The God in the Modern World

The God in the Modern World
Provokator



Beberapa jam kemudian, sudah terkumpul sekitar ratusan orang yang berada di sekitar sini. Mereka memiliki tujuan yang sama yaitu berperang dengan petinggi dunia. Mereka semua sudah dilatih dengan begitu cepat, yang mana ketika Theon melatih Calum tentang kemampuan penyegelan dan juga elemental sekunder, maka Calum akan melatih elementalist lainnya.


Dan elementlist yang bisa, mereka akan melatih elementalist lainnya dan menyebarkan kemampuan itu dengan cukup cepat.


Lagipula, kedua kemampuan yaitu penyegelan dan elemental sekunder cukuplah mudah untuk dilakukan. Meski sebenarnya, teknik penyegelan benar-benar sangat berbahaya, setidaknya bukanlah sesuatu hal yang bukan dibuat untuk main-main seperti tidak sengaja menggunakannya kepada seseorang.


Theon bisa duduk dengan cukup tenang ketika sudah berkumpul seperti ini. Meski hanya terkumpul ratusan di kota ini, setidaknya dia bisa menikmati matahari terbit dengan sangat indah. Dia bisa bernapas lega, dan sebenarnya dia juga menyuruh beberapa elementalist untuk menyebar menuju kota-kota lain untuk mengumpulkan elementalist hingga siang nanti.


Semakin lama, para elementalist juga berdatangan. Yang mana mereka sebenarnya terbangun beberapa jam tadi karena dunia berubah menjadi merah dengan segitiga iluminasi yang berada. Dan, mereka yang dipenuhi oleh rasa cemas, memilih untuk keluar, namun mereka dikejutkan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan.


Perasaan campur aduk berada dalam hati mereka, menganggap bahwa dunia berada di akhir zaman meski benar adanya. Namun, beberapa jam kemudian ada orang yang menyuarakan tentang deklarasi perang untuk melawan petinggi dunia yang akan di pimpin oleh Lord Unknown. Sehingga, mereka berbondong-bondong untuk berkumpul di pusat kota untuk menemui Lord Unknown.


“Tuan Lord Unknown, kami sudah berusaha cukup baik. Teknik mudah itu sudah kami sebar hingga semua remaja dan orang dewasa sudah menggunakannya.” Kata Calum bersama dengan teman pria yang ada di sampingnya.


“Maafkan aku, aku hanya mengumpulkan para remaja dan orang dewasa. Karena mereka yang sanggup untuk bertarung. Sedangkan anak-anak sangat sedikit, serta juga tidak ada orang tua sama sekali. Sehingga, kemungkinan hanya dua pertiga elementalist yang bisa bergabung dalam pertarungan.” Kata teman Calum yang baru saja memanggil elementalist di kota ini. Yang mana sebelumnya dia memanggil temannya, saudaranya dan kerabatnya yang memiliki elemental.


Theon berpikir sambil menopang dagunya, tampaknya itu bukan menjadi masalah yang cukup besar. Lagipula, Theon sama sekali tidak memaksa para orang tua dan anak-anak untuk ikut. “Tidak masalah, aku tidak memaksa orang tua dan anak-anak untuk ikut. Mereka juga tidak memiliki tenaga.”


Waktu juga berjalan dengan semestinya. Keadaan di pusat kota atau lebih tepatnya ibukota negara Osean benar-benar cukup ramai. Masih ada ratusan orang yang sudah berkumpul, yaitu melatih kemampuan mereka untuk persiapan perang.


Meski sebenarnya, tidak hanya satu atau dua orang Theon perhatikan ada seseorang yang kesulitan untuk melatih kemampuan teknik penyegelan. Tapi itu bukanlah suatu masalah, lagipula memiliki pasukan yang rata-rata mampu untuk melakukan teknik penyegelan juga bukanlah sebuah masalah.


Theon berdiri, bagaikan berdiri di podium. Tanpa terbang, setidaknya dia sudah menjadi pusat perhatian ketika dia melakukan hal tersebut.


“Pergilah kalian menuju penjuru negara ini! carilah semua elementalist di negara ini. Bukankah kalian merupakan elementalist yang hanya di kota ini saja? Kita akan membentuk sebuah pasukan, sebuah faksi Osean yang berisi pasukan dari benua Osean saja.” Teriak Theon yang didengar oleh ratusan elementalist. “Kemudian, kalian semua, kalian yang berada di benua Osean atau negara Osean, pergilah menuju pantai selatan negara Osean, atau sebelah timur pelabuhan.”


Di saat seperti itu, tubuh Theon sama sekali tidak bisa bergerak. Sebuah bongkahan es membekukan kakinya yang merambat hingga separuh badannya. Theon hanya mengerutkan dahinya dan menatap ke depan, untuk mencari siapa pelaku dari semua ini? Namun, saat dia menatap ke depan, salah seorang muncul, menciptakan sebuah segel yang baru saja dia latih dan di arahkan kepada Theon.


Seketika bongkahan es itu hancur, digantikan dengan rantai besi berwarna biru yang mengikat Theon dengan cukup erat. Dari belakang Theon juga muncul sebuah peti mati yang terbuka lebar, menarik Theon ke dalam peti mati tersebut dan kemudian tertutup rapat.


Tidak berhenti begitu saja, peti mati itu kembali masuk ke dalam tanah. Seseorang yang melakukan demikian hanya bisa tersenyum, berbalik badan sambil berdiri di atas bekas peti mati milik Theon yang sudah masuk ke dalam tanah.


“Apa yang kau lakukan!”


“Dasar pengkhianat! Lord Unknown mengajari kedua teknik, tapi justru kau gunakan untuk menjebaknya.”


Tentu hal tersebut membuat kecaman dari elementalist di depannya. Mereka langsung bergegas untuk segera menyerang seseorang yang baru saja menyerang Theon. Namun, orang tersebut mengangkat tangannya dan berteriak. “Hentikan!”


“Apa kau berpikir kenapa kita harus ikut campur dalam perang ini? sudah bagus petinggi dunia membunuh semua umat manusia biasa. Apa kalian ingat kelakuan aparat yang mengincar kita? Ini waktu kita untuk merdeka, menciptakan dunia yang hanya untuk kita saja! Kita akan menciptakan dunia baru!” Teriak orang itu mencoba memprovokasi orang-orang yang ada di hadapan orang tersebut.


“Petinggi dunia adalah seorang pahlawan. Beliau adalah seorang penyihir pula. Buktinya, kita dibiarkan untuk hidup bebas tanpa terkena aura segitiga iluminasi tersebut. Ayo, kita pulang ke rumah masing-masing, Lord Unknown hanyalah seorang remaja yang lemah. Jadi jangan pedulikan apa yang dia katakan.”


Sebenarnya, banyak orang yang marah dengan perkataan sang provokator tersebut. Namun, tidak sedikit orang pula yang mulai terprovokasi dengan ucapannya. Lagipula, mereka sedikit berpikir, bahwa tidak berperang dengan petinggi dunia sangatlah benar menurut mereka yang mulai terprovokasi. Masalahnya, jika petinggi dunia tidak membunuh hampir seluruh umat manusia, maka mereka juga kesulitan untuk menggunakan sihir karena ada aparat, meski Lord Unknown sudah mengungkap sekalipun.


Namun, dari tanah yang diinjak sang provokator tersebut, muncul dua buah tangan yang menggapai kakinya. Sehingga, membuat sang provokator benar-benar terkejut, bahkan dia secara refleks langsung mengeluarkan sebuah bilah angin untuk menghancurkan tangan tersebut.


Theon menarik orang itu hingga dia sedikit tenggelam ke tanah. Kemudian, Theon sendir langsung bergerak ke permukaan dan menendang kepala sang provokator dengan cukup kasar. Sehingga, membuat siapapun yang melihatnya hanya menutup mulutnya karena Lord Unknown bisa bebas dari segel dan menyerang provokator itu dengan cukup mudah.


“Sudah cukup pidato pagimu itu? Teknik segel memang berbahaya bagi kita, tapi itu hanya berfungsi sepenuhnya pada Undead yang tidak memiliki elemental. Manusia rendahan sepertimu tidak akan bisa melakukan hal demikian kepadaku.” Theon berjongkok, melihat sang provokator yang seketika tertunduk ketika mendapat serangan dari Theon.