
Cerry memang sampai di indo pagi hari. ketika ia pulang, suasanya di rumahnya sangat sepi karena Levin sudah pasti kerja sedangkan kakaknya sedang pergi arisan menurut jawaban dari pelayan yang ia tanyai tentang keberadaan kakaknya.
Cerry masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sebentar. rencananya nanti ia akan pergi ke perusahaan sang pujaan hati sekalian mengajaknya makan siang bersama. selama dua jam cery tertidur di dalam kamarnya, begitu bangun ia langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. jam sudah menunjukkan pukul 11 siang jadi Cerry memutuskan untuk segera pergi ke perusahaan Pahlevi Group menemui sang kekasih setelah selesai memakai dress cantik dan menyelesaikan dandanannya.
Cerry melajukan mobilnya menuju perusahaan Zio, baru saja ia memasuki pelataran gedung ia sudah melihat Zio bersama Nico memasuki mobilnya dan pergi di ikuti satu mobil lain di belakangnya yang cerry ketahui itu adalah mobil milik Ken. ,cerry akhirnya memutuskan untuk mengikuti kemana perginya dua mobil itu. setelah beberapa menit, mereka membelokkan mobil ke AK Cafe.
"hm..... ternyata mereka mau makan siang disini." gumam Cerry yang masih berada di dalam mobilnya sendiri.
karena hampir jam makan siang, Area parkir cafe itu cukup penuh sehingga Cerry mencari tempat yang longgar dan memarkirkan mobilnya agak jauh dari mobil milik Zio maupun Ken. ia membenahi make up nya terlebih dahulu sebelum turun dari dalam mobilnya.
setelah dirasa sudah pas, ia turun dan berjalan menuju pintu utama cafe.
...,_____,_____,_____,...
"Lo baru datang juga Zie??". sapa Zio yang kebetulan bertemu dengan Zie di depan Pintu utama Cafe.
"iya......, lo sendirian??".tanya Zie balik.
"gue sama Nico sama Ken juga. tuh mereka." jawab Zio menunjuk ke arah Ken dan Nico yang sedang berjalan kearah mereka.
Zie menoleh kearah yang Zio tunjuk dimana ada Ken dan Nico yang sedang berjalan.
"Hay Zie......." sapa Ken dan juga Nico hampir bersamaan.
"Yuk masuk......" ajak Zio. dan ketiganya mengangguk.
Zie berjalan sambil menunduk karena ia sedang berusaha memasuki Hp kedalam tasnya. tanpa di sengaja, bahu Zie tertabrak seseorang yang baru keluar dari dalam cafe dan membuat Zie terhuyung ke samping. Zio yang berada di sampingnya dengan sigap menangkap tubuh Zie agar tidak terjatuh. Zie yang kaget dengan reflek menarik kerah jas yang Zio kenakan. Pandangan mata keduanya pun saling bertemu dan terkunci untuk beberapa detik.
"Woy mas kalau jalan hati hati dong. nggak usah pake nabrak segala!!" tagur Ken kepada orang yang menabrak Zie.
"Wow..... gue kaya lagi liat film india secara live." celetuk Nico yang malah fokus kepada Zio dan Zie.
Zie langsung menegakkan kembali tubuhnya ketempat semula dengan di bantu Zio.
"Sorry Zie...., gue reflek tadi." ucap Zio kikuk. jantungnya berdebar dabar berada sedekat itu dengan Zie dan bisa mencium dengan jelas wangi tubuh Zie.
"nggak papa yo..., makasih udah nolongin gue." ucap Zie tersenyum canggung.
" maaf mas....., mbak maaf ya, saya nggak sengaja tadi. soalnya buru buru." ucap Mas mas yang nabrak Zie tadi.
"iya..... nggak papa ko." jawab Zie.
" Lain kali hati hati...., untung temen saya nggak jatuh tadi." ucap Ken lagi.
" iya mas...., sekali lagi maaf ya..?? saya benar benar tidak sengaja." ucap orang itu menunduk sedikit takut kepada Ken. karena Ken terlihat garang saat berbicara serius tanpa ada senyum sedikitpun di wajahnya. orang itu menghela nafas lega ketika melihat Ken mengangguk dan pergi masuk kedalam cafe bersama yang lainnya.
Kejadian Zio yang memeluk Zie ternyata di lihat oleh Cerry dari jauh. meskipun Zie dan Zio bersahabat sejak dulu tetap saja Cerry merasa cemburu melihat mereka berpelukan seperti itu. Cerry segera menyusul Zio masuk kedalam Cafe dengan langkah cepat.
"Zio......., " panggil Cerry begitu masuk kedalam Cafe.
Ken, Zie, Zio dan Nico menoleh kebelakang melihat siapa yang memanggil Zio. Zio menatap sinis kearah Cerry sedangkan yang lain hanya diam saja melihat keberadaan Cerry.
Cerita mendekat kearah Zio dan memeluknya dengan erat.
"Sayang...... miss u so much........". ucap Cerry.
tapi Zio hanya diam tanpa membalas pelukan dari Cerry. cerry lalu menjauhkan tubuhnya dari Zio sambil tersenyum cantik.
"sudah puas???". tanya Zio datar
"maksudnya??" tanya Cerry.
"Sudah puas lo ngecewaian gue serta keluarga gue.....??? sudah puas lo permainan perasaan gue....?? pergi sana, kejar impian lo dan jangan kembali ke hadapan gue lagi." ucap Zio sarkas.
"Zio....., ko kamu ngomongnya gitu?? aku kan pergi cuma sebentar, dan sekarang aku kembali untuk melanjutkan rencana pernikahan kita yang tertunda. " jawab Cerry.
"Lupakan.......,,!!! pernikahan itu nggak akan pernah terjadi. gue terlanjur kecewa sama lo. lo itu terlalu egois. di saat semua persiapan pernikahan sudah hampir selesai, dan hari pernikahan juga sudah di depan mata. lo pergi gitu aja tanpa mikirin gimana perasaan gue?? gimana perasaan keluarga gue.hah?? ucap Zio emosi.
"Zio gue sayang sama lo. gue cinta sama lo. tolong jangan batalin pernikahan kita. " jawab Cerry memohon.
"Zio....., tolong lo selesaikan dulu masalah kalian . jangan disini, kalian nggak mau kan masalah kalian jadi konsumsi publik??". ucap Zie menyarankan keduanya agar pergi ketempat yang lebih privat.
"Nggak perlu Zie...., semuanya sudah selesai setelah dia pergi ninggalin gue. gue udah batalin pernikahan itu dan gue juga usah memutuskan pertunangan kita.!! di antara kita sekarang sudah tidak ada ikatan apa apa lagi jadi terserah lo mau ngejar impian lo kemana saja. gue udah nggak peduli." ucap Zio menegaskan.
"Zio please jangan seperti ini. aku nggak mau pernikahan kita batal. aku sayang sama kamu Zio. please jangan tinggalin aku.". ucap Cerry sambil menangis.
ia tidak menayangka keputusan yang ia ambil sebulan yang lalu berdampak besar pada hubungannya dengan Zio.
ia pikir Zio bisa memgerti dan memahami keinginannya. tapi ternyata ia salah besar.
"lo pikir gue mau dengerin kata kata lo. sedangkan lo sendiri nggak mau dengan apa yang udah gue bilang sama lo waktu itu. lo sudah sangat mengecewakan cerry. bukan cuma gue yang kecewa..., tapi keluarga gue juga. lo nggak mikir gimana perasaan orang tua gue saat semua persiapan pernikahan udah hampir selesai dan tiba tiba lo pergi dengan alasan ingin mengejar impian lo. dimana pikiran lo hah??" bentak Zio kesal... " sejak lo pergi ninggalin gue dan lebih memilih impian lo itu gue sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan kita dan mengakhiri pertunangan kita. jadi mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa apa lagi!!." ucap Zio menegaskan sekali lagi bahwa hubungan di antara mereka sudah berakhir.
tidak ada rasa sayang dan kasihan yang Zio miliki untuk cerry lagi. semua rasa yang ia miliki sudah terganti dengan rasa marah dan kecewa yang mendalam kepada Cerry.
"Enggak Yo.... aku nggak mau. kenapa kamu tega sama aku?? apa kamu nggak sayang lagi sama aku?? please yo...... jangan tinggalin aku. aku sayang banget sama kamu yo" Cerry memohon sambil menangis.
"Ch....., tega??, lebih tega mana lo sama gue?? kalau lo sayang sama gue lo nggak mungkin lebih milih impian lo dari pada gue. lo itu egois.!! gue kecewa sama lo." ucap Zio penuh penekanan.
tangisan Cerry semakin pecah..., ia baru sadar telah berbuat kesalahan yang sangat besar sehingga membuat Zio sangat membencinya. ia menyesal telah mengambil keputusan yang salah sebulan yang lalu. pertengkaran Zio dan Cerry benar benar menyita perhatian semua pengunjung restoran. bahkan Marvin juga menyaksikan semua itu. ia berdiri terdiam di depan pintu Cafe saat itu. sebenarnya tadi Marvin datang bersama Zie ke cafe, ia harus menerima telepon yang cukup penting sehingga ia menyuruh Zie untuk masuk kedalam Cafe lebuh dulu.
"(apa ini?? jadi pernikahan Cerry dan Zio batal,?? ah..... karena kesibukanku mengurus perusahaan baru gue sampai lupa kalau seharusnya mereka kan menikah beberapa minggu yang lalu?? apa yang sebenarnya terjadi?? sepertinya Zie tahu sesuatu, gue akan menanyakan hal ini sama dia nanti)" gumam Marvin dalam hati.
..
..
..
..
..
..
.. Bersambung.....
..
..
..
..
..