The God in the Modern World

The God in the Modern World
Assassin dan pembajakan pasukan pesawat



Theon memang terdorong ke belakang. Akan tetapi dia melakukannya sambil mengulurkan tangannya hingga mengeluarkan sebuah kobaran api berwarna putih.


Sayangnya, Assassin itu bergerak terlalu cepat, bergerak ke arah samping sambil mengayunkan pedangnya ke arah leher Theon.


Melihat kesempatan itu, Theon menggerakkan tangannya, sehingga sebuah kobaran api mengikuti alunan tangan milik Theon untuk membakar Assassin. Sedangkan pedang Assassin itu, Theon menahannya menggunakan sebuah tangan yang dilapisi oleh sebuah elemen es.


Sehingga, dia sanggup membakar assassin itu menggunakan elemen api penyucian. Yang membuatnya terjatuh dan merasa kesakitan sama seperti manusia pada umumnya. Selain itu, api tersebut membuat sang Assassin tidak memiliki regenerasi yang baik dan membuat terbakar hingga tulang-tulangnya.


Hanya saja, ketika Theon melihat ke belakang, dia cukup terkejut saat mayat-mayat bergelimpangan. Pasukan elementalist milk Theon mungkin berusaha untuk menahan serangan para assassin yang mampu bermanuver dengan cukup baik melalui sebuah gedung satu menuju gedung yang lainnya. Kemudian, ketika mereka telah mengunci salah satu target, mereka akan melompat dan menyabetkan pedangnya.


Hal tersebut membuat para elementalist benar-benar cukup kewalahan. Mereka tidak bisa mengejar atau mungkin menghajar mereka dengan kekuatan elementalist. Atau mungkin merapal formula penyegelan yang membutuhkan waktu cukup lama.


“Pasukan Undead Assassin saat ini normal, mereka memiliki wujud. Sangat berbeda ketika aku menghadapi pasukan Simo Hayha, pasukan musim dingin sama sekali tidak memiliki wujud. Yang artinya, sebenarnya pasukan undead assassin cukup terkenal dari kalangan militer Hassan.”


Apalagi Theon mengerti, siapa kepala Assassin yang akan menyerang. Yaitu Hassan Sabbah yang merupakan seorang Assassin pertama di dunia ini. Dalam sebuah sejarah, Hassan memiliki sebuah kelompok militer yang dikenal sebagai sebuah tarekat pembunuh hingga dia disebut sebagai Hashshashin. Dia juga memiliki julukan pria tua dari gunung.


Masalahnya, Theon sama sekali tidak mengetahui dimana Hassan sekarang. Dari para assassin yang menyerang pasukannya juga terlalu banyak yang membuat dia kesulitan pula. Hanya saja, tidak ada gunanya untuk berdiam diri saja, kemudian dia mengeluarkan sebuah Fire Sword dari cincin ruangnya yang berkobar elemen api putih di pinggirannya.


Sehingga, dengan sebuah kecepatan cahaya, Theon langsung menebas kepala para Assassin yang kecepatannya benar-benar lambat dibandingkan dengan Theon. Apalagi dengan Fire Sword yang dilapisi oleh api putih, membuat mereka tidak akan bisa menumbuhkan badan lagi.


Ketika Theon membunuh satu Assassin yang hendak melawan salah satu prajuritnya, dia melompat dengan menjadikan sebuah aspal sebagai sebuah pijakan dan bergerak ke arah Assassin yang lainnya. Begitupun seterusnya. Bahkan, ketika dia melihat sekelompok Assassin yang berlari ke arah pasukannya, dia berdiri dengan tatapan datar, menebaskan sebuah pedangnya secara horizontal sehingga mengeluarkan sebuah tebasan api berwarna putih.


Sehingga, para pasukan milik Theon cukup terkejut saat melihat kepala undead yang terjatuh, namun tidak mendapatkan sebuah regenerasi yang sangat berbeda seperti yang mereka serang. Selain itu, mereka cukup terkejut saat kepala tersebut seolah terpenggal dengan sendirinya tanpa ada yang memenggalnya. Padahal pelakunya adalah Theon yang menggunakan sebuah kecepatan cahaya.


Di sisi lain, para undead Assassin benar-benar terbakar dengan api putih tanpa tersisa. Sehingga, kali ini dia bisa mengalahkan para pasukan undead dengan cukup mudah. Sayangnya, dia sama sekali tidak bisa melihat, dimana Hassan berada?


Namun, dia tidak bisa memikirkannya terlalu lama. Pasukannya kini sudah berkurang hampir setengahnya hanya karena ratusan para Assassin. Apabila dia menunggu lebih lama, maka tidak akan ada sebuah bantuan pada faksi Hikari. Apalagi Theon sesudah mendengar sebuah skadron udara dari arah barat yang kemungkinan akan cukup membantu.


......


“Kedua kelompok sudah mulai bergerak untuk membantu kelompok milik avatar dewi rembulan. Kelompok milik Lord Unknown sudah berkurang separuh meski aku belum mengeluarkan kartu as yaitu Hassan Sabbah. Kelompok milik Dark Witch juga berkurang karena pasukan milik Yi Shun Shin.” Napoleon mengangkat ujung bibirnya. Entah kenapa mendadak dia seolah menjadi jahat setelah menjadi boneka dari petinggi dunia.


Hanya saja, dia mengerutkan dahinya saat melihat layar hologram bahwa ada sebuah skadron udara dari arah barat. Yang mungkin itu akan sangat merepotkan. Namun, di kala seperti itu, Alice sang bawahan petinggi dunia berdiri sambil berkata. “Aku yang akan mengurus para skadron udara. Militer seperti mereka adalah hal yang gampang bagiku.”


Petinggi dunia membiarkan, sehingga Napoleon bisa lebih fokus. “Untuk bagian Glen Canyon, tampaknya mereka benar-benar melewati tempat itu. Sehingga mereka hanya akan menunggu bagiannya saja, apalagi mereka juga kehilangan pasukan karena pasukan musim dingin.”


“Dan, setelah ketiga pasukan milik musuh bergabung, kita hanya perlu mengeluarkan sebuah pasukan milik Julius Caesar.”


Disisi lain, Alicia berjalan keluar dari istana dengan tatapan yang begitu datar. Kemudian, dia menatap ke arah barat, tempat skadron udara itu berada. Karena, menurutnya itu akan benar-benar sangat mengganggu, maka dia harus menyingkirkannya dengan sendirinya.


“Particle Quantium!” Seketika tubuh Alice mengecil, bahkan ukurannya tidak lebih atau kurang dari seekor semut yang berjalan di sekitarnya. Hanya saja, ketika dia berubah sekecil itu, semut-semut disekitarnya seketika tunduk di dekatnya. Tidak terkecuali seekor semut terbang yang langsung menunduk dan memberikan sebuah tumpangan untuk menuju Skadron udara.


Mungkin ini berkaitan dengan sebuah sains yang mana mampu mengecilkan tubuh. Dengan cara menyusutkan sub atom yang sebenarnya jarak antara elektron dengan proton dan neutron benar-benar cukup jauh, yang mana sub atom tersebut sebenarnya  99,99% adalah ruang hampa. Sehingga, untuk memperkecil tubuh seperti yang dilakukan oleh Alice, dia hanya perlu menyusutkan ruang hampa tersebut.


Mungkin itu hanya bisa terjadi di sebuah film, hanya saja untuk saat ini, belum ada sebuah teknologi yang mumpuni. Sehingga, lagi-lagi masih mengandalkan sebuah sihir seperti yang dilakukan oleh Alice.


Tentu saja, apa yang dilakukan oleh Alice sendiri, dia terbang dengan kecepatan tinggi, masuk ke dalam salah satu pesawat dan menghancurkan sebuah komponen-komponen yang ada di dalam pesawat. Sehingga pesawat tersebut gagal melakukan sebuah penerbangan lebih lanjut. Ketika pesawat hendak jatuh, Alice bergerak ke pesawat lain dan melakukan hal yang sama.


“Tunggu sebentar.” Kata Strega dari kejauhan. Dia yang mengawasi sebuah pertarungan, seketika terkejut saat skadron udara tiba-tiba tidak terkendali dan jatuh tanpa sebab. Hal tersebut tentu saja menjadi sebuah berita buruk.bagi sebuah pasukan. Karena ada beberapa pesawat yang akan jatuh tepat pada sebuah pertarungan, hingga menjadikan ada sesuatu yang begitu mengganjal.


Strega yang tidak membiarkan hal tersebut terjadi. Daripada pesawat itu menghancurkan para pasukan, Strega lebih baik meledak nya dari kejauhan. Karena menurutnya pesawat tersebut seperti ada sebuah pembajak yang menjadikan gagal dalam melakukan pengendalian.


“Sayang sekali, Skadron udara telah dibajak. Aku meledakkannya daripada harus jatuh menimpa pasukan.” Kata Strega dalam sebuah alat komunikasinya.