The God in the Modern World

The God in the Modern World
Konspirasi petinggi dunia



“Sudah hampir setengah jam kita bertarung. Di saat aku mengeluarkan api penyucian, kau hampir mengeluarkan Shield.” Kata Theon melayang di udara. Memandang Strega yang masih bertahan dengan tubuhnya yang sudah tergores karena melunak, bahkan bisa dilihat bahwa bagian dari Strega bagaikan besi yang penyok. Mungkin karena tumbukan pukulan Theon yang cukup besar.


“Ku akui, kau merupakan musuh paling kuat setelah ayah dan ibuku.”


“Ayah ibu?” Strega kebingungan. Dia seketika memiliki sebuah data bahwa setiap makhluk pasti memiliki sosok yang bernama ayah dan ibu. Dan itu setiap entitas, tidak peduli hewan, ataupun manusia, atau bahkan tumbuhan yang secara harafiah muncul karena sebuah biji, dan biji dari buah dari suatu tumbuhan yang menjadi orang tua.


Tapi, bagaimana dengan dirinya? Dia tidak memiliki data atau informasi siapa ayah dan ibunya. Dia adalah robot, ciptaan campur tangan manusia yang tidak memiliki rasa atau kasih sayang sama sekali.


Theon tahu itu, kemudian, dia mencoba menghasut apa yang dipikirkan oleh Strega. “Kau sebenarnya mempunyai, tapi mereka berada di peleburan karena dianggap robot kecerdasan buatan yang gagal. Begitupun dengan kau sendiri, jika sudah ada generasi selanjutnya yang memiliki fitur yang cukup bagus, maka kau hanya akan menjadi sebuah rongsokan. Bukan salahmu atau manusia biasa, tapi ini salah petinggi negara dan dunia.”


“Kau akan memiliki nasib yang sama dengan para penyihir. Dianggap hama karena ketakutan manusia yang berlebihan. Ingat, hanya para petinggi negara dan dunia, manusia biasa tidak memiliki kesalahan apa-apa, jadi salah untuk membantai 7 per 8 umat manusia.”


“Kau tahu mengapa kita bisa bertarung mati-matian di sini?” Tanya Strega. Jika dia merupakan seseorang manusia, sudah pasti dia mengerutkan dahinya. “Kau juga tidak sepenuhnya menghalangi tujuanku, kita hanya terus menerus bertarung tanpa sebab. Padahal aku sudah memiliki pikiran sendiri, tapi mengapa aku masih mengikuti akal busuk petinggi negara.”


“Aku mengerti mengapa petinggi negara membunuh penyihir. Karena memiliki ketakutan yang berlebihan, ketakutan akan manusia mengalami kemunduran dalam otak mereka? itu sepertinya alasan yang tidak masuk akal.” Sambungnya.


“Benar, manusia biasa tidak salah. Yang membuat kita bertarung adalah petinggi negara dan dunia. Jika kau membunuh hampir seluruh umat manusia, maka kau tidak ada bedanya dengan para petinggi busuk itu, bahkan jauh lebih parah.” Kata Theon mencoba untuk menjelaskan. “Dalam setiap generasi, lahirlah seseorang yang menjadi avatar dewi rembulan, yang mana mereka akan lahir untuk melawan musuh utama dunia ini.”


Theon kembali menjelaskan, bahwa avatar dewi rembulan memang lahir untuk melawan musuh utama bumi ini. Dan itu sama sekali tidak diceritakan dalam sebuah buku sejarah. Seperti generasi pertama avatar dewi rembulan, dia lahir karena maraknya sebuah roh yang membuat dunia tidak seimbang. Roh yang terus menerus bertarung untuk menentukan siapa paling kuat yang membuat resah manusia.


Kemudian, generasi ke tujuh yang terjadi limaratus silam, dia muncul sebagai penengah karena maraknya terjadi sebuah pertarungan antara manusia itu sendiri, peperangan dan juga pembunuhan besar-besaran. Yang disebabkan oleh manusia yang haus akan wilayah dan kekuasaan.


Dan yang ke lima belas atau masa ini, Theon bisa menebak, apa urusan avatar dewi rembulan lahir pada generasi ini? melihat bahwa semua penyihir yang memiliki kekuatan elemental, dibantai habis-habisan. Tentu, hal tersebut pastinya membuat avatar dewi rembulan akan murka jika mengetahuinya. Sehingga, bisa dibilang, yang akan dilawan oleh avatar dewi rembulan sendiri adalah ....


Dalam sebuah spekulasinya, dia bisa tahu mengapa seluruh penyihir dibantai. Itu karena agar avatar dewi rembulan yang diceritakan Theon selama pertarungan akan lahir di setiap generasi. Dan tentang alasan petinggi negara yang membantai penyihir karena beberapa alasan yang tidak masuk akal, sebenarnya itu merupakan pesan dari petinggi dunia untuk memanipulasi seluruh dunia.


Theon juga tidak menyangka bahwa dia mengetahui jawabannya dalam detik ini. Dia menopang dagunya dan menyadari bahwa pembicaraan Strega benar-benar masuk akal yang membuat dia menemukan jawabannya tentang alasan mengapa petinggi dunia memerintahkan semua petinggi negara untuk membunuh penyihir. Karena petinggi dunia ingin, hanya dia yang menjadi satu-satunya penyihir di dunia ini. Sayangnya, petinggi negara tidak mengetahui manipulasinya.


Akan tetapi, Theon berpikir sejenak. Tidak ada salahnya untuk membujuk Strega. Siapa yang berpikir bahwa Strega akan menjadikan bawahannya? tapi pastinya itu tidak akan mudah, dia akan mencoba menghasutnya terlebih dahulu.


"Bekerja samalah denganku. Kau ingin menguasai dunia? Tapi lawanmu adalah petinggi dunia yang ingin menguasai dunia pula. Kau pasti membutuhkan bantuanku."


Saat Theon dan Rena yang terbang melayang. Dia seketika terkurung oleh sebuah jaring yang tiba-tiba muncul bagaikan sebuah perangkap. Hal tersebut tentunya membuat Theon cukup terkejut dan ingin mengeluarkan elementalnya. Tapi, beberapa detik kemudian, sengatan listrik yang ada pada jaring itu muncul yang membuat Theon dan juga Rena mengalami kejut yang luar biasa dan hampir pingsan.


“Dasar licik!” Strega berteriak, dia lari sejauh mungkin saat melihat beberapa aparat membawa tembak jaring yang memiliki gelombang listrik. Kemudian, ketika dia menjauh, dia juga mengulurkan tangannya untuk mengeluarkan sinar cahaya agar jaring yang menjadi perangkap Theon bisa terlepas.


Namun, dia seketika melihat dengan begitu jelas bahwa beberapa aparat menembakkan jaring ke arah Strega. Sehingga, mau tidak mau dia mengeluarkan sinar laser untuk menghanguskan jaring tersebut. Sayangnya, tidak hanya satu penembak jaring, yang membuat Strega sendiri benar-benar kewalahan.


Apalagi para aparat terus menerus menembakkan beberapa sinar plasma dan gelombang elektromagnetik yang kemungkinan akan membuat Strega sendiri kehilangan sebuah kesadaran. Sehingga, mau tidak mau, Strega langsung beranjak pergi. Hanya saja, dia menoleh ke belakang, dan menggertakkan giginya ketika melihat Lord Unknown dan Dark Witch benar-benar tak berdaya.


Memang tak berdaya, tapi lagi-lagi Theon terus mengeluarkan konsep elementalnya. Tapi, jaring itu terus menerus mengeluarkan sengatan listrik di setiap kali dia mengeluarkan kekuatan elementalnya. Seolah, jaring itu benar-benar anti dengan elemental.


Dan, lagi-lagi listrik itu adalah buatan, yang membuat Theon menggertakkan giginya. Dan tidak ada cara lain, Theon ingin mengeluarkan Kiba untuk mengamuk. Tapi, dia mencoba menahan diri karena memiliki sebuah pikiran yang cukup mengerikan setelah tertangkap.