The God in the Modern World

The God in the Modern World
Jika bukan karena temenku



Jean terpental ke belakang, menghancurkan beberapa kursi penumpang. Yaah, untungnya tidak ada orang di sekitar itu. Semua orang, termasuk kepala sekolah memilih untuk berkumpul ke belakang menghindari pertarungan. Terkecuali Rena, kini dia memunggungi Theon dan memperhatikan beberapa pengawal Jean yang tergeletak tak berdaya.


Jika bukan karena kemampuan bertarung Elzabeth, mungkin dirinya benar-benar kalah. Bahkan Elzabeth kali ini pun juga kerepotan, bahkan tubuhnya juga terdapat luka lebam pada bagian pipinya. Namun, itu bukanlah hal yang masalah baginya.


Meskipun terlihat dirinya kecil dibandingkan musuh yang dia hadapi, tapi mereka bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya otot kemampuan seorang dewa jauh lebih besar. Bukan otot yang terlihat seperti bisep, melainkan juga otot yang tak terlihat, seperti otot spiritual yang jauh lebih berguna. Meskipun sebenarnya, Theon juga sering melatih otot fisiknya di alam dewa.


“Kau, kau seorang yang memiliki kekuatan elemental” Jean mencoba untuk berdiri sambil menahan perutnya yang terluka. Dia bisa menyimpulkan bahwa pemuda di hadapannya adalah seorang elementalist pula karena tahu tentang festival keluarga Zuan. Keluarga terkuat di negara ini yang sedang mengadakan sebuah acara tersembunyi.


“Tsssstt!” Theon mengangkat telunjuknya dan menaruh di depan bibirnya sendiri. “Seharusnya kau tidak berbicara terlalu keras. Siapa tahu salah satu penumpang di sini merupakan seorang agen mata-mata.”


“Tidak ada, ayahku sudah memastikan! Sehingga, aku bisa membunuhmu dengan mudah di sini.” Jean berkata sambil melebarkan ujung bibirnya.


Seketika Theon hampir terlempar ke belakang, begitupun dengan Rena yang mana untungnya Theon memegang pergelangan tangannya. Selain itu, para penumpang mendadak menjadi histeris, karena mereka merasakan sebuah energi kuat dan juga panas yang membuat mereka terlempar ke belakang. Hanya saja, semua orang paling belakang sendiri membentur dinding hingga retak.


Energi yang tidak begitu biasa, diselingi sebuah aura yang begitu panas, membuat turbulensi pesawat tiba-tiba menyala. Kepanikan kembali datang dengan suara jeritan. Apalagi keadaan benar-benar menjadi panas, baik dari hawa udara, serta emosi mereka.


“Bagaimana? Kau akan tersiksa, apalagi aku memfokuskan aura panas ini hanya kepada dirimu saja.” Jean tertawa dengan begitu lebar sambil kembali mengeluarkan aura panas kepada Theon.


Theon mengusap dahinya, keringatnya benar-benar muncul meskipun Ac pesawat terbuka lebar. Namun, dia sama sekali tidak begitu panik, hanya saja apa yang dia pikirkan bahwa Jean memiliki kemampuan multi elemental atau kemampuan memiliki elemental lebih dari satu. Seperti petir dan api yang merupakan kemampuan milik Jean.


“Jadi kau mengetahui tidak ada agen mata-mata, tentara atau seseorang yang memiliki keterkaitan dengan petinggi negara dan dunia karena ayahmu?” Kata Theon sambil mengangkat ujung bibirnya sebelum dia melanjutkan apa yang dia ucapakan, “Maka dari itu jangan sok kuat jika kau masih membawa-bawa orang tua agar kau terlihat keren. Jika memang begitu, secara harafiah ayahku lebih tinggi dari ayahmu, jauh lebih tinggi. Tapi aku tidak memberitahukan siapa ayahku!”


Seketika udara kembali menjadi normal, membuat Jean sendiri benar-benar terkejut. Karena pada dasarnya, Jean sendiri tidak atau lebih tepatnya belum menghentikan kemampuan menekan musuhnya menggunakan energi panasnya. Dia berusaha lagi, lagi dan lagi untuk menekan elemen api agar suhu udara menjadi panas. Namun, itu tampaknya begitu percuma, selain itu tatapan Theon jauh menjadi mengerikan ketika dia berjalan dengan pelan ke arah dirinya.


“Jika bukan karena temanku yang memiliki masa lalu kelam, sehingga dirinya bersikeras dan terlalu keras kepala. Maka kau tidak akan mendapatkan masalah yang seperti ini. Aku tidak peduli kau merupakan putra mafia geng sekaligus keluarga terkuat di pulau Envuella.” Theon menekan Jean lebih dalam agar mental Jean menjadi pecah.


Tentunya mungkin itu hanya akan menjadi sebuah bualan belaka bagi orang yang mendengarnya. Namun, mereka tidak ingin menanyakannya secara terus terang, karena apa yang mereka pikirkan hanyalah sebuah keselamatan. Dan untung saja, Pulau Neverly yang menjadi pulau di utara pulau Envuella, tujuan mereka sudah bisa terlihat yang membuat mereka bernapas lega. Dan tentunya, pesawat sudah menurunkan ketinggian yang menandakan bahwa pesawat tersebut akan mendarat.


“Kau beruntung, sampai jumpa di kediaman keluarga Zuan.” Theon tersenyum lebar sembari kembali duduk di kursi nyamannya kembali.


Theon menatap Rena sambil tersenyum sepenuh hati, “Tidak perlu, aku yang akan mengurusnya. Siapa tahu ketika aku bertarung besar elemenku akan bangkit, seperti hal nya setelah aku membunuh semua geng Naga Biru.”


“Jangan bilang....” Rena mengerutkan dahinya. Bagaimana tidak, bahkan Theon sendiri sudah berpikiran untuk membunuh geng Sekeleton. “Itu terlalu kejam, Anda seperti bertindak sebagai penjahat di dunia ini.”


“Jika mereka masih kurang ajar mungkin aku akan melakukannya.” Kata Theon sambil memutar bola matanya. “Ooh ayolah, apa kau benar-benar tidak setuju dengan tindakanku?” Theon bertanya kepada Rena.


“Maafkan aku jika aku tadi keras kepala, hanya itu saja aku tidak menuruti permintaanmu. Dan setelah ini, aku akan tetap setuju apa yang Anda lakukan.”


“Tak masalah, aku mengerti apa yang kau rasakan. Bahwa pelecehan tidak dapat dibenarkan.” Kata Theon menenangkan Rena.


Pesawat telah melakukan sebuah pendaratan, seluruh penumpang turun dalam keadaan takut. Dan tentunya, di luar benar-benar ramai seperti adanya mobil polisi dan pemadam yang sedang menunggu. Mungkin karena pilot mengabarkan bahwa ada sebuah serangan yang tak begitu terduga.


Sebelum dia keluar, dia memberikan sebuah isyarat kepada kepala sekolah untuk membuka smartphonenya. Kemudian, dirinya menatap Rena dan mengangguk satu sama lain untuk melakukan sesuatu.


Lebih tepatnya, ketika pintu pesawat terbuka, Theon dan Rena langsung menerobos melewati beberapa penjaga yang sedang menunggu beberapa pengganggu. Karena dia tahu bahwa pasti dirinya akan menjadi incaran, tidak peduli apakah Jean ditangkap, karena secara harafiah dia juga ikut melakukan sebuah keributan.


Menggunakan kemampuan yang begitu lincah, Theon dan Rena berhasil melewati beberapa penjaga yang sempat mengejarnya.


“Berhenti!” teriak beberapa orang yang mengejar Theon dan Rena. “Kalian harus diberi sanksi karena membuat sebuah keributan di dalam sebuah pesawat pernebangan.”


Sayangnya, Theon dan Rena terlalu cepat, bahkan mereka sanggup untuk meloncat-loncat ke sana kemari meskipun kondisi bandara benar-benar begitu ramai. Sehingga, hal tersebut membuat beberapa penjaga benar-benar kewalahan yang membuat mereka kehilangan jejak. “Dasar anak SMA sialan!”


“Jika tidak begini, sanksi berat adalah penjara. Jadi, lari seperti ini adalah solusinya. Untung saja kepala sekolah tidak terlibat yang membuat dia bisa keluar dengan begitu mudah.” Kata Rena sambil menoleh ke belakang, berharap beberapa penjaga tidak mengejarnya.


“Aku akan memberi pesan kepada kepala sekolah untuk menemui kita di depan bandara. Dan, apa kau ingin membeli sebuah baju? Setidaknya sebagai sebuah penyamaran. Kita menggunakan ini begitu mencolok.” Sambungnya.


“Hei-hei, tidak perlu. Apa kau lupa? Pakaianmu dan pakaianku berada di cincin penyimpanan. Itulah mengapa aku menolak untuk membawa ransel yang terlalu besar ketika kepala sekolah menanyakannya.”