
“Aku hanyalah benda, bukanlah makhluk hidup seperti kalian. Jadi wajar saja, aku seperti tidak terikat dengan masa lalu dan masa depan.” Kata Strega menjelaskan.
Theon mengerutkan dahinya, dia sama sekali tidak mengerti tapi tidak begitu peduli. Apa yang dia lakukan hanyalah tersenyum dan mengusap rambut Theon Alzma karena Alzma memiliki sebuah tekad yang cukup merubah masa depan.
“Bisakah aku yang dari masa depan tinggal di rumah ini untuk sementara waktu? Mungkin aku akan sanggup membantumu membentuk otot-ototmu itu agar kau menjadi pria sejati.” Fang Theon berkata. Sebenarnya dia ada di sini hanya ingin beristirahat untuk sementara waktu, setidaknya untuk satu hari saja sebelum dia kembali menuju alam dewa dan menghentikan asap itu sebelum terjadi pembatuan.
Theon Alzma mengangguk, meski sebenarnya dia tidak menyangka bahwa ada sosok dirinya yang berada di masa depan tengah merubah tekadnya. Merubah tekadnya, itulah yang dia pikirkan, sehingga dia menatap Theon dari masa depan dengan tatapan pria sejati, “Baik, secara ini rumahmu sendiri bukan? Jadi, jangan ragu untuk melakukan apapun.”
Theon, Rena dan Lesha saling menatap dan tersenyum, mereka akhirnya bisa beristirahat sejenak, setidaknya satu hari sebelum Lesha membuka menara dunia dan kembali menuju alam dewa. Apalagi Lesha cukup bersemangat, setelah mendengar sebuah insiden yang terjadi di alam dewa.
Theon Alzma menatap Lesha, dia menundukkan kepalanya yang mana dia sedikit kurang senang dengan keberadaannya. Mengingat, bahwa Lesha adalah wanita yang tertawa paling keras, bahkan menjadi teman komplotan Rolland untuk melakukan perundungannya.
Lesha yang menyadari hal itu, dia tersenyum. Kali ini dia bukanlah Lesha yang dulu, dia adalah seorang dewi rembulan yang memiliki hati yang cukup lembut. Sikapnya berubah menjadi wanita yang sebenarnya, dan membuang sikap seperti dia berada di masa Sma. Sehingga, dengan lembut dia berkata, “Aku akan memberimu bocoran, jika kau mau berubah, maka Lesha juga akan tergila-gila denganmu. Lihat saja sekarang, aku bahkan tergila-gila dengan Theon.”
“Hei!” Rena menatap Lesha dengan cukup tajam, bahkan mungkin Rena mendorong Lesha. Tidak peduli tingkatan Lesha lebih tinggi daripada dirinya, tapi ini adalah alam manusia biasa, jadi itu sama sekali tidak berlaku tentang tingkatan para dewa. “Katakan itu sekali lagi, atau aku akan membunuh Lesha yang sekarang.”
Fang Theon tersenyum, dia kembali menatap Theon Alzma yang tingginya mungkin sama, hanya saja postur tubuhnya yang berbeda. “Lihat, mereka berdua yang dijuluki sebagai wanita paling cantik di kelas, bisa tergila-gila denganmu, asalkan kau memperbaiki dirimu sendiri.”
Theon Alzma tidak percaya, sehingga dia sedikit membisikkan sesuatu kepada Fang Theon. “Tunggu, benarkah Rena memang mencintai kita? Aku pikir dia hanya kasihan kepada kita.”
“Aku serius, tapi bukan berarti kau bisa bermalas-malasan setelah kau mengetahui masa depan. Jika kau bermalas-malasan, maka masa depan bisa saja berubah.”
Theon berkata seperti itu, dia sebenarnya tidak tahu persis bagaimana masa depan Theon Alzma setelah melewati 15 Februari 2022 atau yang seharusnya hari kematiannya. Dia tidak tahu, apakah di masa depan, Rena dan Lesha memang benar-benar mencintainya.
Sedikit berbohong tidak masalah, dia tidak ingin masa depan terulang kembali yang membuat kematian 8 miliar umat manusia terbunuh karena sihir segitiga iluminasi milik petinggi dunia yang notabene adalah Theon Alzma.
Meski sebenarnya, Fang Theon akan benar-benar menyesal dan merasa terpukul apabila masa depan Theon Alzma tidak semulus yang dia bicarakan, seperti Rolland yang akan berpihak kepadanya, Lesha dan Rena yang juga tergila-gila kepadanya, orang-orang akan menaruh hormat kepada Theon Alzma. Entahlah, Fang Theon hanya bisa berharap.
“Tunggu, kemana perginya Rolland, kepala sekolah dan juga Ali?” Theon Alzma mungkin bertanya-tanya semenjak tadi. Namun, pertanyaannya terganggu oleh motivasi yang diberikan oleh Fang Theon.
“Kau sepertinya tampak asik apabila bertemu denganku, bisakah kita mengobrol? Aku akan membantumu agar tidak gugup apabila berbicara dengan seseorang. Tentang mereka, mereka sebenarnya kembali karena ada pekerjaan yang harus mereka lakukan.” Kata Theon. “Rena, Lesha, berhentilah bertengkar!”
“Hmm.” Strega yang tengah duduk, dia memperhatikan semuanya. Jika dia makhluk, mungkin kali ini dia hanya bisa tersenyum dan mungkin sedikit meneteskan air mata. Sayangnya dia hanyalah sebuah benda yang berunsur besi dan diberikan sebuah kecerdasan buatan. Dia juga bergumam, “Dewa benar-benar cukup menarik, setidaknya aku berusaha untuk tidak terkena butterfly effect dengan terus memprogram diriku sendiri seolah aku tercipta sendiri di waktu ini. Aku, benar-benar ingin mengikuti mereka menuju alam dewa.”
......
Di tengah malam, Fang Theon duduk di atap sambil menghirup udara yang cukup segar. Dunia ini tampaknya benar-benar aman, dan sangat berbeda seperti saat Theon bertransmigrasi di tempat ini. Mungkin petinggi dunia masih tetap ada, tapi orang itu melakukan tugas sebagaimana mestinya yaitu mengatur masalah-masalah dunia.
Kemungkinan di dunia ini, para elementalist juga bertahan dan tidak ada lagi yang namanya sebuah pembunuhan secara diam-diam. Pamannya mungkin juga bekerja sebagai aparat dan agensi biasa dan tidak akan membunuh orang tua Rena dan Rena sendiri.
Theon Alzma juga perlahan berubah, dia melihat bahwa sebelum Alzma berangkat bekerja pada malam hari sebagai pelayan kafe, Alzma menyempatkan dirinya untuk berolahraga. Dan itu cukup membuat Fang Theon merasa puas, setidaknya Alzma memiliki niatan untuk berubah.
Mungkin rasanya agak berat untuk meninggalkan dunia ini, tapi mau bagaimana lagi, dia harus kembali di tempat sebagaimana mestinya. Dia juga memiliki orang tua, yang menyayangi dirinya.
“Akh, aku baru ingat bahwa mungkin aku menerima konsekuensi yang cukup berat.” Theon tersenyum dan memejamkan matanya di bawah terangnya rembulan dan bintang-bintang.
“Strega, kau tidak beristirahat?” Tanya Theon, dia juga mengajak Strega untuk menyepi agar suasana hatinya juga tidak terlalu larut dalam kesepian.
“Kau meremehkanku?” Strega mungkin akan berdecak kesal. Dia sedikit agak kurang nyaman apabila duduk di atas atap. Apalagi dia sedikit takut, beban beratnya akan membuat rumah Theon akan rubuh. “Aku tidak perlu beristirahat, cahaya surya esok hari mungkin akan membuat diriku bertenaga esok hari.”
“Hey Lord Unknown!” Panggil Strega memulai sebuah obrolan, “Bagaimana rupa alam dewa itu, apakah juga ada sebuah teknologi? Aku benar-benar ingin menuju ke sana.”
Theon tertawa lirih, tapi dia merespon apa yang dikatakan oleh Strega. “Tidak ada teknologi sepertimu. Semuanya menggunakan sebuah sihir. Jika kau bertanya, bagaimana alam dewa itu, alam dewa sama seperti alam lainnya, memiliki sebuah kerajaan, dan kerajaan bernaung pada kekaisaran, dan kekaisaran bernaung pada istana nirwana.”
“Bukan raja dan kaisar yang memimpin alam dewa, melainkan sosok yang tinggal di istana nirwana yang mengatur semuanya disebut God of Gods, atau dewa para dewa.”
“Jika memang begitu, ajaklah aku kesana, aku akan membentuk koloni baru dan wilayah baru yang akan bernaung pada kekaisaranku. Yaitu kekaisaran teknologi. Tapi tenang saja, aku tidak akan memberontak kepada God of Gods.” Ujar Strega dengan penuh semangat. Idenya mungkin cukup gila apabila dia ingin bersanding dengan para dewa.
Theon kembali tertawa, tampaknya itu memang tidak masuk akal. Tapi bisa jadi ide Strega akan menjadi sesuatu yang diminati oleh para ras dewa, bahwa dia akan membentuk sebuah wilayah dan kekaisaran baru yang disebut kekaisaran teknologi di alam dewa. Dan, mungkin saja Strega akan berubah menjadi dewa teknologi.
“Tunggu Lord Unknown, tubuhmu berubah!”