The God in the Modern World

The God in the Modern World
Misteri avatar dewi Rembulan



Seorang pria paruh baya keluar dari kamarnya, wajahnya yang dipenuhi dengan keriput menandakan bahwa dia memang benar-benar cukup tua. Dengan sebuah tongkat yang menjadi ciri khas para orang tua pada umumnya.


Wanita tua itu sedikit senang ketika kedua cucunya menghampiri ruangannya, meski sebenarnya dia sedikit mengangkat alisnya ketika mengetahui ada sepasang tamu yang datang di ruangannya. Sehingga, dengan cukup senang hati, nenek Helen mempersilahkan Theon dan juga Rena untuk duduk di sebuah kursi dalam tempat tersebut.


Dengan senang hati, Theon dan Rena duduk demi menghormati nenek Agis itu sendiri. Kemudian, dalam ruangan khusus milik Helen yang juga memiliki ruang tamu pribadi, Helen juga ikut duduk untuk sekedar berbincang kepada mereka semua.


“Nenek, seharusnya kau bisa menebak wajahnya? Dia penyihir yang berasal dari New Santara.”Kata Agis memulai sebuah pembicaraan.


Helen sedikit senang ketika menyadari bahwa Theon dan juga Rena merupakan penyihir yang berasal dari New Santara. Terlihat dengan sangat jelas, bahwa mereka memiliki kulit sawo matang dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan warga Ellada. Sangat mudah ditebak bahwa Theon dan juga Rena merupakan orang timur.


“Theon, Rena, ini adalah nenekku, Helen.” Agis memperkenalkan. “Nenek, ini adalah Theon dan kekasihnya Rena. Dia adalah wisatawan yang berasal dari New Santara, tapi dia memiliki sebuah masalah dengan sihirnya. Kebetulan kami menemukannya di temple of apollo.”


“New Santara, tempat para roh berkumpul. Seperti Kadita, Atis, Kemamang dan yang lainnya. Seharusnya kalian tahu hal itu bukan?” Tanya nek Helen memulai pembicaraannya kepada Theon.


Theon mengangguk dengan ramah, lalu dia menjawab, “Benar, Kadita penunggu pantai selatan, Kemamang yang merupakan roh hantu api, serta Atis yang merupakan roh penyihir es. Dan, aku dengar dari Agis itu sendiri, titisan dewi rembulan lahir di negara kami? Sebenarnya, kami belum mengerti itu semua.” Jawab Theon sambil bertanya balik.


“Setiap avatar dewi rembulan mengalami kematian sama seperti manusia biasa, maka dalam beberapa tahun lagi akan lahir avatar yang baru. Itulah yang dilakukan dewi rembulan. Hanya saja, dewi rembulan ini adalah dewi umum, bukan lagi masuk ke dalam sebuah mitologi manapun. Tapi dewi di seluruh dunia ini.” Helen mencoba untuk menceritakan.


“Mungkin, sudah ada sekitar 15 generasi avatar dewi rembulan, semenjak seribu tahun yang lalu, yang mana generasi pertama membuka sebuah menara di negara ini. Sayangnya, menara itu hanya dapat dimunculkan dan dibuka oleh avatar dewi rembulan, sehingga kita tidak tahu dimana letak pasti menara yang mana menghubungkan tempat penitisnya atau alam Nirwana.” Sambungnya.


Tentang alam nirwana, Theon tahu itu. Atau dalam istilahnya sebenarnya alam tersebut bernama alam dewa. Sedangkan Nirwana, merupakan sebuah istana yang menjadi tempat tinggal dewa teratas, termasuk dewa rembulan itu sendiri. Yang pasti, istana Nirwana, menjadi tempat singgasana ayah Theon.


“Jika avatar dewi rembulan generasi pertama membuka menara itu dengan tujuan agar dirinya ingin menemui penitisnya. Lantas, apa tujuan avatar dewi rembulan generasi selanjutnya di dunia ini? dari cerita Anda, avatar dewi rembulan generasi selanjutnya tidak melakukan apa-apa seperti memunculkan menara itu kembali.” Tanya Rena yang demikian terlintas di pikirannya.


Helen menghela napas sebelum bercerita, dia tidak menyangka bahwa dua orang tamu bisa diajak bercerita dengan sangat baik. “Jadi seperti ini, avatar dewi rembulan akan menjadi penjaga di alam ini karena perintah tertingginya, yaitu dewi Luna sampai sekarang. Dan, jika dipikir-pikir, dewi rembulan sama persisnya seperti Dark Witch, aku berpikiran seperti itu.”


Kemudian, dia juga hampir tertawa saat mendengar bahwa avatar dewi rembulan menurut perkiraannya adalah Dark Witch. Padahal, dewi rembulan, dan Elzabeth merupakan orang yang berbeda. Rena adalah transmigrasi dari seorang dewi yaitu Elzabeth. Jadi tidak mungkin apabila Rena Shon memiliki dua jiwa dewa yang berbeda.


“Bagaimana Anda bisa berpikiran bahwa avatar dewi rembulan adalah Dark Witch?” Rena bertanya. Karena, dia merasa bahwa dirinya adalah Elzabeth, sosok yang mengenal baik dewi rembulan dan tahu siapa itu dewi rembulan di istana nirwana.


“Sihir kegelapan, Dark Witch memiliki sihir yang sama dengan dewi rembulan.” Timpa Helen dengan wajah yang cukup meyakinkan.


“Dan, siapa Lord Unknown jika Dark Witch adalah avatar dewi rembulan? Bukankah Dark Witch sendiri mengatakan bahwa Lord Unknown adalah tuannya?” Tanya Rena balik, bertujuan agar Helen sendiri benar-benar kebingungan.


Dan yang benar saja, Helen terdiam. Jika Dark Witch menurutnya adalah avatar dewi rembulan, lantas siapa Lord Unknown yang menjadi atasan Dark Witch? Tapi, sebenarnya dia meyakinkan diri bahwa Dark Witch sendiri adalah avatar dewi rembulan.


“Begini saja, sebenarnya ini benar-benar berbahaya. Dalam ramalanku, generasi ke lima belas avatar dewi rembulan, dia memiliki paras wajah yang cantik bagaikan rembulan, memiliki rambut pirang dengan mata biru. Dia menyadari bahwa dirinya adalah avatar dewi rembulan ketika dia berumur tepat delapan belas tahun. Dan sebelum delapan belas tahun dan sadar, dia memiliki sifat sama seperti seorang laki-laki.”


“Jika kalian mempu menguak Dark Witch, bahwa dibalik topengnya, dia memiliki ciri-ciri yang sama. Dapat disimpulkan bahwa, dia memang avatar dewi rembulan.” Helen mencoba menjelaskan.


Theon menghela napas, dia memandang Rena bahwa itu semua merupakan ciri yang sangat jauh dibandingkan avatar dewi rembulan itu sendiri. Rambut pirang, nyatanya Rena memiliki rmabut hitam legam dengan mata yang biasa saja. Akan tetapi, ketika Rena menatapnya dengan malas pula, seketika Theon terpikirkan sesuatu tentang ciri itu semua.


Melihat Theon yang menyadari sesuatu, Rena mencoba menelaah tentang ciri itu. Memiliki rambut pirang dengan mata biru, memiliki sifat laki-laki sebelum delapan belas tahun. Sehingga, lebih tepatnya, Rena mengetahui dengan jelas siapa kemungkinan avatar dewi rembulan sebenarnya. Hanya sebuah spekulasi, lagipula tidak hanya satu orang yang memiliki ciri tersebut.


“Apa kau memikirkan, apa yang ku pikirkan siapa avatar dewi rembulan generasi ke lima belas? besok merupakan ulang tahunnya yang ke 18, sehingga tepat tanggal 30 April, dia pasti menyadari bahwa dirinya adalah avatar dewi rembulan. Hanya kemungkinan, lagipula sikap kelakiannya menghilang ketika aku muncul bukan?” Bisik Theon kepada Rena.


“Bertepatan pula pada hari wisuda kita.”


 “Kalian berbicara tentang apa?” Tanya Agis mengerutkan dahinya, memperhatikan bahwa Theon dan juga Rena tengah berbicara sendiri seolah tidak menghiraukan apa yang neneknya bahas.