The God in the Modern World

The God in the Modern World
Berita kurang buruk



Di rasa sudah dalam posisi yang sangat jauh, Harry duduk bersandar di bawah sebuah dinding pojok kota yang mana tidak ada seorangpun yang tahu. Dia, mengeluarkan smartphone nya untuk menelepon Jean berharap bahwa kondisinya baik-baik saja. Tapi, siapa yang menyangka bahwa dirinya dikirimi sebuah gambar yang sangat mengerikan, sebuah gambar yang seharusnya tidak dia lihat.


Bagaimana tidak, Harry melihat bahwa kepala Jean terpisah dari tubuhnya dengan badan yang terbelah menjadi dua bagian. Tatapannya kosong dipenuhi dengan suara hati yang sangat pedih. Tak percaya, Harry menelepon nomor itu dan memastikan bahwa itu hanyalah sebuah editan belaka.


“Tidak tidak tidaak!”


Namun, beberapa kali Harry mencobanya, nomor tersebut seolah tidak dapat dihubungi dan sudah tak dipakai lagi. Yang mana itu membuat kepanikan kepada dirinya sendiri, bahkan dia membenturkan kepalanya sendiri sambil mengeluarkan isak tangis berharap bahwa dirinya segera bangun dari mimpi.


Padahal, dia merasa bahwa Jean adalah anak yang dia banggakan dan merupakan seorang kakak yang sangat baik bagi adiknya meskipun sikapnya sedikit kaku kepada orang lain. Kuliah juga tinggal satu semester agar dirinya lulus dan menjadi sosok anak yang sangat dibanggakan. Namun, siapa yang menyangka bahwa nasibnya berakhir seperti ini.


“Benar-benar kejam! Aku tidak terima dengan kematian kedua anakku. Kematian Yosef tidaklah cukup untuk melampiaskan sebuah dendam, aku harus membuat putrinya tersiksa.” Harry menghentikan kepalanya yang terus menerus dibenturkan sehingga mengeluarkan sebuah darah. Kemudian, setelah berkata demikian, dinding yang sedikit pecah karena benturan kepalanya dia pukul sebagai pelampiasan emosi hingga dinding itu hancur.


......


“Roney, tampaknya apa yang kau katakan benar bahwa keluarga Harry ingin mengambil bintang neutron itu tanpa memberikan kepada Zuan, sehingga untuk menyingkirkan pesaingnya.....” Theon seolah-olah berhenti sejenak untuk berkata, memang disengaja agar nada ucapannya menunjukkan sebuah perkataan yang sulit untuk di ucapkan. Bahkan, dia juga menghela napas dulu sebelum melanjutkan ucapannya, “Tuan Skelet membunuh Scott, aku mendengarnya sendiri dari Jean.”


“A-apa?!” Roney menoleh ke belakang dikaa dirinya sedang menyetir kendaraan. Tentu perkataan Theon baru saja membuat Roney benar-benar sangat terkejut. Bagaimana tidak? Tuan Scott atau lebih tepatnya Yosef Scott telah dibunuh? Hal tersebut membuat Roney langsung menghentikan mobilnya untuk mengatur napasnya yang mana beriringan dengan air mata.


Theon berpura-pura menundukkan kepalanya, dia berpura-pura berbela sungkawa dengan kematian tuan Scott. “Mau tak mau kau harus mengatakannya kepada Starllet fakta pedih ini. Kau tidak bisa menyembunyikannya atau yang terjadi, dia akan menerima luka yang sangat pedih ketika dirinya mengetahuinya sendiri suatu saat nanti.”


“Dengan kematian tuan Scott, bukan berarti mafia Gaia kehilangan jati dirinya, justru itu menciptakan sebuah pemimpin dalam generasi baru. Jujur, Starllet, meskipun dia seorang wanita, dia juga cukup ambisius dan memiliki pemikiran yang benar-benar dewasa untuk membawa mafiamu.” Kata Rena yang membuat suasana agar hening, tentu itu agar membuat Roney menciptakan sebuah kepercayaan kepada Theon dan juga Rena. Karena, Rena sendiri mengerti apa yang direncanakan oleh Theon.


Roney menghela napas, dia kemudian mengangkat sebuah handphone nya dan mendapati sebuah kabar dari mafia Gaia yang kini telah berkonflik dengan mafia Skeleton yang menjaga tuan mereka di sudut kota saat mengetahui bahwa tuan mereka tengah bertarung. Apalagi, mafia Gaia yang dalam emosi memuncak karena kehilangan kabar tentang Yoses.


“Salam saudara Roney, maafkan aku, aku gagal menjaga nyonya Scott sehingga dia meninggal, sedangkan tuan Scott, kami kehilangan kabar dan tidak menemukan dia berada di sana. Kami sedang bertarung dengan mafia Skeleton mati-matian di sini. Aku... aku benar-benar tidak bisa memberitahukannya kepada nona Starllet. Aku harap, Anda bisa menjaga nona dari mafia Skeleton yang ada di sana.”


Tangan Roney bergetar saat mendengar bahwa apa yang dikatakan Theon tidak sepenuhnya salah, yaitu tuan Yosef kehilangan kabar, sedangkan istrinya meninggal dibunuh oleh ganasnya pertarungan Harry Skeleton.


“Tuan Yosef?” Roney berkata dengan lirih dengan air matanya yang menetes. Tapi, dia segera melupakannya karena dirinya harus bergegas untuk menuju Starllet, karena siapa tahu ada sisa mafia Skeleton yang masih hidup di kota ini sedang mengincarnya.


Theon menhapus kesedihan palsunya, kemudian, dirinya dan Rena saling menatap dan mengangkat ujung bibirnya tipis karena telah melakukan sebuah kejahatan yang begitu besar. Menghancurkan tiga keluarga terkuat tampaknya cukup mudah menurut Theon, dan salah siapa pada saat itu, dirinya dipermalukan di depan umum.


....


Di depan hotel, Roney langsung bergegas  untuk menuju kamar Starllet. Dia tidak tahu,  bagaimana nasib Starllet saat ini.


Hanya saja, resepsionis langsung menahana Roney karena dia harus melapor kepada Starllet terlebih dahulu. Namun, Roney menjelaskan bahwa dirinya sudah datang pagi tadi dan Starllet mempersilahkan kapan saja tanpa harus melapor.


Percaya, resepsionis itu langsung mempersilahkan Roney. Lagipula Roney sendiri sudah sering keluar masuk dan Starllet sendiri juga mengiyakan. Sehingga, tanpa melapor kepada Starllet sekalipun, dia pasti sudah mengizinkan.


Kembali bergegas, Theon mengikuti Roney yang sudah masuk ke dalam lift. Dan menuju lantai yang paling atas yang mana itu tempat kamar Rena berada.


“Nona!” Roney menotok pintu kamar Starllet dengan cukup keras. Berharap tidak ada sebuah serangan atau perlawanan di dalamnya.


Yaa untung saja, Starllet membukanya, walaupun tatapannya benar-benarsangat tajam dan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Theon hanya diam saja berdiri di samping dinding dengan Rena pula.


“Theon sudah membunuh Jean?” Tanyanya.


“Aku memiliki kabar yang sangat buruk nona, izinkan kami masuk.” Kata Roney bersikeras.


Starllet mengerutkan dahinya, kemudian dia mengangguk dan mempersilahkan Roney masuk. Dengan Theon dan juga Rena yang diizinkan masuk pula.


Roney menyerahkan smartphone miliknya kepada Starllet. Atau lebih tepatnya tentang pesan yang berasal dari anggota mafia Gaia yang bersama dengan Yosef atau ayah Starllet. Dia sebenarnya benar-benar sangat ragu untuk menyerahkannya. Mengingat, tentang ucapan Theon bahwa kenyataan pedih harus diungkapkan sekang juga.


Dengan ragu, Starllet menerimanya. Namun, dia benar-benar terkejut bak di sambar petir ketika membaca pesan tersebut bahwa ibunya meninggal dan ayahnya hilang akibat ulah Harry Skelet. Tentu ekspresinya benar-benar mengejutkan, tetesan air mata sudah terlihat dengan tangannya yang lemas menjatuhkan smartphone milik Roney.


Bahkan kakinya juga lumpuh, dia berusaha menutup mulutnya untuk menahan erangan tangis agar tidak keluar terlalu keras.


“Maafkan aku, ini terjadi bersamaan dengan tuan Theon yang membunuh Jean secara kebetulan. Bahka, tuan Theon sendiri mengatakan bahwa Jean sendiri menginginkan bintang neutron tanpa diserahkan kepada Zuan, yang mana sebelumnya keluarga Skelet harus membunuh pesaingnya terlebih dahulu, yaitu Scott. Itu artinya, mereka bergerak lebih awal dibandingkan dengan kita.


“Sebagai seorang wanita, bisa kau menghiburnya?” Theon melirik ke arah Rena sambil memberikan sebuah isyarat dari matanya. Lebih tepatnya seperti memberikan sebuah sandiwara.