
Theon menoleh ke atas, dia melihat bahwa reruntuhan gedung akan menimpa dirinya. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah mengangkat tangannya untuk melindungi dirinya sendiri. Sekaligus, menjajal apa yang dia pikirkan barusan. Bagaimana tidak, dirinya merasakan rasa sejuk, sehingga dia cukup yakin dengan apa yang dia pikirkan.
Sebuah aliran air yang begitu deras keluar dari tangan Theon, bahkan kekuatannya cukup besar apabila dibandingkan dengan kekuatan Ernest barusan. Dan, aliran air itu membantuk sebuah kubah yang cukup besar dan tebal, sehingga membuat puing-puing hanya jatuh dengan terhambat, meskipun sebenarnya juga akan jatuh, karena gaya angkat benda yang lebih berat dari gaya angkat air.
Tanpa diperintah, Azure yang membawa Lyu dan juga Theon langsung menerjang menuju pintu keluar selagi Theon mengeluarkan kubah air yang memperlambat jatuhnya reruntuhan. Kemudian, saat dirinya benar-benar ke luar gedung, dia langsung menghilang dan masuk ke dalam diri Theon. Sehingga, membuat Lyu dan Theon jatuh ke permukaan tanah, tapi tidak cukup keras.
Hanya saja, Lyu tersungkur, berbeda dengan Theon yang langsung berdiri. Dia juga lansung membantu kepala sekolah berdiri yang mana tampaknya tubuh kepala sekolah benar-benar kelelahan. Wajar saja, ini pertama kali lyu melihat aksi pembunuhan, dan terlibat dalam pembunuhan, sehingga membuat dirinya bergerak cukup berat.
“Ba-bagaimana Anda bisa megeluarkan elemen air? Tahu begitu Anda bisa membunuh ketua geng itu dengan cukup mudah.” Tanya Lyu dengan wajah kebingungan. Masalahnya, Theon tampaknya juga memiliki elemen air, dibuktikan dengan keberadaan beast spirit berelemen air, serta mengeluarkan kubah air itu.
“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Dan, apa kepala sekolah tau, mengapa aku mengajakmu kali ini? jujur, sebenarnya kau hanya menjadi beban bagiku, tapi aku juga memiliki alasan yang jelas mengapa aku mengajakmu.” Theon mengalihkan perhatian di malam yang gelap ini, apalagi wilayahnya merupakan pojok kota yang berisi gedung kosong berkesan angker.
Mereka berdua berjelan keluar dari pojok kota ini menggunakan elemen api yang menyala pada kayu bekar reruntuha yang baru saja terjadi. Mengenai apa yang ditanyakan oleh Theon, dia hanya menggelengkan kepala tidak mengerti sambil menundukkan kepalanya, karena tampaknya Theon sendiri tampak terus terang bahwa dirinya hanya menjadi seorang beban.
“Aku hanya ingin membuat kepala sekolah lebih berani ketika ingin membunuh seseorang. Mungkin terlihat kejam, dan melanggar hak asasi manusia. Tapi, mau bagaimana lagi, ketika kita ingin melindungi diri sendiri, seperti menjaga kehormatan, boleh saja kau membunuh orang tersebut, meskipun aku tahu itu juga akan mendapatkan sebuah sanksi di negara ini. Maka dari itu, dengan adanya aku mengajakmu, kau bisa belajar untuk menenangkan diri ketika mayat tergeletak di depanmu secara tidak wajar.” Theon mencoba untuk menjelaskan. “Ingat, kau adalah seorang eleemntalist.”
“Si-sirine polisi?” Theon membuka matanya saat dia mendengar, sebuah sirine polisi menuju ke arah dirinya. Sehingga, dia menarik tangan Lyu untuk lari berbalik arah dibandingkan sebelumnya. Masalahnya, tampaknya polisi mengetahui bahwa ada sebuah masalah yang tak wajar di komplek ini. Sehingga, apabila mereka mengetahui adanya Lyu dan Theon, maka keduanya akan terjerat dalam sebuah kasus.
“Bagaimana ini?” Tanya Lyu dengan cukup panik.
Mungkin Theon bisa saja mengurus para polisi, namun, Theon tidak ingin memiliki masalah dengan pihak yang memiliki keterkaitan dengan petinggi dunia seperti petinggi negara, pasukan keamanan dan pertahanan di seluruh dunia. Beda lagi apabila nanti, setidaknya ketika elemental cahaya Theon bangkit, maka menjarak mereka adalah tuJone Theon.
“Naik!”
Ketika Theon dan Lyu lari hingga sampai di sebuah pertigaan, sosok dalam mobil di jalan di depannya berteriak. Sosok tersebut tidak lain adalah Ali yang berteriak, setelah dia mendengar adanya sebuah ledakan di tempat Theon dan Lyu turun. Masalahnya, hatinya tergerak untuk tidak bisa meninggalkan temannya. Yaa walaupun, dia menghela napas saat melihat Theon ternyata selamat.
“Kenapa kau kembali?” Tanya Theon kepada Ali.
“Aku cukup ragu untuk meninggalkanmu, sehingga aku tidak peri secara sepenuhnya, melainkan menjauh. Namun, tidak ada sejam, aku mendengarkan sebuah ledakan yang tampaknya berasal dari wilayah gedung kuning tadi. Serta, kau percaya atau tidak, aku melihat naga yang cukup besar di langit-langit ini! Sehingga, aku memutuskan untuk kembali dan memastikannya, serta menaruh khawatir kepadamu.”
“Ooh ayolah, apa kau sedang bermimpi Ali? Tidak ada seekor naga, itu hanyalah sebuah dongeng.” Theon mencoba untuk mempengaruhi apa yang dipikirkan Ali. Masalahnya, ini tidak bisa dibilang enteng apabila Ali mengetahui ternyata dirinya memiliki kekuatan elemental. Walaupun, sebenarnya Theon juga tidak tahu, apakah Ali memiliki kekuatan elemental?
“Benar Ali, tampaknya kau sedang berhalusinasi. Tidak ada Naga yang keluar, itu hanyalah dongeng belaka.” Lyu mendukung apa yang Theon maksud. Meskipun sebenarnya, dirinya juga tidak bisa melupakan kengerian naga air yang Theon keluarkan.
Ali menepuk jidatnya dikala dia menyetir, dia mencoba untuk mengatur napas sesegera mungkin untuk menenangkan dirinya, “Benar, tampaknya aku sedang berhalusinasi karena kegilaan kalian. Jadi, aku harap sebenarnya suara ledakan itu juga sebuah halusinasi. Hanya saja, aku benar-benar penasaran, kalian ingin menemui geng Naga Biru untuk apa?” Ali bertanya untuk kesekian kalinya.
“Tak perlu tahu, hanya masalah personal. Namun, kau tampaknya akan mengerti beberapa hari lagi.” Theon berbisik kepada Ali, namun dengan suara yang cukup mengerikan sehingga membuat Ali sendiri menelan ludah dengan cukup kasar.
....
Pada akhirnya, Ali mengantar manyetir mobil milik kepala sekolah untuk mengantar dirinya untuk pulang terlebih dahulu. Karena, rumahnya lebih dekat dibandingkan dengan Theon, sehingga Lyu kini yang mengambil alih mobilnya dan mengantar Theon untuk pulang.
“Aku benar-benar tidak mengerti, Anda memiliki dua kekuatan elemental, satu beast spirit. Tapi mengapa Anda baru menunjukkannya sekarang? bayangkan saja, saat ini Anda berhasil membantai geng terkuat di kota dan terkuat nomor tiga di provinsi ini.” Lyu benar-benar menggelengkan kepala. “Untung saja teman Anda tidak mengetahuinya dengan jelas, karena dia benar-benar sangat bodoh.”
“Bisakah kita membahas yang lainnya? kau selalu saja bertanya seperti itu, itu membuatku benar-benar bosan. Jika tidak, sebaiknya diam saja.” Theon berkata demikian, masalahnya dia memikirkan sesuatu yang membuat hatinya cukup senang. Bagaimana tidak, elemental airnya ternyata bangkit setelah dia membunuh beast spirit milik musuh. Yang mana, Theon berspekulasi, bahwa dirinya bisa membangkitkan elemental usai membunuh beast spirit?
Tapi tampaknya itu tidak sepenuhnya mungkin, apa yang Theon pikirkan juga tidak membuatnya yakin seratus persen bahwa elemennya bangkit karena membunuh beast spirit milik musuh.