
“Kita sudah berjalan mungkin satu jam Lord Unknown. Kau tahu? Satu jam di sini berarti sudah berlangsung sekitar lima belas hari di bumi, kita sudah masuk bulan maret karena bulan februari hanya berumur 28 hari.” Kata Strega yang mencoba memberitahu.
Theon menghela napas, cahaya mulai terlihat remang-remang yang menandakan bahwa matahari mungkin sudah naik sepenggalah. Kini dia juga berada di tengah hutan pegunungan Floryan yang memiliki aura kegelapan yang benar-benar sangat pekat.
Di kala seperti itu, Theon merasa ada sesuatu yang aneh, dia melemparkan unsur cahaya yang ada di tangannya dan langsung dia lemparkan ke arah sampingnya.
Seekor harimau bertaring panjang seketika langsung mati begitu saja, elemental beast kegelapan tersebut tampaknya bukan apa-apa bagi Theon, apalagi tingkatnya yang benar-benar sangat rendah, sehingga dalam sekali serangan harimau bertaring panjang itu langsung hancur.
“Kau menyerang seekor harimau yang sama sekali tidak menyerangmu sama sekali?” Tanya Lesha penasaran. Dia pikir Theon meskipun seorang dewa dengan peringkat tinggi tidak sembarangan untuk membunuh elemental beast.
Theon terdiam dan masih menoleh ke arah samping, wajahnya penuh kecurigaan sambil mengeluarkan sebuah unsur cahaya lagi. Perlahan, dia juga memposisikan badannya sama seperti arah wajahnya. Dengan sedikit berhati-hati, dia berkata, “Tidak, aku tidak berniat membunuh harimau itu.”
Seketika Theon langsung menghilang dari pandangan teman-teman yang lainnya, bersamaan dengan itu, sebuah serangan unsur kegelapan mengarah ke arah tempat Theon berdiri.
Lesha, Elzabeth langsung melompat ke belakang secara tiba-tiba. Dia mengerti tampaknya akan ada sebuah serangan yang tidak mereka inginkan. Meskipun, Strega sendiri masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
“Apa itu?” Tanya Elzabeth sambil memasang sebuah persiapan, apalagi Theon menghilang yang membuat dia harus menyipitkan matanya karena harus menangkap cahaya remang-remang secara lebih.
Tak disangka, dia terkejut saat seorang wanita yang sangat cantik muncul di depannya, hendak mengayunkan tangannya yang perlahan memunculkan sebuah kuku yang cukup panjang.
Elzabeth tidak sempat untuk menghindar, pergerakan wanita itu benar-benar cukup cepat yang membuat Elzabeth tidak sempat menyadarinya.
Namun, wanita cantik itu terlempar ke samping, dan langsung memposisikan diri untuk berdiri, mengayunkan tangannya sehingga muncul sebuah elemen kegelapan berbentuk cakar mengarah ke arah serangan yang membuatnya terlempar.
Theon yang baru saja melepaskan sebuah tendangannya, dia mengulurkan tangannya ke depan, menahan kekuatan kegelapan yang baru saja dilepaskan oleh wanita separuh iblis tersebut.
Alhasil, ketika dua unsur itu bertemu, membuat keduanya terlempar ke belakang, tidak terkecuali yang lainnya karena terkena sebuah gelombang kejut dari dua kekuatan itu. Bahkan hal tersebut sanggup menerbangkan pohon-pohon di sekitar, sehingga membuat cahaya matahari bisa menembus dan Theon bisa melihat dengan jelas.
Theon berdiri dengan tegak, wajahnya benar-benar sinis saat menatap wanita tersebut. “Kaisar iblis tingkat kedua? Tch, ternyata masih ada sisa iblis yang belum di bunuh. Tampaknya kau akan menjadi sebuah lawan yang cukup sulit.” Theon sungguh berdecak kesal. Mungkinkan wanita di hadapannya penyebab pembatuan di seluruh alam dewa?
Wanita itu sedikit tersenyum, “Bisa-bisanya ada dewa yang masuk ke dalam gunung floryan. Tapi aku tidak terkejut tentang keberanianmu karena memiliki peringkat Kaisar dewa tingkat pertama, satu tingkat di bawahku yang menjadikan kita tidak sebanding. Aku penasaran, tentang sosok dibalik penutup wajahmu itu.”
“Lesha, Elzabeth, Strega, ini bukan lawan kalian, sebaiknya kalian mundur. Meski dia satu tingkat di atasku, tapi aku bisa mengimbangi, bahkan mengalahkannya.” Theon menarik napas dan menghelanya, menarik sebuah Fire Sword dari cincin ruangnya dan menatap wanita itu dengan cukup sinis.
“Dibandingkan dengan Azazel, maka wanita ini jauh lebih kuat, apalagi statusnya adalah iblis. Setidaknya Azazel yang keluar dari ruang hampa mungkin memiliki peringkat dewa murni. Maka, aku akan menggunakan kemampuan penuhku, karena notabene dia berada satu tingkat di atasku.” Theon mencoba memperhitungkan. Ini sudah berada di alam dewa, bukan bumi lagi yang membuat dia tidak bercanda dengan keseriusan.
“Tidak tolong, aku belum mengatakan apapun konsekuensi waktu kepadamu. Apabila konsekuensi sudah berjalan, hanya dirimu saja yang ku punya.” Theon membantah.
Elzabeth sama sekali tidak mengerti tentang konsekuensi apa yang dimaksud. Tapi tampaknya Theon cukup serius yang membuat dia tersentuh, sehingga dia melompat mundur dan beranjak pergi.
Meridith atau wanita itu bergerak dengan cepat ke arah Theon, bahkan dia tanpa muncul dan langsung mengayunkan tangannya ke arah Theon dengan benar-benar sangat cepat.
Theon bisa menyadari pergerakannya, sehingga dia mundur ke belakang sambil menebaskan pedangnya ke arah depan. Akan tetapi, itu tampaknya sia-sia, karena dia harus bergerak dengan sangat cepat karena wanita itu langsung menyerangnya dari belakang dengan cakarnya yang cukup tajam.
“Pengikat bayangan!”
Theon melompat ke belakang karena sebuah kegelapan muncul dari bayangan Meridith dan bergerak ke arah bayangan milik Theon. Dia tahu, bahwa hal tersebut akan membuatnya sama sekali tidak bisa bergerak.
Hanya saja, itu merupakan sebuah pengalihan, Meridith sudah tidak ada di depannya yang membuat Theon sendiri membuka matanya cukup lebar. Tampaknya dia merasa bahwa wanita iblis itu benar-benar bergerak secepat bayangan.
Meski Theon bisa mengikuti pergerakannya, akan tetapi apabila pandangannya tidak fokus, maka dia bisa saja kehilangan sebuah jejak.
Jika memang begitu, maka Theon juga harus bergerak secepat cahaya ke depan. Sehingga, benda bermassa sepertinya apabila bergerak dengan sangat cepat, membuat hembusan angin yang mungkin mampu membuat pohon hampir roboh.
“Itu dia!” Theon mengangkat pedangnya. Sangat beruntung dengan sangat cepat, dia mampu menahan kuku tajam Meridith yang tiba-tiba muncul di depannya dan akan menyerang Theon.
Pedang Theon mengeluarkan api berwarna hitam pekat, tapi kuku Meridith seolah bisa menahannya yang menjadikan kukunya mungkin benar-benar cukup keras.
Meridith mundur ke belakang, mendorong kepala tangannya, sehingga mengeluarkan sebuah tinju yang tercipta dari undur kegelapan.
Theon bergerak ke depan, menebaskan pedangnya hingga tercipta sebuah tebasan api hitam yang mengikuti kemana perginya pedang Theon. Sehingga, menghasilkan sebuah jejak yang cukup indah apabila dilihat menggunakan sebuah mata telanjang.
Terus bergerak ke depan sambil menebaskan pedangnya secara terus menerus, tetapi dengan santainya, Meridth melompat mundur secara terus menerus. Sesekali, Meridith juga menyentuhkan tangannya ke permukaan tanah, sehingga muncul sebuah tangan kegelapan yang membesar dan akan memukul Theon dengan cukup keras.
“Meski kau memiliki peringkat kaisar iblis tingkat dua, tapi nyatanya kau akan tetap kalah apabila berhadapan dengan kemampuan sang penguasa.” Theon bertatap sinis. Dia mengangkat tangannya dan menghentikan tangan kegelapan itu dengan cukup mudah. Selain itu, dia juga tidak meninggalkan pandangannya kepada Meridith.