
Rena kini baru saja menutup alat komunikasinya setelah dia baru saja tengah berkomunikasi dengan Theon dan yang lainnya bahwa dia sama sekali tidak mendapatkan sebuah masalah. Lagipula tentang Undead abnormal, kini mereka justru membututi ratusan kapal Rena secara terus menerus. Hanya saja, elementalist tampak kegirangan karena merasa seperti tengah memancing ikan, karena ketika undead itu membututi, elementalist akan menyegelnya tanpa sebuah perlawanan.
Rena menatap ke arah kaca, dia bisa memperhatikan bahwa dirinya akan berlabuh setelah berbelok arah karena tidak ingin berhadapan dengan kapal Yi Shun Shin dengan strateginya yang begitu licik. Hanya saja, dia mengerutkan dahinya ketika menatap kaca. Namun, dia tidak berpikiran lain selain berbalik badan dan melompat ke samping. Bersamaan dengan itu, dia langsung menembakkan sebuah bola kegelapan ke arah undead normal yang tengah mengayunkan pedangnya.
Seorang Undead, dia langsung menghindar dan mendekat untuk menebas Rena. Penampilan yang mencolok seperti pakaian Hikari timur, dengan topi perang. Kemudian juga ada anak panah yang dikalungkan pada lehernya.
“Laksamana Yi Shun Shin? Bagaimana bisa dia masuk ke kapal ini?” Rena langsung menahan pedang sang laksamana dengan mengibaskan tangannya. Sehingga menghasilkan sebuah energi kegelapan yang mampu memantulkan kekuatan pedang tersebut.
Tidak menunggu lama, Rena langsung menulis formula penyegelan. Hanya saja, laksamana Yi Shun Shin seolah tidak ingin hal itu terjadi, sehingga dia bergerak ke samping sambil mengayunkan pedangnya ke arah tangan Rena yang tengah menuliskan formula.
Alhasil, terpaksa Rena harus menarik tangannya yang membuat dia gagal menuliskan sebuah formula. Namun, dia tidak begitu menyerah, dia menepukkan kedua tangannya yang memunculkan sebuah tangan bayangan mengikat kaki Yi Shun Shin. Hingga Yi Shun Shin tidak mampu untuk bergerak.
Sehingga, dia bisa fokus untuk menuliskan sebuah formula yang digunakan untuk menyegel laksamana Yi Shun Shin. Sayangnya, Yi Shun Shin mengambil sebuah busur panah. Meski dia tidak bisa bergerak menggunakan kakinya karena tangan bayangan, tapi setidaknya dia masih memiliki tangan. Sehingga Yi Shun Shin langsung menarik tali busur dengan anak panah dari wadahnya.
Rena tak terfokuskan lagi ketika dia harus menerima serangan panah dari Yi Shun Shin. Namun, dia langsung mengambil sebuah anak panah yang menancap di dinding setelah Yi Shun Shin melepaskannya dan tidak mengenai Rena sama sekali. Kemudian, dia bergerak secepat bayangan dan menggapai lengan kiri Yi Shun Shin untuk ditancapkan sebuah anak panah miliknya.
Tidak berhenti begitu saja, Rena mengambil busur panah sambil menendang perut Yi Shun Shin. Sehingga dia hanya terkena tendangan itu tanpa bergerak sama sekali. Yang membuat Yi Shun Shin tidak lepas dari tendangan milik Rena.
Ketika Rena hendak melompat dari belakang sambil membawa anak panah Yi Shun Shin. Yi Shun Shin tersenyum sambil berkata. “Aku tidak menyangka bahwa anak-anak jaman sekarang benar-benar cukup hebat. Kau tahu? Kami dulu semenjak kecil sudah diajari bertarung untuk berperang.” Yi Shun Shin menghela napas. “Dunia benar-benar aman, tapi tidak untuk saat ini.”
Yi Shun Shin mengambil pedangnya lagi. Kemudian dia memotong kakinya sendiri hingga dia terjatuh di atas lantai. Kemudian, kakinya mengalami sebuah regenerasi yang cukup cepat sambil melompat dan menyabetkan pedangnya ke arah Rena.
Rena menggunakan busur panah Yi Shun Shin untuk menahan sebuah pedang. Hanya menggunakan satu tangan, sedangkan satu tangan yang lainnya, dia keluarkan sebuah elemen kegelapan dari tangannya yang berbentuk tajam. Sehingga saat saling menahan dengan sebuah senjata, Rena langsung menusuk dada Yi Shun Shin hingga menembus ke belakang.
Mungkin itu sama sekali tidak berpengaruh pada kehidupan Undead Yi Shun Shin. Akan tetapi Yi Shun Shin melompat ke belakang karena dia cukup terkejut. Bersamaan dengan itu, puluhan bayangan keluar dari tubuh Rena dan membentuk tajam dan menusuk Yi Shun Shin dari bawah. Sehingga, Yi Shun Shin tidak bisa bergerak secara sepenuhnya.
“Benar, cepat segel aku. Sebelum aku digerakkan kembali dan berusaha untuk membunuhmu.” Kata Yi Shun Shin sambil menaikkan ujung bibirnya.
Bersamaan dengan itu, Strega muncul menghancurkan sebuah pintu yang dikunci. Tampaknya dia langsung mengulurkan tangannya. Untung saja, dia langsung tenang saat Yi Shun Shin mengalami proses penyegelan. Yang mana, tubuh Yi Shun Shin terikat dengan sebuah rantai yang seketika menjalar melewati bawah Strega untuk keluar. Kemudian, menarik Yi Shun Shin menuju dasar laut dan disegel dengan cukup mudah.
“Tampaknya kau harus melatih para elementalist. Mereka seolah bodoh dan tidak bisa menjaga pemimpinnya dengan cukup baik. Lihat, para penjaga ruanganmu tergeletak tak berdaya meregang nyawa.” Kata Strega dengan nada yang cukup tinggi.
........
Kayden menghela napas di samping petinggi dunia. Bersama dengan Alice yang merupakan bawahan petinggi dunia yang sama kuatnya dengan Kayden. Dia juga menghela napas saat masing-masing Undead bisa dikalahkan dengan cukup mudah. Hanya saja, setelah melihat bahwa banyak elementalist yang meninggal di kala seperti itu.
“Napoleon, kau lihat sendiri? Yi Shun Shin dan pasukan Undednya telah mati, kemudian Simo Hayha dan pasukannya juga berhasil disegel.” Kata Alice sambil memperlihatkan sebuah layar hologram. Yang sebenarnya itu bukan teknologi, melainkan sebuah sihir milik Alice sendiri. “Bagaimana kaisar cebol seperti ini mampu membuat strategi yang cukup baik?”
“Alice! Jaga bicaramu!” Teriak petinggi dunia dengan nada tinggi. “Bukan masalah apabila para penyihir modern sampai di istana. Akan tetapi, aku hanya meminimalisir dengan menggunakan Napoleon sebagai otak strateginya.”
“Bukan masalah Lord, aku menerima kritik dan saran dengan cukup baik.” Kata Napoleon. “Masih dalam satu strategi, Faksi dari arah Selatan akan berhadapan dengan Alexander agung, sedangkan dari arah barat akan berhadapan dengan Gadjah mada. Hanya saja, karena pasukan Selatan ternyata benar-benar cukup banyak, maka kita akan fokus kepada mereka, yaitu menggunakan Gadjah Mada pula untuk menuju ke sana.”
“Sedangkan dari pasukan barat, kita biarkan saja. Mereka tidak memiliki pasukan yang banyak, namun kita tidak boleh meremehkannya. Tidak, maksudku pasukan Gadjah Mada dan Alexander Agung yang bergabung sehingga mampu mengimbangi meskipun tidak sebenyak mereka, maka pasukan timur pasti akan berbelok untuk membantu.”
“Jika memang begitu, maka kita akan mengeluarkan pasukan milik Julius Caesar. Pasukan itu akan menggunakan jalur pasukan barat milik musuh, yang kemudian menyerang mereka dari belakang.” Napoleon mencoba untuk menjelaskan. “Tapi aku akan sedikit mengganggu pasukan barat agar terlambat untuk membantu.”
Petinggi dunia menambahkan. “Intinya jangan menyerang pada malam hari. Aku membuat peraturan dunia mutlak, bahwa berperang pada malam hari melakukan salah satunya. Sehingga, aku tidak mungkin menjilat apa yang ku larang.”