
Beberapa hari ini Kenzie dan Marvin sudah menempati rumah baru mereka bersama Daren juga, sesuai perkataannya Zie menempatkan satu dokter dan satu perawat untuk memantau kondisi Daren. Kondisi Daren Wang sendiri sudah semakin membaik. di luar juga terdapat beberapa bodyguard yang berjaga jaga di beberapa sudut rumah milik kenzie. totalitas banget ya Kenzie nolong orang yang baru ia kenal.? 😄
ya... dengan kemampuan yang di miliki kenzie dalam bidang IT, Zie sudah tahu siapa sebenarnya Daren Wang ini tanpa orang itu memberi tahu kenzie secara langsung. memang benar Daren Wang adalah salah satu pembisnis yang berasal dari korea yang cukup terkenal di sana. Perusahaannya bahkan memiliki anak cabang di mana mana termasuk di indonesia. Perusahaan Milik Daren Wang hampir sama besarnya dengan perusahaan Al Azhar.
selain itu..., Daren Wang adalah seorang Ketua Mafia terbesar di dunia. entah apa yang terjadi malam itu sehingga seorang ketua Mafia dunia hampir di kalahkan oleh musuhnya. jika Daren Wang di ketahui keberadaannya oleh musuh, tentu Kenzie dan Marvin juga akan ikut terseret dalam permasalahan itu karena dari awal Zie lah yang telah menyelamatkan Daren Wang. itu sebabnya Zie benar benar menempatkan penjagaan yang cukup ketat di rumahnya tanpa sepengetahuan Marvin dan Daren sendiri karena ia yakin musuh Daren Wang juga bukan orang sembarangan.
siang itu...., zie memiliki acara untuk menghadiri acara Pernikahan salah satu taman sekolahnya dulu yang bernama Sigit. Zie pergi kesana dengan di temani Andre karena Mif sudah Zie tugaskan untuk dirumah bersama Marvin menjaga Daren. setelah pamit Zie dan Andre pergi ke AK cafe terlebih dahulu karena mereka berjanji akan berkumpul disana terlebih dahulu dan akan menghadiri acara pernikahan sigit bersama sama.
Begitu sampai di Cafe ternyata Zio, Ken dan Nico sudah ada di sana terlebih dahulu.
"Sorry ya gue telat......." ucap Zie menyapa mereka semua. saat ini Zie berdandan dengan gaya tomboy nya seperti saat sekolah dulu dengan rambut di cepol keatas tapi hal itu memang cocok untuk Zie.
"santai aja Zie..., kita juga baru sampai." jawab Ken. mereka semua lalu melakukan tos menggunakan kepalan tangan secara bergantian.
"Sendiri aja Zie..... Marvin nggak ikut??", tanya Nico karena beberapa kali bertemu Zie pasti ada Marvin juga disana.
sebenarnya Zio juga ingin bertanya seperti itu karena biasanya Marvin selalu ikut kemanapun Zie pergi.
"gue sama temen, dia nunggu di dalam mobil." jawab Zie datar.
"(ah...ternyata Zie datang bareng Marvin)"batin Zio kesal.
"Berangkat sekarang yuk....., kaburu acaranya di mulai." ajak Ken. semuanya mengangguk dan beranjak dari duduknya masing masing.
mereka berjalan bersama keluar cafe menuju mobil mereka masing masing.
"Loh Zie..... mau kemana??". tanya Dev yang baru saja turun dari motor sportnya. mereka bertemu di tempat parkir Cafe.
"mau ke acara nikahannya temen Kak," jawab Zie..." dari mana lo?? masih jam kerja udah keluyuran!!." tanyanya kepada Dev. padahal Zie sendiri sudah tau bahwa dev pasti habis dari Cafe milik Zie yang lain.
"Lah...gue mah kerjanya santai...., jadi bisa jalan jalan. apalagi nggak ada Bosnya disini." jawab Dev terkekeh.
"Awas lo....kena Omel Bos nya baru tau rasa." ucap Zie ketus.
"Yeee...... Bos gue mah udah jinak...., jadi AMAN.....". jawab Dev makin melebarkan senyumnya.
"udah ah...gue cabut dulu ya kak...., bye.....". pamit Zie lalu masuk kedalam mobilnya.
Andre langsung menanjapkan gas mobilnya menyusul mobil Ken dan Zio yang sudah jalan lebih dulu.
begitu sampai di gedung tempat acara di gelar, Zie mengajak Andre untuk ikut turun dan masuk kedalam.
"Tidak Nona....., saya tunggu disini saja." tolak Andre. ia malu bertemu dengan teman teman Kenzie karena menurut Andre ia tidak selevel dengan mereka semua. ia hanya orang dari golongan level bawah yang bisa masuk ke pesta mewah karena Zie.
"Kau harus terbiasa untuk menghadiri sebuah pesta ndre...., karena mulai sekarang kau akan selalu menemaniku untuk menghadiri pesta pesta seperti ini. kau adalah sekertaris ku jadi kau harus selalu ikut bersama ku". ucap Zie tegas tidak mau di bantah
"Baik Nona.." jawab Andre
ada yang berbeda dari zie menurut pengamatan Andre. ya.... sudah beberapa hari ini sikap Zie sedikit berubah, ia lebih dingin dan datar dari biasanya. bahkan Andre sekarang jarang sekali melihat Zie tersenyum.
Andre turun dari dalam mobil mengikuti Nona bos nya. ia berjalan di belakang Zie mengikuti kemanapun Nona bosnya melangkah. Tapi Zie tidak membiarkan itu semua, Zie langsung menggandeng lengan tangan Andre agar berjalan sejajar dengannya dan menyapa semua teman teman sekolahnya dulu.
setelah sedikit berbincang dengan teman temannya, Zie pun menghampiri sepasang pengantin baru untuk mengucapkan selamat.
"Selamat ya sigit dan istrinya..., semoga selalu langgeng dan cepet dapat momongan." ucap Zie sambil menyalami keduanya secara bergantian di ikuti Andre yang juga menyalami kedua mempelai.
"Aamiin..... makasih do'a nya ya Zie..., gue do'ain semoga lo cepet nyusul nikah kaya gue." jawab Sigit tertawa bahagia.
"gue Amiinin deh walaupun belum ada calonnya." jawab Zie dengan candanya.mereka lalu tertawa bersama ."oiya... gue kesini bawa temen nggak papa kan?? kasihan gue nggak punya pasangan."ucap Zie.
"kasihan banget sih cantik cantik belum punya pasangan..tuh cowok banyak lo tinggal pilih mau yang mana", ucap Sigit setengah mengejek."nggak papa lah Zie...., lo mau bawa siapa aja gue ijinin asal jangan bawa suami orang loh ya. Nanti lo di gebukin sama bini nya. hahahaaa ....." jawab Sigit tertawa.
"s*alan lo......." sahut Zie ikut tertawa dengan candaan temannya itu. "mbak...ko mau sih sama cowok model beginian." ucap Zie menggoda istri sigit.
"mbak...... jangan mau sama cowok sengklek kaya dia. tau nggak mbak, dulu ya dia itu...........
"stop stop!! jangan di terusin Zie please......, ini menyangkut hidup dan mati gue." ucap sigit memelas. tapi zie malah tertawa melihat wajah sigit yang terlihat lucu seperti itu.
"apa hubungannya sama hidup dan mati lo??". tanya Zie sambil menahan tawanya.
"ya ada lah....., kalau istri gue sampe ngambek gara gara candaan lo bisa bisa malam pertama gue tertunda sampe bulan depan. bisa mati gue...." jawab Sigit yang membuat Zie makin tertawa ngakak.
sedangkan istri sigit langsung memberi cubitan di pinggang sigit.
"aw .... sakit sayang." ucap sigit mengusap pinggangnya yang terasa sakit dan panas akibat cubitan dari istrinya.
"makanya jangan bikin malu kalau ngomong." ucap Istri sigit galak sambil tersipu malu.
Zio dan Nico pun datang menghampiri sigit dan istrinya yang sedang bercanda dengan Kenzie dan Andre untuk mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru.
"eh kita foto bareng yuk....." ajak Sigit.
"ayo....."jawab Nico
"Ken mana Nic??". tanya Zie karena tidak melihat keberadaan Kenzo.
"tadi sih bilangnya mau ketoilet." jawab Nico." udah kita foto bareng dulu aja sekarang, Nanti Zio nyusul." ucap Nico lalu mengeluarkan Hp miliknya
Zie merapat disamping sigit.sedangkan Andre di samping istrinya. Zio lalu merapat di samping Zie dan Nico berada di dapan bersiap mengambil gambar dari Hpnya.
klik........ klik....... klik.......
Nico mengambil gambar mereka beberapa kali dengan gaya bebas.
"eh.... apa'an nih...masa foto nggak ngajak ngajak gue sih.!!" protes ken yang baru datang dan bergabung bersama mereka.
"sini sini Ken kita foto lagi...., pake Hp gue." sahut Zio.lalumengeluarkan Hp nya.
Ken menyelip di tengah tengah antara Zie dan Zio lalu merangkul pundak keduanya.
setelah empat tahun lebih, akhirnya mereka bisa berfoto bersama kembali.
setelah selesai foto bersama, mereka berpencar untuk menyapa teman teman sekolah mereka dulu yang juga hadir di acara pernikahan sigit.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.