The God in the Modern World

The God in the Modern World
Suruhan Starllet



“Asap racun ya?”


Theon menoleh ke belakang, tampaknya Rena benar-benar bertahan karena mengetahui bahwa yang di lemparkan oleh musuh tadi adalah sebuah gas racun yang sangat membahayakan. Sehingga, selain dirinya menutup hidungnya, Rena juga menenggelamkan wajahnya pada sofa agar dia tidak mengirup gas tersebut.


“Syukurlah kau benar-benar masih bertahan.” Theon menghela napas lega.


Tapi siapa yang menyangka ketika Theon menoleh ke belakang, ada sekitar dua orang yang menggunakan penutup wajah sedang masuk ke rumah Theon melalui pintu belakang. Namun, kedua orang tersebut membuka matanya lebar-lebar saat mengetahui bahwa Theon dan Rena masih sadar setelah dilempar sebuah gas racun.


Theon langsung bergerak untuk menyambar mereka dengan cepat, namun mereka langsung mengangkat senjatanya dan menembak Theon dari jarak yang sangatlah dekat. Untungnya, sebelum Theon sudah menebas mereka, ujung pedang petir Theon mengeluarkan sebuah elemental petir berwarna kuning dengan suaranya yang menggelegar.


Tentu itu membuat kedua orang itu langsung terlempar dengan tubuhnya yang baru saja terkena sebuah elemental petir. Hanya saja, Theon tidak memberinya sebuah tegangan yang begitu tinggi karena dia harus mengintrogasi mereka tentang siapa yang menyuruh mereka.


“Ba-bagaimana bisa kau masih bisa bertahan?” Tanya salah satu dari mereka membentur dinding rumah Theon dengan cukup keras.


“Siang-siang seperti ini bukankah sangat tidak disarankan untuk menjalankan misi pembunuhan?  Aku pikir, seharusnya kau menyerang kami di malam hari.” Tanya Theon dengan tatapan yang cukup sinis.


Sebenarnya mudah, kedua anggota mafia itu sebenarnya sudah tahu bahwa pembunuh bayaran mengincar Theon pada malam hari. Sehingga besar kemungkinan Theon tidak akan mengulangi kesalahan yang sama yaitu pasti keluar rumah untuk mendapatkan rasa nyaman. Sehingga anggota mafia itu memilih ketika keadaan benar-benar sepi karena semua orang berisitirahat dan bekerja.


“Siapa yang menyuruhmu? Apakah kau ini masih bagian dari pembunuh bayaran milik mafia Skeleton?” Theon mengangkat alisnya seolah menatap mafia itu dengan cukup kejam. Bahkan dia hampir menyentuhkan ujung pedang petir pada leher orang tersebut, sehingga apabila orang itu tidak menjawab maka Theon akan langsung menyentuhkan sehingga tidak hanya terluka, melainkan juga tersengat hebat.


Di saat seperti itu, ada sosok yang mendobrak rumah Theon dengan cukup kuat. Membuat Theon dan Rena yang terfokuskan dengan musuh di hadapannya, menjadi menoleh ke belakang karena penasaran tentang apa yang terjadi.


Rena mengulurkan tangannya ke arah pintu yang terdobrak, berniat ketika pintu itu terbuka maka dia bisa langsung melepaskan sebuah ledakan kegelapan yang cukup besar sehingga membuat seseorang dari balik pintu langsung terbunuh.


“Tuan Theon!” Teriak seseorang yang berteriak ketika pintu rumah Theon terbuka dengan paksa.


Mendengar apa yang diteriakkan orang tersebut, membuat Rena menurunkan tangannya sambil menoleh ke arah Theon dan menatapnya dengan sedikit kebingungan. Karena, orang tersebut datang ke rumah Theon dengan sangat formal serta kepanikan muncul di antara wajahnya. Bahkan sebenarnya Theon sendiri juga tidak tahu mengenai siapa dia dan apa keperluannya?


“Syukurlah, Anda masih bertahan.” Orang tersebut menghela napas sambil menghampiri Theon dan juga Rena yang berada di ruangan dalam tengah menginterogasi mafia skeleton. “Nona Starllet memintaku datang untuk melindungi Anda.”


“Starllet? Lengkap sudah. Duduklah aku akan membunuhmu dan nonamu nanti.” Kata Theon dengan wajah yang begitu datar.


“Apa maksudmu?” Tanya Theon, “Kau telah mengotori rumahku.”


“Maafkan aku tuan Theon, aku serius. Ini membuktikan bahwa Scott tidak seperti yang kalian lihat. Aku akan menjelaskan ini nanti, kita harus keluar kota untuk menemui nona Starllet. Dia sudah menunggumu di pulau ini dua hari yang lalu.” Kata orang tersebut mengatur ritme napas, bahkan sebagai pembuktian bahwa dirinya tidak bermacam-macam, orang tersebut melemparkan pistol ke arah Theon, serta meraba tubuhnya sendiri di hadapan Theon yang membuktikan bahwa dia sama sekali tidak membawa senjata apapun. “Biarkan mafia Gaia yang akan membersihkan rumah Anda.”


Gaia, mafia milik keluarga Scott yang berada di pulau Zenphary, sebelah barat pulau Envuella. Namun, menurut pengakuan suruhan Starllet, orang tersebut mengatakan bahwa Starllet berada di provinsi Envuella timur yang mana di kota sebelah. Tentu, itu membuat Theon bertanya-tanya, mengapa Starllet memanggilnya? Apalagi Starllet seolah menjadi pahlawan yang membantu Theon, padahal menurutnya itu sama sekali tidak perlu.


Meskipun begitu, Theon sama sekali tidak langsung percaya, dia berdiri sambil menodongkan pistol yang suruhan Starllet itu lempar. Tatapannya benar-benar tajam dengan kerutan di dahinya. “Menurutmu, bagaimana jika ternyata kalian membawa sebuah komplotan di tengah perjalanan.”


“Nona Starllet mengatakan, setiap elemental pasti mempunyai teknik pengutuk. Jika kau tak percaya maka kutuk aku tuan.” Suruhan Starllet menjawab, “Aku serius, jika kau bertanya mengapa aku muncul ketika dua anggota Skeleton itu datang, jawabannya karena aku juga ditugaskan untuk memata-matai mata-mata mereka.”


“Kejadian di hotel itu, mafia Skeleton memata-matai pembunuh bayaran, tapi dia tidak menyadari bahwa aku sedang memata-matainya. Jika Anda ingin jelas, maka ikutlah denganku.” Sambungnya.


Theon menurunkan pistolnya, dia mengangguk dan menuruti permintaan utusan Starllet yang merupakan bagian dari mafia Gaia. Namun, bukan berarti Theon tidak percaya, Theon memang tidak mengutuknya sama seperti Ali, tapi menurutnya itu akan membuang-buang tenaga hanya karena orang itu jujur, maka Theon akan melepaskannya. Lagipula, apabila Theon dijebak, maka dia bisa melawan mereka dengan cukup mudah.


“Aku bisa minta bantuanmu? Bisakah kau angkat dua temanku itu ke dalam mobilnya? Jangan biarkan mereka terbangun dan mendapati dua jasad di dekatnya.” Pinta Theon kepada suruhan keluarga Starllet.


Orang tersebut mengangguk, dia kemudian menyeret Lesha dan juga Ali ke dalam mobil kepala sekolah agar ketika mereka bangun, mereka akan langsung pergi saat menyadari bahwa Theon tidak berada di rumah.


.....


“Jelaskan, apa maksudmu memata-matai orang yang sedang memata-matai?” Theon menatap suruhan Starllet itu dengan cukup tajam. Sedangkan Rena yang duduk di kursi belakang mereka menatap suruhan Starllet dengan dingin pula. Bersiap mengeluarkan kekuatan elementalnya apabila tiba-tiba orang itu mencurigakan.


“Pembunuh bayaran itu, bukan berasal dari mafia Skeleton, melainkan dari keluarga Zuan langsung.” Roney mencoba untuk menjelaskan,  “Hal tersebut sebenarnya membuat Jean Skelet marah karena seolah membawa seorang pesuruh untuk berada di wilayahnya. Aku dengar, Jean Skelet juga hendak mengincar tuan untuk mendapatkan bintang neutron secara pribadi.”


“Aku tebak, maksudmu Starllet ingin menjadi penengah? Dan meminta bintang neutron dariku?” Tanya Theon kembali.


Roney menghela napas, tampaknya sangat sulit berbicara dengan orang yang benar-benar mendapatkan sebuah masalah. “Tidak, Scott tidak ingin menjadi penengah, sebenarnya dia tidak ingin adanya perpecahan di antara big three. Namun, karena dia tidak suka dengan Zuan serta Skelet, keluarga Scott justru ingin mengambil sebuah kesempatan. Sungguh, nona Starllet Scott tidak ingin bintang itu.”