Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Kejujuran Arion



Pagi pagi sekali Arion sudah bangun dari tidurnya padahal waktu baru menunjukkan pukul setengah lima pagi. ia langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah beberapa menit, Arion keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk berwarna putih yang melilit menutupi bagian pinggang kebawah sehingga deretan roti sobek di perutnya terpampang dengan jelas. Wajah tampannya semakin terlihat segar dengan rambut yang basah acak acakan. bahkan masih tersisa air yang menetes dari ujung rambutnya yang menutupi kening. ah....sungguh pemandangan yang sangat menggoda iman bagi kaum hawa.


Setelah berganti baju dengan baju husus bersepeda dan merapikan rambutnya dengan sisir, Arion menuju ke dapur untuk membuat segelas susu hangat dan roti tawar yang di olesi selai coklat kesukaannya untuk sarapan pagi ini.


hari ini Arion sangat bersemangat menyambut pagi ini di banding hari hari sebelumnya. bahkan senyum tampannya terus mengembang kala mengingat hari ini ia akan menghabiskan waktu bersama Kenzie ala. seorang gadis cantik yang telah berhasil mencuri perhatiannya. bukan mencuri hatinya karena Arion sendiri tidak tau bagaimana perasaannya kepada Zie. yang jelas ia merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama dengan Zie.


setelah selesai dengan kegiatan paginya, Arion keluar dari Apartemennya menuju basement dimana Sepeda balapnya berada. ia naik keatas sepedanya lalu memasang helm sepeda di atas kepalanya. tidak lupa ia juga menggenakan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya menambah aura ketampanan dari seorang Arion yang menguar kemana mana.


"Kenzie.... I'm coming.......!!" seru Arion lalu mulai menggoes sepeda balapnya meluncur ke sebuah taman yang ada di dekat apartemennya.


Hari masih sangat pagi, udara juga masih terasa sejuk segar karena belum banyak kendaraan yang beraktifitas di jalan raya.


jarak Apartemen dan taman tidak begitu jauh sehingga Arion sudah sampai disana hanya dalam beberapa menit saja.


"Gue terlalu bersemangat, jadi datangnya kepagian deh......"ucap Arion bermonolog sendiri. ia melihat jam tangan berwarna hitam yang melingkar di pergelangannya. ternyata masih setengah jam lagi dari waktu yang di janjikan untuk bertemu di taman. "tapi nggak papa, gue akan selalu sabar menunggu kedatangan Kenzie." ucapnya lagi.


Arion menggoes sepedanya lagi mengeilingi taman sekedar untuk pemanasan terlebih dahulu sebelum menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda. jam eman kurang lima menit dari kejauhan terlihat seorang cewek berbaju merah mengayuh sepeda balapnya menuju taman. senyum tampan Arion langsung mengembang sempurna begitu tau bahwa cewek itu adalah Kenzie, orang yang sedari tadi ia tunggu. lihatlah, bahkan sepeda yang mereka kenakkan bermerek dan berwarna sama, hanya tulisannya saja yang membedakannya. tulisan di sepeda Arion berwarna merah, sedangkan tulisan di sepeda Zie berwarna putih.



Zie mengayuh sepeda kearah Arion yang menunggunya di depan sana.. 'Keren' satu kata dari Zie saat melihat penampilan Arion hari ini.


"Hay Arion......., udah lama ya nungguinnya??" sapa Zie setelah menghentikan sepedanya di depan Arion.


"ah...enggak ko Zie, gue juga baru sampai." jawab Arion tersenyum tampan.


"(baru sampai setengah jam yang lalu maksudnya. heeee.....)". dalam hati Arion menertawakan dirinya sendiri.


"ya udah yuk....kita langsung goes aja mumpung masih pagi." ajak Zie yang di jawab dengan Anggukkan kepala oleh Arion.


Keduanya mulai mengayuh sepeda masing masing berjalan sejajar di tepi jalan raya yang masih sepi kendaraan karena masih cukup pagi.


"Mau kemana nih.....??". tanya Arion.


"hm....., kemana ya enaknya??". tanya balik Zie. ia tidak ada tujuan untuk pergi kemana, ia hanya ingin bersepeda keliling keliling menikmati pemandangan pagi di kota itu.


"gimana kalau ke monumen nasional?? ke kota tua?? atau ke puncak??". jawab Arion. senyumnya masih terus mengembang di wajah tampannya. sejauh apapun Zie ingin pergi saat ini, Arion siap untuk mengikutinya kemanapun itu. begitulah pikir Arion.


"Astaga...?? jauh bener....?? lo sanggup goes nyampe sana?? bisa bisa copot nih kaki." sahut Zie tertawa., Arion juga ikut tertawa.


"Ya terus mau kemana dong???". tanya Arion lagi. ia juga belum begitu paham daerah kota J.


"Gimana kalau ketaman mini aja. kan deket dari sini. di sana juga tempatnya enak buat goes goes serasa keliling indonesia kan di sana ada miniatur pulau indonesia nya.."jawab Zie penuh semangat.


"boleh juga tuh....., let's go.......!!".ajak Arion ikut bersemangat.


Taman itu memang terletak lebih dekat dengan keberadaan mereka sekarang. jadi masih bisa di jangkau jika hanya menggunakan sepeda, mereka tidak akan terlalu kelelahan untuk pulang perginya.


Arion dan Zie terus berbicara dan bercanda sepanjang jalan. keduanya sama sama tertawa lepas ketika membahas sesuatu yang lucu. Hari ini untuk pertama kalinya Arion merasa sangat bahagia dan terlepas dari segala beban.


"Kita istirahat dulu yuk....."ajak Zie kepada Arion, mereka telah sampai dan masuk kedalam Area taman mini.


"ya udah..kita duduk disana saja...." ucap Arion menunjuk ke arah tiruan tugu yang menyerupai monumen Nasional tapi lebih mininalis.


di sekeliling tepat itu terdapat tempat duduk di bawah pohon besar dan rindang. waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, berati mereka sudah bersepeda selama satu jam. cukup lama memang karena mereka mengayuh sepedanya dengan santai.


"Capek juga ya....," ucap Arion menyeka keringatnya sendiri.


keduanya memarkirkan spedenya dan duduk di salah satu kursi yang ada di bawah pohon besar untuk beristirahat.


Arion tersenyum senang, tanpa menjawab ia menerima botol itu dan langsung meminumnya.


Zie tertawa melihat Arion yang sepertinya memang kehausan, Air minumnya sampai tumpah membasahi bajunya yang memang sudah basah karena keringat.


hari ini cuaca sangat cerah sehingga hari sudah terasa panas walaupun masih jam tujuh pagi.


"Hehee..... haus banget Zie." ucap Arion tertawa menyerahkan kembali botol minum itu kepada Zie.


"Sama....." ucap Zie tersenyum dan langsung meminum air yang tersisa di dalam botol itu.


""(Oh my god......, gue sama Zie meminum dalam satu botol yang sama. so sweet banget sih .....)". ucap Arion dalam hati.


ia benar benar di buat baper oleh Zie, padahal Zie sendiri bersikap biasa saja. ia sudah terbiasa berbagi minum ataupun makanan dengan Marvin, Zio dan juga Ken.


"Arion...gue boleh tanya sesuatu nggak sih sama lo." ucap Zie sambil menyeka keringatnya sendiri


Arion justru malah salah fokus melihat gerakan Zie yang menyeka keringatnya itu. ia menelan ludahnya sendiri melihat butiran keringat yang menetes secara berlahan mengalir menyusuri leher jenjang Zie.


"(So ****....,!! astaga otak gue mikirin apa sih!!)". dalam hati Arion.


ia segera mengalihkan pandangan kearah lain sebelum Zie menyadarinya bahwa ia telah berpikiran yang tidak tidak tentangnya.


"mau tanya apa Zie??".jawab Arion gugup.


"Lo itu sebenarnya siapa?? gue yakin lo itu orang kaya. iya kan?? jujur aja deh sama gue, lo nggak bisa bohongin gue".tanya Zie setengah memaksa.


Arion tersenyum mendengar pertanyaan Zie, ternyata Zie begitu detail dalam memperhatikan dirinya sehingga ia bisa menyadari penyamarannya. mungkin sudah saatnya Arion jujur kepada Zie, toh hanya Zie yang tau ini. ia yakin Zie bisa di percaya.


"iya..., gue jujur sama lo. gue itu sebenarnya pengusaha yang berasal dari korea. beberapa bulan yang lalu gue kabur dari rumah dan datang kesini untuk menikmati kebebasan yang gue inginkan. gue bosen di atur atur sama kakak gue makannya gue milih kabur aja." jawab Arion jujur.


"jadi lo juga punya kakak....??". tanya Zie dan Arion mengangguk.


"iya kakak gue juga Cowok...., kakak gue itu galak banget, jutek, angkuh, cuek, irit bicara dan suka ngatur ngatur.pokoknya ngeselin banget deh..." ucap Arion menjabarkan sifat kakaknya yang menurutnya sangat menyebalkan.


Zie tertawa melihat Arion yang sepertinya sangat kesal dengan sifat yang dimiliki kakaknya itu. ia jadi teringat saat pertama kali ketemu dengan Arion. sifatnya sama persisi dengan sifat kakaknya yang Arion sebutkan tadi.


"Lo sadar nggak sihh..., semua sifat kakak lo itu ada di diri lo juga. lo inget nggak pertama kali kita ketemu. lo itu Angkuh baget, gue udah berbaik hati mau nolongin lo eh...lo nya ketus banget gitu. nyebelin tau nggak??". jawab Zie terkekeh sedangkan Arion tertawa terbahak mengingat kejadian waktu itu.


benar..., Arion sadari sifatnya memang sebelas dua belas dengan kakaknya. Hanya saja saat ini sifat itu menghilang entah kemana dan itu semua terjadi jika Arion sedang berada bersama Zie saja. tanpa di sadari ternyata Zie telah membawa perubahan besar di diri Arion walaupun kebersamaan mereka terjadi belum lama ini.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.


.