The God in the Modern World

The God in the Modern World
Dark Witch



“Apa yang ingin kau jelaskan tentang mata-mata itu Rena? Katakan secara terus terang. Kita pulang paling akhir, ya walaupun ada beberapa orang yang mengadakan ekskul. Di lapangan.” Theon bersandar di dinding dengan menempelkan salah satu telapak kakinya di tembok kelas. Kali ini dia ingin bertatap muka dengan cukup serius.


Rena melemparkan dua buah foto di meja yang ada di hadapan Theon. Yang mana menggambarkan Theon dan Rena yang berada dalam mode penyamaran berharap tidak ada orang yang mengetahuinya. “Itu dari paman Anda.” Kata Rena dengan cukup singkat.


Theon membuka matanya dan terkejut. Bagaimana mungkin paman Theon memiliki foto tersebut? tak percaya, dia berdiri tegak dan mengambil foto itu. Dia tidak salah lihat bahwa foto itu memang dirinya dan Rena. Sehingga, dengan penuh pertanyaan, “Pamanku? Darimana pamanku mendapatkannya? Dan mengapa dia memberikan foto ini kepadamu?”


Rena menarik napas sebelum berbicara, dia sudah menyangka bahwa ekspresi Theon sangat mudah ditebak. “Paman Anda seorang mata-mata. Dia sudah tahu sudah lama bahwa aku adalah seorang penyihir menurut dia. Hanya saja, dia meminta bantuanku untuk mencari Dark Witch, atau aku yang ada di foto itu.”


Theon kebingungan, dia benar-benar tak percaya bahwa pamannya adalah seorang mata-mata. Padahal selama ini apa yang Theon kira bahwa pamannya adalah pekerja kantoran biasa yang membiayai hidupnya setiap bulan. Jadi, siapa yang menyangka bahwa pamannya adalah seorang mata-mata.


Bahkan Theon mencoba untuk menyuruh Rena agar mengulangi perkataannya. Dan yang benar saja, bahwa telinganya tidak bermasalah dan dirinya bisa mendengar dengan sangat jelas bahwa foto itu adalah pemberian dari paman Theon yang merupakan seorang mata-mata. Baiklah, Theon mencoba untuk menerimanya, tapi apa yang membuatnya lucu, paman Theon memerintahkan Rena untuk mencari sosok Dark Witch yang sebenarnya adalah dirinya.


“Apakah pamanku mengetahui bahwa aku adalah seorang elementalist pula?” Theon mengerutkan dahinya. Dia juga mencoba untuk tetap tenang ketika tahu bahwa pamannya adalah seorang mata-mata pemburu penyihir.


Rena menggelengkan kepala sembari berkata, “Tidak, dia bahkan berkata akan membunuhku dan merusak mental Anda ketika aku tidak menjalankan tugas ini. Lebih tepatnya dia sedang memanfaatkanku dan memberikanku kesempatan agar kau tidak merasa sedih atas dibunuhnya aku.”


“Persetan. Dia mana peduli ketika aku terbaring di rumah sakit.”


“Kembali pada tadi, sebenarnya tidak hanya paman Anda yang sedang memburu Dark Witch atau aku. Tapi badan agensi pusat yang berada dalam divisi pemburu penyihir, kita sudah menjadi buronan nasional.” Rena mencoba untuk menjelaskan.


Theon menyentuh dagunya dan tersenyum kecut, dia agak kesal saat yang utama untuk diburu adalah Rena. Apalagi Rena sudah memiliki nama khusus yaitu Dark Witch hanya karena Rena kala itu menggunakan jubah kegelapan yang juga menutup wajahnya. Sehingga para aparat langsung memberinya nama Dark Witch atau penyihir kegelapan. Sungguh, Theon benar-benar jadi iri.


“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Rena, dia menunggu sebuah keputusan dari Theon. Apalagi paman Theon sudah memberikannya sebuah ancaman yang iya iyakan secara langsung tanpa dia pikir apa konsekuensinya.


Masih menyentuh dagunya, Theon memiliki ide yang cukup menarik. Tapi sebelum itu, Theon mengeluarkan senjata plasma dari cincin ruangnya tepat di hadapan Rena sendiri. Tidak, dia tidak ingin melawan para mata-mata sekarang juga menggunakan sebuah plasma, lagi pula mereka pengguna senjata andal.


Theon menyerahkan senjata plasma itu kepada Rena, sedangkan dirinya, dirinya menutup pintu kelas dan melompat tepat di depan papan tulis.


Rena pun kebingungan, apa maksud Theon yang memberikan senjata plasma kepada dirinya? Kebingungan, dia pun bertanya kepada Theon.


Dengan cepat pula, Rena mengangkat plasma tanpa dia bertanya lebih lanjut. Membidik kristal es itu menggunakan unsur plasma setelah dia menekan sesuatu seperti sebuah pelatuk pada senapan. Sehingga, unsur plasma yang berbentuk seperti elemental petir terlepas dan melesat pada kristal es.


Theon mengerutkan dahinya, dan apa yang dia lihat ternyata kristal es mampu menembus senjata plasma tanpa es itu menghilang. Sehingga bisa disimpulkan bahwa elemental es benar-benar tidak netral apabila bertemu dengan plasma.


Tentunya Rena yang melihat hal itu, dia tidak manja seperti berteriak atau memejamkan matanya. Dia menahan elemental es milik Theon menggunakan elemental kegelapan miliknya, sehingga elemental es milik Theon hancur dan berubah menjadi serpihan es yang lebih kecil. Wajar saja, Theon tidak terlalu mengeluarkan es terlalu kuat, mungkin jika itu kuat, kristal es itu sudah menancap di kepala Rena meskipun dia membuat pertahanan sekalipun.


“Kita akan memberikan sebuah peringatan kepada mata-mata di Agrabinta. Sekaligus menguak kebohongan dari petinggi negara kepada penduduk bahwa penyihir dan kekuatan supranatural itu ada.” Kata Theon kepada Rena, kemudian dia mengeluarkan beberapa item dari cincin ruangnya. Beberapa item yang lebih cocok sebagai mode penyamaran seperti jubah, topeng atau yang lainnya.


“Ide bagus. Memberikan sebuah peringatan kepada mereka agar tidak mengusik kita.”


Theon dan Rena, sudah memutuskan untuk melakukan langkah awal untuk menantang petinggi dunia. Menguak sebuah kebohongan yang ditutupi oleh petinggi dunia dan negara hanya karena agar manusia tidak mempercayai hal demikian.


.....


Suasana langit Agrabinta benar-benar cerah seperti biasanya, hanya saja suara bising dari kendaraan membuat dunia ini seolah benar-benar sangat berisik. Semua orang bekerja pada tempatnya, pegawai kantoran, polisi, dokter, mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Bahkan tanpa orang-orang sadari, ada beberapa orang yang berlalu lalang di seluruh penjuru kota yang mana sebenarnya mereka adalah mata-mata dari divisi pemburu penyihir.


Banyak yang tidak tahu tentang divisi itu, karena bersifat paling rahasia untuk memburu seorang penyihir. Berbeda dengan divisi lain yang mana kemungkinan mereka melakukan mata-mata ke luar negeri untuk sabotase, tapi divisi ini berada di dalam negeri untuk berburu penyihir.


Hanya saja, entah kenapa hari ini jumlahnya lebih banyak. Mungkin karena Dark Witch yang sudah menghancurkan tiga tempat dalam kurun waktu satu bulan yang membuat para petinggi dunia tidak akan tinggal diam. Menurut mereka, para penyihir seperti itu dapat menguasai dunia, dan itu yang mereka takutkan.


Awan siang menjelang sore, tiba-tiba kondisi berubah menjadi gelap. Awan berubah menjadi menghitam pertanda akan adanya sebuah badai yang cukup besar. Padahal sudah tak lama turun hujan. Meskipun pada bulan-bulan itu, musim pancaroba memang terjadi.


Sebuah petir menyambar di pusat kota, membuat orang-orang yang sebelumnya berada di luar langsung masuk ke dalam gedung untuk berteduh. Sedangkan pengguna montor, mereka menghentikan motor mereka dan memakai sebuah mantel karena diperkirakan akan turun hujan.


“Lord Unknown dan Dark Witch, menuruti apa yang kalian minta.”