The God in the Modern World

The God in the Modern World
Teknik pengikat bayangan



"Pernyataan yang bagus nona. Aku tidak tahu kalian berasal dari mana, tapi dari segi pakaian kalian bukan berasal dari kalangan atas." Starlet berkata sambil melangkahkan kakinya ke depan, seolah menekan Theon dan juga Rena.


Semua orang tertawa begitu lebar, tidak peduli apakah tua, muda, laki atau pria. Mereka semua merendahkan Theon dan juga Rena. Memang, jika dilihat orang-orang yang ada di tempat ini berasal dari kalangan atas, tidak berbeda dengan Rena pula. Hanya saja, Rena tidak menggunakan pakaian yang terlalu mewah. Apalagi Theon yang bukan siapa-siapa.


"Sanksi yang paling ringan adalah kematian. Itulah yang diberikan keluarga Skelet dengan mafia Skeleton. Tapi karena aku, Jean Skelet masih memiliki hati, aku akan mengampunimu, tapi kau harus menjilat kakiku terlebih dahulu." Kata Jean sambil mengangkat ujung bibirnya. Jika dia tidak berhasil menyerang Theon, maka hal yang paling mudah adalah mempermalukannya di depan umum. Dia ingin tahu, bagaimana ekspresi Theon kali ini.


“The-Theon?! Bagaimana dia ada di sini?” Rolland yang melihat sebuah keributan, dia langsung penasaran dan melihat apa yang terjadi. Namun, justru dia terkejut bak disambar petir bahwa pembawa masalah tersebut ternyata adalah Theon. Mungkin dia tidak terkejut apabila adalah Rena, namun, bagaimana Theon bisa ada di sini? “Dia-dia seharusnya tida berada di sini, dia adalah manusia biasa!” Teriak Rolland sambil menujuk Theon.


Semua orang memandang Theon dengan aneh, dan menganggap Theon sebagai sebuah ancaman, karena bisa jadi Theon adalah seorang mata-mata dari petinggi negara. Sehingga, mereka menggertakkan giginya dan bersiap untuk membunuh Theon.


Theon menyentuh wajahnya sambil menggelengkan kepala. Bukan karena malu, tapi dia sebenarnya tidak ingin terpancing emosi dan membuat sebuah keributan. Andaikata dia tidak mempunyai hati untuk membunuh semua orang yang ada di tempat ini, maka hal ini adalah sesuatu yang cukup mudah. Hanya saja, dirinya bukanlah bagian dari petinggi negara New Santara, atau mungkin petinggi dunia ini.


"Kepala sekolah, dia ada di mana? Kenapa dia tidak ada ketika dalam masalah?" Bisik Rena kepada Theon, sambil memperhatikan ejekan dari para elementalist lainnya.


Starlett yang berdiri di hadapan Theon, tepat dihadapannya, mengangkat wajahnya di depan pandangan Theon. Mungkin karena tingginya yang lebih rendah, sekaligus juga karena menyombongkan diri. Bahkan, Jean juga berdiri di samping Starlett dengan sombongnya


"Manusia biasa atau bukan, Silahkan lakukan apa yang tuan muda Jean Skelet minta. Jangan menunggu lebih lama atau kau akan berhadapan dengan big three. Jika kau manusia biasa, maka ini adalah pengalaman terburukmu, karena hidupmu tidak akan bertahan sebentar lagi. Namun, jika kau seorang elementalist pula, emm, sebenarnya juga tidak jauh berbeda akibatnya seperti apabila kau juga seorang manusia biasa." Ujar Starllet.


Sesuai namanya, tiga besar yang merupakan keluarga Zuan, Skelet dan Scott, mereka sudah dianggap sebagai saudara dekat. Sehingga ketika ada salah satu keluatga yang bermasalah maka pihak keluarga lainnya akan membantu.


"Jika aku tidak mau? Aku tidak mau dan tidak pernah mau." Kata Theon dengan datar, dia sama seali tidak memperdulikan Rolland.


"Theon!" Rena berteriak. Namun, dia tidak hanya bicara saja, dis juga bertindak dengan bergerak untuk berada di dekat Theon. Karena, apa yang dia lihat sebuah angin berwarna coklat muncul dengan membentuk seseorang yang berdiri di dekat Theon.


Sehingga, seseorang yang baru saja muncul itu seharusnya mendorong kepala Theon seolah meminta Theon untuk bersujud secara langsung. Hanya saja, kemunculan Rena yang ada di samping Theon, dengan menghadap arah yang sebaiknya dari Theon, membuat orang tersebut mendorong wajah Rena dengan cukup keras. Mendorongnya ke bawah yang membuat Rena hendak jatuh ke belakang.


Theon membuka matanya, secara reflesk dia langsung menahan Rena dari leher belakangnya, sehingga dia tidak jadi untuk jatuh membentur lantai. Kemudian, tanpa berpikir panjang, dengan tatapan yang begitu sinis, Theon langsung mencekik Vinh Zuan. Sosok yang baru saja mendorong wajah Rena ke lantai.


"Manusia rendahan. Apa maksud tanganmu yang melakukan tindakan secara sembarangan." Kata Theon dengan nada yang cukup tinggi.


Rena sudah terlepas, dia langsung mengangkat kaki sebalahnya tinggi-tinggi untuk menendang Starllet yang tiba-tiba bergerak untuk menyerang Theon yang sedang mencekik Jean. Sehingga, mengakibatkan, dagu Starllet terkena tendangan dari Rena.


“Hei hentikan! Kau sedang berhadapan dengan big three!” Teriak salah satu pemuda yang kemudian datang untuk mengeroyok Theon.


Rena yang mendapati bahwa ada sebuah ancaman, dia kemudian menciptakan sebuah segel tangan, kemudian, dia membenturkan tangannya di atas lantai dengan tatapan yang begitu sinis. “Kegelapan: Teknik pengikat bayangan.”


Seketika, semua orang berhenti bergerak dan tidak bisa untuk menyerang Theon. Terkecuali, Rena dan Theon yang masih bersikukuh untuk mencekik Vynh dengan sangat erat. Bahkan, Vynh sendiri terlihat begitu mencoba untuk memberontak dari cekikan Theon yang begitu kuat.


Namun, yang menjadi hal aneh di sini, semua orang tidak bisa bergerak seolah pergerakan mereka sangat berat. Dan anehnya, lagi, lantai yang seharusnya terang dan memantulkan cahaya lampu yang sangat terang, kini terlihat gelap seolah dipenuhi oleh bayangan mereka sendiri. Hal tersebut, tentu saja membuat mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa?


“Hei tuan, apa kau ingat tentang wanita yang tiba-tiba dekat dengan Anda? Lesha, ya benar Lesha. Aku mencium baunya, dia berada di belakang kerumunan dan tidak bisa muncul karena terlalu ramai. Jadi, jika dia berada di sini, kemungkinan dia....” Kata Kiba sambil memainkan hudungnya.


“Apa?” Theon terkejut, tidak terlalu. Namun, Theon langsung membanting Vynh di lantai dengan cukup keras, membuat lagi-lagi para golongan muda yang ada di tempat ini benar-benar kaget untuk kesekian kalinya. Bahkan para golongan tua, mereka tidak bisa bergerak yang mana ingin membunuh Theon dan Rena secara langsung.


“Rena! Lensa ternyata seorang elementalist.”


 “Ouh benarkah? Apakah Theon kini peduli dengan Lesha sekarang?” Tanya Rena dengan sinis.


“Kau terlalu percaya diri.”


Starllet, dia benar-benar menggertakkan giginya saat dirinya seolah mematung dan tidak bisa bergerak. Mungkin tidak hanya Sttarlet, bahkan Vynh yang berada di atas lantai sekalipun, dirinya juga tidak bisa berdiri. Bahkan, mereka semua tidak bisa mengeluarkan kekuatan elemental.


Namun, ketika ada sesuatu yang mendarat atau baru saja meloncat di samping Theon dan Rena. Tidak hanya itu saja, seorang wanita tersebut yang baru saja mendarat mengeluarkan sebuah getaran yang mengakibatkan lantai bergelombang.


Sehingga, mengakibatkan Rena kehilangan keseimbangan dan juga membuat teknik pengikat bayangan menjadi lepas. Di sisi lain, Theon dan Rena benar-benar terkejut saat tahu siapa wanita yang datang. Yang mana, membuat Theon bertanya-tanya, “Bagaimana bisa Lesha bisa lepas dari teknik pengikat bayangan?”