The God in the Modern World

The God in the Modern World
Menuju negara Ziosam



Kembali pada Theon yabg berpikir, bukankah itu artinya Lesha diculik menuju negara Ziosam? Hanya kemungkinan terbesar. Masalahnya, bisa saja Lesha lari untuk menyelematkan dirinya sendiri dari kejaran para pembunuh itu. Hanya saja, itu sangat tidak mungkin, karena jika dia lari, seharusnya dia kembali dengan suara tangis yang tidak begitu biasa. Apalagi ini merupakan hari ulang tahunnya yang seharusnya mendapati sebuah kabar yang cukup baik.


“Kita akan menuju negara Ziosam sekarang juga.” Kata Theon menatap Strega.


Beberapa lama kemudian, Rena datang, wajahnya juga terlihat mengkerut saat mendapati dua keadaan. Yaitu antara kabar baik dan buruk yang bercampur menjadi satau. “Kabar baiknya Lesha tidak terbunuh, tapi kabar terburuknya, Lesha tidak ada di rumah ini.” Ungkap Rena.


“Peluru dari Ziosam. Apa mungkin Lesha diculik oleh petinggi dunia karena mereka sudah tahu dan meramal sebelumnya bahwa Lesha atau sosok avatar dewi rembulan akan menghadap tujuan mereka? aku hanya mengira bahwa petinggi dunia berada di negara itu, secara negara itu benar-benar superpower.” Theon berspekulasi, dia mencoba mengira semua permainan busuk dari petinggi dunia.


Kemungkinan atau hanya menurut Theon. Petinggi dunia sudah mengetahui siapa avatar dewi rembulan, yang mana mereka juga sudah mengetahui bahwa avatar dewi rembulan hidup karena ingin menjaga alam ini dari sebuah kerusakan. Kemudian, ketika petinggi dunia menculik Lesha, maka mereka bisa melakukan tujuan mereka dengan cukup mudah tanpa ada yang menganggu.


Hanya saja, yang menjadi sebuah pertanyaan bagi Theon, mengapa petinggi dunia menculik Lesha tepat pada umur delapan belas tahun? Bukankah akan cukup mudah apabila petinggi dunia menculiknya sebelum dia berumur delapan belas tahun dan membunuhnya langsung?


Itu tentunya membuat Theon merasa cukup aneh. Ada sebuah kejanggalan mengapa petinggi dunia menculik Lesha tepat pada umur delapan belas tahun yang mana di umur itu, Lesha akan menyadari siapa dirinya menurut ramalam Helen.


“Kalian akan membutuhkan pasport dan visa untuk menuju ke sana, dan membutuhkan waktu berhari-hari.” Ucap Strega terus terang.


Theon tahu itu, dia ingin mencari tahu dan menyelematkan dewi rembulan sekarang juga. Sekaligus untuk mencari tahu mengapa petinggi dunia menculik Lesha di umur delapan belas tahun. Untuk menuju ke luar negeri, dia harus membuat visa, sedangkan pasport sendiri, Theon sudah mempunyainya.


“Jika itu pasport aku sudah mempunyainya. Tapi, untuk visa menuju negara tersebut, kami belum mempunyainya sama sekal.” Sahut Rena yang kemudian di angguk i oleh Theon itu sendiri.


“Kita akan bergerak secepat cahaya. Tidak peduli apa yang terjadi, seperti pelanggaran wilayah hanya karena kita masuk secara ilegal.” Ucap Theon.


“Bagaimana denganku? Aku akan menjadi incaran jika masuk secara Ilegal.” Strega menunjuk dirinya sendiri. Dia juga sadar karena dirinya tidak bisa bergerak secepat cahaya yang akan membuat pergerakannya akan sangat mudah untuk diketahui. “Akh, aku lupa, aku warga asli sana, meski aku robot, tapi aku adalah robot yang diakui sebagai seorang penduduk. Berangkatlah, aku akan menyusul menggunakan sebuah pesawat.”


Pembicaraan Theon dan yang lainnya sebenarnya kini menjadi sebuah pusat perhatian. Yang membuat Theon sendiri menggarukkan kepalanya karena dia berbicara yang tidak-tidak. Tetapi, Theon sama sekali tidak begitu peduli, lagipula, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang Theon katakan. Mereka hanya saling memandang dan mencerna apa yang Theon katakan.


Meski, Theon sama sekali tidak pernah atau sama sekali tidak mengetahui bagaimana wajah petinggi dunia itu sendiri. Mungkin tidak hanya dia, melainkan semua orang juga tidak mengetahui bagaimana wujud petinggi dunia itu sendiri, yang mana orang-orang lebih tepatnya memanggilnya sebagai elite global.


Ada yang mengatakan, bahwa petinggi dunia bersifat rahasia tentang siapa yang berada dibaliknya. Ada yang mengatakan, bahwa identitas petinggi dunia memiliki kerahsiaan paling tinggi dibandingkan identitas mata-mata terkena di dunia ini sekalipun.


Tidak ada yang menunjukkan bukti yang cukup konkrit tentang adanya petinggi dunia sebenarnya. Akan tetapi, orang-orang mempercayainya, sebagai pengendali di seluruh dunia ini untuk menjaga kestabilan segalanya. Hanya, saja mereka sama sekali tidak tahu bahwa sebenarnya petinggi dunia juga mempunyai sebuah sihir.


Hanya beberpa orang dan menganggapnya sebuah konspirasi atau sesuatu yang disembunyikan oleh petinggi dunia karena sifatnya yang bersifat rahasia. Benar-benar, tentu saja hal tersebut membuat Theon cukup penasaran tentang yang terjadi sebenarnya di dunia ini dengan segela sesuatu yang masih dosembunyikan oleh sosok yang palig beruasa di dunia ini yaitu petinggi dunia yang keberadaannya masih menjadi misteri.


Bahkan sebenarnya, Theon tidak cukup yakin bahwa tempat petinggi dunia berada di negara Ziosam. Tidak ada yang mengetahuinya sebenarnya. Hanya saja, Theon hanya menebak-nebak dengan menggunakan sebuah keadaan yang seadanya.


Dengan kecepatan cahaya, diikuti oleh Rena di belakangnya, dalam sekejap dia sudah berada di langit-langit negara Ziosam. Sebenarnya, hal tersebut membuat dia cukup kelelahan. Aplagi, di tambah dengan kondisi Ziosam yang berada dalam keadaan tengah malam.


Tidak begitu heran, perbedaan waktu antara New Santara dan Ziosam cukup signifikan. Lebih tepatnya, New Santara memiliki waktu 11 jam lebih cepat dibandingkan New Santara. Itu artinya, ketika di Ziosam saat ini pukul 11 malam, maka di New Santara saat ini adalah pukul 10 menjelang siang.


Dan itu memang, Theon terakhir melihat jam di rumah Lesha, bahwa waktu menunjukkan pukul 10 siang. Sehingga, perkiraan di sini adalah waktu pukul 11 malam. Dan itu dibuktikan ketika Theon membuka smartphone miliknya dan menunjukkan perubahan wialayah yang tiba-tiba dengan merubah zona waktu.


Theon dan Rena turun di tempat yang cukup sepi.  Karena apabila mereka melakukan sesuatu yaitu melayang terus menerus di udara, maka yang akan terjadi, dirinya menjadi incaran. Mengingat, bahwa negara Ziosam cukup berkembang pesat dengan kemajuan dan tekhnologi yang ada. Bahkan, Theon mampu melihat keadaan kota yang benar-benar benderang.


Masalahnya, dimana Lesha berada? Itulah yang ada dipikiran Theon kali ini. Dia juga tidak tahu dimana markas tentara yang menjadi tempat terkurungnya Lesha seperti dia yang terkurung di markas pusat New Santara. Mengingat, bahwa luas Ziosam adalah 9,834 juta km² yang mana tidak mungkin dia bisa mencarinya dengan cukup cepat.


“Bagaimana kita mencarinya?” Theon menoleh ke arah Rena. Tapi, setelah dia berkata seperti itu, dia mempunyai sebuah tekhnologi informasi yang tidak bisa diremehkan. Sehingga, yang dia lakukan adalah mencari markas pusat militer Ziosam dengan pertahanan dan keamanan yang tidak bisa untuk diremehkan.