
Beberapa hari kemudian, lebih tepatnya dua minggu setelah Theon berada di Osean. Dia berdiri di pinggir pantai, memperhatikan hampir 180 ribu menurut perhitungan yang mana dari 250 ribu elementalist Ocean telah berkumpul di sepanjang pantai di sini. Mereka sebenarnya sudah siap, dan tinggal untuk menunggu aba-aba dari Lord Unknown yang mana dia tengah menunggu sebuah tanda-tanda.
Kemampuan mereka bagi Theon sebenarnya biasa saja. Meski begitu, Theon tetap optimis dengan membagi beberapa kelompok. Di antaranya, Theon membentuk beberapa elementalist yang mampu untuk mengendalikan kapal perang dan pesiar, namun sama sekali tidak menggunakan radar, karena pada dasarnya saat ini tidak ada sebuah koneksi sama sekali. Mereka mungkin akan menggunakan cara yang cukup manual, seperti zaman kuno yaitu menggunakan peta yang digambar manual dengan kompas untuk menunjukkan arah mata angin.
Kemudian ada juga yang menjaga gudang makanan, yang mana gudang tersebut ada disetiap kapal. Setidaknya, makanan tersebut cukup untuk perjalanan menuju Ziosam yang diperhitungkan selama dua belas hari.
Dalam perjalanan, mungkin ada sekitar 25 Kapal, ditambah 3 kapal yang merupakan sebuah kapal perang yang Theon ambil dari angkatan laut Osean, dan sisanya merupakan kapal pesiar yang mampu membawa banyak orang. Tiga kapal perang tersebut akan memimpin kapal pesiar sekaligus sebagai garda terdepan untuk berjaga-jaga apabila dicegat oleh pasukan petinggi dunia.
Kemudian, ketika sudah turun dari daratan, maka Theon akan membagi lagi menjadi beberapa pasukan. Seperti pasukan pertahanan yang mana elementalist akan dominan menggunakan tanah, serta elementalist lainnya yang akan menjadi tim penyerang.
Theon memandang lautan ke depan. Jarak Osean adalah jarak yang paling jauh, sehingga dia yang akan berangkat terlebih dahulu menuju wilayah Selatan Osean. Hanya saja, dia tidak tahu apakah faksi dari benua lainnya sudah siap? Hanya benua Euro yang mana kloningan Theon juga sebenarnya sudah sangat siap. Selain itu, dalam fasi Euro, mereka akan sampai menuju Ziosam dalam waktu dua belas hari lebih lambat dibandingkan dengan faksi Ocean. Sehingga mereka memiliki waktu yang cukup banyak.
Dan mungkin faksi yang paling sulit dan kemungkinan belum siap adalah faksi Hikari, dengan populasi elementalist yang cukup besar, dalam waktu dua minggu mungkin merupakan waktu yang benar-benar sangat kurang. Apalagi, faksi hikari akan berangkat satu hari lebih lambat untuk menuju wilayah Selatan Ziosam.
Meski faksi Hikari belum siap sekalipun, Theon mampu untuk bersabar. Namun sebagai konsekuensinya maka petinggi dunia akan berkembang lebih jauh lagi.
Di kala seperti itu, Theon bisa melihat sebuah robot melesat di langit Osean. Mendarat tepat di hadapan Theon tanpa ekspresi. Hanya saja, Theon sudah begitu biasa memperhatikan wajah datar yang diperlihatkan oleh Strega itu sendiri.
“Semua faksi sudah siap. Faksi Hikari, avatar dewi rembulan mengumpulkannya dengan cukup cepat di negara tirai bambu. Yang mana faksi tersebut mampu mengumpulkan tiga juta elementalist, dengan 100.000 senjata ilmiah yang dibuat oleh Bilhazaed dengan para elementalist di sana.”
“Faksi Nigrum, dengan dua juta pasukan, juga berhasil dikumpulkan di Pantai Gading yang dipimpin oleh Dark Witch. Dan siap berangkat dalam 7 hari lagi setelah Anda berangkat.”
“Dan faksi Euro....”
“Ada sekitar 500 ribu elementalist yang sudah siap berangkat. Aku tidak menyangka hanya akan ada hampir enam juta elementalist yang berperang. Padahal ada sekitar 7 atau 8 juta elementalist yang hidup.” Sahut Theon sambil menaruh dagunya. Jika semua faksi sudah siap, itu artinya Theon bisa berangkat untuk sekarang juga. Sehingga, dia berbalik badan dan melihat semua elementalist tengah melakukan aktivitas seperti berlatih atau mungkin tengah membakar ikan.
“Ah ya Lord Unknown. Tidak perlu untuk membaca peta dan maps secara manual, aku telah memperbaiki jaringan komunikasi di seluruh dunia dan baru saja selesai kemarin. Jadi, bisa dibilang anda bisa menggunakan radar saat menggunakan kapal. Dan, pastinya untuk menelpon Dark Witch pula.” Kata Strega yang ada di belakang Theon.
Theon yang sebelumnya ingin melantunkan semangat dan memerintahkan semua pasukan berdiri dan pergi menaiki kapal, kini dia tersenyum melengkingkan bibirnya. Sehingga, kali ini dia tidak kesulitan lagi untuk berkomunikasi jarak jauh. Namun, bukan waktunya. Dia harus membuat semua orang berdiri dan menaiki kapal masing-masing.
Semua elementalist yang berada di tepi pantai, mereka langsung berdiri dengan penuh semangat. Meski berada di titik paling jauh dari Theon sekalipun, mereka seolah mendengar apa yang Theon katakan, sehingga tanpa menunggu lama sekalipun, mereka langsung berdiri.
Tidak ada seorangpun yang tidak berteriak, semangat mereka menggetarkan air laut hingga mengakibatkan sebuah gelombang kecil. Sehingga hal tersebut membuat Theon menahan senyumannya. Meskipun begitu, dia ingin melontarkan pertanyaan-pertanyaan lagi.
“Apakah kalian siap untuk berperang?”
“Siap!”
“Jika kalian merasa keberatan, maka kalian bisa keluar dari barisan, kembali ke orang tua dan tidur. Ini belum terlambat, kalian memiliki waktu sebelum kita berangkat. Sungguh, aku sama sekali tidak marah apabila salah satu dari kalian ada yang keberatan dan ingin tidak ikut berperang.”
Theon menunggu waktu hingga dua menit, antara berharap dan tidak berharap seseorang keluar dari kerumunan dan memilih untuk keluar dari barisannya. Namun, Theon tampaknya cukup puas ketika tidak ada satu orangpun yang memilih untuk meninggalkan barisan.
Alih-alih memberangkatkan mereka, Theon justru kembali berteriak. “Kalian bisa saja mati dalam keadaan berperang. Petinggi dunia memiliki sihir astronomi, dengan pasukan Undeadnya yang memiliki regenerasi yang cukup tinggi. Bukankah lebih enak untuk tidur dan menikmati kasur yang empuk?” Tekan Theon dengan nada suara yang menakut-nakuti.
Hal itu bukan berarti dia ingin pasukannya bubar, melainkan dia ingin memberikan sebuah kenyataan agar tidak terkejut sampai di perjalanan. Lagipula, Theon juga hanya ingin menguji mereka, apakah dengan mencoba merusak mental mereka, mereka akan pergi?
Theon kembali menunggu selama dua menit, dan nyatanya tidak ada yang gentar untuk berlayar dan menuju Ziosam. Sehingga, Theon cukup bangga dengan para elementalist yang memiliki tekad, mental dan semangat yang kuat.
Dalam pidato terakhirnya, Theon menunjuk ke arah samping. “Silahkan kalian menempati kapal. Kita akan berangkat apabila kalian telah bersiap. Aku harap, kelompok yang mengurus transportasi tidak lupa dengan bahan bakar dan persediaannya.”
Mendengar ucapan Theon, dengan serentak dan bergegas, 180.000 orang menaiki delapan kapal. Yang mana bagi Theon mungkin itu akan membutuhkan waktu mungkin setengah jam setelah semuanya memasuki kapal.
“Kau cukup tegas juga, ternyata.” Puji Strega yang ada di belakang. Dia benar-benar mengakui bahwa Theon memiliki sikap yang cukup merindukan, seperti kepemimpinannya dan mengambil sebuah kesimpulan dan keputusan.
“Pergilah untuk mengabari faksi Hikari bahwa aku akan berangkat setengah jam lagi. Sehingga mereka bisa bersiap untuk berangkat satu hari lagi.” Theon melambaikan tangannya ke atas.