
Rena menangkapnya, tentunya sebagai seorang dewi dirinya bisa menyentuh atau lebih tepatnya memegang bintang neutron tanpa sebuah masalah. Selain itu, dia juga sempat terkejut saat mengetahui bahwa benda ini hanya bisa dipegang oleh god atau demi god. Hanya saja, yang menjadi sebuah pertanyaan, “Kenapa banyak orang yang mengincar benda ini jika yang bisa memegang hanyalah seorang dewa atau dewi?”
Theon menggelengkan kepala sambil mengambil kembali bintang neutron miliknya, “Entahlah, para manusia cukup keras kepala, mereka sama sekali tidak percaya bahwa bintang neutron hanya bisa dipegang oleh dewa dan dewi. Secara, kebanyakan semua orang sudah tak percaya dengan adanya dewa dan dewi.”
Apa yang dia lakukan oleh Theon adalah duduk di sofa sambil mengamati bintang neutron yang ada di genggamannya dengan tatapan yang sipit. Bagaimana tidak? Apabila dia terlalu membuka mata, maka cahaya bintang neutron akan merusak retinanya.
Kemudian, Theon mulai memejamkan matanya, dia sedikit demi sedikit merasakan kekuatan cahaya yang keluar dari bintang neutron. Bahkan sesekali dia menyerap bintang neutron berharap bahwa elemental cahayanya akan terpancing, Hanya sebuah spekulasi bahwa elemen cahayanya akan bangkit hanya karena ini. Tapi, tidak ada salahnya untuk mencoba, setidaknya siapa tahu bahwa elemental cahayanya akan bangkit karena benda ini.
“Duarr!!”
Sebuah ledakan terjadi ketika Theon memaksa untuk menyerapnya, ledakan energi yang terjadi pada bintang neutron yang mana membuat Theon sendiri terlempar. Mungkin tidak hanya Theon, bahkan Rena sekalipun juga terlempar yang membuatnya membentur dinding. Perabotan di dalam kamar tampaknya juga benar-benar kacau karena energi bintang neutron yang mengerikan.
“Akhh, benda itu sangat mengerikan.” Rena merintih kesakitan. Namun, dia benar-benar begitu terkejut saat bintang itu jatuh di atas lantai yang mana lantai tersebut retak seolah tidak sanggup untuk menahan beban bintang neutron itu sendiri. “Pangeran, bintangnya!”
Theon melihatnya dan segera berlari, lantai tersebut semakin melebur karena seperti menerima beban yang begitu berat. Dan yang menjadi masalah, ini adalah lantai kedua yang mana jika bintang neutron ini terus meremukkan lantai, maka hotel ini akan hancur.
Untung saja dia sempat mengambilnya, namun dia tiba-tiba sebuah pernyataan terlintas di pikirannya. “Bagaimana itu bisa terjadi? Seharusnya jika aku memegangnya, maka lantai yang ku pijak juga hancur.”
“Mungkin itu karena bintang itu terjatuh, sehingga menyebabkan sebuah benturan yang berlebihan. Itu artinya, sebenarnya benda itu memiliki massa yang cukup besar.” Jawab Rena sambil menebak-nebak.
“Apa jangan-jangan ini memang benar-benar bintang neutron?” Theon kembali menatap Rena.
Rena menggelengkan kepala sambil menjawab, “Tidak mungkin, jika itu memang bintang neutron, maka gravitasi bumi akan berpengaruh, bumi akan hancur Jadi, itu hanya benda bercahaya dengan istilah bintang neutron.”
“Sebaiknya aku akan menyimpannya di cincin ruang. Benda ini tidak hanya membahayakan satu manusia, tapi juga satu bumi saja. Apalagi benda ini bisa meledakkan energi cahaya yang tidak bisa untuk diremehkan.” Theon menggelengkan kepala, dia benar-benar tidak habis pikir tentang bintang neutron ini. Sehingga sesegera mungkin dirinya menyimpan langsung ke dalam cincin ruang.
.....
“Kenapa kau menyerahkan bintang itu ayah?” Vynh di hadapan ayahnya, dengan disaksikan orang banyak dia langsung protes karena tindakan ayahnya yang melepaskan Theon. Padahal, menurutnya sudah bagus apabila Theon di kepung dan dibunuh oleh orang banyak.
Masalahnya ini menyangkut harga diri keluarga Luis, apabila dirinya ditekan seperti tadi, apakah dirinya bisa untuk menerimanya? Padahal dirinya belum sempat untuk menunjukkan kemampuan agar Theon bertekuk lutut. Hanya saja, ketika Theon terkepung, dirinya bukan takut dengan dirinya yang akan dikalahkan, melainkan takut apabila korbannya adalah tamunya.
Mungkin jika bukan tamunya, maka Luis tidak keberatan untuk melakukan pengoroyokan meskipun ada korban sekalipun. Sungguh, sebenarnya dia benar-benar plin-plan untuk menghadapi Theon. Dan tentunya dia juga ingin merebut kembali bintang neutron, yang mana seharusnya dia dapatkan.
“Dia berasal dari pulau Envuella, satu pesawat denganku. Apa aku harus meminta bantuan geng Skeleton?” Jean menawarkan.
“Ayo kita bahas di dalam.” Tuan Luis menawarkan, “Para tamu undangan, kalian bisa kembali.” Tambahnya.
Lesha dan kepala sekolah saling menatap, semenjak tadi Lesha benar-benar tak percaya bahwa sang kepala sekolah mengikuti festival ini. Begitupun dengan kepala sekolah yang mana juga tak percaya bahwa ada murid selain Rolland, Theon serta Rena yang memiliki kekuatan elemental. Tentu, kenapa mereka saling menatap? Itu karena mereka mendengar sendiri bahwa keluarga Zuan hendak mengincar Theon.
“Kepala sekolah, kita harus memberitahu Theon bahwa mereka keluarga Zuan mengincarnya.” Lesha berbicara dengan Lyu Shui.
“Aku akan memberitahunya. Kau, kembalilah kepada keluargamu untuk kembali ke hotel nona Marza. Jangan sampai kau terlibat dalam permasalahan ini. Aku akan berusaha untuk membantu Theon tanpa menunjukkan di depan mereka, karena sebenarnya aku juga tidak ingin terseret dalam masalah ini.” Lyu Shui menggelengkan kepala. Dia juga tampak terlihat begitu panik ketika Theon tidak lagi menjadi incaran satu kota seperti yang terjadi pada tempo hari, melainkan Theon sudah menjadi incaran satu negara. Kemanapun Theon pergi keluar pulau sekalipun, keluarga Zuan memiliki pembunuh bayaran yang sangat baik.
.....
“Tuan muda Skelet, tak perlu meminta ayahmu untuk menghadapi anak itu. Aku akan meminta pembunuh bayaranku untuk menghabisinya ketika dia sudah pulang.” Kata tuan Luis berbicara kepada Jean, tatapannya juga begitu tajam seolah dia sudah menyimpan kebencian kepada Theon. Kemudian, dirinya juga mengangkat smarphone untuk menelpon seseorang.
“Cari tahu anak yang membawa bintang neutron tadi. Dan perintahkan seseorang yang ada di pulau Envuella untuk membunuhnya ketika dia sudah pulang ke rumahnya.” Kata Luis berbicara kepada lawan teleponnya.
“Tapi ini juga sudah menyangkut harga diriku tuan Luis, dia juga mengalahkanku ketika di pesawat yang membuat aku seolah dipermalukan. Aku juga akan mengerahkan geng Skeleton untuk membunuhnya.” Jean sedikit menyahut apa yang Luis atau ayah Vynh katakan.
Luis mengangkat wajahnya sedikit yang mana dia telah menunjukkan watak arogan, kemudian dengan nada yang cukup tinggi, dia berkata, “Aku bilang tidak perlu tuan muda Jean. Dia adalah targetku, jadi jangan kerahkan geng Skeleton untuk memburu anak itu. Mengerahkan semua pembunuh kita bukanlah suatu hal yang sangat bagus.”
Starllet yang ikut perundingan tersebut, dia sedikit menggertakkan giginya karena jengkel. Bukan jengkel karena Theon, melainkan pada Luis yang benar-benar begitu menjengkelkan karena sifat arogannya.