
Semua Undead yang masih bertahan, mereka semuanya mundur. Undead normal, maupun abnormal, mematuhi perintah mutlak yang tidak bisa diganggu gugat, yaitu mundur sesuai dengan arahan dalang dibalik semua ini.
Tentu saja hak tersebut membuat Theon tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Semua empat penjaga arah mata anginnya, mereka semua menyerang para undead dengan cukup brutal. Bahkan kekuatan keempat hewan tersebut mampu memporak-porandakan bumi Ziosam hingga rata dengan tanah. Meski sebenarnya itu percuma, karena sekuat apapun mereka diserang biasa, mereka akan memiliki regenerasi yang cukup tinggi.
Apalagi para elementalist yang tidak memiliki tenaga untuk mengejar, maupun menyegel. Membuat Theon merasa bahwa mereka sama sekali tidak begitu berguna dalam sebuah pasukan. Ditambah bahwa matahari terbenam yang mungkin membuat sebagian besar duduk dan ingin beristirahat
Tidak heran, mungkin ada beberapa elementalist yang mengejar dan memilih menyegel para undead yang masih terbaring dan dalam proses penyegelan. Mereka tampaknya benar-benar cukup bersemangat yang membuat Theon sendiri mengangkat ujung bibirnya dan tersenyum.
Sehingga, mereka menatap Lesha dan Rena, ketiganya saling menatap dan menganggukkan satu sama lain untuk segera menyusul mereka. Lagipula, jarak dengan istana petinggi dunia kemungkinan hanyalah beberapa kilometer saja. Dan pastinya, apabila mereka tidak mengejarnya, maka petinggi dunia akan mempersiapkan pasukan yang lebih berat lagi.
“Tidak, jangan kejar mereka! kalian akan mati.” Sahut Strega yang didengar semua orang. “Apa kau ingat perkataanmu Lord Unknown? Bahwa ketika kau mencegah Lesha untuk bertarung sendirian, kau mengatakan bahwa itu benar-benar sangat berbahaya. Jadi, aku sarankan untuk menunggu para pasukan untuk beristirahat satu malam. Lagipula, tampaknya petinggi dunia tidak akan melakukan penyerangan pada malam hari. Dibuktikan bahwa mereka akan menyerang pada matahari terbit.”
“Bagaimana jika membunuh pasukan undead saja? Aku mengerti, bahwa pastinya di istana ada pasukan penyihir yang belum menampakkan batang hidung mereka. Setidaknya apabila kita mengurangi pasukan musuh atau undead, itu akan memudahkan kita.” Rena memberikan sebuah saran.
Strega berpikir sejenak, dia memandang Lord Unknown untuk mengambil sebuah keputusan.
Hanya saja, Theon masih menatap ke depan. Melihat bahwa empat peliharaannya menghancurkan tubuh para undead dengan cukup brutal dengan para elementalist yang menyegelnya. Meski hanya sebagian, dan para pemimpin mereka yaitu Gajah Mada, Alexander Agung dan Julius Caesar sudah meninggalkan pertarungan atau tidak terlihat.
“Benar, aku harus berpikiran jernih. Kita akan beristirahat.” Kata Theon sambil menarik empat beastnya kembali ke dalam tubuhnya.
“Kalian serius?”
Mereka semua melihat ke belakang, memperhatikan seorang undead yang berdiri membelakangi mereka. Sosok yang bertubuh kekar dengan pakaian dari dinasti tiongkok kuno. Orang itu kemudian berbalik badan, melepaskan sebuah aura yang benar-benar cukup asing kepada Theon dan yang lainnya.
Theon yang melihat itu, dia bersiap untuk menyerang sosok yang asing menurut matanya. Bahkan dia menatap ke arah teman-temannya, bahwa mereka sama sekali tidak mengenal. Hanya saja, mereka mengerti bahwa undead ini merupakan kebangkitan mayat dari negara Tirai Bambu.
“Petinggi dunia akan membangkitkan salah satu seseorang paling kuat malam ini jika kalian tidak menghajarnya sekarang. Paling kuat, bahkan mungkin kalian belum tentu bisa membunuhnya untuk saat ini. Kemudian, bulan purnama nanti, keadaan dimana bulan merah akan muncul, petinggi dunia akan melakukan tujuan utamanya.” Kata orang itu sambil melepaskan aura yang benar-benar mencengkam. Kemudian, dia mengulurkan tangannya, untuk menahan mereka agar sama sekali tidak bergerak.
“Jangan bodoh! Malam nanti bulan masih dalam fase sabit.” Kata Lesha mematahkan.
Lesha menggertakkan giginya dan menatap Theon seolah ingin menyalahkan apa yang dikatakan oleh Theon. Hanya saja, undead itu mengerti bahwa sosok avatar dewi rembulan akan marah, sehingga dengan senang hati dia menyahut. “Bukan berarti ketika kalian tidak membawa pasukan elementalist, maka petinggi dunia tidak akan melakukan kebangkitan paksa iblis. Ketika saat itu kalian dengan bodohnya melawan petinggi dunia, maka petinggi dunia akan melakukannya saat itu juga, dan membunuh semua elementalist dengan hujan meteornya.”
“Petinggi dunia masih memberikan sebuah kesempatan kalian untuk bertarung, entah apa maksudnya. Akan tetapi, percayalah padaku kalian harus mengejarnya dan menyerangnya pada malam ini. Meskipun petinggi dunia tidak akan melakukan penyerangan pada malam hari, akan tetapi dia juga akan melawan apabila ….”
Rolland yang berwajah sinis, dia tidak memperdulikan apa yang undead itu katakan. Dia langsung merapal sebuah formula penyegelan secara diam-diam semenjak tadi. Yang kemudian, dia arahkan ke arah undead secara langsung.
Undead yang melihat itu, dia langsung mengayunkan tangannya, mengeluarkan sebuah aura naga yang keluar dari tangannya yang membuat formula itu seketika pecah sehingga dia tidak mampu untuk disegel begitu saja.
Akan tetapi, Rolland yang juga bergerak, dia seketika berada di samping undead sambil mengeluarkan sebuah angin spiral yang berputar dari tangannya. Seolah hendak menyerang undead itu.
Siapa yang berpikir, bahwa undead memiliki langkah yang begitu cepat. Dia berbalik badan sambil menggapai lengan Rolland, yang kemudian dia putar yang membuat Rolland sebenarnya benar-benar sangat kesakitan. Kemudian, undead tanpa terkendali, dia menarik pedang dari selongsongnya dan hendak mengayunkan pedangnya ke arah Rolland.
Theon tidak membiarkan hal itu terjadi, dia bergerak secepat cahaya sambil menahan pedang undead tersebut.
Hanya saja, undead itu dengan lihainya bergerak menendang Theon sembari menebaskan pedangnya ke arah Theon dari jarak yang cukup jauh. “Tebasan sang penakluk!”
Theon yang melihat hal itu, dia mengangkat pedangnya untuk menahan sebuah energi bulan sabit yang terlihat cukup asing. Bahkan dia juga mengeluarkan pelapis cahaya untuk menahan energi yang dipikirannya benar-benar sangat kuat.
Dan yang benar saja, ketika Theon mengeluarkan pelapis cahaya sekalipun, dia masih terdorong beberapa meter ke belakang. Dia menggertakkan giginya sambil memutar pedangnya untuk segera mengalahkan undead itu menggunakan api putih atau mungkin elemental cahaya.
“Jangan bergerak dengan ceroboh!” Teriak undead itu, dengan cukup keras sambil fokus meletakkan ujung pedangnya pada leher Rolland. “Aku katakan! Sihir modern yang tercipta seribu tahun yang lalu, mungkin bisa mengungguli sihir kuno. Akan tetapi, sangat mustahil untuk melawan kekuatan spiritual dari seorang kultivator.”
“Namaku Qin Shi Huang, aku sedikit berbeda dengan undead lainnya yang mana aku memiliki energi Qi Spiritual, atau penyihir modern menyebutnya Orka atau Chakra, penyihir kuno menyebutnya Mana, tapi sebenarnya itu benar-benar berbeda. Dengan energi spiritual, aku mampu keluar dari pengendalian undead dan membantu kalian.”
“Kaisar dari dinasti Qin rupanya, tidak heran wajah Anda tidak asing. Tapi rasanya cukup tidak masuk akal apabila Anda hanya mengandalkan Qi Spiritual menurut omong kosong Anda.” Lesha menjawab.