The God in the Modern World

The God in the Modern World
Negara Icelor



“Lord Unknown bangun!” Seru Strega menggoyang-goyangkan tubuh Theon yang tengah terlapisi oleh pakaian tidur para astronot. Kemudian, Rena yang juga telah bangun, ikut membangunkannya, hanya saja lebih halus dibandingkan dengan Strega sendiri.


“Bukankah kau meminta menjatuhkan stasiun luar angkasa tepat di Icelor? Jika terlambat satu  menit saja dari hitunganku, stasiun akan jatuh tidak tepat sasaran. Kau harus pergi dari stasiun ini, atau yang terjadi, tubuhmu akan terbakar karena merasakan suhu yang luar biasa akibat gesekan atmosfir. Mengingat, bahwa kau sama sekali tidak menggunakan pakaian pelindung.”


Theon bangun dengan mata yang terbuka perlahan-lahan. Sepertinya ini sudah malam pada zona waktu Ziosam. Sedangkan di New Santara sendiri ini berada di siang hari, atau 11 jam lebih cepat dibandingkan dengan Ziosam.


“Kau akan menjatuhkannya berapa menit lagi?” Tanya Theon.


“Sepuluh menit lagi, butuh waktu dua jam agar stasiun ini jatuh. Aku akan mempersiapkannya, dan pergilah menuju Icelor. Maaf, aku sendiri juga tidak memiliki data, dimana markas petinggi dunia yang berada di Icelor.” Kata Strega yang bergerak bebas di dalam stasiun. Dia akan mempersiapkan untuk menjatuhkan ISS dengan menghentikan semua pergerakan, sehingga, stasiun akan jatuh karena tidak ada pergerakan atau sebuah dorongan.


Karena posisi bumi yang berputar, posisi stasiun tidak akan jatuh begitu saja. Setidaknya, stasiun akan berputar bumi terlebih dahulu dalam posisi terbakar. Dan dalam waktu yang diperhitungkan oleh Strega, yang memiliki kecerdasan buatan yang cukup baik, dia bisa menebak, kapan stasiun luar angkasa ini mampu meledakkan negara Icelor.


“Aku mengerti. Aku akan segera menuju Icelor sekarang juga. Rena, gunakan pelindung tubuhmu, kita akan menembus atmosfer.” Theon berkata sambil melepaskan diri dari alat tidur milik astronot yang dibantu oleh Rena pula. Hanya saja, setelah Theon berkata demikian, dia sedikit menjauh dan mengeluarkan jubah kegelapan miliknya, yang kemudian juga menutup wajahnya pula.


Theon akhirnya keluar dari stasiun, yang mana dia kemudian melapisi tubuhnya dengan elemen api yang akan menahan dirinya dari gesekan atmosfer. Kemudian, dia melesat untuk bergerak ke arah bumi dalam kecepatan cahaya, menuju negara Icelor yang berada di utara Ziosam. Sehingga tidak begitu heran, bahwa zona waktu dua negara itu benar-benar sama.


Kemudian, tentang jatuhnya stasiun luar angkasa nanti, yang akan memicu tentang kematian yang begitu banyak, dan rakyat sipil menjadi korbannya. Theon sama sekali tidak begitu peduli, dia sudah berubah pikiran bahwa untuk menghancurkan markas aparat di Icelor, Ziosam maka juga tidak jauh dari rakyat sipil pula.


Bukan karena dia tidak memiliki hati, itu pasti karena, dalam sepuluh menit lagi, badan antariksa sudah memperhitungkan bahwa stasiun akan jatuh. Dan mereka akan menghitung, dimana letak jatuh stasiun luar angkasa tersebut. Yang kemudian, ketika mereka menyadari bahwa titik jatuh berada di Icelor, maka badan antariksa akan memberikan sebuah tanda bahaya yang membuat penduduk sipil Icelor akan mengungsi.


Theon sudah menyerahkan kemampuan pada manusia. Manusia sudah memiliki kekuatan sendiri yaitu otak mereka. Sehingga, apabila Theon melawan aparat di semua negara di dunia ini, maka penduduk sipil pasti juga akan mengerti, untuk lari dan mengungsi dengan cepat. Semua tekhnologi sudah membantu. Jadi, kurang apalagi? Itulah mengapa Theon kini sama sekali tidak begitu peduli, karena dia menyadari bahwa manusia memiliki kemampuannya sendiri, yaitu sebuah pemikiran maju.


Tidak, Theon mungkin kali ini tidak akan hanya melawan aparat. Ada sebuah konspirasi yang tersebar di internet bahwa petinggi dunia memiliki sihir non elemental. Hanya saja, penduduk sipil tidak bisa mempercayainya saat itu karena menganggap bahwa sihir itu hanyalah sebuah bualan belaka.


Theon sudah mendarat di atas permukaan daratan. Kemunculannya yang benar-benar sangat cepat memicu sebuah kawah yang tercipta dengan lumayan besar. Tidak heran, dirinya mendarat dengan cukup keras pula. Kini dia juga berada pinggiran hutan Icelor yang tidak ada sesiapapun ya


“Dimana markas petinggi dunia berada? Bagaimana cara kita mencarinya jika tidak ada manusia di dunia ini yang mengetahuinya?” Tanya Rena yang mendarat bersamaan dengan Theon.


Rena menyentuh dagunya, dia berpikir sejenak. “Semua orang percaya bahwa petinggi dunia itu ada, karena dia lah yang mengatur segalanya, seperti dewan keamanan dunia, ekonomi dunia, dan berada di Ziosam, itulah yang dikenal seluruh dunia. Tapi, hampir semua orang tidak percaya bahwa petinggi dunia memiliki sebuah sihir. Kemudian semua petinggi negara yang mendapatkan perintah dari mereka.”


“Tapi....” Rena mengerutkan dahinya dan kembali berkata, “Mengapa salah satu aparat tadi mengatakan bahwa Lesha disembunyikan di markas petinggi dunia di Icelor?”


“Tidak, ada dua markas petinggi dunia, sepertinya. Yaitu, di Ziosam sebagai markas utama yang diketahui dunia, dan Icelor yang bersifat rahasia. Jika di Icelor tidak ada yang mengetahuinya, dan gps pun tidak bisa mendeteksi, jadi, markas Icelor merupakan bunker bawah tanah.” Theon mencoba untuk berspekulasi.


“Tunggu sebentar.” Rena menjentikkan jarinya. Dia sekarang setuju bahwa kemungkinan markas petinggi dunia berada di bawah tanah, atau mungkin disebut dengan sebuah bunker. Tapi, apa sebenarnya tujuan membuat bunker tersebut? Rena mengetahuinya, tapi hanya sebuah spekulasi. “Kiamat buatan? Petinggi dunia merencanakan sebuah kiamat? Mereka justru bukan ingin menguasai dunia seperti yang kita bahas dengan Strega. Tapi, mereka akan merencanakan pembunuhan massal.”


“Genbu keluarlah.” Seru Theon dengan wajah yang cukup serius. Dia kali ini sudah mengerti apa yang direncanakan oleh petinggi dunia. Tentang menculik Lesha yang mereka anggap pengganggu, markas petinggi dunia yang sama sekali tidak ada orang yang mengetahuinya di Icelor, maka petinggi dunia mempersiapkan bunker untuk menciptakan sebuah kiamat buatan mereka.


Permukaan datar yang ada di hadapan Theon, kini perlahan-lahan berubah menjadi sebuah gundukan. Dari gundukan biasa, membentuk seekor hewan yang sangat mudah sekali untuk ditebak apa hewan itu.


Seekor kura-kura, yang terlilit ekornya sendiri yang berwujud ular, muncul di depan Theon seolah bertekuk lutut. Baru kali ini dia keluar tanpa adanya sebuah musuh yang benar-benar sangat membahayakan. Biasanya, dia keluar ketika berhadapan dengan beast spirit.


“Skarlos muncul di hadapan tuan.”


“Genbu, bisakah kau melacak dimana bunker yang mencurigakan? Aku ingin kau mencarinya di seluruh tanah seluas negara ini.” Theon memberikan sebuah perintah.


 Mendengar hal itu, tanpa banyak berbicara, Genbu memejamkan matanya. Mencari sebuah bunker di negara yang benar-benar sangat luas pasti akan menguras banyak energi. Akan tetapi, dia sama sekali tidak banyak membantah di depan Theon. Tidak peduli seberapapun energinya habis, dia harus menunjukkan pengabdiannya kepada Theon.


Ketika dia memejamkan matanya, kaki yang dia pijak sedikit mengeluarkan cahaya berwarna coklat. Yang perlahan, cahaya itu menyebar tidak hanya di sekeliling Theon, melainkan di seluruh wilayah yang ada di negara ini.


“Paling utara, itu kawasan sedikit bersalju.” Ungkap Genbu yang perlahan membuka matanya. Bagaimana tidak? Dari sekian aktivitas di bawah tanah, dia paling mencurigai aktivitas bawah tanah yang berada di wilayah paling utara Icelor.