The God in the Modern World

The God in the Modern World
Melatih elementalist



“Sudah lupakan, berapa jumlah seorang elementalist di Ocean?” Tanya Theon sambil berpikir.


“Sekitar 250 ribu jika dihitung melalui riset nenek ku.” Jawab salah satu dari mereka.


Theon mengangguk, ini cukup mudah dibandingkan yang dilakukan oleh Lesha. Jika penduduk benua Hikari saja mencapai 5 Milyar, maka akan terdapat 4 sampai 5 juta elementalist di benua tersebut. Dan, itu akan menjadi pasukan terbanyak apabila menyerang Ziosam dari wilayah selatan. Meski sebenarnya, Theon cukup yakin, Lesha cukup berpengalaman membawa jutaan pasukan seperti itu.


“Aku akan menugaskan kalian! Kumpulkan semua elementalist di kota ini terlebih dahulu. Aku akan mengajarkan kalian semua tentang mengendalikan elemental menjadi lebih baik, pengendalian energi, dan juga penyegelan Undead nantinya.” Kata Theon dengan cukup tegas. Dia tidak ingin bersantai-santai, namun juga tidak ingin tergesa-gesa, dia hanya ingin peperangan berjalan dengan cukup mulus.


Salah satu remaja dan empat orang tersenyum. “Aku diberi tugas oleh oleh Lord Unknown?” orang tersebut membungkukkan badannya, “Suatu kehormatan tuan Unknown aku akan melakukan tugas yang mulia ini.”


Theon menoleh ke belakang dan ke samping, sambil menunjuk sekelilingnya. “Kendaraan gratis, kalian bisa menggunakannya.”


“Kami akan mencoba membantu tuan. Kami juga seorang elementalist, anakku terbunuh karena aura segitiga iluminasi tersebut. Bagaimanapun juga, kita harus berperang dengan petinggi dunia itu!”


Theon memperhatikan di depan, melihat dua orang yang keluar dari gedung kosong dengan wajah yang penuh emosi. Salah satu dari mereka adalah seorang wanita, membawa sebuah jarik untuk menggendong bayi, hanya saja tidak ada bayi sama sekali di jarik gendong wanita tersebut. Terlebih, wanita tersebut tampak murung dengan mata yang bengkak.


“Memang tidak bisa untuk dimaafkan.” Theon menggertakkan giginya sebelum melanjutkan ucapannya. “Aku akan membalaskan dendam untuk kalian, tapi kalian harus mengumpulkan elementalist di kota terlebih dahulu. Kita akan membuat faksi Ocean. Sebenarnya tidak hanya faksi Ocean, aku sudah membagi tugas dengan rekanku untuk membuat faksi Hikari, Nigrum dan juga Euro.”


“Baiklah, laksanakan tuan.”


Theon mengangguk, namun dia juga menahan seorang wanita yang bagian dari kelompok remaja itu untuk tinggal di tempat.


Mereka berlima akhirnya pergi, pergi menuju semua mata angin untuk mengumpulkan semua elementalist di kota ini terlebih dahulu. Dan kemudian, Theon akan menyebarkan beberapa elementalist kota untuk mencari di seluruh negara.


Theon memalingkan wajahnya, dia melihat wanita di hadapannya dengan penuh ceria. Kapan lagi bisa bertemu dengan sosok yang menyelamatkan elementalist di dunia ini? “Siapa namamu? Dan apa elemenmu?”


“Calum, dan elemenku adalah tanah dan juga api. Sehingga cocok untuk melakukan pertahanan dan juga serangan sekaligus.” Jawab wanita itu yang tampaknya berumur sama dengan dirinya.


“Kau pernah mendengar magma?” Tanya Theon. “Magma berasal dari batuan yang meleleh. Dan kau bisa menciptakannya menggunakan tanganmu sendiri.”


Sambil berkata, “Aku akan memberitahumu, elementalist memiliki sebuah energi utama di dalam tubuh, yang disebut Orka, Chakra, Mana atau mungkin apapun. Jika kau mengeluarkan elemental air misalnya ....” Theon mengeluarkan elemen air dari tangannya. “Itu artinya kau merubah orka yang ada di dalam tubuhmu menjadi elemen air. Dan, sebenarnya kau bisa merubah orka menjadi dua elemen sekaligus untuk menciptakan elemen baru.”


Seketika air yang ada di tangan Theon membeku, menciptakan sebuah elemental es dengan mengeluarkan embun dingin. Membuat Calum sendiri membuka mulutnya, karena selama ini dia berpikir bahwa es yang dikeluarkan Lord Unknown bukanlah kekuatan elemental.


Theon merubah kembali es itu menjadi cair, dan membentuk bola air lagi. Namun, bola itu seketika menguap dan menjadi energi panas yang menyebar ke atas. “Konsepnya sama seperti kau sedang membakar air, hingga menguap. Itu artinya, kau sedang menggunakan elemen air dan api secara bersamaan. Cobalah, kemampuan seperti ini merupakan kemampuan dasar. Seorang yang memiliki elemen ganda sepertimu bisa menciptakan elemen sekunder lagi.”


“Orka? Aku mengerti, semacam energi spiritual yang dikeluarkan ketika aku mengeluarkan elemental? orang tuaku menyebutnya sebagai energi spiritual, tak ku sangka ada sebutan lain untuk kata tersebut.” Balas Calum ketika menyadari bahwa energi spiritual dan orka memiliki fungsi yang sama. Namun, dia juga mencoba mengulurkan tangannya, mengeluarkan sebuah bongkahan tanah di atas tangannya yang kemudian dia benturkan menggunakan elemen api.


Namun, dia melepaskan bola tanah tersebut di atas aspal, karena merasa cukup panas. Menciptakan elemen sekunder gagal baginya. Dia terlihat murung dan menatap Theon.


“Kau hanya memanaskan tanah tersebut hingga kau sendiri merasakan panas yang dipantulkan dari tanah. Coba lakukan secara berhati-hati. Ibarat kau sedang memasak air, namun dilakukan secara cepat. Cobalah berulang kali, aku yakin kau bisa.” Theon pergi meninggalkan Calum. Dia ingin beristirahat untuk memulihkan tenaganya untuk terisi kembali. Dia memejamkan matanya sekejap, merasakan bahwa dirinya yang ada di Euro sudah mengumpulkan beberapa orang elementalist.


Beberapa menit kemudian.


“Lord, aku bisa!” Calum berteriak dengan bahagia. Dia mendorong tangannya ke arah Theon seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa mengeluarkan batuan cair atau lava. Namun, tidak disangka bahwa lahar yang keluar dari tangannya cukup besar. Membuat Theon membuka matanya karena ada sebuah krisis besar di hadapannya. Hanya saja, dia mengeluarkan elemen air untuk menghancurkan bebatuan lava tersebut.


“Bagus, kau bisa belajar dengan cepat. Aku akan memintamu mengajari elementalist yang datang apabila elementalist itu memiliki dua elemen berbeda, yang mana dua elemen tersebut mampu menjadikan elemen sekunder. Seperti air dan angin yang menjadi es, tanah dan air yang menjadi kayu dan lumpur serta masih banyak lagi.”


Wanita itu kembali ceria. Dia dengan senang hati siap melakukan apa yang Theon perintahkan yaitu mengajari elementalist lainnya untuk menciptakan sebuah elemental sekunder. Lagipula menurutnya itu benar-benar cukup mudah baginya.


Dan yang benar saja, dari arah selatan, Theon bisa melihat ada sekitar belasan menuju ke arahnya dengan berjalan kaki, mereka terlihat begitu murung karena menyadari pembunuhan massal memang telah terjadi di dunia ini. Sehingga mengakibatkan mereka berduka berat tentang kejadian ini, tidak sedikit pula ada yang menundukkan kepalanya karena mungkin kehilangan keluarganya yang bukan non elementalist.


“Kami menuju ke sini karena ada seseorang yang memerintahkan kami untuk menemui Anda di blok ini. Dan katanya akan dikumpulkan untuk menyerang petinggi dunia sebagai dalang dibalik kekacauan ini?” Tanya mereka.


Theon mengangguk. Kemudian dia berdiri untuk memberitahukan tujuannya untuk berperang secara serius melawan petinggi dunia dengan pasukan Undeadnya. Namun, dia harus melatih orang-orang ini seperti tata cara menyegel undead, serta menggabungkan kedua elemen menjadi elemen sekunder.