selesai, Darren memutuskan untuk mengantar Zie kembali ke perusahaanya. padahal sudah ada Mif yang menemani Zie tapi tetap saja Darren merasa khawatir sebelum ia sendiri yang memastikan bahwa Zie sudah sampai di tujuan dengan selamat. tanpa di ketahui Zie, Darren juga sudah menyuruh anak buahnya untuk selalu mengikuti dan menjaga Zie kemanapun Zie pergi untuk berjaga jaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada Zie.
"Tuan Mif tunggu sebentar....," Panggil Darren, lalu berjalan mendekat kearah Mif. "ini kartu nama saya. kalau ada apa apa dengan Zie tolong langsung hubungi saya." ucap Darren memberi kartu namanya kepada Mif.
mereka sudah sampai di perusahaan MK group, bahkan Zie saja sudah berjalan masuk ke lobby setelah berpamitan pada Darren. Darren turun dari dalam mobilnya dan mengejar Mif yang baru akan masuk kedalam lobby.
"Panggil saya Mif saja tuan...," ucap Mif merasa tidak enak di panggil denga embel embel Tuan Oleh teman Nona Bos nya. "iya Tuan terimakasih." Ucap Mif lagi sambil menerima kartu nama milik Darren.
"Baiklah Mif..., saya permisi dulu...." pamut Darren.
Darren masuk kembali kedalam mobilnya setelah Mif membungkukkan badannya memberi hormat kepada Darren.
Baru saja mobil Darren melaju meninggalkan Perusahaan MK Group, Hp yang ada di saku jasnya berdering karena ada panggilan masuk dari Om Prabu. Darren langsung memakai Headset bloetoth untuk menerima panggilan itu.
"Hallo om.....". jawab Darren begitu panggilan tersambung.
"Hallo Darren....., apa kamu sibuk??." tanya Om Prabu di seberang telepon.
"Tidak Om...., baru saja Saya ketemu dengan Zie. ada apa Om??". tanya Darren.
"Bisakah kamu datang Ke kantor Om sekarang? ada sesuatu yang penting yang harus Om bicarakan denganmu ?." ucap Om Prabu.
"Baiklah Om...sekarang juga Darren langsung meluncur kesana." jawab Darren.
"Iya... Om tunggu." jawab Om prabu lalu panggilan pun berakhir.
Darren langsung memutar arah mobilnya menuju perusahaan Al Azhar. Butuh waktu beberapa menit untuk sampai keperusahaan itu.
begitu sampai, kedatangan Darren langsung di sambut oleh Asisten Mif yang sudah menunggunya di lobby perusahaan. Darren sudah beberapa kali datang ke perusahaan milik Papinya Zie ini tapi kedatangannya selalu saja di sambut dengan baik oleh Asisten Zaki.
"Selamat datang Tuan Darren, silahkan...., Tuan Prabu sudah menunggu kedatangan Tuan." ucap Asisten Zaki menyambut Darren dengan ramah.
"Terimakasih Asisten Zaki." ucap Darren lalu mengikuti langkah Asisten Zaki menuju lift khusus C.E.O
Asisten Zaki dan Darren menaiki Lift yang akan membawa mereka kelantai paling atas gedung perusahaan Al Azhar dimana ruangan C.E.O berada.
setelah sampai di atas dan pintu Lift terbuka, keduanya segera melangkahkan kakinya menuju ruangan C.E.O.
"Tok...tok....tok....." Asisten Zaki mengetuk pintu ruangan itu lalu membuka pintu setelah mendengar suara sahutan yang menyuruhnya untuk masuk.
"Silahkan Tuan Darren......" ucap Asisten Zaki yang mempersilahkan Tuan Darren untuk masuk keruangan Tuan Prabu terlebih dahulu.
Darren menurut saja dan berjalan lebih dulu untuk masuk kedalam ruang C.E.O perusahaan Al Azhar.
"Kau sudah datang....,?? mari silahkan duduk...." ucap Om Prabu seraya bergegas dari kursi kebesarannya lalu berjalan kearah Darren dan mempersilahkannya untuk duduk di Sofa putih yang ada di ruangan itu.
Darren hanya menurut saja dan ikut duduk bersama Tuan Prabu.
"Begini Darren....., Om mau meminta bantuan darimu.". ucap Yuan Prabu membuka percakapan mereka.
"Apa yang bisa saya bantu Om??". tanya Darren.
"Om mau menyewa anak buah mu lebih banyak lagi untuk memperketat penjagaan keamanan Keluarga Om." ucap Tuan Prabu dengan wajah yang sangat serius.
"(Apa om Prabu sudah mengetahui tentang penyerangan semalam?? apa Om Prabu tau bahwa ada orang yang ingin mencelakai Zie?? makannya om Prabu berniat untuk menambah penjagaan keamanan keluarganya.)" begitu pikir Darren.
"Baru saja Om mendapat teror dari seseorang, itu sebabnya Om ingin memperketat penjagaan." ucap Tuan Prabu lalu memberikan surat teror itu kepada Darren.
Darren membaca surat itu dengan seksama. benar ini adalah sebuah surat peringatan untuk Om Prabu.
"Om...., sebenarnya semalam saat aku dan Zie pulang makan malam ada sekelompok orang yang menyerang kami. kami berhasil mengalahkan orang orang itu dan sekarang semua orang itu ada bersama anak buah ku. menurut informasi yang di dapat anak buah ku dari orang orang itu, mereka di suruh seseorang untuk mencelakai Zie om. tapi sayangnya anak buah ku belum mengetahui siapa orang yang ada di balik penyerangan itu. apa mungkin penyerangan itu ada hubungannya dengan teror yang om terima??" ucap Darren memberi tahu apa yang terjadi semalam kepada Tuan Prabu.
"Apa....?? kalian di serang..?? tapi kalian tidak apa apa kan??". tanya Tuan Prabu khawatir.
"Kami baik baik saja Om". jawab Darren.
"Syukurlah....." ucap Tuan Prabu lega. "tapi siapa orang itu?? kenapa dia menyerang Zie.?? apa dia tau kalau Zie adalah anakku lalu orang itu menggunakan Zie sebagai targetnya. Orang itu tau Zie adalah orang yang paling berharga dalam hidupku saat ini. Tapi..., Bagaimana orang itu bisa mengetahuinya?? selama ini aku menyembunyikan identitas Zie. tidak ada yang tau kalau Zie itu anakku." ucap Tuan Prabu bingung sekaligus khawatir dengan keselamatan putri kesayangannya.
"Bisa jadi orang itu memang mengetahui semuanya Om. apa Om selama ini memiliki musuh?? maksudku apa selama ini ada orang yang tidak menyukai Om?? kira kira siapa orang yang Om curigai saat ini??". tanya Darren.
sebisa mungkin Darren akan membantu menyelesaikan masalah Om Prabu apa lagi ini menyangkut keselamatan Zie.
"Tidak ada...., Selama ini rival om dalam dunia bisnis tidak pernah ada yang meneror Om sampai seperti ini. dan di dalam surat teror itu mengatakan kalau Om telah mengambil seseorang yang paling berharga baginya. Om bingung, sebenarnya siapa yang sudah Om ambil.?? " jawab Tuan Prabu sambil memikirkan kira kira siapa orang yang Tuan Prabu curigai.
"Om sudah cek CCTV Perusahaan??". tanya Darren
"Sudah..., tadi Zaki sudah membawa rekaman CCTV nya dan Kurir yang mengantar paket tadi memang bukan Kurir yang biasanya. orang itu memakai masker sehingga sulit di kenali." jawab Tuan Prabu.
Darren terdiam memikirkan langkah apa yang hatus ia ambil.
"Bagini Om....., untuk saat ini memang lebih baik perketat penjagaan selama kita belum tau pasti siapa orang yang ada di balik semua ini. pokoknya Om dan juga Zie harus selalu hati hati dan selalu waspada dengan orang orang yang ada di sekeliling. saya akan mengirim anak buah saya untuk menjaga Om, Zie dan yang lainnya. saya juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari tahu semuanya Om." ucap Darren.
"(saya harus menemui orang orang yang semalam menyerangku dan juga Zie untuk mencari tahu siapa yang telah menyuruhnya. saya tidak akan membiarkan masalah ini sampai berlarut larut karena ini menyangkut kenyamanan, keamanan dan keselamatan Zie dan juga keluarganya. bagaimanapun caranya aku harus menemukan orang itu)" ucap Darren dalam hati.
"Iya....., makasih banyak ya, kamu sudah bersedia untuk membantu Om." ucap Tuan Prabu dengan tulus.
"Sama sama Om...., saya tidak akan membiarkan Zie dalam bahaya, dan saya akan melakukan apapun untuk melindungi Zie." jawab Darren bersungguh sungguh.
Zie adalah penyelamat hidup Darren, di dalam darah Darren telah mengalir darah Zie juga. jadi Darren akan menjaga Zie meskipun nyawanya sendiri sebagai taruhannya karena separuh hidup Darren adalah Kenzie.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.
.