
Aura menggertakkan giginya, sambil turun dan melesat tepat ke arah Theon. Hanya saja, Theon langsung menghancurkan ombak es itu hingga menjadi sebuah kristal es yang berkeping-keping. Kemudian, dia ayunkan tepat pada Kadita yang melesat kepadanya.
Tidak berhenti, Rena juga mengayunkan tangannya, sehingga muncul sebuah pusaran air yang kemudian menyerang Kadita. Dia sama sekali tidak menggunakan unsur kegelapan, karena berita Dark Witch sudah tersebar yang membuat dirinya tidak ingin identitasnya terkuak. Sehingga, terpaksa dia menggunakan elemental milik Rena sebelumnya.
Kadita mengeluarkan perisai air untuk menahan semua kristal es milik Theon. Tentang kemampuan pengendalian es, dan juga pengendalian elemental, entah kenapa dia tiba-tiba menjadi teringat seseorang, hanya saja itu sudah terlalu lama.
“Rena, tak perlu ikut campur. Mundurlah, untuk memastikan bahwa teman-teman kita semuanya aman.” Kata Theon sambil mennggenggam tangannya erat-erat, sehingga sebuah elemental petir keluar di antara genggamannya yang kemudian dia lemparkan pada Kadita.
Ombak es telah hancur sepenuhnya, tapi Kadita langsung mengeluarkan sebuah paus biru yang merupakan unsur air dari permukaan air laut. Paus biru itu keluar dengan menerjang Theon dengan cukup cepat. Sedangkan elemental petirnya, Kadita menggunakan sebuah cermin air yang mana dapat memantulkan sebuah serangan. Mungkin tidak hanya serangannya saja, melainkan bayangan Theon juga keluar yang mana ini menjadi sebuah bawahan Kadita itu sendiri.
Sehingga, bayangan Theon, petir bayangan dan paus biru keluar secara bersamaan untuk menyerang Theon secara langsung.
Lagi-lagi Theon mengulurkan tangannya, sehingga semua itu berhenti secara tiba-tiba seolah tunduk kepada Theon. Kemudian, dia melakukan hal yang sama, mengeluarkan sebuah cermin air yang mana mampu memantulkan tubuh Aura yang dirasuki Kadita, sehingga kini bayangannya keluar dan langsung menyerang Kadita asli.
Kadita menggertakkan giginya, dia mengeluarkan sebuah tongkat yang dia ambil dari sebuah portal air, mengulurkan tongkatnya ke depan sehingga membuat sebuah portal tepat di hadapan bayangannya sendiri. Sehingga, sebuah aliran air yang begitu deras seolah tumpah dan menghantam bayangannya sendiri.
Theon bisa melihat ancaman di depannya. Tapi dia tidak begitu panik, portal air yang terhubung dari tengah laut muncul di hadapannya. Sehingga, apa yang dilakukan oleh Theon adalah menghentikannya secara langsung. Dirinya tidak ingin basa-basi dengan melakukan sebuah pertarungan yang panjang, apa yang dia lakukan adalah menggunakan kemampuan penguasa dan cukup untuk mengalahkan Kadita.
Sehingga, hal tersebut tentu saja membuat Kadita cukup kesal. Namun, siapa yang menyangka dia bergerak ketika Theon terfokus dengan portal air yang mengeluarkan sebuah aliran deras. Kadita sudah tepat berada di depannya, sembari mengeluarkan sebuah pusaran air dari dari jarak yang cukup dekat.
Hanya saja, Theon langsung bergerak secepat petir untuk bergerak ke arah belakang Kadita, dan menggapai Kadita sendiri untuk membantingnya tepat di atas pasir pantai. Tapi, Aura yang dirasuki Kadita, dia yang merasakan hal itu menyentuhkan pasir tanah, sehingga membuat sebuah portal muncul tepat di bawah pijakan Theon dan Kadita itu sendiri. Sehingga, bisa dibilang, bahwa Theon kini masuk ke dalam portal yang terhubung menuju tengah laut.
Semua teman Theon berteriak histeris, terutama Lesha. Berbeda dengan Rena yang tampak begitu tenang karena dia tahu bahwa Theon tidak selemah itu. Kemampuan yang dia keluarkan belum sampai setengah. Jikalaupun setengah, Aura yang dirasuki Kadita sudah mati, tapi Theon menahannya agar Aura tidak ikut mati.
“Itulah jika kalian melakukan tindakan bodoh, kita sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Selain ketua kelas yang dirasuki dan tidak bersalah menjadi korban, maka Theon juga akan menjadi korbannya. Meskipun dia seorang penyihir, dia sok berani. Kami tidak bisa melakukan apa-apa.” Kata ROlland yang tidak bisa berbuat apa-apa, sadar bahwa yang dia hadapi adalah seorang ratu laut selatan. Semenjak tadi, dia juga cukup panik saat kedatangan sebuah ratu laut selatan setelah berabad-abad.
Rena yang mendapatkan perlakuan seperti itu, dia memukul tangan Rolland dengan menggunakan sebuah sikutnya. Mengeluarkan sebuah bola air dari tangannya dan mendorong tepat pada perut Rolland. Sehingga, membuat Rolland terdorong ke belakang.
Tak terima, Rolland menggertakkan giginya sambil mengeluarkan sebuah hembusan angin yang dipusatkan pada Rena saja, sehingga dampaknya tidak terlalu mengenai teman sekelasnya yang benar-benar sangat panik. Mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa karena pantai ini benar-benar sangat sepi, penjaga pantaipun juga tidak ada.
“Jauhkan tangan kotormu itu dari tubuhku!” Rena yang merasakan sebuah ancaman, dia mengayunkan tangannya sehingga sebuah semburan air keluar dari tangan Rena dan menyerang Rolland. Tidak berhenti begitu saja, Rena juga menyentuhkan tangannya di atas permukaan pasir, sehingga sebuah aliran bawah tanah keluar dari tempat berpijak Rolland.
Hanya saja, Rolland saat ini juga mengeluarkan hembusan angin untuk membelokkan aliran air milik Rena. Sayangnya, Rolland terlempar ke atas karena aliran bawah pasir keluar cukup deras. Kemudian, Rena mengayunkannya ke bawah sehingga aliran bawah pasir itu berhenti, yang membuat Rolland terjatuh di atas sebuah permukaan pasir.
Apa yang dilihat Rolland dari langit, beberapa panah air muncul dan bersiap untuk menghujani wajahnya. Rolland hanya memejamkan matanya, sebelum beberapa detik terkena sebuah panah air yang jatuh ke bawah.
“Bodoh!” Teriak Rena dengan cukup keras, tapi dia tidak membiarkan panah yang dia ciptakan untuk membunuh Rolland secara langsung. Melainkan, panah tersebut hanya jatuh melingkar Rolland.
“Rena sudah hentikan! Ini bukan saatnya bertengkar. Kita harus mencari seseorang agar Theon bisa kembali!” Teriak Lesha dengan sangat panik. Dia tidak terkejut apabila Rena dan Rolland bertarung menggunakan sebuah elementalnya. Tapi, apa yang dia takutkan adalah Theon.
“Percuma. Tapi Theon tidak selemah itu. Sebaiknya kalian duduk dan menikmati momen terakhir tanpa memanggil bala bantuan. Apa kalian tidak melihat bahwa Theon sanggup membekukan lautan? Kekuatan itu hampir mirip dengan Lord Unknown miliki.” Kata Rena dengan cukup tegas.
Teman-teman Theon tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Teman sekelas mereka, Theon Rena dan juga Rolland, siapa yang berpikir bahwa ternyata mereka adalah seorang penyihir? Tapi apa yang mereka lebih kejutkan adalah tentang Theon.
......
Beberapa menit yang lalu, Theon berada di tengah-tengah air dengan ikan-ikan yang berenang. Apa yang dia lihat hanyalah sebuah air dan terumbu karang dari dasar laut. Selain itu, Aura yang dirasuki Kadita juga muncul di hadapannya membuat Theon bersiaga.
Aura tertawa dengan cukup keras, memegang sebuah tongkat dan melayang di dalam laut. “Jika itu daratan, maka kau bisa menyerangku. Tapi, bagaimana jika kau menyerang dari dalam wilayah kekuasaanku. Kau akan kehabisan napas dan mati, kau tidak akan bisa hidup apabila bertarung dari dalam air.”