The God in the Modern World

The God in the Modern World
Mimpi buruk bagi mereka (5)



“Pangeran! bolehkan aku membunuhnya sekarang juga?” Rena berteriak ketika dia terhenti di depan Starllet dengan mengeluarkan sebuah tatapan kegelapan dari matanya.


Theon yang mendengarnya, dia sedikit melirik ke belakang, memperhatikan bahwa Rena bisa mengungguli mereka berdua. “Silahkan!”


“Tidaak!” Yosef bergerak secepat petir ke arah Rena, kemudian dia mengayunkan tangannya sehingga sebuah sambaran petir hendak menyambar Rena dengan sangat cepat. Untungnya, Rene menggunakan kemampuan langkah bayangan untuk menghindar, karena tampaknya, ayah Rena sendiri benar-benar ikut campur.


Ketika Theon ingin menarik kembali Yosef, Harry sudah berada di hadapannya dengan kecepatan petir. Tentu hal tersebut lagi-lagi membuat Theon merasa sangat bosan karena kemampuan itu lagi. Hanya saja, bersamaan dengan itu, sebuah gundukan tanah di bawah Theon tiba-tiba naik menjadi sangat tinggi dengan Theon yang berada di atasnya.


Semakin tinggi, gundukan tanah berubah menjadi sebuah menara. Theon bisa memperhatikan bahwa tujuan Luis melakukan teknik seperti ini agar Harry bisa melakukan sebuah teknik yaitu menyambar Theon menggunakan sebuah petir secara langsung. Sekaligus, dengan menara yang ada Theon di atasnya, Luis melakukan hal tersebut juga bertujuan untuk menghancurkan bola air milik Theon.


“Oooh, jadi maksudnya mereka ingin aku membentur bola air milikku sendiri? Bodoh, itu justru akan bertambah sangat fatal.” Katanya sambil melemparkan barang tak berguna di tangannya, atau lebih tepatnya sebuah pedang besi yang sudah patah milik Luis.


Theon mengulurkan tangannya, menggapai sebuah petir yang dikeluarkan oleh Harry sebelum dirinya membentur sebuah bola air miliknya. Kemudian, dia mengayunkannya atau lebih tepatnya menggerakkan semuanya kepada Harry sendiri di luar kendalinya. Kemudian, pasal bola air seukuran bola mobil ketika dia semakin naik ke atas, Theon mengulurkan tangannya hingga bola air itu juga semakin naik dan tidak membentur dirinya.


Luis semakin kesal, tentunya dia berdecak kesal sambil menjatuhkan menara tanah itu dengan sangat cepat. Sehingga kemungkinan besar, Theon seperti berada di dalam lift yang mengalami kerusakan dan jatuh dengan sangat cepat. Sedangkan Harry, dia yang melihat petirnya tak terkendali, terpaksa dirinya juga harus menahannya dengan kekuatannya sendiri.


Theon tidak panik sedikitpun, alih-alih pasrah ketika menara buatan milik Luis kembali keadaan semula, Theon justru melompat dengan tinggi mungkin tiga lantai. Bahkan dia mengangkat kedua tangannya yang mana elemen api berbentuk naga muncul di masing-masing tangan.


“Bodoh! Kematianmu berada di hadapanmu!” Luis menyentuh tanah, menariknya seolah muncul sebuah batu besar yang dia lemparkan ke arah Theon secara langsung. Tidak hanya sekali dan menggunakan satu elementalnya saja. Melainkan dia melemparkannya secara berulang kali dengan tembakan air dan angin secara bersamaan.


Harry membantu, setelah dia mengalahkan elemental petir yang tak terkendali, apa yang dia lakukan adalah mengeluarkan semburan api kepada Theon.


Theon yang melihat itu, dia membuka kedua tangannya, sehingga dua ekor naga api yang berukuran besar muncul. Menahan semua serangan dari Harry dan juga Luis dengan cukup brutal. Yang mana setelah itu, salah satu naga menerjang mereka sedangkan naga yang lainnya menjadi pijakan Theon untuk mendarat.


Luis dan Harry melompat, sayangnya kedua naga itu membentur permukaan tanah hingga membakar semua permukaan tanah yang mereka pijak. Di antara kobaran api itu, Theon muncul dengan tatapan tajam, membersihkan api yang membakar hutan saat ini menggunakan elemen airnya.


Sebenarnya Theon bisa menghabisi mereka sekarang juga, atau bahkan semenjak tadi. Hanya saja Theon ingin bermain dengan mereka lebih lama, menunjukkan kekuatannya yang maha hebat, serta menyiksa mereka secara mental dan raga secara perlahan-lahan. Apalagi saat ini, mereka berdua terbaring dengan dipenuhi luka di sekujur tubuhnya. Baik itu luka pukulan, tebasan bahkan luka bakar sekalipun ada pada mereka.


“Air: Paus sang pembunuh.”


Seketika tanah bergetar, menghasilkan suara gemuruh yang sangat besar. Ketika itu, paus orca tiba-tiba muncul dari permukaan tanah seolah keluar dari permukaan air laut. Bukan paus pembunuh biasa, melainkan paus pembunuh yang terbentuk dengan sebuah elemental air.


Paus pembunuh melompat seperti pada umumnya, dan terjatuh di permukaan laut juga pada biasanya. Hanya saja posisinya seolah menyerang Luis dan juga Harry yang ingin bangun dengan merasakan sakit yang begitu luar biasa.


Kesialan menimpa mereka, mereka tertimpa dengan paus orca yang sangat besar membuat mereka kembali terbaring dengan berteriak dan merasakan rasa sakit. Seolah, mereka kini dihadapkan oleh sebuah kematian yang sangat besar.


“Seperti itu. Sebenarnya kalian bisa menciptakan teknik itu sendiri, atau mempelajari dari gulungan kertas yang telah ada.” Teriak Theon memberi mereka sebuah pelajara. Karena, Theon jarang menemui orang-orang menggunakan sebuah teknik. Dia juga melanjutkan ucapannya, “Atau mungkin rapalan sihir. Aku pernah melihatnya di animasi.”


“Seperti ini.” Theon menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya, “Pefect Nature, Ensimen Blitzes!”


Seketika sebuah petir dari langit menyambar mereka berdua, mengkilat dan cepat, menghasilkan sebuah ledakan dan sambaran yang sangat kencang seperti petir pada umumnya. Mengakibatkan mereka semua berteriak kesakitan, karena petir itu benat-benar sangat mengerikan. Apalagi tidak membuatnya mati karena pada dasanya Theon merendahkan daya petir itu.


Hanya saja, kekuatan petir itu membuat mereka setengah mati, tubuh dengan urat berwarna hitam yang menandakan bahwa mereka berdua baru saja terkena sambaran petir yang begitu menyeramkan. Bahkan menjadi sebuah mimpi buruk bagi mereka berdua.


Theon menghela napas, dia beralih kepada Rena yang mengharuskannya bertarung melawan tiga orang. Namun, dia tersenyum puas saat ternyata itu jauh seperti apa yang dia pikirkan.Starlet dan Yosef serta Vynh, mereka benar-benar sangat kewalahan. Apalagi Starllet terus menerus terkena sebuah serangan dari Rena secara brutal yang memperlihatkan lukanya.


Hanya saja, tiba-tiba Starllet muntah darah ketika dia belum bergerak, mmebuat Yosef langsung histeris dan mencoba untuk mengetahui keadaan Starllet itu sendiri. Sebenarnya, Starllet mengalami kerusakan organ dalam ketika harus berhadapan dengan Rena, namun dia tidak berkata secara terus terang dan memaksa untuk bertarung.


Rena yang tidak menyia-nyiakan hal tersebut, dia bergerak menggunakan langkah bayangan lagi. Memukul dagu Starllet dengan cukup kuat dihadapan Yosef  atau ayahnya. Lagi-lagi histeris, Yosef langsung beranjak untuk melakukan sebuah serangan kepada Rena, hanya saja Rena berubah menjadi bayangan seolah menghilang dan muncul lagi di depan Starllet untuk melakukan sebuah serangan lagi.


“Ngomong-ngomong waktu kalian sudah habis.” Theon muncul di dekat Rena, melihat Starllet yang terbaring tak berdaya. Untuk memanas-manasi suasana, apalagi Yosef yang berlari ke arah mereka, Theon menusuk dada Starllet dengan menggunakan tangannya. Menggapai jantung Starllet yang tampaknya benar-benar bermasalah. Buktinya, ketika dia menariknya, jantung Starllet mengalami cedera.


“Tidaaak!”