
“Apakah kau membual? Aku harap tidak, kami orang Ellada tidak suka untuk dibohongi orang asing. Jadi, aku harap jangan mencoba untuk menyombongkan diri dengan sebuah omong kosong.” Balas Emerald dengan tatapan yang tajam, hanya saja dia sama sekali tidak meninggalkan sebuah senyuman dari bibirnya.
“Kau pasti akan terkejut nona. Jangan mudah menilai secara langsung bahwa hal itu adalah hal yang mustahil.” Kata Rena membantah apa yang Emerald katakan. Dia hanya duduk dengan posisi kaki menyilang dan bersedekap dan menatap Emerald yang duduk di depannya.
“Empat.” Batin Theon. Saat dia hendak mengulurkan tangannya, dia cukup tersenyum saat melihat salah satu elemental seednya berfungsi dengan baik saat setelah sekian lama dia di sini tidak berfungsi. Dia cukup senang saat tahu bahwa bertarung dengan Apollo ada gunanya, bahwa hal tersebut membuat dirinya membangkitkan elemental secara tiba-tiba.
Elemental yang paling kuat, unsur paling cepat di dunia ini. Membutuhkan waktu satu detik menuju ke bulan, serta delapan menit menuju matahari. Unsur cahaya, lebih tepatnya. Dia merasakan energi kehidupan mengalir di dalam tubuhnya, merasakan semilir orka yang lebih nikmat dari apapun, rasanya sebuah kehidupan mengalir di dalam dirinya.
Seperti dirinya yang kelelahan, seketika menjadi berenergi lagi. Memperbaiki beberapa sel miliknya yang telah rusak dengan cepat tanpa sebuah hambatan. Sungguh, jika itu manusia biasa merasakan hal ini, bisa dibilang mereka pasti akan tersenyum puas, merasakan sebuah kenikmatan tiada tara merasakan energi kehidupan tersebut.
Akan tetapi, dia melupakan hal tersebut, mengulurkan tangannya dan mengalirkan empat jenis orka yang berbeda-beda. Dia juga tidak mengeluarkan elemental cahaya yang baru saja dia keluarkan, Karena dia tidak ingin keadaan menjadi lebih heboh. Karena mengeluarkan empat elemental saja sudah membuat Emerald seolah tak begitu percaya dengan apa yang Theon katakan.
Hanya sebentar, Theon memamerkan empat elemental miliknya yang berputar mengitari tangannya. Tapi dia melakukannya selama beberapa detik sebelum dia mengepalkan tangannya kembali karena tidak ingin dirinya dianggap terlalu sombong.
Emerald yang sempat melihat itu, dia membuka mulutnya ternganga. Apa yang dia lihat bukanlah sesuatu hal yang biasa, setidaknya dia melihatnya sesekali dalam seumur hidupnya. Pikiran untuk berbuat jahat kepada Theon dia buang jauh-jauh, meski sebenarnya dia sama sekali tidak memiliki niat jahat sama sekali.
Hanya saja, seseorang yang ada di belakangnya bukanlah orang sembarangan. Jika dia berniat jahat sekalipun, dirinya tidak akan hidup sampai sekarang. Dia merasa lucu sendiri memiliki niat untuk melindungi orang yang lebih kuat dibandingkan dengan dirinya.
Sehingga membuat emerald hanya kembali duduk tegak, fokus pada pandangan ke depan dan tidak berani menatap Theon. Apalagi Agis, meski dia mencoba untuk tetap tenang, akan tetapi dia menyadari bahwa Theon bukanlah orang biasa, setidaknya dia melihat sejenak bahwa Theon mampu mengeluarkan empat elemental sekaligus.
“Haha, bukankah aku sudah mengatakan bahwa para penyihir dari New Santara benar-benar sangat berbakat?” Agis mencoba untuk menenangkan Emerald yang tegang.
“Tidak juga sebenarnya.” Theon mengakui. Berapa banyak elementalist di New Santara yang sebenarnya benar-benar sangat ampas. Kemampuan mereka berada di bawah rata-rata yang mungkin hanya ahli dalam mengendalikan elemental dasar.
“Namaku adalah Rena. Elzabeth Shon Rena. Dibandingkan dengan kekasihku. Aku hanya memiliki sihir elemental air.” Ungkapnya. Sayangnya, dia tidak mengungkapkan elemental kegelapan miliknya. Karena itu terlalu rahasia baginya yang membuat dirinya tidak bisa untuk mengatakannya secara terus terang.
“Dug.” Jantung Agis berdebar cukup kencang saat Emerald berkata dengan sembrono. Dia merasa bahwa kakaknya bukanlah wanita yang bisa membaca situasi. Padahal, dia tadi sudah tahu bahwa Emerald hampir membuat dirinya celaka, tapi kali ini dia membuat dirinya lebih dari kata celaka.
Theon menatap Emerald dengan cukup tajam saat Emerald sendiri sedikit ke belakang. Sungguh tak ada kapok-kapoknya. Perkiraannya benar-benar salah bahwa dua orang di depannya adalah orang yang sopan, tapi nyatanya? Hanya berada di awalan. Mulut Emerald terlalu ceplas-ceplos yang membuat Theon sendiri tidak begitu nyaman.
“Kau sehat nona Emerald? Aku harap kau tidak memiliki gangguan kejiwaan apapun. Turunkan aku di sini!” Kata Theon dengan nada suara yang biasa saja sebenarnya. Tapi mimik wajahnya menunjukkan bahwa dia sebenarnya marah.
“Tidak tidak, maafkan aku tuan Theon. Nenekku sangat ingin bertemu dengan penyihir yang berasal dari New Santara. Karena sebuah ramalan menyebutkan, bahwa avatar dewi rembulan lahir di sana.”
Theon dan Rena terkejut, mereka saling memandang satu sama lain tentang apa yang diucapkan oleh Agis baru saja. Yaitu tentang avatar dewi rembulan yang ternyata lahir di negaranya sendiri? Hal tersebut membuat Theon dan Rena menepuk jidat karena mereka merasa bahwa percuma mencarinya menuju ke sini. Karena avatar dewi rembulan itu sendiri lahir di New Santara.
“Apa gunanya kita datang ke sini jika ternyata avatar dewi rembulan lahir di New Santara?” Bisik Rena dengan wajah yang sedikit jelek.
Theon menghela napas, tidak selamanya adalah hal yang begitu sia-sia. Elemental cahanya bangkit di negara ini, sehingga hal tersebut bukanlah hal yang percuma. Jikapun dia tahu dan memutuskan untuk mencari avatar dew rembulan di New Santara, maka elemental cahaya Theon tak akan mampu untuk bangkit.
“Setidaknya aku mampu membangkitkan elemental cahaya di sini.” Balas Theon dengan membisikkanya pada telinga Rena. Bertujuan agar Agis dan Emerald sendiri tidak terlalu mendengar apa yang Theon bicarakan.
“Avatar dewi rembulan? Siapa itu?” Tanya Theon berpura-pura. Dia sebenarnya tahu apa itu avatar dewi rembulan. Hanya saja, dia tidak tahu siapa avatar dewi rembulan di dunia ini. Dan yang menjadi pertanyaannya, siapa avatar dewi rembulan yang lahir di New Santara?
Agis menjelaskan bahwa avatar dewi rembulan merupakan titisan dewi rembulan yang bukan dari kalangan mitologi Yunani. Melainkan lebih tinggi dibandingkan mitologi Yunani itu sendiri. Konsepnya seperti manusia biasa, bahwa avatar sendiri bisa meninggal, hanya saja kekuatannya hampir menyamai sang penitis itu sendiri. Serta pikiran avatar dan sang penitis memiliki pemikiran yang sama.
Hanya saja, Agis tidak menjelaskan, mengapa dirinya tiba-tiba membahas avatar dewi rembulan. Karena hal tersebut Agis menyatakan bahwa penjelasan itu akan diberikan neneknya nanti kepada Theon dan juga Rena itu sendiri.
Mungkin sangat aneh bagi Theon, apakah Agis dan juga Emerald ingin membuka gerbang menara itu sendiri? Sehingga dia harus mencari avatar dewi rembulan? Tapi jika dipikir-pikir, apa sebenarnya avatar dewi rembulan membuka menara itu seribu tahun yang lalu? Theon cukup yakin, bahwa ini pasti ada hubungannya dengan sebuah menara penghubung menuju alam dewa yang digunakan oleh avatar dewi rembulan.