
Begitu sampai di hotel, Sepasang pengantin baru itu langsung di giring masuk ke sebuah kamar yang memang sudah di siapkan untuk mereka ganti baju dan make up. disana sudah ada para MUA yang siap merias Cerry dan juga Marvin.
sedangkan rombongan yang lain juga mendapat satu kamar masing masing untuk beristirahat karena resepsi baru akan di mulai beberapa jam lagi.
Ball room hotel megah itu sudah di dekorasi sedemikian rupa hingga menambah kesan cantik dan juga elegan. disana juga ada beberapa wartawan yang memang mendapat undangan secara exlusif untuk meliput berita terbaru dari sang pebisnis terkemuka Tuan Prabu Al Azhar. keamanan disana juga super duper ketat untuk mencegah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan saat acara di berlangsung.
sebelumnya Tuan Prabu, Marvin dan juga Zie sudah sepakat untuk mengumumkan setatus Marvin sebagai anak Tuan Prabu tapi tidak dengan Zie. Tua Prabu masih menyembunyikan identitas Zie sampai tiba waktunya nanti karena Tuan Prabu khawatir dengan keselamatan Zie.
"Mbak Dewi, Maz Ibnu...., Apa kabar??." sapa Tuan Prabu begitu bertemu dengan kakak dan kakak iparnya yang baru saja berjalan keluar dari dalam lift.
mereka saling berjabat tangan dan saling memeluk secara bergantian. Tuan Prabu memang mengabari Kakaknya untuk datang di acara pernikahannya Marvin beberapa hari sebelum hari H., tuan Prabu bahkan mengirim jet pribadinya untuk menjemput kakak satu satunya ini. Dewi dan Ibnu baru sampai di kota itu semalam tetapi mereka tidak hadir dalam acara akad nikahnya Marvin dengan alasan masih capek.
"Kami baik......, kamu sendiri apa kabar??" tanya Dewi.
"saya juga baik mbak, oh iya.....Mana Axel dan lexa??" tanya Tuan Prabu.
"Maaf Prabu Axel dan lexa tidak bisa datang karena masih sibuk dengan kuliahnya." jawab Mbak Dewi memberi alasan.
Padahal Dewi sendiri sebenarnya malas untuk datang menghadiri pernikahan Marvin si anak pungut kalau bukan merasa tidak enak dengan adiknya itu. entah mengapa Dewi sangat tidak suka dengan Marvin sejak dia pertama kali di bawa ke Mansion. bukan tanpa alasan Dewi membenci Marvin karena dia pasti akan mewarisi semua kekayaan Prabu. Al Azhar memang nama Marga keluarganya tapi perusahaan raksasa itu di dirikan dan dirilis oleh Prabu sendiri sehingga Dewi tidak memiliki hak atas harta kekayaan itu. tapi Kenapa harus mengangkat seorang anak kalau ada Lexa dan Axel yang merupakan keponakan Prabu sendiri. begitu pikir Dewi.
Zie datang menghampiri Papinya yang dlsedang bersama tante dan juga om nya.
Zie sudah berganti baju dengan menggunakan dress selutut tanpa lengan berwarna putih dengan model belakang lebih panjang dengan pita mutiara yang menghiasi rambut hitamnya. terlihat sangat cantik.
"Halo tante.... om.., Apa kabar??" sapa Zie begitu sudah berada di dekat mereka.
"Kamu.....?? kamu bukannya temannya Marvin yang dulu pernah ke Mansion saya kan??". ucap mbak Dewi yang mengenali wajah Zie.
"Iya tante...., lebih tepatnya Mansion punya Papi." jawab Zie meralat kata kata Dewi sambil tersenyum cantik.
"Papi.....?? apa maksudmu??". tanya Dewi heran karena Zie memanggil Prabu dengan sebutan Papi
"Ya..... kenalin Tante saya Kenzie Al Azhar. anak kandung Papi Prabu dan Mami Ayu" ucap Zie mengenalkan diri kepada tante dan juga om nya.
"Apa.....?? anak kandung?? Prabu...,dia anak kandung Kamu sama Ayu?? bagaimana bisa??" tanya Dewi syok. sebenarnya Ibnu juga sama kagetnya dengan Dewi tapi dengan expresi datangnya ia dengan mudah menyembunyikan rasa kagetnya itu.
"Panjang ceritanya mbak...., tapi yang jelas dia memang putri kandungku. dilihat dari wajahnya saja sudah bisa di tebak kalau dia anakku. Zie sangat mirip dengan Ayu waktu muda." ucap Papi Zie.
"Ya Tuhan... bagaimana bisa anak yang telah hilang belasan tahun bisa kembali di temukan."gumam Dewi dalam hati.
ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapannya saat ini.
"Ya... gadis ini memang sangat mirip dengan Ayu saat masih muda. ternyata tebakanku waktu dulu anak ini datang kemansion benar kalau dia anaknya Ayu dan Prabu. lalu dimana Ayu??" gumam Ibnu dalam hati. ia masih bertanya tanya dimana keberadaan Ayu.
Dewi tiba tiba memeluk Zie dengan erat. ia bahkan meneteskan air matanya setelah tahu bahwa Zie adalah anak kandung Prabu yang berarti keponakannya.
"Tante seneng, Akhirnya Kenzie keponakan tante sudah di temukan." ucap Dewi setelah melepas pelukkannya. "Prabu.... kenapa dulu kamu nggak ngasih tau sama mbak kalau dia anakmu saat kamu membawanya kemansion." Oke Dewi kepada Adiknya.
"Ya waktu itu memang belum saatnya mbak tau siapa Zie sebenarnya. saya sengaja merahasiakan semuanya karena saya nggak mau Zie menjadi sasaran musuh bisnis saya nantinya" jawab Tian Prabu yang megang benar adanya..
Tante dewi, dan Papi Zie terus berbincang ringan membicarakan apa saja selayaknya saudara yang telah lama tidak bertemu. tapi Zie merasa sedikit Aneh dengan Om ibnu yang tidak lain adalah suami Tante Dewi. Om ibnu sedari tadi hanya diam saja dan sama sekali tidak mengeluarkan suara
"Dimana Mamimu....??". Akhirnya Ibnu mengeluarkan suaranya dengan bertanya kepada Zie dimana Maminya tapi dengan suara sedikit berbisik seperti tidak ingin di dengar oleh orang lain. sangat Aneh.
sedari tadi ia diam saja menunggu kalau kalau Ayu ternyata juga selamat dalam insiden waktu dulu sama seperti Zie dan tiba tiba muncul di tengah tengah mereka.
Setelah mendengar jawaban Zie, Om Ibnu kembali terdiam dengan wajah datarnya. entah apa yang ada di pikirannya om Ibnu, Zie pun tidak tau. sangat sulit bagi Zie untuk menebak isi pikiran seseorang dengan wajah datar seperti itu.
Acara resepsi pernikahan Marvin dan Cerri pun akan segera di mulai beberapa menit lagi. terlihat para tamu undangan sudah banyak berdatangan mulai dari kalangan pembisnis, pejabat negara, Artis dan orang orang peting lainnya.
semua tamu di sambut dengan ramah oleh Rizky, Sisi, Andre, Mif dan juga Asisten Zaki. sedangkan Zie mulai duduk santai memisahkan diri dari para tamu undangan dan juga Papinya karena bisa menjadi sorotan banyak orang jika ia bersama Tuan Prabu. ia lebih memilih duduk bersama Teman temannya yang tidak lain adalah Ken, Tanti, Zio, Nico, Dev, Gerry dan juga teman geng motornya. mereka semua duduk bersama melingkari satu meja bundar yang cukup besar. untuk kali ini mereka berdamai dari masalah perselisihan untuk menghormati acara pesta pernikahan Marvin.
Acara yang sudah di tunggu tunggu pun di mulai, terlihat sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri tadi pagi itu tengah berjalan secara berlahan memasuki Ballroom menuju kursi pelaminannya. Cerry terlihat sangat cantik bak putri kerajaan dengan gaun pengantin berwarna putih menjuntai di lantai dengan bahu terbuka. Marvin pun tak kalah tampan dan terlihat sangat gagah dengan tuxido berwarna hitam yang ia kenakan saat ini. keduanya berjalan bersama dengan tangan Cerry yang melingkar sempurna di lengan Marvin dan senyum bahagia yang terus mengembang di sudut bibir keduanya. benar benar pasangan yang sangat serasi.
"Ternyata Bos kita tajirnya nggak kaleng kaleng ya??, liat nih acara resepsinya aja di gelar di sebuah hotel mewah dan megah seperti ini. gilaa... ini sih acara pernikahan termegah yangvpernah gue hadiri." ucap salah satu anak geng motor sambil geleng geleng kepala mengagumi kemewahan yang ada di depan matanya saat ini.
"Ya iya lah paling megah, lo kan biasanya kondangan di kampung sebelah." sahut temannya lagi yang membuat semuanya tertawa.
mereka bercanda sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia.
"eh.... gaes...., tapi kayanya nanti kalau gue nikah, acara resepsiannya bakal lebih megah deh dari ini." ucap Gerry....dengan percaya diri.
"Weh...berati lo lebih tajir dong dari Marvin. ternyata Gerry juga anak sultan ternyata." ucap Teman temannya yang lain.
"nggak juga........ tapi itu akan terjadi kalau gue nikahnya sama adeknya Marvin.., ya nggak Zie.....?" ucap Gerry sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Zie dengan senyum tampannya.
"uhuk...uhuk........." Zio yang sedang makan pun langsung tersedak mendengarnya. sedangkan Ken hanya tersenyum samar melihatnya. Ken sangat tahu bahwa Zio masih memiliki rasa kepada sahabatnya yang semakin hari semakin cantik.
"Nggak minat sih gue....." ucap Zie padat singkat dan jelas dengan wajah cueknya membuat semua orang yang ada di meja itu menertawakan kePD'an Gerry.
"Mamp*s nggak tuh....!! di tolak mentah mentah nggak pake di goreng dulu." ucap teman Gerry tertawa terbahak.
"kena mental langsung pasti." teman teman Gerry semakin gencar menggoda Gerry.
Kini tibalah di acara puncak resepsi pernikahan Marvin, pembawa Acara memanggil Mana Tuan Prabu untuk Naik keatas panggung.
"Gila Coy....., jadi itu Tuan Prabu?? pembisnis handal yang terkemuka itu..??, Astaga Mimpi apa gue bisa melihat Tuan Prabu secara Live. bahkan gue tadi sempet salaman langsung sama beliau." pekik teman teman Gerry heboh.
siapa yang tidak heboh dengan kehadiran Tuan Prabu di sebuah pesta. ini adalah kejadian yang sangat langka. bukan hanya teman teman Gerry yang cukup kaget dengan kehadiran Tuan Prabu di tengah tengah acara resepsi, hampir semua orang kaget dibuatnya pasalnya Tuan Prabu paling tidak suka jika dirinya diliput oleh banyak media.
.
.
.
.
bersambung....
.
.
.
.