
Qin Shi Huan, menghela napas sebelum dia berkata. “Bisakah kau buka cincin ruangmu? Dalam legendaku aku juga memiliki cincin ruang. Dan, bisa kau lihat apa yang terjadi?” Tanyanya sambil menunjuk ke arah Theon menggunakan pedangnya.
Bersamaan dengan itu, Rolland memberontak, dia memutar badannya untuk memposisikan agar tangannya tidak terpelintir sama sekali. Kemudian, dia menciptakan sebuah elemen petir yang keluar dari tangannya yang kemudian mengalir ke arah Qin Shi Huan, hingga pada akhirnya, Qin Shi Huan mengalami sebuah tegangan yang cukup tinggi.
Bakan Qin Shi Huan mendadak terjatuh sambil menggertakkan giginya. Wajahnya langsung murka yang kemudian dia bergerak secepat bayangan untuk mencekik leher Rolland, dan membantingnya tepat di atas permukaan tanah.
Rolland merasakan rasa sakit, Lyu Shui yang tidak bisa membiarkan hal itu, dia menciptakan sebuah kobaran api yang mengikat Qin Shi Huan. Kemudian, Rena yang juga ikut campur, dia membuat sebuah akar bayangan pengikat, yang membuat Qin Shi Huan tidak bisa bergerak sama sekali.
Merasa dipermainkan, Qin Shi Huan menggertakkan giginya.
“Petir Surgawi!” Seketika tubuh Qin Shi Huan dilapisi oleh sebuah petir yang menyala-nyala. Yang kemudian menyebar kemana-mana yang membuat Rolland yang berada di dekatnya sekalipun berteriak kesakitan.
Dua orang, Rena dan Lyu Shui, dia mundur beberapa langkah karena sambaran petir yang menyebar kemana-mana. Hanya saja, beberapa detik kemudian, Qin Shi Huan kembali berdiri yang mana dalam posisi mencekik Rolland dalam kondisi benar-benar cukup lemah.
Di saat yang bersamaan, Theon membuka matanya lebar-lebar dan mengulurkan tangannya. Dia terkejut saat bintang neutron yang berasal dari tangannya bercahaya dengan benar-benar cukup terang. Bahkan kondisi matahari tenggelam sekalipun, membuat bintang itu seolah menyerap kegelapan. Semua orang yang melihatnya cukup terkejut sambil menyipitkan matanya karena kondisi bintang neutron yang benar-benar sangat menyilaukan.
“Benar, bintang neutron itu memiliki energi spiritual yang cukup pekat. Dan memiliki sebuah reverse atau kebalikan yang memiliki hubungan dengan dimensi waktu. Sehingga, aku yang merupakan undead dengan energi Qi spiritual, bintang neutron itu bereaksi, memberikan dampak waktu masa lalu kepadaku, dan kini aku dibangkitkan bukan karena perintah mutlak petinggi dunia, melainkan perintah mutlak avatar dewi rembulan yang pernah membangkitkanku seribu tahun yang lalu karena efek dimensi waktu dari bintang neutron.” Kata Qin Shi Huan menjelaskan.
Memang, dia terus menjelaskan. Bahwa dia memang dibangkitkan oleh petinggi dunia, hanya saja karena efek dari dimensi waktu bintang neutron ketika dia berada di dekat Theon, yang kemudian berdampak pada energi spiritual milik Qin Shi Huan, membuat Qin Shi Huan seolah mengalami kejadian di masa lalu, hanya saja tubuhnya di masa depan, yang membuat undead Qin Shi Huan menjadi mendapat perintah dari avatar dewi rembulan seribu tahun yang lalu.
“Dan kini aku menjadi tidak mendapatkan perintah mutlak, karena pada dasarnya bintang neutron itu seolah membawaku ke masa lalu yang membuat aku hanya bisa mendapatkan perintah mutlak dari avatar dewi rembulan. Sayangnya, avatar dewi rembulan itu sudah tidak ada yang membuat aku tidak mendapatkannya sama sekali.” Sambung Qin Shi Huan sambil tersenyum lebar.
“Dan itulah mengapa manusia biasa sekalipun undead tidak ku biarkan menyentuh bintang neutron, karena akan berdampak buruk pada masa depan miliknya, untung saja kau memiliki masa depan seperti ini. Lepaskan Rolland! Bertekuk lututlah di hadapanku!” Teriak Lesha saat dia menyadari sesuatu.
Qin Shi Huan seketika terkejut saat tubuhnya bereaksi, bahkan dia melepaskan Rolland tanpa menggunakan pikirannya. Bahkan dia berjalan ke arah Lesha dan langsung bertekuk lutut yang membuat Qin Shi Huan sendiri merasa kaget. Bahkan dia sulit mengendalikan tubuhnya dan terus menerus bertekuk lutut seolah diperintah mutlak oleh Lesha.
“Aku baru menyadari, pantas saja aku benar-benar femillier dari wajahmu.” Lesha kemudian berjongkok di depan Qin Shi Huan dan menepuk pipinya berulang kali. “Perintah mutlak dari avatar dewi rembulan, ya? Tampaknya ketika kau mengetahui semua rahasia petinggi dunia, tapi kau sama sekali kurang informasi aku siapa sebenarnya.”
“Jangan bilang ....” Qin Shi Huan membuka matanya lebar-lebar. Dia baru mengerti saat di hadapannya adalah seorang avatar dewi rembulan.
Mungkin Rolland yang lemas, atau Lyu Shui yang mendengarnya mereka terkejut saat mengetahui siapa identitas Lesha yaitu seorang titisan seorang dewi rembulan. Pantas saja, mereka menyadari bahwa Lesha memiliki sifat yang berubah secara tiba-tiba seperti sangat ambisius. Mereka juga berpikir, apakah sebenarnya itu juga terjadi pada Rena dan juga Lesha.
“Generasi pertamaku yang menciptakannya! sudah jangan terlalu banyak bicara. Ayo kita menuju istana sebelum semuanya terlambat seperti yang dikatakan dia. Tidak perlu membawa pasukan, bawa yang bersedia saja!” Kata Lesha yang membiarkan Qin Shi Huan berdiri. Setidaknya dia menghela napas saat mendapatkan bawahan undead.
“Jadi kau sebenarnya orang tua tuan .....”
“Jangan banyak bicara Theon, segera kumpulkan pasukan!”
.......
Theon dia berdiri sambil memandang ke depan bahwa ada puluhan pasukan yang tengah berbaris di depan istana petinggi dunia. Benar-benar cukup banyak, seperti setiap pemimpin undead dari tokoh terkenal yang membawa pasukan undead di belakangnya. Mereka berdiri seolah berjaga, dengan petinggi dunia yang keluar dari gerbang, diikuti oleh para manusia penyihir dan menatap Theon seolah mengetahui kedatangan Theon sendiri.
Theon berada di ambang kesulitan sambil menggertakkan giginya. Di sisinya hanya ada Rena, Lesha, kepala sekolah dan Rolland yang berjejer sebaris. Sedangkan di belakang mereka, ada Ali, yang menelan ludah secara kasar sambil membawa sebuah senapan yang mungkin akan sama sekali tidak berguna, kemudian ada Qin Shi Huan yang takluk pada Lesha.
Dia juga hanya membawa setengah juta pasukan, yang mungkin akan kalah melawan pasukan undead. Bahkan dia bisa melihat sendiri, seperti Gajah Mada, Alexandre, Julius, Napoleon yang memimpin pasukan mereka sendiri.
Kemudian, Theon bisa melihat penunggang kuda, menggunakan sebuah penutup kepala dengan jenggot yang menunjukkan bahwa dia seperti orang timur tengah. Sang assassin pertama atau lebih tepatnya Hassan As Sabah yang memiliki aura cukup mencengkam.
Sang pemimpin sparta, King Leonidas juga berdiri. Menggunakan helm yang khas membuat pasukan milik Theon sudah mengalami jatuh mental hanya karena begitu saja.
Ada undead normal namun memiliki barisan tersendiri tanpa seorang pemimpin. Theon menyipitkan matanya dan melihat sosok tokoh terkenal dari dunia. Dia melengkingkan bibirnya ke bawah yang melihat Nikola Tesla sang pengendali listrik sekalipun ada, kemudian ada sosok Sasaki Kojiro, yang merupakan seorang assassin dengan membawa beberapa anak buah di belakangnya.
“Lihat, di ujung sana ada Vlad Dracul.” Ali berteriak sambil menunjuk ke arah undead yang berada di ujung barat. Dari kejauhan seorang berambut panjang dengan kumis tipis. Yang mana, dalam dunia modern orang tersebut menjadi inspirasi drakula.
“Tokoh favoritmu? Kau pernah bercerita bahwa Vlad Dracula menjadi tokoh favoritmu. Sayang sekali, tokoh favoritku sudah ku bunuh.” Theon tersenyum kecut. “Bagaimana denganmu Rena, setidaknya untuk menghindari ketakutan berlebihan, kau bisa menceritakan, siapa tokoh sejarah favoritmu.”
“Dia.” Lesha menunjuk pada salah satu orang yang berdiri di samping Julius Caesar, seorang wanita yang duduk menyilangkan kakinya. “Dia adalah selingkuhan Julius Caesar, Cleopatra.”
“Kenapa semua temanku memiliki tokoh favorit yang memiliki sifat yang kurang mengenakkan?”