The God in the Modern World

The God in the Modern World
Alam dewa



Theon menghela napas cukup lega, urusannya di bumi sudah selesai. Semua elemennya juga sudah bangkit, bahkan elemen tanah sekalipun yang muncul ketika dia melawan Azazel. Hanya saja, dia sama sekali tidak menggunakannya, karena ada unsur cahaya yang lebih kuat.


Dalam proses masuk menuju alam dewa, dia mungkin berada dalam sebuah tempat yang berubah antara gelap dan terang. Hanya saja, meskipun keadaan gelap sekalipun, dia mampu melihat Elzabeth dan yang lainnya.


Sesuai peraturan, sebenarnya apabila tidak ingin berpisah ketika menuju alam lain dan masuk ke dalam suatu gerbang dimensi, maka harus saling berpegangan agar tidak terpisah terlalu jauh apabila sudah sampai. Dan itu dilakukan oleh Theon yang tengah menggandeng Elzabeth dan juga Rena, begitupun Strega yang menggandeng mereka berdua sehingga posisi melingkar.


Theon cukup risih, ketika Lesha memandangnya dengan pupil mata yang melebar. Sehingga, dia hanya memalingkan wajahnya dan memandang Elzebth yang bagaikan sebuah permata suci. Kecantikan Elzabeth sendiri benar-benar membuat Theon benar-benar sangat rindu dan ingin memandangnya secara terus menerus.


“Kau, kau sangat tampan Theon! apakah kau sebenarnya bangsawan? Putra kaisar dewa, atau putra kerajaan?” Puji Lesha yang tidak henti-hentinya mengalihkan pandangannya untuk menatap Theon. “Lagipula, kau sudah berada di tingkat Kaisar dewa, putra kaisar dewa sekalipun seingatku tidak sampai berada di tingkat seperti itu.”


“Memangnya kau ingat, dan bisa membaca pikiran penitismu?” Tanya Theon balik, “Kau saja mungkin hanya memiliki 20% memori dari penitismu, sebagai bukti, bahwa kau tidak tahu apakah Zeno’s God sudah menikah atau belum. Padahal, dia menuju alam dewa sudah dalam keadaan menikah.”


Lesha berpikir, rasanya apa yang dikatakan oleh Theon ada benarnya bahwa dia mungkin tidak bisa membaca pikiran penitisnya. Sehingga, dia melupakan hampir semua yang ada di alam dewa, bahkan Lesha sendiri juga tidak memiliki memori, siapa nama para pilar dan empat penjaga arah mata angin.


“Lord Unknown, bukankah itu suatu kebetulan? Maksudku tentang transmigrasimu, nama dewamu Theon, namun kau juga masuk ke dalam tubuh yang bernama Theon pula. Sangat berbeda dengan Dark Witch yang memiliki nama asli Elzabeth, namun berada di dalam tubuh Rena.” Strega, robot itu berbicara dengan suara khasnya.


Theon menggelengkan kepala, dia juga tidak tahu mengapa secara kebetulan dia berada di dalam tubuh yang bernama Theon pula, berbeda dengan Elzabeth yang memiliki nama berbeda dengan wadah jiwanya. Selain itu, apa yang menjadi pertanyaan, mengapa dirinya perlu membangkitkan ketujuh elemen? Sedangkan Elzabeth sama sekali tidak kehilangan elemen?


Beberapa detik kemudian, keadaan benar-benar berubah, Theon seketika berdiri di sebuah daratan usai dia berada di gerbang alam dewa. Mencoba melihat sekitar, bahwa kondisi tempat ini dipenuhi oleh sebuah energi spiritual yang cukup kental, yang menandakan bahwa tempat ini memang sebuah alam dewa. Sang surya juga mulai menampakkan dirinya, yang menandakan bahwa dia di sini dimulai pagi hari.


Elemental seed miliknya bereaksi, kedelapan organ spiritualnya itu mengalir sebuah orka yang cukup pekat, kekuatannya juga seolah kembali sama seperti sebelumnya yaitu mengalir elemen yang sulit untuk ditandingi, serta memunculkan sebuah tingkatan yang dapat dilihat melalui kondisi batiniyah. “Kaisar dewa tingkat pertama, pencapaian yang begitu luar biasa, mungkin karena ayah sering memberikan sebuah sumber daya dan pelatihan, serta elemental seed yang begitu istimewa dan unik yang membuat diriku bisa mencapai tingkat seorang elementalist sejauh ini.”


Tak begitu percaya, Theon memandang Elzabeth. Wanita itu sangat jelas bahwa dirinya berada di tingkat dewa murni, jauh berada di bawah Theon.


Jika diurutkan, sebenarnya cukup mudah, di awali dengan dewa pemula, yaitu seorang dewa yang baru saja memiliki kekuatan elementalnya. Yang kemudian dilanjutkan dengan prajurit dewa, dewa murni, dewa alam. Cukup baik apabila seorang pemuda memiliki tingkatan yang lebih tinggi, yaitu raja dewa, dan sangat mustahil pemuda seperti Theon mencapai Kaisar dewa. Serta yang terakhir adalah dewa abadi.


Sebenarnya ada satu tingkatan yang berada di atas dewa abadi, tapi itu hanya berlaku kepada sang penguasa alam dewa yaitu Zeno. Yang mana tingkatannya adalah God of Gods.


“Kaisar dewa tahap pertama, dewa abadi tahap ke empat? Apa itu sebenarnya? Kenapa sistemku dapat membaca, tapi aku tidak memiliki data tentang itu semua?” Kata Strega yang memperhatikan Theon, Elzabeth dan juga Lesha.


Ketiga pemuda itu cukup terkejut, saat ternyata Strega dapat mengetahui ranah elemental seed Theon dan yang lainnya. Masalahnya, itu seharusnya benar-benar sangat mustahil, mengingat bahwa Strega bukalah makhluk hidup yang membutuhkan energi spiritual, dan mungkin juga tidak bisa melakukan penyerapan elemental crystal yang sangat tidak mungkin untuk bisa membaca tingkatan seseorang.


“Lupakan itu semua, aku tidak peduli bagaimana Strega bisa membaca tingkatan kita. Apa yang paling penting, kita harus mencari dalang dibalik semuanya. Aku sedikit mengingat, bahwa sang pilar cahaya mengatakan bahwa kekacauan itu berasal dari arah timur.” Theon mulai untuk membahas dan menghentikan sebuah insiden yang akan terjadi esok.


Apalagi dia mengingat dengan sangat jelas, bahwa esok adalah ulang tahun pangeran Theon. Sehingga, dia tidak bisa membiarkan Theon mendapatkan kado yang cukup buruk, yaitu dibuang di bumi untuk mengembalikan sebuah keadaan.


“Gunung Floryan?” Elzabeth mengerutkan dahinya.


“Benar. Kita harus berhati-hati, dan menghentikannya sebelum esok pagi.” Kata Theon dengan penuh tekad.


Akan tetapi masalahnya, di alam dewa seperti ini, mereka tidak bisa terbang dan melesat menggunakan elemen cahaya atau kegelapan begitu saja, setidaknya untuk masuk ke dalam wilayah, sangat dibutuhkan untuk melewati pos penjagaan suatu wilayah dan menunjukkan sebuah lencana yang berupa lencana wilayah atau lencana keluarga bangsawan, atau yang terjadi mereka yang terbang akan dianggap melanggar peraturan dan akan menjadi seorang buronan.


Kecuali, apabila mereka memang penduduk asli, atau sudah masuk melewati pos penjagaan, maka seseorang bisa terbang sesuka hati.


Mengingat, bahwa gunung Floryan merupakan alam dewa bagian timur, pegunungan tersebut, jika dihitung dari tempat Theon berdiri, akan melewati satu kekaisaran yang mungkin ukurannya setengah dari provinsi Envuella Timur di bumi. Kemudian, setiap kekaisaran, akan ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja kota.


Masalahnya, apabila mereka berjalan, Strega akan cukup mencolok sebagai tubuh robotnya. Dan apabila mereka terbang dan menyalahi aturan, mungkin Theon sendiri bisa bergerak dan menghindar dengan cukup cepat. Tapi sangat disayangkan tentang Rena dan Lesha yang memiliki peringkat, sedangkan setiap kekaisaran pasti memiliki seorang elementalist yang memiliki peringkat di atas Rena.


“Kita akan berjalan kaki, jarak kekaisaran bayangan tidak terlalu jauh, dan apabila kita sudah berada di dalam istana kekaisaran, kita akan terbang melayang menuju pegunungan Floryan.” Kata Theon mengambil sebuah keputusan. Dan untung saja, di dalam cincin ruang terdapat lencana wilayah kekaisaran air.


Dan lencana itu adalah milik ayahnya, yang dia dapatkan dari kerabat jauhnya sebelum Zeno menjadi seorang dewa. Lebih tepatnya, penguasa kekaisaran air memiliki marga dan leluhur yang sama dengan Zeno. Padahal, Zeno sendiri berasal dari alam elementalist manusia.