
“Bagaimana, kau sudah mendengarkan ceritaku? Theon dari masa kini? Bagaimana, caramu hidup? Apakah itu agar tidak menjadi sebuah paradox yang berat?” Theon Alzma menggertakkan giginya.
Ketika dia tahu, bahwa jiwa Theon Alzma akan dikirim ke masa lalu. Mungkinkah dia merasa agar tidak menciptakan sebuah paradox yang begitu berat, Theon tetap bertahan?
Namun itu juga sama sekali tidak akan mempengaruhi sebuah paradox. Jiwa Theon Alzma akan terus mengitari waktu karena kecerobohannya mengikuti perkataan iblis. Sedangkan dalam tubuh tubuh Theon muda, hanya terdapat Theon yang berbeda, yaitu Fang Theon.
“Benar-benar membingungkan hanya karena seseorang merusak garis waktu.” Rena berkata dengan merinding, pasalnya di belakangnya ada ratusan ribu undead yang diam mematung.
“Dan, aku benar-benar tertarik dengan ceritamu Theon muda, bagaimana kau bisa bertahan dan jiwamu tidak ke masa lalu karena paradox loop? Dan, bagaimana kau bisa memiliki sebuah sihir modern? Aku merasa, orang tua kita bukanlah sosok yang memiliki seperti itu.” Theon Alzma berkata dengan cukup sinis.
Theon Alzma menarik napas dengan berat, dia bisa saja melakukan sebuah pembunuhan pada semua elementlist pada fase bulan purnama setelah hari ulang tahun dewi rembulan. Dan itu tepat pada ulang tahun Theon Alzma atau tanggal lima mei.
Sehingga, Theon Alzma dewasa merasa di ambang kesulitan untuk membunuh semua elementalist. Dia masih memiliki hati nurani dan menggap bahwa Theon Alzma muda mungkin tidak ingin mendapatkan sebuah kado yang paling buruk. Sehingga, dia cukup berat dan memilih untuk melakukan sebuah deklarasi perang agar Theon Alzma muda bisa bertahan lebih lama.
Meski sebenarnya, dia juga tidak ingin membunuh tubuh utamanya atau pada masa kini. Terlihat ketika dia menciptakan sebuah jurang yang mungkin menurutnya mampu membunuh Theon Alma muda, dia hanya termenung seolah mendapati rasa bersalah yang begitu luar biasa.
“Bergabunglah bersamaku Theon, mereka merupakan manusia yang dipenuhi sebuah hati yang buruk seperti Rolland, dan kepala sekolah sekalipun yang bersikap tidak begitu adil.” Theon Alzma tidak henti-hentinya berkata. Dia ingin mendesak Theon Alzma muda bergabung dengannya untuk menciptakan sebuah kehancuran.
Theon Alzma menghela napas saat menatap Lesha, “Hanya saja aku berpikir, bagaimana anak ini menjadi seorang avatar dewi rembulan.” Theon Alzma menatap Lesha dengan penuh kebencian. Dia tidak bisa membayangkan tawa lebar Lesha ketika dirinya mendapati sebuah perundungan.
Dan itulah yang membuat dia memendam kebencian, kebencian yang semakin memuncak karena menganggap dunia benar-benar tidak adil. Yaitu tentang mengapa sosok yang mungkin memiliki sifat buruk, justru menjadi seorang kandidat avatar dewi rembulan.
Theon Alzma muda, atau Fang Theon sama sekali tidak terhasut. Apapun yang terjadi dia tidak akan berdiri di samping Theon Alzma untuk melakukan sebuah kehancuran dan membangkitkan sang iblis yang dia puja-puja.
“Dongengmu cukup menarik, tapi aku sama sekali tidak akan menuruti permintaanmu untuk bergabung denganmu. Aku dan kau, adalah Theon yang berbeda jauh, aku tidak akan menjadi hina sepertimu hanya karena menuruti sebuah hasutan iblis.”
“Persetan dengan iblis, bukankah lebih nyaman ketika kau menjadi seorang malaikat? Ketika kau berhasil merubah Rolland, kau bahkan sanggup mengubah Lesha, atau mungkin menundukkan kepala sekolah, bukankah itu justru lebih menyenangkan? Buang jauh kesesatanmu, justru kembalilah ke jalan yang baik.” Fang Theon juga membujuk.
Theon Alzma tidak mengerti tentang perkataan Theon Alzma muda bahwa keduanya merupakan Theon yang berbeda. Dia sama sekali tidak tahu bahwa tubuh Theon Alzma muda berisikan seorang dewa.
Theon Alzma merasa cukup kesal, kemudian dia mengangkat salah satu tangannya tepat di atas fase bulan sabit.
“Baiklah jika itu maumu, fase purnama butuh waktu dan akan terjadi tiga puluh menit lagi sebelum aku melakukan sebuah upacara pembangkitan iblis.” Theon Alzma berteriak dengan nada yang menggelegar. Kemudian, bersamaan dengan itu, dia bergerak ke belakang tepat di hadapan para undead yang mengangkat kepala mereka seolah kembali untuk hidup.
Fang Theon dan yang lainnya tidak memiliki waktu sekecil itu untuk menghadapi mereka. Fokus kepada Theon Alzma agar dia tidak melakukan upacara kebangkitan setelah fase purnama rasanya juga tidak mungkin karena para undead itu akan terus menerus mengincar Fang Theon dan yang lainnya.
Sebelum Theon Alzma akan menyuarakan sebuah kata serang, siapa yang berpikir, ada sebuah suara asing yang mengganggu sebuah ketegangan.
Pusaran air muncul di belakang Theon dan teman-temannya yang tengah bersiap. Memunculkan seorang wanita bergaun hijau dengan mahkota emas di kepalanya. Tangan lembut memegang sebuah trisula, yang digunakan sebagai sebuah senjata sang ratu kidul.
Benar, Fang Theon dan yang lainnya melihat ratu laut selatan, Kadita muncul, dengan membawa sebuah pasukan dari pusaran-pusaran air yang tercipta. Bahkan mungkin terhitung ada sekitar puluhan ribu pasukan milik ratu kidul yang bersiap untuk berperang.
Tidak berhenti begitu saja, di belakang Theon muncul dari tanah ratusan tengkorak yang mungkin mirip seorang undead, hanya saja skeleton yang satu ini merupakan roh.
Hal itu dibuktikan tengkorak yang paling besar muncul di belakang Theon. Tengkorak yang mungkin sangat mirip dengan roh milik keluarga Skelet itu siapa sanga bertekuk lutut di depan Theon yang mungkin membuat Theon cukup terkejut, bahkan kedua Theon sekalipun.
“Aku menyerahkan hidupku, ketika Anda berhasil merusak kontrak seumur hidup untuk menyerahkan pasukanku untuk jadi roh keluarga Skelet selamanya.” Kata Skeleton itu yang terus mempertahankan posisi.
Theon sedikit tidak menyangka ketika king Skeleton bersedia menjadi pengikutnya dan melawan Theon Alzma. Hanya saja, Theon langsung memerintahkan berdiri dan menghadap ke arah musuh yang tampaknya tidak kalah semangat.
“Selain itu, tuan Theon.” Kata Kadita, “Aku tidak hanya membawa pasukanku sendiri, ketika semua roh legenda diseluruh dunia memilih untuk bertarung dengan Anda.”
Dan yang benar saja, dalam hitungan detik, roh legenda dari berbagai dunia muncul. Seperti Theon yang melihat Kitsune dan yang lainnya. Sehingga membuat Theon sendiri tersenyum lebar dan kembali menatap musuhnya yaitu Theon Alzma.
“Baru kali ini aku bisa memperhatikan sebuah roh.” Kata Strega yang cukup takjub.
“Tampaknya kita mendapatkan sebuah bantuan.” Lesha yang sebelumnya berada di ambang pesimis. Dia cukup senang saat menyangka bahwa ketika dulu para roh berada di bawah kendali iblis, kini justru berada di bawah kendali Theon, yang membuat Lesha benar-benar cukup bersemangat.
“Pasukan, serang!” Teriak Theon Alzma dengan suara yang cukup lantang.
Tanpa diberi sebuah aba-aba, para roh langsung bergerak maju. Hanya saja, mereka juga harus menghindari jurang yang diciptakan oleh petinggi dunia. Mungkin karena mengganggu, Lesah merapatkannya menggunakan sebuah elemental tanah.
Para roh bergerak melewati Theon, Rena dan yang lainnya. Berperang dengan penuh semangat sebelum fase bulan purnama berlangsung.
Theon mungkin masih mengatur napas, dengan teman-temannya yang akan bergerak paling belakang. Dan, bersamaan dengan itu, di samping mereka muncul seperti pusaran dimensi yang mana persis dengan penghubung sebuah labirin millie mundi.
“Maafkan aku tuan Theon. Aku, Fritz sedikit terlambat.” Seseorang muncul dari pusaran labirin itu. Yang kemudian, dia bertekuk lutut di dekat Theon.
Hanya saja, saat Fritz datang dengan membawa namanya, Lesha mengangkat matanya dengan bola mata yang berbinar dan cukup terkejut tentang siapa yang datang baru saja.