The God in the Modern World

The God in the Modern World
Konsep Elemental



“Sebagai sebuah catatan, berlagaklah seolah tidak terjadi apa-apa. Kenapa kau selalu menoleh ke belakang?" Theon mengerutkan dahinya melihat tingkah Rena yang seperti seseorang yang sedang mengalami sebuah kepanikan. Bahkan, dia tampak was-was.


"Aku pikir, kenapa pengunjung bandara membawa seekor anjing?" Rena terus menoleh ke belakang. Memperhatikan bahwa anjing polisi menatapnya. "Jika bukan seorang petugas bandara atau polisi."


Theon mengerti, tampaknya dirinya telah menjadi incaran beberapa petugas bandara dan polisi setelah memicu sebuah keributan yang ada di dalam sebuah pesawat. Bahkan sampai-sampai mereka membawa beberapa ekor anjing pelacak. Sehingga, mengganti baju yang baru saja mereka laukan tampaknya juga begitu percuma, karena para anjing pelacak itu pastinya bisa mengendus bau target mereka.


"Jangan lari, meskipun anjing tersebut tetap mengikuti kita. Karena jika kita lari, anjing tersebut akan tetap mengejar. Aku akan menggunakan kemampuan hewan buas milik Byakko."


Anjing tersebut semakin menggonggong ketika berada di belakang Theon dan berlari mengjampiri Theon. Membuat pemiliknya anjing tersebut bergegas untuk mengejar Theon.


Seketika sebuah ancaman hanya dirasakan oleh anjing tersebut. Seperti sebuah ancaman berbahaya yang ada pada diri Theon yang tak sepatutnya untuk diganggu. Bahkan, anjing tersebut langsung pergi menjauh saat mengendus binatang buas yang sangat mengerikan. Sehingga, pemilik anjing tersebut juga merasa salah sangka.


Theon dan Rena kali ini bisa lepas, untung saja dirinya berhasil menggunakan kemampuan binatang buas Kiba yang mana bisa menekan anjing pelacak tersebut. Keluar dari bandara dengan begitu nyaman, mereka mendapatkan itu, dan tinggal menunggu kedatangan kepala sekolah.


“Rena, aku ingin bertanya. Jika dipikir-pikir, seorang elementalist di dunia ini jauh lebih banyak daripada yang kita kira, bahkan lebih dari 1 banding 1000 orang yang ada di dunia ini. Sebagai sebuah misal, keluargamu memiliki dua puluh anggota keluarga, sebagai keluarga inti dan cabang. Dan mereka semua memiliki kekuatan elemental. Lalu, bayangkan saja, ada berapa banyak keluarga yang memiliki elemental?” Theon mengerutkan dahinya, memulai sebuah pembicaraan sembari menunggu datangnya kepala sekolah.


“Tidak seperti itu. Memang, pamanku juga memiliki kekuatan elemental, tapi dia bisa bebas memutuskan apakah anaknya memiliki elemental juga atau tidak?” Jawab Rena.


“Tunggu, bisa diputuskan? Bukankah kekuatan itu merupakan hal yang absolute?” Theon bertanya balik.


Rena menjawab, “Entahlah, sepertinya elementalist di bumi memiliki konsep yang berbeda. Ketika aku lahir, ayahku bisa memutuskan apakah aku akan memiliki elemental atau tidak? Sebagai dasar, elemental akan muncul pada anak di usia 7 tahun bagi yang memang keturunan. Namun, memunculkan elemental bukan seperti kita yang tiba-tiba mengeluarkan butiran elemental. Melainkan, juga dibutuhkan sebuah ilmu untuk memunculkan elemental tersebut.”


Rena berkata demikian seadanya, karena konsep elemental di dunia ini memang begitu. Seorang anak yang berumur 7 tahun, memerlukan sebuah ilmu agar elementalnya bisa bangkit. Berbeda dengan seorang dewa yang akan muncul dengan sendirinya. Sehingga, jika memang orang tua anak tersebut memiliki elemental, dan anak tidak diberikan ilmu untuk membangkitkan elemental, maka anak tersebut juga tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan elemental.


Tapi perlu digaris bawahi, jika pada dasarnya sudah divonis atau memang bukan keturunan. Berlatih sekeras apapun kekuatan elemental tidak akan muncul atau tidak akan keluar.


“Itu artinya, pamanmu bisa memutuskan untuk memberikan ilmu kepada anaknya?” Theon benar-benar penasaran.


“Jika kasus seperti pamanmu yang hanya menurunkan kekuatan elemental kepada anak pertamanya saja, bukankah itu akan menjadi kecemburuan sosial dari kedua saudaranya? Dan dua saudara tersebut bisa saja melaporkan kepada petinggi negara.” Theon masih kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Rena.


“Setiap elemental mungkin memiliki teknik kontrak, dan segel perjanjian. Pamanku memiliki elemental air, dia melakukan segel perjanjian darah kepada dua sepupuku yang tidak memiliki elemental. Jadi, apabila dua saudaraku melaporkan kepada petinggi negara, melakukan tindakan pembunuhan kepada kakak mereka, maka mereka akan mati tanpa sebab. Mungkin, itu yang dilakukan oleh beberapa orang tua yang memiliki kemampuan elemental.”


Theon bisa mengerti sekarang, dia jadi tahu mengapa tidak terlalu banyak elementalist yang ada di dunia ini. Mulai dari penyebab yang mana elemental merupakan sebuah ilmu yang diturunkan kepada keturunannya, dan juga tentang kejamnya petinggi negara.


“Aku pikir, kenapa mereka tidak menggunakan konsep god of gods?” Theon berkata seperti itu sambil menyentuh dagunya.


Tentu itu membuat Rena mengerutkan dahinya, dan berkata, “Maksudnya?”                      


“Setiap God of Gods, mereka hanya akan memiliki satu anak, dan tidak pernah memiliki secara lebih. Seperti dewi Luna, dan ayahku, bahkan dewa sebelumnya selama puluhan ribu tahun yang lalu. Dan itu, kenapa mereka tidak menggunakan konsep tersebut? agar tidak ada kecemburuan bagi seorang anak karena tidak memiliki kekuatan elemental sama seperti kakaknya. Meskipun secara harafiah tujuan God of Gods memiliki satu anak agar tidak berebut tahta, sedangkan manusia memiliki satu anak agar anak lain tidak mengalami seperti apa yang ku katakan tadi.”


“Ka-kalian! Kalian telah menjadi incaran satu bandara. Kenapa kalian begitu tenang saja? Anggota mafia Sekeleton juga datang untuk menebus tuan muda mereka, dan setelah itu mereka justru datang untuk mencari kalian!”


Theon dan Rena yang duduk dalam satu bangku, dia terkejut saat kepala sekolah telah tiba dengan dipenuhi oleh ketakutan. Mungkin penyebabnya karena dia juga berada dalam pesawat dengan keributan yang ada di dalamnya, atau mungkin bisa jadi dia takut akan menjadi tersangka karena mengenal Theon dan juga Rena.


“Ya ya ya, kami sama sekali tidak peduli. Dan, sekarang apa? Bagaimana kita menuju rumah keluarga Zuan.” Theon memutar bola matanya, dia sama sekali tidak peduli bahwa geng mafia Sekeleton yang ada di tempat ini mencari keberadaan Theon dan juga Rena yang mengacau tuan muda mereka, yaitu Jean.


“Aku sudah memesan taksi secara online. Jadi, seharusnya akan datang lima belas menit lagi. Tapi, kita tidak memiliki waktu sebanyak itu, karena kalian telah menjadi incaran! Mungkin kalian telah mengganti baju, tapi anjing pelacak tidak pernah berbohong.” Lyu Shui berkata kepada Theon dan juga Rena.


Rena mengerutkan dahinya sambil menatap kepala sekolah dengan begitu sinis, “Kepala sekolah, begitukah caramu berkata dengan gurumu? Ini bukan di lingkungan sekolah, jadi keadaan sudah berbalik seperti yang kalian sepakati.”


“Yaah, maafkan aku, aku hanya prihatin apabila kalian tertangkap.”