Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Preman pensiun



Ke esokan harinya, tepat jam 7 pagi Zie sudah sampai di warung yang semalam. ia tersenyum melihat Bang Jek dan yang lainnya sudah berada di sana terlebih dahulu. pakaian mereka juga terlihat lebih tapi di banding semalam. Zie sudah menduga kalau mereka semua menjadi preman karena faktor ekonomi. jika saja kondisi keuangan mereka sedikit membaik, mereka pasti tidak akan menjadi sampah masyarakyat yang meresahkan warga sekitar.


"Selamat pagi semua...." sapa Zie setelah membuka helm nya. Zie memarkirkan Motor sport yang ia naik tepat di samping mereka yang sedang duduk menunggu kedatangan Zie.


Tidak ada jawaban sedikitpun dari sapaan Zie, Bang Jek dan yang lainnya terdiam memandang gadis cantik yang turun dari atas motor.


"Kereeennn........" ucap salah satu anak buah bang jek tanpa sadar.


"kaya liat bidadari turun dari kayangan....." ucap yang satunya lagi.


Zie tersenyum lucu melihat tampang bodoh yang di tunjukan oleh preman yang katanya sangat di takuti di daerah itu.


"Woy....., ko bengong?? kesambet ya??" ucap Zie lagi yang sudah berdiri di hadapi mereka semua.


"Eh...ini bener Nona Kenzie yang semalam??". tanya Bang Jek setelah sadar dari kebengongannya. Zie tersenyum lalu mengangguk. "Ko beda ya?". tanya Bang Jek lagi.


"Beda apanya??. gue masih orang yang sama dengan yang semalam." jawab zie.


"oh...mungkin karena kita ketemu pagi pagi kali ya, jadi berasa beda aja sama yang semalam." jawab Bang Jek.


"iya...kelihatan lebih bening." sahut anak buah bang jek.


"Siapa nama lo.....??". tanya menunjuk anak buah bang jek yang tadi berbicara.


preman itu langsung menelan ludahnya sendiri melihat tatapan tajam dari Kenzie. mereka tentu belum lupa bagaimana gadis cantik di depannya ini membuat mereka babak belur berjamaah. bahkan lebam hasil karya Kenzie di wajah mereka masih terlihat dengan jelas.


" Na nama Sa saya ..wa wawan Nona." jawab orang itu terbata.


"Kamu, kamu, kamu..... namanya siapa??". tunjuk Zie kepada preman yang lainnya.


"saya Baim nona...." jawab preman yang terlihat masi muda.


"saya Rafi..." jawab yang satunya.


"Saya Riki..." jawab yang satunya lagi.


"ok....jadi nama kalian Joko, Wawan, Baim, Rafi dan Riki". uca Zie mengulang nama nama mereka.


"Non... panggil saya bang Jek aja " protes bang joko.


"Ok ok...... bang Jek., saya akan memberi kalian semua pekerjaan. kira kira kalian mau tidak??" tanya Zie.


"Jelas mau Non."


"Mau banget Non."


"saya mau Non."


jawab Mereka hampir bersamaan. mereka sangat senang mendengar akan mendapat pekerjaan. setidaknya mereka akan mendapatkan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


"Tapi dengan satu syarat, kalian harus bekerja dengan baik dan juga jujur. apa kalian bisa??". tanya Zie.


" Bisa banget Non, kami semua bisa dipercaya dan kami janji akan bekerja dengan baik." ucap Bang Jek mewakili semuanya.


"Tapi pekerjaannya apa Non??" tanya Wawan yang usianya di atas Zie sepertinya usia wawan sama dengan usia Dev.


"Nanti kalian juga akan tau, yang jelas kerjaannya halal ko." jawab Zie. dan semuanya mengangguk. "sekarang kasih tau saya di mana tempat tinggal kalian." perintah Zie.


dengan berkunjung ketempat ini, Zie jadi tau bahwa hanya Bang Wawan yang masih memiliki seorang ibu itupun sudah cukup tua dan sakit sakitan. sedangkan Bang Jek, Bang Baim, Rafi dan Riki sudah tidak memiliki orang tua. dulu Rafi sekolah hingga tamat SMP sedangkan Riki putus di tengah jalan karena orang tuanya meninggal dan tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Bang Jek, Bang Baim jan juga Bang wawan hanya tamatan Sekolah dasar. Zie sangat miris melihat keadaan disana, ternyata masih banyak orang orang yang hidupnya jauh dari kata layak. Zie semakin yakin untuk memberikan mereka pekerjaan dan menciptakan lapangan pekerjaan utuk yang lainnya juga.


"Bang Jek.... besok datang ke alamat ini dengan yang lainnya juga ya." ucap Zie memberikan sebuah alamat kepada Jek.


"AK cafe??". tanya Jek


"iya.... itu cafe milik saya. kebetulan saya kekurangan orang di bagian keamanan. apa kalian mau bekerja disana??". tanya Zie.


"Wah.... mau banget Non..., kita mah kerja apa saja mau. tapi Non, dengan penampilan kita yang seperti ini apa tidak membuat pelanggan di sana takut??". tanya Bang Jek khawatir.


"Bang Jek tenang saja. gue udah siapain baju untuk kalian semua. kalian hanya tinggal menata rambut kalian agar terlihat rapi. oiya Bang..., itu tato bisa di hilangin nggak sih??". tanya Zie.


"Bisa Non, ini bukan tato permanen kok.". jawab Bang jek.


" ya udah...kalau gitu tato bang jek dan yang lainnya segera di hilangkan ya?? nggak papa kan??" tanya Zie.


"Siap Neng...., nggak papa. kita semua siap jadi preman pensiun.heheee" jawab Bang jek dengan candaannya.


tak lama Mif datang kelokasi itu membawa semua pesanan Zie tanpa terkecuali.


"Nona... ini pesanannya." ucap mif menyerahkan paperbag besar dan juga banyak. tak hanya pakaian, zie jugabelikan beberapa bahan makanan untuk mereka semua. mif bahkan bolak balik sampai empat kali menurunkan semua barang pesanan Zie.


"Bang ini nanti tolong di bantuin buat yang lain juga. besok jangan lupa datang ke alamat tadi." ucap Zie.


"Baik Nona...., Terimakasih."ucap Jek


"kalau begitu gue pergi dulu." pamit Zie. jek membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie.


"Nona....apa tidak berbahaya jika nona bergaul dengan mereka??". ucap Mif sembari berjalan bersama Zie.


" tenang saja mita, gue yakin mereka itu orang baik."Jawab Zie.


"Baik Nona...,saya harap Nona tetap harus selalu hati hati."_ pesan Mif dan Zie pungengangguk mengerti. Zie tau bahwa Mif sedang menghawatirkannya.


Zie menaiki Motor sport nya dan pergi dari sana di ikuti Mif di belakangnya dengan menggunakan mobil.


kali ini tujuan Zie adalah AK cafe. ia harus memberi tahu Dev tentang orang orang pilihan Zie yang akan datang dan bekerja disana sebagai petugas keamanan terutama di bagian parkir.


sedangkan mif akan kembali keperusahaan menggantikan Zie menghandle semua pekerjaannya.


.


.


.


bersambung....


.


.


.