The God in the Modern World

The God in the Modern World
Foure: Lotus Explosion



Chp 33.


Ernest terdiam sambil memandang seluruh tubuh Theon yang tampaknya tidak berisi. Maksudnya, bagaimana mungkin orang yang sangat kurus seperti Theon bisa mengalahkan anggotanya? Mungkin cukup masuk akal apabila Theon mengandalkan elemen apinya. Sehingga, Ernest sendiri cukup yakin untuk membunuh Theon karena dia sendiri memiliki kekuatan fisik yang sangat mumpuni beserta kekuatan elemental air yang menurutnya lebih kuat dibandingkan dengan elemen api.


“Pukulan naga air, tahap kelima!” Ernest langsung bergerak maju sambil meninjukan tangannya, tidak hanya itu saja, kepalan tangannya juga mengeluarkan kepala naga seolah melapisi kepalan tangan Ernest.


“Kepala sekolah mundur!” Theon memberi aba-aba, karena dia tahu sepertinya Ernest langsung memulai serangan tanpa banya berbicara. Bersamaan dengan itu, Theon juga memasukkan kembali pedangnya, karena menurutnya benar-benar tidak adil apabila melawan musuh tanpa senjata.


Mengikuti gaya Ernest, Theon juga mendorong tangannya, bahkan kepala naga api yang mana jauh lebih besar melapisi kepalan tangan Theon untuk menandingi pukulan Ernest.


“Bumm!” Keduanya tangan mereka sama-sama berbenturan, hanya saja Ernest terlempar ke belakang karena kekuatan naga api milik Theon sangat kuat. Meski begitu, saat dia terlempar, dia langsung berdiri dan mengayunkan tangannya ke bawah, sehingga sebuah aliran air muncul dan menyerang Theon yang mana mengalir dari atas ke bawah, dan itu menyerang kepala Theon terlebih dahulu.


Tak ingin kalah, Theon membuang tangannya, sehingga sebuah elemen api yang berkobar keluar menguapkan aliran air. Kemudian, dia langsung bergerak dan menembakkan kobaran api ke arah Theon. “Apakah kau berpikir air selalu menang melawan api?” Theon berkata dengan tegas.


Saat Theon mendekat, gelembung air mendadak menjadi muncul. Kemudian, tanpa mengalami kerusakan, gelembung tersebut meledak dengan begitu keras yang membuat keadaan benar-benar kacau. Bahkan Lyu sempat ingin berteriak karena serangan itu benar-benar dekat dengan Theon.


Siapa yang menyangka? Theon kini berada di dalam bola api, lebih tepatnya bagaikan gelembung air yang melindungi dirinya dari ledakan. Theon yang keluar dari perlindungannya langsung bergerak sambil mengeluarkan api dari mulutnya.


Ernest meloncat ke belakang sambil menggertakkan giginya, dia benar-benar merasa jengkal karena menemukan musuh yang seimbang. Baru kali ini dia melawan musuh yang sepadan sehingga membuat Ernest sendiri juga kewalahan.


“Lagi-lagi ledakan gelembung air. Teknik yang mana benar-benar pasaran.” Kata Theon berjalan santai dengan wajah datarnya. “Apa kau tau teknik ini? ledakan bunga Teratai? Atau bagaimana salah satu bahasa asingnya di dunia ini?” Theon berpikir sejenak, karena sebagai seorang pelajar, dia harus menggunakan bahasa asing agar terlihat lebih keren, “Foure: Lotus Explosion!” Theon seolah melemparkan tangan kirinya ke depan


Ernest tidak mengerti apa yang Theon katakan, hanya saja dia merasakan sebuah rasa yang cukup panas dari kakinya. Penasaran, dia menundukkan kepalanya dan melihat dirinya menginjak sebuah bunga teratai dari elemen api yang mekar.


Terkejut, Ernest langsung meloncat ke belakang. Namun, teratai tersebut benar-benar mekar terlalu cepat yang membuat sebuah ledakan tercipta. Hal tersebut bukan karena sebab, memang itu adalah sebuah teknik elemental api yang menjadikan sebuah ledakan ketika sebuah teratai api buatan mekar. Atau istilahnya seperti bom waktu, hanya saja bom tersebut memang berasal dari teratai itu sendiri.


“Aku akui, menyebutkan nama teknik merupakan hal rendahan bagiku. Karena pada dasarnya aku bisa mengeluarkannya tanpa menyebutkan teknik itu sendiri. Tapi, tampaknya itu benar-benar luar biasa karena bisa menekan mental musuh.” Batin Theon sambil menghampiri sebuah bekas ledakan yang ada di depannya. Bahkan, ledakan tersebut menghasilkan sebuah lubang yang cukup besar, sehingga membuat lantai di bawahnya terlihat.


Bagaimana tidak, dengan ledakan seperti itu, seharusnya Ernest mati. Namun, siapa yang menyangka seekor naga berwarna biru melindunginya, sehingga ledakan tersebut tidak berhasil membunuh Ernest. Selain itu, Theon jadi mengerti, nama geng Naga Biru tampaknya diambil dari jenis beast spirit ketua geng itu sendiri yaitu Naga Biru.


“Ooh ayolah, ini terlalu awal untuk mengeluarkan yang seperti itu.” Theon memutar bola matanya jengkel. Pasalnya, dia sebenarnya ingin sekali bermain-main dengan Ernest terlebih dahulu tanpa membawa beast. Jadi, mau bagaimana lagi, ketika musuh mengeluarkan beast spirit, maka Theon juga harus mengeluarkannya.


“Roh? Theon lari! Kau tidak akan bisa selamat melawan roh.” Teriak Lyu dari kejauhan. Karena dia sendiri tahu bahwa menghadapi roh tidak seperti membalikkan sebuah kertas, menghadapi roh juga harus menggunakan roh pula. Tapi tidak sedikit juga orang yang bisa mengalahkan roh dan beast spirit tanpa menggunakan salah satu dari keduanya, seperti ayah Theon.


Lyu juga tahu jelas, ayahnya juga mempunyai beast spirit yang menurutnya roh. Walaupun secara harafiah itu adalah sama. Yang mana, beast spirit milik ayah Lyu adalah seekor beruang dengan bulu api, yang mana itu merupakan beast spirit yang diwariskan dari leluhur.


Ernest tertawa lebar, menurutnya riwayat Theon benar-benar tamat ketika dirinya mengeluarkan seekor beast spirit. Sehingga, dengan sombongnya, Ernest berkata, “Berbahagialah, karena kau membuat aku mengeluarkan beast spirit. Apa? Apa kau takut? Perkenalkan, naga biru, sang Seriyu!”


Theon terdiam sejenak, entah kenapa dia ingin tertawa lebar karena mendengar bahwa Ernest mengeluarkan sosok beast spirit yang bernama Seiryu. Dia memperhatikan dengan sejenak, sekilas, naga biru milik Ernest juga memiliki bentuk fisik yang sama seperti Seriyu. Hanya saja, menurutnya itu adalah Seryu palsu. Karena, Seiryu yang asli merupakan peliharaan Theon, yang mana ayahnya memberi nama lain yaitu Azure.


“Hei lihat, itu sungguh lucu. Dia mengatakan bahwa naganya bernama Seiryu.” Skarlos atau Genbu tertawa dengan begitu lebar di dalam diri Theon. Bahkan dirinya terpingkal-pingkal dengan memukul permukaan dengan kaki kura-kuranya. Kemudian, diikuti oleh Flamon yang juga menahan tertawa.


Azure merasa terhina, bagaimana mungkin ada seseorang yang memberi nama peliharaannya dengan nama aslinya? Dia tidak bisa tinggal diam apabila disamakan dengan naga rendahan milik manusia yang ada di bumi ini.


“Tuan, Izinkan aku untuk keluar!” Hidung Azure sempat mengeluarkan asap yang menandakan bahwa dia benar-benar marah.


“Baik, tenanglah terlebih dahulu.”  Kata Theon dengan santai.


“Seiryu? Apakah tidak ada nama selain itu?” Theon mengangkat alisnya dan bertanya kepada Ernest.


“Bodoh! Bukankah kau pelajar? Seharusnya kau tahu legenda penjaga arah mata angin timur, Seiryu.” Ernest berkata dengan naga tinggi. Sambil melemparkan tangannya ke depan, seolah memberikan isyarat kepada naganya untuk menyerang Theon.


Melihat sebuah serangan, Theon tersenyum lebar, kemudian dia juga mengulurkan tangannya ke depan sambil berkata dengan lirih, “Akan ku tunjukkan bagaimana wujud Seiryu yang sebenarnya.”