The God in the Modern World

The God in the Modern World
Mimpi buruk bagi mereka (4)



Kemudian, tiga aliran itu melesat, menyerang masing-masing dari mereka dengan sangat cepat. Tekanan air juga benar-benar besar dan sanggup untuk menghancurkan naga air milik Luis itu sendiri. Getaran tanah yang diakibatkan oleh aliran air, membuat bongkahan tanah milik Theon remuk, kemudian dia mengangkat salah satu tangannya dan melambaikan tangannya seolah mengendalikan ketiga aliran air miliknya tadi.


Sayangnya, Luis mengeluarkan sebuah pusaran angin yang cukup kuat, Yosef bergerak dengan menghasilkan tanah untuk melindungi dirinya dari aliran air milik Theon. Sedangkan Harry, memanfaatkan situasi, dia memberikan sebuah tegangan yang cukup tinggi pada aliran air itu sekaligus untuk dia tahan guna melindungi diri.


Ketiganya memberikan elemental mereka masing-masing, yang membuat Theon jauh lebih bersemangat. Sudah, guna memacu adrenaline dia tidak akan mengeluarkan kekuatan sang penguasa untuk mengendalikan kekuatan elemental untuk musuhnya.


Pusaran angin itu meluluh lantahkan permukaan tanah, membuat aliran air milik Theon tidak begitu stabil untuk digerakkan. Kemudian, sebuah api spiral keluar dari tangan Harry yang dia keluarkan untuk menyerang Theon.


Theon memasukkan pedangnya ke dalam cincin ruang. Untuk apa? Dia ingin bermain dengan seorang sepuh yang kemungkinan berumur kepala lima. Sehingga, dia mengayunkan tangannya sehingga menghasilkan sebuah kobaran api tingkat tinggi.


Hanya saja, pusaran angin berubah menjadi api, sehingga percikan air Luis sanggup memadamkan api milik Theon. Sedangkan Yosef sendiri, dia langsung bergerak secepat petir ketika dia mendapatkan pedang dari Luis yang baru saja dilemparkan kepadanya. Yang mana pedang tersebut memiliki efek petir, sehingga ketika sudah dekat di depan Theon dia berhenti dan menebaskan pedangnya, mengeluarkan tebasan berpetir bersamaan dengan api spiral milik Harry.


Theon melepaskan sebuah elemental petir ke depan dengan mengulurkan kedua tangannya, sehingga sanggup untuk menahan kekuatan elemental milik Yosef dan Harry yang berada dalam hitungan meter. Sedangkan Luis, dia memperkecil pusaran airnya hingga seukuran tangan, mendorongnya tepat di samping Theon yang sedang menahan kekuatan Yosef dan Harry.


Begitupun dengan Harry, setelah dia melepaskan kekuatan elementalnya, tangannya kini berubah menjadi tangan api yang kemudian dia bergerak secepat sambaran petir untuk menghadapi Theon dari belakang.


Theon menciptakan sebuah kloningan dari bawah yang sedang berjongkok, yang mana kloningan tersebut langsung berdiri dan memegang tangan Luis dan juga Harry secara bersamaan. Kemudian, sekuat tenaga, kloningan Theon langsung membantingnya di atas permukaan tanah dengan sangat kuat.


Alhasil, Theon tersenyum, dia langsung menaikkan sebuah aliran air untuk membantu menahan kedua kekuatan elemental. Sehingga, ketka dua elemental itu menghilang, Theon langsung melompat untuk memukul Yosef. Hanya saja, Yosef langsung mundur dan mengayunkan pedangnya, sehingga tebasan elemental petir mengarah kepada Theon.


Theon memutar dirinya secara horizontal, sehingga dia bisa menghindari tebasan berpetir milik Yosef dengan cukup baik. Tak mau mendapatkan luka lagi, Yosef memunculkan perisai tanah. Tapi, menurut Theon itu adalah hal yang sangat bodoh, dia memang terbentur karena kecepatannya, tapi dinding tanah itu juga hancur seolah Theon menembusnya.


Siapa yang menyangka, ketika dia menabrak dinding, Yosef sudah mengayunkan pedang milik Luis yang kini berlapis dengan elemental petir. Theon sudah menduganya, itu yang dilakukan Luis tadi dengan cara yang sama.


Hanya saja, Theon langsung menahan pedang itu menggunakan kedua tangannya. Tentu saja, dia melakukan hal itu tanpa terluka. Karena yang pasti ada caranya. Ketika pedang itu di ayunkan, Theon begitu gesit menepukkan kedua tangannya sehingga mengapit pedang itu dengan cukup kuat.


Kemudian, disusul Harry dan Luis yang berhasil mengalahkan kloningan Theon. Yang mana saat ini, Luis melapisi tangannya dengan elemental tanah, yang kemudian dia akan pukulkan kepada Theon. Sedangkan Harry, dia berhenti di tempat sembari melepaskan elemental apinya yang dia lepaskan pada kedua tangannya.


Theon menendang Yosef yang ingin menarik pedang, sehingga membuat dia terlempar dengan posisi pedang yang saat ini didapatkan oleh Theon. Theon memutar pedang tersebut, memegang gagang pedang sekaligus dia membalikkan badan untuk menebaskan ke arah Luis.


Pak tua Luis berteriak dengan sangat kencang sebelum dia melepaskan tangannya dari pedang Theon. Bersamaan dengan itu pula, aksi terkejut dar Harry membuatnya menghentikan tembakan berapi, yang mana dia bisa melihat dengan jelas bahwa punggung Luis terbakar.


“Yosh! Hadapi lagi, masih ada waktu sepuluh menit sebelum bola air itu kujatuhkan.” Ucap Theon sambil berdiri tegak, dia bisa melihat bahwa musuh-musuhnya berhenti dengan mengatur napas karena mereka seagai pria tua benar-benar sangat kelelahan.


.....


Apalagi Rena, dia dengan jubah hitamnya berdiri diatas tumpukan mayat para anggota mafia serta murid perguruan milik Luis, mengangkat kedua tangannya yang mana memunculkan bola hitam pekat yang mana sampai saat ini, Starllet dan Vynh sendiri tak tau itu sihir apa. Sedangkan keduanya, mereka benar-benar kelelahan, berdiri bersandingan dan memikirkan bagaimana cara menghadapi penyihir seperti Rena.


Mereka tak tahu, dengan elemental yang mereka miliki tak sanggup untuk menemukan titik kelemahan sihir milik Rena. Yang ada hanyalah mereka yang dihajar habis-habisan oleh Rena itu sendiri.


Rena menatap mereka dengan penuh jijik, dia sedikit mengangkat wajahnya seperti orang yang sedang menyombongkan diri. Wajahnya benar-benar datar yang mana sulit ditebak bagaimana emosi Rena saat ini.


“Langkah bayangan!”


“Lagi-lagi itu.” Vynh mengatur ritme napas dengan sangat cepat sebelum dia melihat Rena yang menghilang. Namun, ketika dia sudah berkata demikian, Rena sudah ada di depannya dengan sebuah bayangan milik Rena menyerang kaki Vynh, sedangkan tubuh aslinya, dia langsung melakukan sebuah serangan kepada Vynh yang tengah terjatuh.


Kemudian, Rena memutar badannya untuk melepaskan pukulan kepada Starllet dengan elemental kegelapan pada tangannya. Tentu saja, Starllet menahan pukulan Rena meskipun bekas pukulannya benar-benar sangat buruk, namun dia tidak memikirkan hal itu dan langsung membalas sebuah pukulan kepada Rena.


Sedangkan Vynh, dia langsung berdiri dan menyerang Rena dari belakang, hanya saja, sebuah jubah kegelapan milik Rena melindunginya dari pukulan yang dilapisi dengan elemental tanah. Lalu, jubah itu mekar dan membuat Vynh terpental ke belakang.


Menggertakkan giginya, Starllet mengayunkan tangannya ke atas di saat dia bertarung dengan Rena, mengakibatkan sebuah bongkahan tanah mengapit Rena. Tak berhenti begitu saja, dia memunculkan dinding tanah dari kedua sisi Rena. Sehingga, ketika Starllet menepukkan kedua tangannya, kedua dinding tanah itu bergerak ke arah satu sama lain seolah ingin menghancurkan Rena yang berada di antaranya.


Siapa yang menyangka, kedua tangan kegelapan muncul dari balik tanah, menahan dua sisi dinding yang bergerak ke arah satu sama lain dan hendak meremukkan Rena. Kemudian, Rena memunculkan lagi tangan bayangan untuk menghancurkan bongkahan tanah yang membuatnya tidak bisa bergerak.


Kemudian, lagi-lagi dia bergerak ke arah Starllet dengan sangat cepat.