
Mereka berteriak karena mendapatkan sebuah sengatan listrik yang baru saja mereka terima dalam seumur hidup mereka. Sehingga, mengakibatkan mereka mati di tempat dengan kondisi tubuh telah hancur.
Strega tidak membiarkan sampah itu mengotori tempat persembunyiannya. Dia menyeret lima orang itu keluar dari stasiun luar angkasa internasional. Dan kemudian semua mayat itu terombang-ambing di udara.
......
Berita tentang sayembara benar-benar tersebar dengan menyeluruh. Mereka benar-benar menganggap sayembara ini terlalu gila yang membuat hampir seluruh orang, hampir 8 miliyar umat manusia berantusias untuk mencari jejak Theon, Rena dan juga Strega. Lagipula, siapa yang tidak meneteskan air liur ketika melihat hadiah 100 miliar mata uang Ziosam.
Dan itu sepadan dengan target mereka. Mesti mereka berantusias, sebenarnya mereka juga merasa takut untuk mencari jejak sosok yang bernama Theon dan juga Rena, serta satu robot yang bernama Strega. Itu benar-benar sangat berbahaya, setidaknya apabila mereka tidak extra hati-hati, nyawa mereka sebagai gantinya.
Dalam sayembara itu, Ziosam bahkan akan menyatukan semua angkatan militernya. Dibantu dengan negara-negara tetangga serta militer New Santara itu sendiri. Kemudian, orang yang sebenarnya mencetuskan untuk melawan secara besar-besaran adalah dewan keamanan yang berada dalam kendali petinggi dunia. Yang mana, dewan kemanan itu sendiri memiliki markas pusat di Ziosam.
Mereka sama sekali tidak takut, untuk melawan tiga sosok sekaligus, semua negara rela untuk mengerahkan semua militer mereka. Tapi, itu terlalu berlebihan, setidaknya apabila mereka berhadapan dengan Theon atau Rena, mungkin mereka hanya akan mengeluarkan pasukan khusus yang ditakuti oleh seluruh dunia.
Bounty itu menjadi cobaan bagi teman-teman Theon dan semua orang yang telah berhubungan dengannya. Seperti Ali, dia memiliki nomor Rena yang bisa saja dia serahkan kepada militer sebagai jejak Rena. Sehingga, dia akan mendapatkan 100 Miliar Ziosam secara instan dan benar-benar sangat mudah.
Tapi, dia hari ini tengah terbaring dengan tubuh lemas. Mengalami trauma yang cukup berat karena kemarin, dia hampir terbunuh karena ulah penyihir yang mengamuk dengan sangat mengerikan. Meski begitu, dia masih memegang hpnya dan membaca berita terbaru tentang masalah sayembara itu.
“Ali!”
Ali tersentak, saat suara pintunya terbuka lebar dan memperlihatkan pria bersetelan jas dengan kumis tipis di wajahnya. Wajahnya juga terlihat benar-benar sumringah seolah ada sesuatu kebahagiaan di dalam dirinya.
“Bukankah kau satu kelas dengan buronan internasional? Kau seharusnya memiliki nomor mereka berdua. Aku akan mengantarmu menuju militer dan kita akan kaya.” Sosok yang sebenarnya ayah Ali itu, seorang pejabat di provinsi Envuella, dia hanya tertawa saat mengingat bahwa Theon dan Rena adalah teman sekelas anaknya. Sehingga, dia bisa memanfaatkan Ali untuk mendapatkan 100 Miliar mata uang Zionsan, yang mana jika di mata uang New Santara kan, akan sekitar 1500 Trilliun.
Akankah Ali tergiur? Dia justru beranjak dari kasurnya dengan tatapan yang cukup sinis memandang ayahnya. Dengan cukup tegas dan berani, Ali berkata, “Tidak, apakah ayah tidak cukup mendapatkan kekayaan yang melimpah seperti ini? aku tidak akan mengatakan jejak Rena dan Theon kepada militer.”
Mendengar hal itu, wajah ayah Ali benar-benar sangat buruk. Dia kemudian, melangkahkan kakinya untuk memberikan sebuah tekanan kepada Ali. “Kenapa kau seolah melindungi mereka?” Tanyanya, “Mereka adalah penyihir! Ingatlah, kau hampir mati ketika hari wisuda kemarin karena penyihir.”
Ali menyangkal. “Mereka bersifat netral! Apakah ayah melihat bahwa mereka sebenarnya adalah Lord Unknown dan Dark Witch, mereka bersifat netral. Membenci penyihir yang bersikap semena-mena, dan membenci aparat yang semena-mena juga!”
“Aku sama sekali tidak peduli. Mereka adalah temanku meskipun pandangan dunia mereka jahat sekalipun. 1500 Triliun? Masih butuh menabung 1500 Trilliun setiap hari selama 100 tahun untuk menjual mereka. Aku tidak akan mau.” Sangkal Ali.
“Kau! berikan smartphonemu!”
Ali meloncat ke belakang ke atas kasur, dia tidak akan memberikan smartphone miliknya kepada ayahnya. Kemudian, dia memilih untuk membanting smartphone di atas permukaan lantai sehingga membuat smartphonenya pecah.
Ayah Ali yang melihat itu, dia marah besar. Kemudian, dia main tangan, lebih tepatnya memukul Ali dengan cukup keras. Ali sebenarnya melawan, dia melawan pukulan ayahnya. Tetapi, ayahnya terlalu kuat yang membuat dia terpukul. Tak berhenti begitu saja, ayah Ali membantingnya dari atas kasur ke permukaan lantai.
“Kau tidurlah di gudang, tidak akan ku beri makan sampai satu minggu.” Ayah Ali menyeret anaknya keluar dari kamarnya. Yang mana, hidung Ali sendiri mengeluarkan darah segar yang menetes.
Sebenarnya hal tersebut tidak hanya tertimpa pada Ali.
Rolland, dia mengatur napas dan memasang kuda-kuda untuk berhadapan dengan ayahnya. Meski sebenarnya dia mendapatkan wajah yang terluka parah, luka lebam berwarna merah. Tetapi, Rollan bersikeras untuk tidak memberikan nomor smartphone sebagai jejak Rena dan Theon kepada militer.
Dia tahu, bahwa Theon adalah sosok yang mereka benci. Tetapi, bagaimanapun Theon adalah temannya. Dia tahu bahwa Theon adalah sosok yang sering dia rundung setiap hari. Tetapi dia sedikit menyadari bahwa Theon berkembang dengan sangat jauh yang membuat dia menyesali perbuatannya.
“1500 triliun, bukankah Theon itu merupakan seorang anak yang pernah kau lawan, dan kau kalah? Seharusnya kau bisa balas dendam dengan melaporkan jejaknya kepada militer negara.”
Rolland mengusap darah yang mengalir di ujung bibirnya. Napasnya terengah-engah saat harus bertarung dengan ayahnya. Apalagi, bertarung di dalam rumah yang membuat semua barang kocar-kacir.
“Memang, tapi aku menyadari bahwa tidak semurah itu harga seorang teman. Setidaknya Theon pernah menjadi teman baikku sewaktu sekolah dasar.” Tangan Rolland bergetar saat dia angkat, dia mengeluarkan sebuah pusaran angin dari tangannya untuk melawan ayahnya lagi.
“Petir surgawi, tahap ketiga!” Yonathan yang melihat Rolland hendak mengeluarkan elemen, dia tidak membiarkan hal itu terjadi, apa yang dia lakukan adalah mengulurkan tangannya dan mengeluarkan elemen petir tepat di atas kepala Rolland. Sehingga, membuat Rolland pasti akan mendapatkan sambaran petir dengan jarak yang cukup dekat.
Rolland tersenyum kecut sambil melihat ke atas. Kemudian, apa yang dia lakukan adalah mengangkat pusaran di tangannya untuk menahan sambaran petir yang menggelegar. Akan tetapi, ketika dia fokus dalam satu serangan milik ayahnya, ayahnya sudah bergerak secepat kilat di depannya sambil mengeluarkan elemen petir dari tangannya.