
Sore harinya...., Zie mengajak Mif dan Marvin pergi ke AK cafe. Zie memang tidak memberi tahu kepada siapapun tentang kepulangannya karena ia ingin memberi kejutan untuk semuanya.
"kalian bawa mobil itu aja..., gue mau naik yang ini." ucap Zie memberikan kunci mobil berwarna merah kepada marvin ketika mereka berada di garasi.
walaupun bertahun tahun Zie tidak pulang tapi semua kendaran Zie masih sangat terawat dengan baik.
"ok deh....,kali ini biar gue yang jadi sopir lo mif." ucap Marvin lalu masuk kedalam mobil berwarna merah berlogo kuda dan duduk di belakang kemudi.Mif ikut masuk kedalam mobil dan duduk di samping Marvin.
Zie langsung tancap gas setelah memanasi mesin mobilnya lalu melaju terlebih dahulu dan ikuti mobil yang di kendarai Marvin di belakangnya.
Zie senang akhirnya ia bisa menaiki mobil kesayangannya setelah sekian tahun.
tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di AK cafe. Zie turun dari mobilnya dengan gaya cool, Rambut hitam panjang yang di gerai dengan poni menutupi dahinya serta kacamata hitam yang bertengger di hidup mancungnya. begitu juga dengan Marvin dan Mif yang tak kalah keren. ketiganya masuk bersama kedalam cafe dan duduk di tempat favorit zie ketika berkunjung kesana bersama Ken dan Zio.
Zie duduk sambil mengedarkan pandangannya mengamati sekeliling cafe yang memang sudah banyak berubah sesuai dengan permintaannya. Dev memang sangat bisa diandalkan oleh zie.
banyak karyawan lama yang sudah tidak bekerja lagi disana sehingga tidak ada yang mengenali Zie saat dia masuk kedalam cafe. setelah memanggil pelayan dan memesan makan dan minum sesuatu selera masing masing, Zie pun naik ke atas panggung kecil untuk bernyanyi seperti biasanya sambil menunggu pesanan datang.
"Selamat sore semuanya......, ijinkan saya menemani kalian semua disini dengan sebuah lagu yang berjudul "Aku bisa ". ucap Zie sebelum menyanyikan lagu. ia memangku sebuah gitar untuk mengiringi nyangiannya. Zie mulai memetik gitarnya secara bertahan dan mulai menyanyi......
Sejak engkau mendua
Entah apa yang kurasakan
Memandang perih
Menyimpan luka
Sampai pada saat ini
Aku memulihkan rasa di hatiku
Baru aku bisa
Bisa bicara
Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
Aku yakin bisa
Aku bisa tanpamu
Dev yang saat itu baru keluar dari ruangan pribadi zie pun terdiam mendengar nyanyian salah satu pengumuman cafenya saat itu.
"(kaya nggak asing sama suaranya)".batin Dev.
Sampai pada saat ini
Aku memulihkan rasa di hatiku
Baru aku bisa
Bisa bicara
Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
Aku yakin bisa
Aku bisa tanpamu
Setelah cukup lama mendengarkan orang itu bernyanyi, Dev langsung berjalan menuruni anak tangga menuju panggung untuk memastikan bahwa pendengaranya tidak salah.
semua pengunjung bahkan sangat menikmati lagu yang di bawakan oleh zie dengan penuh penghayatan.
Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
Aku yakin bisa
Aku bisa tanpamu wo ho hu
Aku yakin bisa
Aku bisa tanpamu
Suara riuh tepuk tangan langsung terdengar ketika Zie menyelesaikan nyanyiannya. pengunjung di cafe memang cukup ramai sore itu.
Dev terdiam ketika sampai didepan panggung. ia mengamati siapa gadis cantik yang baru saja bernyanyi itu. Dev membulatkan matanya begitu gadis itu turun dari atas panggun dan tersenyum kearahnya.
"Kenzie......."ucap Dev tak percaya.
"Hay Kak..., gue kembali....." ucap Zie yang sudah berdiri didepan Dev sambil tersenyum cantik.
Greep.......
tanpa kata kata Dev langsung memeluk Zie dengan erat menumpahkan segala rindunya bertahun tahun dengan Nina Bos nya. Para Karyawan cukup kaget melihat sang Manager yang selama ini terkenal cukup garang, pendiam dan dingin itu tiba tiba memeluk seorang gadis cantik yang baru pertama kali mereka lihat.
"iya Pak manager...,ini Nona bos lo ada disini beneran". jawab Zie dengan candannya.
"gue kangen banget sama lo Zie.....,"ucap Dev lalu memeluk zie sekali lagi.
"gue juga kangen lo kak, kangen semuanya" jawab Zie tersenyum membiarkan Dev memeluknya.
Marvin dan Mif diam di tempat dan hanya memperhatikan dari kejauhan interaksi keduanya.
"Maaf Tuan Muda....,apa itu kekasihnya Nona Zie....??". tanya Mif kepada Marvin.
"Setau gue, Pacarnya Zie itu Zio tapi itu dulu sih. dan yang sekarang meluk Zie itu setau gue manager Cafe ini. mungkin mereka hanya berteman."jawab Marvin menjelaskan. mif hanya mengangguk saja karena tidak mau ikut campur urusan pribadi Nona nya.
Zie mengajak Dev untuk duduk bergabung bersama Marvin dan juga Mif yang sedang duduk di tempat biasa.
"Lagunya beuh.....ngena banget!!". marvin mengejak zie begitu zie duduk di kursinya. Zie hanya menanggapi perkataan Marvin dengan senyum manisnya.
"Kak Dev...., kenalin Ini Marvin kakak gue." ucap Zie memperkenalkan mereka" dan ini asisten gue namanya........" ucapan zie menggantung
"Mif tuan,...nama saya Mif." ucap Mif memotong kata kata Zie.
Zie tersenyum tipis. lagi lagi mif tidak mau Zie salah menyebut namanya dengan nama mita.
"Gue Dev....manager di sini." ucap Dev sambil berjabat tangan dengan Marvin dan Mif secara bergantian.
mereka makan bersama karena pesanan mereka sudah datang, Dev pun ikut memesan makanan dan makan bersama mereka juga.
"Kapan lo pulang Zie, kenapa nggak kasih tau gue??" tanya Dev membuka obrolan mereka setelah menyelesaikan makannya.
"Tadi pagi kak...., gue sengaja nggak ngasih tau siapapun tentang kepulangan gue.biar jadi kejutan....." jawab zie tersenyum manis.
"Dan lo berhasil membuat gue terkejut tadi." jawab Dev senyum.
"Zie....apa dia pacar baru lo??". tanya Marvin yang sedari tadi sangat penasaran melihat kedekatan Dev dan Kenzie.
"uhuk...uhuk......" dev yang sedang minum langsung tersedak mendengar pertanyaan marvin barusan.
"minumnya ati ati dong kak......" ucap Zie.
"Sorry...., gue kaget aja tadi." jawab Dev. " emang Kenzie selama ini pacarnya siapa Vin?" tanya Dev mulai kepo. pasalnya selama ini memang dev tidak tau zie berpacaran dengan siapa. hanya Ken dan Marvin yang tau hubungan zie dan zio dulu.
"orang nya ada di deket lo tuh...,tanya aja langsung". jawab Marvin dengan gaya tengilnya.
"ehm.....," dehem Zie mengalihkan pembahasan mengenai pacar Zie. " denger ya marvin kakak gue yang paling tampan. tadi kan udah di jelasin kak dev itu manager disini." ucap Zie
"wah...tumben lo mengakui kalau gue kakak lo yang paling tampan." ucap Marvin tersenyum bangga.
"iya lah...,kan kakak cowok gue cuma lo doang satu. kalau ada yang lain mah bukan yang paling tampan jadinya."jawab Zie.
"dasar.....!!, ucap Marvin mengacak acak poni zie gemas. "susah banget sih mengakui kalau kakak lo ini tampan. padahal kenyataannya memang tampan."ucap martin dengan PD nya. " terus apa hubungannya Lo sama pak manager ini?" tanya Marvin
"Atasan dan bawahan....." jawab Dev singkat.
"maksudnya??" tanya Marvin kurang paham.
"maksudnya... Zie ini atasan Gue. bos gue, pemilik cafe ini." jawab Dev mejelaskan. " emang lo nggak pernah cerita tentang cafe lo sama dia zie??"tanya dev pada kezie yang di jawab gelengan kepala dan cengiran zie.
"Apa.......???" jadi cafe ini punya lo??". tanya Marvin kaget. zie hanya mengangguk kepalanya." terus papi tau nggak soal ini?".tanya Marvin lagi.
"Papi udah tau semuanya vin. kan pas pembagian warisan nenek bella, papi sama om zaki yang jadi saksinya." jawab Zie.
"ow jadi cafe ini warisan dari nenek bella??". tanya Marvin lagi.
"bukan hanya cafe ini aja sih Vin. ada tiga cafe dan tiga resto juga." jawab Kenzie.
"ow......kenapa selama ini lo nggak cerita sama gue sih?".tanya Marvin.
"kan lo nggak nanya".jawab Zie enteng. "Kak dev...tolong ambilin oleh oleh yang ada di bagasi mobil gue dong.ambil semuanya aja terus bagi bagiin sama yang lain.yang buat kak dev, udah zie pisahin di paperbag warna hitam ya." perintah zie kepada dev sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Siap Nona bos..."jawab Dev lalu pergi meninggalkan mereka.
"jangan jangan resto punya lo itu kenangan resto kan dulu lo juga sering kesana kan??" tanya martin.
"emang iya...."jawab Zie singkat.
"APA??." kaget Marvin lagi." jadi bener restoran mewah itu punya lo?."tanya marvin.
"iya Vin...." jawab zie santai.
"itu kan restoran tempat bang Levin kerja."ucap Marvin.
"iya.... kak Levin memang manager kenangan resto."jawab Zie.marvin pun mengangguk tanda mengerti.
Mif sedari tadi hanya diam saja menjadi pendengar yang baik bagi Tuan Muda dan Nona mudanya tanpa berkomentar apapun.
.
.
.
bersambung.......
.
.
.
*KENZIE AL AZHAR
*MARVIN
*MIF