The God in the Modern World

The God in the Modern World
Mimpi buruk bagi mereka (3)



Ketiga pria tua itu terus menerus memberikan sebuah serangan kepada Theon. Segala sesuatu mereka lakukan, baik menggunakan elemental maupun dengan serangan fisik.


Tapi itu benar-benar tak berlaku kepada Theon, dia bisa menangkalnya dengan cukup mudah. Seperti saat ini, meski dia menghadapi ketiga serangan elemental sekalipun, Theon bisa mengeluarkan kekuatan elemental pula dengan cukup mudah.


Theon mundur sejenak sambil membelokkan kekuatan elemental mereka. Hanya saja, ketika dia melompat tubuh bagian belakangnya membentur sebuah dinding tanah yang membuat Theon sendiri benar-benar terkejut.


Kemudian, ketika dia menatap ke depan, sebuah batu tanah yang cukup besar berada di depannya. Dikeluarkan oleh Yosef sekaligus dia juga mengeluarkan sebuah elemental petir untuk mendorong batu. Sehingga dalam sekali kedipan mata, batu itu sudah berada di depan mata Theon.


"Braaak!"


Batu, atau tanah yang dipadatkan membentur dinding tanah dengan Theon yang ada di antaranya. Bisa dibilang apa yang mereka lihat bahwa Theon telah diremukkan antara dinding dan juga batu. Sehingga, mereka menghela napas lega dan tersenyum.


Hanya saja, Harry tak cukup puas, sebuah api membakar antara batu yang sudah membentur dinding. Api-api itu membentuk sebuah tali yang kemudian mengikat antara dinding dan batu dengan cukup kuat. Sehingga bisa dibilang, saat Harry mempererat, membuat keduanya hancur dan berubah menjadi sebuah lava, karena baik dinding dan batu itu hancur. 


Tatapan mereka benar-benar kosong ketika tidak menyadari adanya Theon. Setidaknya jika Theon hancur dan terbakar, maka akan muncul bau manusia terbakar.


"Wah wah wah. Kemampuan Kalian benar benar sangat rendahan." Theon muncul di atas lava yang mana berawal dari sebuah hembusan angin yang membentuk dirinya. bahkan Para Pak tua merasakan sebuah hembusan itu melewati di antara pori-pori mereka.


Kemudian apa yang mereka lihat bahwa hembusan itu berubah menjadi sosok manusia yang Mereka kenal yaitu Theon. Tentu hal tersebut membuat mereka membuka mulutnya karena terkejut dengan kemampuan Theon barusan. Jika seperti itu, bisa dibilang Theon akan abadi jika melakukan demikian, sehingga mereka hampir mendapati sebuah kata 'menyerah'


Benar, ketika Theon hampir ditabrak oleh sebuah batu milik Harry. Dia merubah dirinya menjadi serpihan angin, hanya saja kekuatan seperti itu sangat lemah menurut dirinya, dia tidak akan bisa bergerak ketika ada sebuah hembusan angin jauh lebih kuat bergerak. Itulah mengapa dia jarang menggunakan kemampuan tersebut.


Kemudian, ketika dia muncul lagi, dia mengulurkan tangannya. Membuat sebuah Fire Sword atau senjata bertarungnya terbang melayang dan melesat menuju genggamannya. Lebih tepatnya, ketika Theon merubah dirinya menjadi angin, Fire Sword tidak akan tergenggam lagi, sehingga benda itu jatuh di antara Lava. Sayangnya mereka bertiga tidak cukup detail bahwa pedang milik Theon sama sekali tidak meleleh, sekalipun mereka melihat, mereka tidak akan habis pikir.


Theon mengangkat kepalanya, menunjukkan bahwa dirinya tidak akan bisa dikalahkan apalagi oleh mereka bertiga. Kini, Theon seperti sosok mimpi buruk oleh mereka bertiga. Apa yang mereka lakukan tampaknya mendapatkan sebuah kesalahan besar ketika memiliki urusan dengan Theon. Kemudian, Theon membuat lahar di atas permukaan tanah itu menjadi padat, dengan memberikan sebuah aliran air dan menghilangkan hawa panasnya.


Mungkin karena sebenarnya Luis memiliki tiga elemental, yaitu Air, Angin, serta tanah, dia dijuluki oleh orang paling kuat. Hanya saja sangat berbeda dengan pandangan Theon sendiri. Sebenarnya jika dibandingkan dengan Yosef, maka Yoseflah lebih unggul karena dia memiliki kekuatan dan pertahanan yang sulit untuk di lawan.


Sedangkan Harry, mengapa dia bisa menjadi peringkat kedua karena dia menang kekuatan dibandingkan dengan Yosef. Elemen api yang tidak dimiliki Yosef bisa membuatnya lebih tinggi dibandingkan dengan Yosef.


Tidak menggunakan kekuatan elemental, Theon melayangkan sebuah tendangan ketika dia berhenti di hadapan Luis. Bahkan dia langsung merubah menjadi sebuah kehilangan ekspresi menandakan bahwa dirinya benar-benar sangat serius. Sayangnya, Harry bisa menyadarinya dengan lebih cepat, bahkan dia sempat mengeluarkan salah satu teknik agar Theon tidak sanggup untuk menyerang Theon.


Lebih tepatnya, sebuah percikap api muncul di samping Theon. Tapi, Theon sama sekali tidak berpikir tentang percikan api yang membesar dan mengarah ke Theon, dia tetap memutuskan untuk menendang Luis dengan sangat cepat hingga dia terlempar. Persetan dengan percikan tersebut, itu sama sekali tidak berpengaruh kepada Theon.


Bahkan Theon sendiri mengcopy atau lebih tepatnya menciptakan sebuah percikan api di saat dia melompat setelah menendang Luis. Tentu saja, percikan api yang bergerak bagaikan sebuah kembang api mengarah ke arah Harry.


Tak membiarkan itu, Yosef langsung bergerak untuk menghadapi Theon fisik secara fisik. Karena tampaknya dia sudah berpikir cerdas bahwa Theon bukan orang biasa, yang mana pikiran gila menghantuinya bahwa Theon bisa menggerakkan kekuatan elemental.


Theon berhenti, dia mendorong tangannya ke arah Yosef yang sudah mulai menyadari semuanya. Sedangkan Luis, dia mengeluarkan beberapa gundukan tanah yang menusuk-nusuk Theon agar Theon bisa dikalahkan dengan cukup mudah. Tapi siapa yang menyangka, dia membakar permukaan tanah sekaligus memberikan sebuah tekanan agar tanah lebih rata lagi.


“Sudah berjalan sepuluh menit, pikirkan dua puluh menit yang akan datang.” Kata Theon sambil menebaskan pedangnya ke depan, sehingga sebuah tebasan api muncul seketika ke arah Luis yang mengganggunya dalam pertarungan dengan Yosef.


“Air: Naga Air!” Luis berteriak sambil mengulurkan pedangnya ke depan, sehingga sebuah buih-buih air berkumpul disekitar pedangnya dan membentuk seperti seekor naga yang berukuran dua kali lipat dibandingkan dengan manusia.


Lantas, naga air itu bergerak dengan sangat cepat ke arah Theon. Tidak tinggal diam, Yosef mencengkram Theon menggunakan sebuah elemental tanah, lagi agar Theon sama sekali tidak bisa bergerak dan menerima serangan dari Luis. Dia sebenarnya sedikit ragu tentang Theon yang dapat mengendalikan kekuatan, hanya saja dia ingin mencobanya sekali lagi untuk memastikan apa yang dia pikirkan ternyata benar.


Harry juga menambahkan sebuah teknik, yaitu bongkahan tanah milik Yosef, kini retak dan memunculkan sesuatu yang merah atau lebih tepatnya bara api. Bongkahan tanah itu semakin memerah seolah menyiksa Theon yang dicengkeram oleh Yosef.


Theon menghela napas, dia merasa sedikit geli tanpa merasakan panas lava yang mencengkramnya. Namun, dia sedikit menaikkan kepalanya hingga memunculkan tiga aliran bawah tanah di sisinya.