
Theon mengerutkan dahinya. Dia tidak menyangka bahwa Roney mampu untuk bertahan dari benturan sebuah aura segitiga iluminasi dari petinggi dunia. Meskipun keadaannya benar-benar memprihatinkan, seperti darah yang menetes dari ujung bibirnya, serta dia seperti sedang kehabisan napas.
“Tapi cara itu cukup merepotkan. Petinggi dunia bisa menyerang kita terlebih dahulu di kala elementalist menyebar informasi di seluruh benua. Apalagi bisa-bisa kita mengirim informasi itu selama berbulan-bulan.” Sahut Lesha yang ikut menopang dagunya.
“Justru itu, kita akan mengirimkan satu orang untuk memimpin satu benua. Kecuali benua Indian yang menjadi istana petinggi dunia.” Theon menghela napas yang kemudian menatap Strega. “Strega, bisa kau memunculkan hologram tentang peta dunia?”
Strega mengangguk, kemudian, dari matanya muncul sebuah cahaya yang memproyeksikan peta dunia di atas tanah. “Apa yang akan kau rencanakan Lord Unknown?”
Theon mengambil salah satu ranting pohon yang ada di dekatnya. Kemudian, dia melingkari satu titik di setiap benua, dia juga melingkari titik benua indian, lebih tepatnya negara Ziosam. Lebih tepatnya lagi, dia melingkari istana besar petinggi dunia.
“Aku melingkari setiap titik di setiap benua. Seperti benua Hikari, setiap pemimpin akan mengumpulkan di negara Malaya. Sebuah negara di utara Zenphyra, yang memiliki laut, namun juga terhubung benua utama Hikari. Faksi dan benua Hikari, akan memutar, melewati benua Nigrum dan masuk ke dalam benua Indian selatan, menyerang Ziosam dari arah selatan.”
Kemudian, Theon menjelaskan kembali, benua Osean, benua kecil di selatan New Santara. Faksi ini akan melewati jalur timur, meskipun harus menyeberangi pasifik terlebih dahulu, akan tetapi faksi ini akan menyerang wilayah barat Ziosam. Faksi Euro, akan menyerang dari utara, melewati wilayah Icelor yang kemudian menuju ke selatan, dan Nigrum, faksi ini akan menyerang Ziosam melaui timur. Sedangkan Antartika, itu benua yang tidak penting karena tidak ada penduduk sama sekali.
Masalahnya, siapa yang bersedia memimpin setiap faksi? Hanya sekitar tiga orang yang mampu bergerak secara cepat yaitu Theon, Rena dan juga Lesha. Sedangkan Rolland dan juga Roney, mereka bisa apa? Apalagi Strega yang Theon sendiri tidak bisa yakin sepenuhnya.
“Akh, lagi-lagi. Lesha, kau akan memimpin faksi Hikari, Rena, aku mohon bantuanmu untuk memimpin Nigrum. Sedangkan aku, aku akan memecah diriku menjadi dua, yaitu Euro dan juga Ocean.”
Mendengar ucapan Theon, Rena mengerutkan dahinya sambil berkata. “Dua benua sekaligus? Itu benar-benar sangat memberatkan dirimu.”
“Dua benua itu kecil dibandingkan dengan Hikari dan juga Nigrum. Sehingga tidak masalah bagiku untuk mengambil dua benua sekaligus untuk memimpin faksi.” Balas Theon sambil menepuk pundak Rena, berharap bahwa Rena tidak terlalu keberatan tentang hal itu semua.
“Sedangkan untukmu Rolland, meskipun New Santara merupakan bagian dari benua Hikari, tapi aku akan menugaskanmu untuk mengumpulkan semua elementalist New Santara di negara Malaya. Setidaknya untuk membantu Lesha. Strega, kau bisa membantu Rolland mengumpulkan elementalist menuju Malaya. Sedangkan Roney, hitung kau bisa memberitahukan para elementalist di seluruh kota Agrabinta.”
“Rena, Lesha, kalian sudah mengerti faksi kalian akan menyerang dari arah mana saja? Kalian bebas mengatur bagaimana penempatan pasukan. Tetapi, jangan ubah rute itu sama sekali.” Sambung Theon sambil menghela napas lega.
Strega menutup kembali hologramnya. Dia kali ini berpihak kepada Theon untuk membantunya membunuh petinggi dunia. Bagaimanapun, petinggi dunia membantai hampir seluruh umat manusia hanya karena ingin memenuhi bumi ini dengan undead. Itulah pandangannya.
“Kemampuan penyegelan kepada undead. Teknik ini tidak menggunakan elemental, namun memfokuskan orka kepada kedua jari hingga bercahaya berwarna biru seperti ini.” Kemudian, di udara, Lesha menuliskan satu huruf kuno yang menjadi huruf di alam dewa menggunakan orka yang terpusat di dua jarinya. Huruf tersebut juga melayang di udara berwarna biru setelah Lesha menarik tangannya sedikit.
Lesha mendorong huruf tersebut hingga terlempar ke arah dada Theon yang sama sekali tidak bergerak. Seketika, sebuah rantai berwarna biru mengikat tubuh Theon yang membuat dia sepenuhnya tidak bergerak, kemudian, sebuah peti mati di belakang Theon muncul dari tanah dengan kondisi terbuka.
Theon sama sekali tidak bergerak, namun dia juga tidak cukup panik. Orkanya juga terblokir yang membuat dia tidak bisa mengeluarkan elemental.Yang menatap tidak biasa hanyalah Rena dan yang lainnya, apalagi Roney yang hampir untuk histeris.
Merasa sudah cukup, Lesha melepaskan segel itu dengan mengayunkan tangannya. Rantai yang mengikat Theon juga menghilang, dan peti mati di belakangnya juga hancur menjadi tanah. Theon mengerti, tampaknya cukup mudah untuk melakukan penyegelan.
“Segel ini hanya bisa digunakan apabila Undead sama sekali tidak bergerak. Dan kalian harus mendorong huruf dewa itu ke undead. Kemudian, rantai akan muncul mengikat undead tersebut, dan menariknya pada peti mati berdiri yang akan tiba-tiba muncul. Sayangnya tekhnik ini mudah dibaca.” Lesha menjelaskan. "Meskipun ini sedikit berbahaya apabila digunakan pada manusia, tapi segel ini hanya sepenuhnya berfungsi pada Undead."
Rena yang penasaran, dia akhirnya juga melakukan hal yang sama. Memfokuskan orka pada dua jari, kemudian dia menuliskan aksara alam dewa di udara. Rena langsung mendorong aksara itu kepada Rolland yang tidak bergerak, hingga membuat Rolland benar-benar cukup terkejut.
“Apa-apaan ini?” Teriak Rolland dengan bengis. Bersamaan dengan itu, sebuah rantai mengikat tubuhnya, yang membuat dia sama sekali tidak bisa untuk bergerak. Dan, sebuah peti mati keluar dari tanah dalam posisi terbuka dan juga berdiri. Sedangkan rantai itu terhubung pada peti mati yang membuat Rolland tertarik.
Rena melakukan hal yang sama pada Lesha, mengayunkan tangannya yang membuat segel itu terbatalkan. Dia sekarang sudah mengerti bagaimana caranya menyegel undead. Bahkan teknik ini juga sangat berguna untuk menyegel manusia sekalipun.
“Terima kasih Lesha, senang bertemu dengan kalian. Aku akan menuju dua benua sekarang juga, lebih cepat lebih baik. Apalagi kau Lesha, benua Hikari cukup luas.” Kata Theon sambil mengusap rambut Rena.
Theon memeluk Rena dari belakang, yang membuat Rena sendiri merasakan sebuah kehangatan. Kemudian, Theon membisikkan sesuatu kepada Rena, sebelum Theon sendiri menghilang karena bergerak secepat cahaya. “Jaga dirimu baik-baik.”
Theon sudah resmi bergerak, dia membuat satu kloningan yang bergerak secepat cahaya menuju benua Euro. Dan tubuhnya yang asli, dia bergerak menuju benua Ocean yang terlihat benar-benar cukup sepi penduduk. Mungkin di benua ocean hanya terdapat puluhan ribu elementalist yang tersebar.
“Wilayah Ocean sebagian besar merupakan gurun. Sedangkan penduduk aslinya berada di timur.” Kata Theon asli yang bergerak ke arah Osean bagian timur.