The God in the Modern World

The God in the Modern World
Stasiun luar angkasa internasional



“Theon, lihat!” Seru Rena yang menunjukkan layar smartphone nya kepada Theon. Yang mana, itu menunjukkan rekaman dari stasiun luar angkasa internasional bahwa Strega berada di sana. Terlebih lagi, berita yang menggemparkan bahwa ternyata Strega baru saja membunuh awak ISS dan membuang semua mayatnya di luar angkasa.


Theon yang melihat itu, dia benar-benar cukup tertarik untuk menuju stasiun luar angkasa internasional. Lagipula biaya membuat roket untuk menangkap dirinya pasti mahal dan sangat lama. Sehingga, dia memiliki ide cemerlang untuk mengikuti Strega di stasiun luar angkasa.


Dia berpikiran seperti itu karena dia sebenarnya sudah cukup curiga. Pasti ada salah satu temannya yang melaporkan dan memberikan jejak Rena. Sehingga, para militer di seluruh dunia pasti akan mengerti dimana dirinya. Lagipula, dia tidak perlu khawatir untuk mencari keberadaan Lesha. Karena, dia sendiri sudah membuat kloningan untuk menuju markas militer. Karena barang kali Lesha berada di mana.


“Ayo kita ke ISS. Tidak usah pedulikan tentang udara di sana. Kita sama sekali tidak membutuhkan oksigen karena kita adalah seorang dewa.” Ucap Theon. Dia sebenarnya juga penasaran tentang bumi yang dia lihat dari luar angkasa. Siapa yang berpikir bahwa nantinya, bumi akan menarik apabila dilihat dari luar angkasa?


Rena mengangguk. Dia benar-benar penasaran untuk berada di stasiun luar angkasa internasional yang mengortbit bumi bagaikan sebuah bulan. Dia juga ingin melihat keindahan bumi dari luar angkasa yang dalam bayangannya pasti benar-benar sangat cantik.


Namun, saat beranjak pergi. Rena lagi-lagi mendapati sebuah panggilan yang membuat mereka berdua benar-benar cukup jengkel. Tapi, mau bagaimana lagi, dia harus mengangkatnya karena siapa tahu itu adalah berita yang cukup penting.


“Nona, maafkan aku. Sebelumnya aku telah berhasil mendapatkan 1500 Trilliun itu setelah memberitahukan keberadaan Anda. Tetapi, aku akan memindahkan kalian ke tempat yang lebih aman, sedangkan 1500 trilliun itu, kalian bisa mengambilnya. Setidaknya aku bisa mendapatkan uang yang fantastis untuk kalian.”


Alih-alih marah, Theon yang mendengar berita itu tersenyum mengangkat ujung bibirnya. Kemudian, dia berdiri di samping telinga Rena untuk menyahut apa yang dikatakan oleh Roney. “Tak perlu dipindahkan, aku memiliki tempat paling aman. Akh, bisakah kau tambahi menjadi 1501 Trilliun?”


“Bisa saja tuan, tapi untuk apa?” Roney bertanya cukup penasaran. Uang seperti itu merupakan hal yang mudah. Apalagi dia baru saja mendapatkan 1500 Triliun dikala pasukan militer Ziosam akan menggerebek kamar hotelnya.


“Buat sayembara untuk membunuh seseorang yang mencetuskan bahwa kami adalah buronan internasional. Aku tahu, pasti orang yang mencetuskannya adalah jenderal besar dari dewan keamanan dunia. Hadiahnya adalah, 1501 Trilliun dari Lord Unknown atau Theon. ditambah dengan tumpukan kristal emas. Bukankah itu lebih menarik dibandingkan 1500 Trilliun dari dewan keamanan dunia?” Theon mengangkat ujung bibirnya dan tersenyum benar-benar sangat liick. Bagaimana jadinya dia membalikkan keadaan?


Dia tahu bahwa itu bekerja, manusia tamak pasti akan bersikeras mengikuti sayembara milik Theon untuk membunuh seseorang yang memberikannya sebuah julukan sebagai buronan internasional. Atau lebih tepatnya kepala dewan keamanan dunia. Dan tampaknya, itu benar-benar cukup menarik, karena dengan adanya sebuah sayembara itu, markas dewan keamanan dunia pasti akan diserang. Dan dewan keamanan dunia tidak akan berani melawan dengan membunuh mereka.


“Ide yang cemerlang tuan. Tapi, Anda harus pergi dari hotel itu, para aparat Ziosam akan mengepung hotelku dalam setengah jam lagi. Tinggalkan jejak apapun, agar aku seperti tidak berbohong.” Roney berkata dengan cukup senang, karena dia baru saja ikut andil dalam rencana menarik Theon.


Yaitu ketika dewan keamanan dunia membounty Theon dengan harga 100 Miliar Ziosam atau 1500 Trilliun New Santara, maka Theon juga membounty kepala dewan keamanan dengan lebih mahal, 1501 Trilliun New Santara, ditambah dengan tumpukan kristal emas yang Roney sendiri penasaran.


Theon mengangguk, kemudian dia menurunkan Smartphone yang digenggam Rena untuk menurunkannya. Dalam sebuah kecepatan cahaya yang menembus atmosfer, smartphone itu tidak akan mampu untuk bertahan. Jadi, Theon dan Rena berencana untuk memasukkan smartphone nya pada cincin ruang milik Theon.


Dan setelah itu, Theon melompat dari sebuah jendela gedung. Yang mana tinggi gedung ini beratus-ratus meter. Tapi, dia sama sekali tidak begitu peduli selain menciptakan sebuah es di bawah kakinya dan di bawah kaki Rena yang baru saja melompat, untuk menciptakan sebuah pijakan untuk melompat kembali ke atas.


“Wusshhh!”


Theon dan Rena melompat dengan cepat, dikala seperti itu mereka menggunakan pelapis elemen untuk melindungi tubuh mereka dari gesekan atmosfer. Karena, meskipun mereka adalah seorang dewa sekalipun, tidak menutup kemungkinan mereka akan terbakar ketika menembus atmosfer. Kemudian, mereka bergerak secepat cahaya dan langkah bayangan untuk bergerak menuju ke luar angkasa.


Sejauh 400 Km dari permukaan laut, Theon sudah melayang, tapi dia tidak melihat dimana stasiun luar angkasa itu berada. Namun, Rena menunjuk pada barat daya, yang mana ISS bergerak dengan sangat cepat meskipun tanpa awak sekalipun. Bahkan kecepatan itulah yang membuat stasiun luar angkasa tidak keluar dari orbitnya.


Tanpa menunggu lama, mereka berdua mengejar stasiun luar angkasa itu berada. Hingga, dalam sekejap, mereka sudah berpegangan pada salah satu bagian ISS agar dia tidak ketinggalan lagi.


Pikiran Theon sempat terkejut saat melihat salah satu dinding stasiun luar angkasa hancur. Yang membuat dia langsung menarik tangannya yang berpegangan pada bagian stasiun untuk masuk ke dalam stasiun tersebut.


Udara yang cukup dingin bagi seorang Theon. Padahal, dia bisa melihat matahari yang berpijar di luar angkasa ini. Mungkin, jika itu adalah manusia biasa, melakukan sesuatu berbahaya seperti Theon, maka manusia tersebut tidak akan bertahan dalam hitungan menit.


Ketika dia sudah masuk ke dalam stasiun luar angkasa melalui dinding yang telah hancur. Dia mengulurkan tangannya untuk menggapai Rena yang tampak begitu kesulitan untuk mengendalikan diri.


“Apa? Mulutmu hanya bergerak! Kau berbicara apa?” Theon memperhatikan bibir Rena yang bergerak ketika dia menariknya masuk. Tapi, dia sama sekali tidak mendengar apa yang Rena katakan.


Dengan kondisi yang melayang-layang, Theon masuk ke dalam stasiun luar angkasa yang tampaknya benar-benar sangat kacau yang pasti karena ulah Strega yang membunuh semua awak di stasiun luar angkasa ini. Kondisi melayang-layang seperti ini membuatnya tak tahu arah, dimana atas, bawah kiri dan kanan.


Hanya saja, dia mendapati sebuah tembakan laser di di depannya. Bersamaan muncul Strega yang mengulurkan tangannya setelah dia keluar dari bilik sesuatu.


Theon mengeluarkan sebuah pelindung es untuk menahan kekuatan Strega. Sehingga, membuat kekuatan Strega sama sekali tidak begitu mempan.


“Lord Unknown? Dark Witch? Bagaimana bisa kalian bertahan di luar angkasa seperti ini?” Ucapnya dengan penuh keterkejutan.