
Kini Theon dan Rena sudah bersiap untuk menuju rumah kepala sekolah, apalagi Rena, tampaknya dia tampak cocok ketika menggunakan baju Theon Alzma. Sehingga, Theon kini ingin memberikannya kepada Rena.
“Kau serius tidak dicari pamanmu sebelumnya?” Theon mengerutkan dahinya. Apalagi ini kondisi sudah malam yang menunjukkan pukul delapan, yang mana seharusnya mereka telah tiba menuju rumah kepala sekolah. Bahkan kepala sekolah kerap kali menelpon Theon agar bisa datang tanpa di jemput, karena Theon sendiri yang minta.
Rena menggelengkan kepala, “Aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu. Untuk seragam dan jadwal pelajaran untuk esok, aku sudah meminta pembantu pribadiku untuk mengantarnya esok pagi, jadi pangeran tidak perlu untuk risau. Yaa, meskipun sebenarnya pembantu mungkin mencemaskanku, karena pada dasarnya hanya dia lah yang berada di sampingku ketika pamanku tidak berpihak.”
Punggung Theon mengeluarkan sayap berapi yang menunjukkan bahwa dirinya siap untuk terbang dan menuju rumah sekolah. Apalagi kondisi waktu yang malam sangat cocok untuk terbang seperti ini, karena di langit malam mereka tidak akan mencolok dengan jelas. Hanya saja, api milik Theon yang merupakan sumber cahaya, yang mungkin akan membuat bisa dilihat dengan jelas, sehingga tanpa bantuan Flamon, dengan tekniknya dia merubah sayap berapi berwarna jingga, menjadi api hitam.
“Tidak, aku bisa terbang sendiri.” Rena menahan Theon yang hendak membawanya. Sehingga, dengan tekniknya, sebuah kegelapan muncul di punggungnya dan membentuk sebuah sayap.yang begitu lebar bagaikan seorang iblis. Tapi, bukan berarti Rena adalah iblis, itu adalah salah satu kemampuannya.
Theon membuka pintu rumahnya dan menyembunyikan sayapnya terlebih dahulu, mempersilahkan Rena untuk keluar dan mengunci pintu rumahnya. Kemudian, keduanya melesat ke atas dan terbang tinggi di bawah sinar bulan sabit.
Keduanya benar-benar kagum saat melihat perkotaan pada malam hari, tidak jauh lebih indah dibandingkan dengan alam dewa yang juga bersinar memancarkan cahaya dari obor di setiap wilayah. Hanya saja, dunia modern benar-benar terang dan memancarkan cahaya, mungkin karena lampu modern yang menggunakan tenaga listrik.
“Itu tidak jauh berbeda dengan elemen petir pangeran. Jadi, sebenarnya, apabila Anda masih memiliki elemental petir, maka Anda sebenarnya bisa mengendalikan seperti memadamkan listrik dalam satu kota.” Rena berkata.
“Benarkah? Apakah aku harus menuju kantor perusahaan listrik negara untuk menyetrum diriku agar bisa membangkitkan elemental petir?” Theon berpikir tentang tindakan bodoh. Namun, dia berkata demikian juga tahu bahwa itu adalah tindakan bodoh. Menyengat diri hanya karena ingin membangkitkan elemental bukanlah tindakan yang begitu bagus. Itu seperti bunuh diri dengan cara yang begitu konyol.
Rena menggelengkan kepala merespon apa yang Theon katakan, “Itu bukan pilihan yang begitu bijak.” Dia juga berpikir sejenak, yang mana sebuah pertanyaan terlintas di pikirannya, sehingga dia mulai bertanya kepada Theon, “Bagaimana Anda bisa dekat dengan kepala sekolah?”
“Apa kau ingat tentang aura panas milik kepala sekolah? Yaah aku menyembuhkannya agar aku tidak dikeluarkan dari kepala sekolah. Kemudian, dia justru memintaku untuk menjadi guru agar dia bisa mengendalikan elemen api dan angin. Jadi kemungkinan, aku diundang itu masih ada hubungannya dengan itu semua.” Ujar Theon.
“Tunggu, jadi sebenarnya kepala sekolah adalah seorang elementalist? Aku pikir aura panas itu hanya penyakitnya yang dapat dijelaskan secara medis dan ilmiah. Selain itu, aneh juga apabila seorang kepala sekolah meminta muridnya untuk menjadi....” Tanpa melanjutkan ucapannya, Theon tiba-tiba berteriak menyahut perkataan Rena sambil mendorongnya.
“Rena menghindar!” itulah yang dikatakan oleh Theon. Dan kemudian, saat dia mendorong Rena, sayap api hitamnya seketika pecah seolah terkena benturan sesuatu. Hal tersebut membuat Theon kehilangan keseimbangan dan jatuh.
“Pangeran!” Rena langsung terjun hendak menolong Theon yang jatuh. Namun, Theon tidak selemah itu, dia mengeluarkan sayap api, namun tidak berwarna hitam, melainkan jingga, karena dia harus melihat apa yang terjadi.
Lebih tepatnya, mereka berdua dihadapkan oleh helikopter terbang dengan tentara yang membawa senapan bersiap untuk menembakinya.Theon tidak menyangka, bahwa terbang seperti ini juga bisa diketahui dengan begitu mudah.
“Orang yang menggunakan sihir seperti kalian, tidak boleh hidup di dunia modern seperti ini!” Teriak tentara tersebut sambil menembakkan peluru dari senapan laras panjang di pintu helikopter yang terbuka dengan begitu lebar.
“Elemental blast! Ledakan kegelapan.” Rena maju selangkah di atas langit, mengulurkan kedua tangan untuk mengeluarkan kekuatan elemental kegelapan. Sehingga, ledakan tersebut menghancurkan peluru baik dari tentara ataupun dari helikopter.
“Tunggu, itu bukan sihir yang digunakan oleh orang-orang yang memiliki kekuatan elemental.” Batin salah satu tentara sambil menoleh ke belakang untuk membicarakan kepada temannya. Hanya saja elemental kegelapan milik Rena mengenai badan helikopter yang membuat helikopter itu kehilangan keseimbangan.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Theon mengepakkan sayapnya ke depan, sehingga kobaran api yang begitu besar muncul dan mengarah ke arah helikopter tersebut. Namun, meskipun helikopter kehilangan keseimbangan, salah satu tentara mengeluarkan salah satu senjata seperti sebuah tembakan, namun memiliki inti yang menyala berwarna kuning, kemudian mereka menembakkannya ke arah kobaran api milik Theon.
“Senjata itu?” Rena mengerutkan dahinya, “Pangeran, itu adalah senjata modern yang merupakan anti elemental empat dasar. Sehingga, mereka begitu mudah untuk mengalahkan orang-orang seperti kita.”
“Hanya empat dasar. Serang menggunakan elemental kegelapan sebelum dia menembakkannya lagi” Teriak Theon.
Rena mengangguk, kemudian dia melepaskan elemental kegelapannya lagi kepada pesawat yang berusaha untuk seimbang. Bersamaan dengan itu, mereka juga menembakkan sesuatu yang berasal dari senapan mereka. Hanya saja, elemental kegelapan milik Rena tidak berhasil dikalahkan yang membuat helikopter itu tekena dampaknya.
“Elzabeth, menjauh!” Theon menggapai perut Rena dan menariknya pergi, karena senapan itu bereaksi setelah helikopternya meledak. Yang mana senapan dengan inti kekuatan berwarna kuning, meledak yang membuang gelombang kejut.
“Tutupi seluruh badanmu pangeran! ini adalah radioaktif!” Teriak Rena sambil melapisi tubuhnya dengan perisai kegelapan. Tapi, melihat respon Theon yang begitu lambat, dia juga melapisi tubuh Theon menggunakan elemental kegelapan pula karena dia tahu juga menggunakan elemen api juga akan sia-sia.
Sebuah ledakan di langit kota memicu kerusuhan, mereka juga melihat dengan jelas sebuah gelombang ledakan yang sangat besar, membuat kota ini bergetar dengan hebat. Selain itu, banyak yang melihat ada sesuatu yang terbang seperti burung, namun menyala bagaikan api. Tentu itu membuat mereka penasaran.
Rena menarik tubuh Theon di dalam perisai kegelapan, kemudian setelah merasa bahwa jangkauan radioaktif tidak sejauh ini. Sehingga, Rena melepaskan perisai kegelapannya. Karena dia tahu jelas, bahwa apabila terkena inti dari senjata itu atau mungkin ledakannya, akan membuat bahaya yang berdampak pada tubuh.
“Senjata apa itu?” Theon bertanya kepada Rena.